cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT Moch. Haiqal Insani
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i1.700

Abstract

Perencanaan dan penjadwalan dalam manajemen proyek merupakan tahap yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah proyek. Permasalahan yang sering terjadi di dalam sebuah proyek adalah penyelesaian proyek yang terlambat dikarenakan ketidaksesuaian antara rencana awal dengan realisasi yang ada dalam pelaksanaannya. Sehingga diperlukan metode penjadwalan yang optimal dan didukung dengan pengendalian yang sesitive, artinya dapat mengukapkan dan mendeteksi penyimpangan sedini mungkin. Penilitian ini dilakukan untuk menerapkan metode Critical Chain Project Management dalam pelaksanaan proyek Fabrication & Installation Eksternal Piping FA #4 untuk mencari solusi optimalisasi dan pengendalian dalam pelaksanaan penjadwalan proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data berupa jadwal proyek (Kurva-S), Bill Of Quantity, laporan mingguan (summary progress report). Kemudian bedasarkan data tersebut, dibuatlah penjadwalan yang baru dengan menggunakan metode Critical Chain Project Management, yang nantinya diharapkan dapat menghasilkan penjadwalan yang optimal dengan dilakukan pengukuran kinerja proyek dan dapat mengatasi permasalahan pengendalian dan penyelesaian akhir proyek. Hasil dari pengembangan penjadwalan dengan menggunakan metode Critical Chain Project Management didapat waktu penyelesaian proyek menjadi 84,25 hari kerja dari 90 hari kerja yang telah dinyatakan didalam kontrak kerja sebelumnya. Melalui hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan dapat menghasilkan penjadwalan yang optimaldengan menghilangkan waktu tunggu dan waktu pengaman pada setiap pekerjaan.
PENERAPAN METODE TAGUCHI PADA PROSES FERMENTASI PUPUK GUANO CAIR UNTUK MENGHASILKAN KANDUNGAN NPK YANG OPTIMAL DI UD PUPUK GUANOKU Mirza Firdiansah Isnanta; Deny Andesta; Said Salim Dahda
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i2.543

Abstract

Untuk menghasilkan pupuk organik dengan karakter kualitas kandungan NPK organik yang tinggi (Large The Better), diperlukan banyak eksperimen dalam proses pembuatan pupuk organik. Salah satu metode eksperimen yang memberikan hasil yang luar biasa dalam desain eksperimen dengan jumlah eksperimen yang efisien adalah Metode Taguchi. Dari analisa awal metode taguchi, diketahui bahwa variabel bebas yang digunakan sebagai faktor adalah kadar air kotoran kelelawar (A), bioactiva (B), gula merah (C), air (D), bekatul (E) dan sekam padi (F). Variabel bebas yang digunakan memiliki tiga level faktor untuk setiap faktornya. Variabel tidak bebas yang dituju adalah Nitrogen, Phospore dan Kalium. Orthogonal Array yang dipakai adalah L27 (313) dengan 27 eksperimen untuk tiga kali replikasi. Setelah dilakukan eksperimen, pengumpulan dan pengolahan data dengan Metode Taguchi, didapati bahwa, faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap rasio kandungan Nitrogen yang optimal adalah Faktor A1, B3, A1xB3, C3, B3xC3, D1, E3, F1 dengan nilai respon optimal 28,59287 % (29,12506 dB), kandungan Phospore yang optimal adalah A1, B3, A1xB3, C3, B3xC3, D1, E3, F1 dengan nilai respon optimal 23,67469 % (27,48561 dB) dan kandungan Kalium yang optimal adalah A3, B1, A3xB1, C2, B1xC2, D1, E2, F2 dengan nilai respon optimal 21,69575% (26,72738 dB).
PERANCANGAN TAS SEKOLAH BERBASIS MODEL ERGONOMIC – ANTHROPOMETRY GUNA PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI TAS DI KABUPATEN GRESIK Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.116 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v12i2.397

