Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2020): Mei"
:
12 Documents
clear
Gerakan Busaponik Sederhana untuk Mewujudkan Kelurahan Candirenggo yang Produktif, Kreatif, dan Inovatif
Yudhi Utomo;
Purwaning Rohmah;
Nanda Satria Anggara
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p84-88
Kesejahteraan masyarakat dapat diukur dari beberapa aspek salah satunya dari ketahanan pangan serta tingkat ekonomi masyarakat. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, memberikan solusi dengan menggalakkan program kerja Gerakan BuSaPonik Sederhana dengan melibatkan organisasi masyarakat yaitu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Program kerja ini dapat ikut menyukseskan tiga program PKK seperti program pangan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadikan ibu-ibu PKK lebih produktif dan kreatif dalam memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing. Bahkan lebih lanjut, dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat Candirenggo melalui budidaya sayuran dari BuSaPonik. Kata kunci— BuSaPonik Sederhana, budidaya sayuran, hidroponik sederhana Abstract Community welfare can be measured from several aspects, one of which is food security and the economic level of the community. In an effort to realize this, provides a solution by promoting the Simple BuSaPonik Movement work program by involving community organizations, Empowerment and Family Welfare (PKK). This work program can contribute