Abstract

Salah satu sentra indusri kecil menengah yang potensial di Kabupaten Gresik adalah industri kerajinan tas. Tas sekolah produksi sentra industri kecil menengah tersebut memiliki banyak kelemahan. Berdasarkan evaluasi analisa anthropometri, dan biomechanical dengan software ergo-mannequin serta analisa subjektifitas pada tas sekolah yang dipergunakan oleh siswa-siswi sekolah selama ini tidak ergonomis. Terdapat beberapa perubahan dan tambahan yang sebaiknya dilakukan pada tas ransel yang diproduksi oleh industri kecil menengah agar menjadi ergonomis seperti perancangan ulang tinggi tas menjadi 45 cm, lebarnya 33 cm, tebal tas : 16 cm, dengan genggaman tangan : 9.2 cm, handel = 10.8 x 4.7 cm dan penambahan penyangga yang juga berfungsi sebagai pengalir udara (airflow) pada punggung.
ANALISIS PRODUKTIVITAS KARYAWAN UD.RATNA DENGAN METODE OMAX (Objective Matrix) Rofi Kuncahyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v13i2.673

Abstract

Usaha bangsa untuk meningkatkan produktivitas pertama kali harus menggunakan dasar-dasar ekonomi, yakni, manufaktur, dan pelayanan organisasi. Untuk memanage produktivitas dalam sebuah perasaan yang benar dari sebuah istilah, empat fase yang terbentuk dalam sebuah proses produktivitas yang berlangsung – siklus produktivitas. Salah satu tingkat produktivitas dari sebuah organisasi adalah diukur dalam arus periode waktu (sebagai contoh, arus bulan, triwulan, atau setahun).Ini seharusnya dibandingkan dengan tingkat target yang disediakan dalam periode terdahulu. Berdasarkan pada evaluasi ini, sebuah tingkat produktivitas yang baru seharusnya kemudian menjadi perencanaan untuk periode selanjutnya. Dan akhirnya, itu tergantung pada alamiah dan tingkat target perencanaan dari produktivitas, peningkatan seharusnya diambil penempatan dalam periode berikutnya. Untuk Menentukan jika tingkat perencanaan dalam kenyataannya telah dicapai, produktivitas seharusnya diukur lagi dalam periode berikutnya. Proses siklus pengulangan keseluruhan selama jangka waktu dalam memanage organisasi resmi tingkat produktivitasnya dan kecepatan pertumbuhan. Jurnal ini sistematisnya hadir beberapa konsep dan metodologi yang pragmatis, peralatan, dan teknik untuk setiap satu dari empat fase dari siklus produktivitas. Sedikit buku ini tersedia hari ini (dengan penekanan pada tingkat analisis organisasi) telah eksklusif terkait dengan pengukuran produktivitas juga atau peningkatan produktivitas tetapi tidak dengan fase sistematik oleh pengukuran penampilan fase, evaluasi, perencanaan, dan peningkatan dari produktivitas. Pada umumnya, mereka menekankan pengukuran produktivitas tenaga kerja klasik. Yang mana dapat sangat menyesatkan jika interpretasinya keluar dari konteks dari jumlah pengukuran produktivitas (perbandingan dari total terukur produksi ke jumlah masukan terukur yang terpakai).
continues process improvement dengan robust design dalam cleaner production : Proses Produksi CaO Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 1 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i1.364

Abstract

PT. Giri Mulya Jatim adalah perusahaan yang memproduksi kapur aktif (CaO) untuk industri. Kualitas CaO yang dihasilkan dari proses pembakaran batu kapur (CaCO3) masih rendah dengan kadar persentase CaO dibawah 45,6 %. Disamping itu masih adanya cacat berupa batu curing sebesar 5%. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan perbaikan proses berkesinambungan. Faktor yang dominan yang teridentifikasi sebagai penyebab ketidaksesuaian persentase kadar CaO adalah jenis bahan bakar, ukuran batu kapur dan jenis batu kapur. Dari hasil eksperiment Taguchi, faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap respon persentase kadar CaO adalah jenis bahan bakar kayu dan batu bara (C2) dengan kontribusi 37.67%, ukuran batu kapur dengan ukuran kecil (B1) dengan kontribusi26.49%, interaksi antara jenis batu kapur dengan ukuran batu kapur (A2B1) dengan kontribusi 13.04% serta interaksi antara jenis batu kapur dan jenis bahan bakar (A2C2) dengan kontribusi 13.24%. Cleaner production pada proses pembakaran batu kapur masih rendah karena efisiensi yang rendah dengan rugi-rugi berupa aliran panas yang terbuang percuma. Proses pembakaran batu kapur memberikan dampak pada tumbuhan jagung berupa spot bewarna putih kekuningan secara morfologis dan kerusakan pada stomata secara anatomis.
ANALISIS ERGONOMI TERHADAP RANCANGAN FASILITAS KERJA STREET SHOT PEENING DI PT INDOSPRING Tbk. DENGAN METODE ANTROPOMETRI Muhammad Sabri
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v17i2.565

Abstract

Postur kerja yang sering diakibatkan oleh letak fasilitas yang kurang sesuai dengan anthopometri operator, sehingga mempengaruhi kinerja operator. Setiap perusahaan selalu melakukan upaya meningkatkan produktifitas kerja, salah satunya adalah mengurangi waktu yang hilang akibat aktifitas yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.Untuk merancang fasilitas kerja tersebut digunakan data anthropometri tubuh operator di PT Indospring Tbk, keluhan-keluhan selama bekerja dan waktu proses di mesin street shot peening.Kondisi riil Pencapaian produksi per unit hanya 850 pcs (56,67%) dari target mesin street shot peening, dan 150 pcs (60%). Ketidak tercapainya target berdasarkan pengamatan data kerja dan operasi kerja tidak ergonomis karena terdapat keluhan dari operator. Dan target setelah redesign output pengerjaan sekarang ini di mesin street shot peening sudah mencapai target produksi sesuai dengan standart perusahaan 1,750 unit.Dan target setelah redesign output pengerjaan sekarang ini di mesin street shot peening sudah mencapai target produksi sesuai dengan standart perusahaan 1,750 unit.
APLIKASI ERGONOMI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OPERATOR DAN OUTPUT PRODUKSI PADA PROSES TAPER Maulidina Achmad
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v15i1.523

Abstract

PT. Indospring Tbk adalah sebuah perusahaan otomotif manufacturing yang memproduksi spring dengan mutu tinggi dengan menerapkan mutu ISO 9002:2000. Hasil produksinya selama ini untuk memenuhi pemesanan dari dunia otomotif dalam negeri maupun luar negeri. Rata-rata output produsi (PO) Hot Coil perbulan = 40.000 pcs/bln, kendala yang membuat output kurang maksimal adalah output taper tidak sesuai dengan standart (tebal dan panjang), dan adanya keluhan pada bagian tubuh seperti bahu kiri, bahu kanan, pinggang, lengan bawah kiri dan lengan bawah kanan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui keluhan fisik operator sehingga penulis dapat membuat alternatif solusi yang baik guna mengurangi keluhan fisik yang terjadi selama proses taper dan membuat rancangan yang ergonomis dengan perhitungan data anthropometri dan data persentil.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN INTERNET INDIHOME PADA PT. X DENGAN PENDEKATAN PART LEAST SQUARE Kukuh Winarso; Moh. Jufriyanto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v20i1.1017

Abstract

PT. X Provides paid internet services known as Indihome. The problem that occurs in Indihome Internet service is that there are 42.36% complaints from consumers to the service process provided by PT. X and there is a 7.46% complaint about the amount of the bill. The purpose of this study is to model and know what variables affect the quality of the Indihome Internet service. The method used is Partial Least Square (PLS). Partial Least Square (PLS) is one of the multivariate statistical analysis techniques that can handle multiple response variables and an explanatory variable. The variables used are tangible, empathy, assurance, reliability and responsiveness. The results of the research are the increase of R square value after the implementation of the A5 indicator that does not meet the model PLS. All five variables affect the quality of indihome Internet service is 76,1%. Based on the hypothesis test results on the outer model It is said that the variable indicator is valid with p-value = 0 < 0,05. In testing the inner model obtained that the variable tangible and responsiveness has no significant effect on the quality of Internet service Indihome, while the variable empathy, assurance, reliability significantly affect the quality of service Indihome Internet.
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF TINGKAT KEPUASAN KERJA DAN CARA MENGEKSPRESIKAN TINGKAT KEPUASAN KERJA YANG RENDAH PADA KARYAWAN DENGAN MASA KERJA DI ATAS TIGA PULUH TAHUN Awang Setiawan Wicaksono; Nyimas Nurhanisah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.99 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.388

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Ketika seorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Dalam kenyataannya, di perusahaan, kepuasan kerja secara menyeluruh belum mencapai tingkat maksimal. Masa kerja seseorang akan terpengaruh apabila mendapatkan suatu rangsangan, sehingga orang tersebut mampu mempersepsikannya dengan lebih baik pula. Adanya proses belajar atau pemahaman yang diperoleh seseorang melalui intensitas hubungan yang diperoleh dari masa kerja menjadikan seseorang mampu mempersepsikan kondisi kerjanya lebih baik ataupun lebih buruk. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan dan bagaimana cara mengekspresikan tingkat kepuasan kerja yang rendah pada karyawan dengan masa kerja di atas tiga puluh tahun. Jumlah subyek penelitian yang digunakan sebanyak 72 karyawan yang bermasa kerja di atas tiga puluh tahun pada jabatan kepala regu (karu), di sini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert, data kedua variabel diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 karyawan (30,6%) yang memiliki tingkat kepuasan kerja rendah, 30 karyawan (41,7%) memiliki kepuasan kerja sedang, 20 karyawan (27,8%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Faktor-faktor yang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian besar karyawan meliputi tersedianya perlengkapan pegawai yang memadai, kesejahteraan pegawai terjamin dengan adanya layanan kesehatan, dan tersedianya sarana ibadah yang baik. Faktor yang kurang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian karyawan meliputi hasil penelitian kinerja tidak ada umpan balik, penerapan peraturan kurang tegas dan kurang adil, dan belum adanya sistem karir (carrier planning) yang jelas. Sebagian besar cara mengekspresikan tingkat kepuasan rendah cenderung destruktif dan dalam bentuk pindah ke unit kerja lain.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PREFORM DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT.KAS feri alifianto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.752 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i2.587

Abstract

KAS is a company which moving in the packaging area with various types of packaging, such as 140 ml preform, 265 ml, and 625 ml. The problem that often showed is the decrease of product quality, so that technique is needed to improve the quality of existing product. To improve the product was conducted the observations on 140 ml preform for about 8 months. The percentage of 140 ml preform defect was greater than 265 ml and 625 ml of preform defect at 9.54%. Hopeto know the stages, the value of DPMO, factors that occur from the decline quality and the proposed improvement. In facilitating the completion of quality improvement, it needs to be a “Six Sigma” method with DMAI. “Six Sigma” is a high-disciplinary process that helps us to develop and deliver near-perfect products. “Six Sigma” is a quality target with a value of 3.4 DPMO (Defect per Million Oppurtunity) or 3.4 defects from the per-millions opportunity. The achievement of the “six sigma” 3.4 DPMO is said to be realistic to be achieved from a quality based on zero defect. Reduction in the disability quantity in research using six sigma method with DMAI (Define, Measure, Analize, Improve). From the analysis result and research that has been done with the number of disability products at PT. KAS is at the level of sigma value 3.12 with DPMO of 52,831.12. From this it can be defined that the product quality is still far from the 6 sigma product level. By using the analysis tool diagram can be able to know the cause of product damaged in the production process that comes from human, machine, finance, motivation, and material. Able to know the concept of completion of quality improvement with the Define, Measure, Analysis, Improve method,doinga plan of improvement on thickness of defect, cracked, striped, chipped and bubbly.

Page 11 of 26 | Total Record : 258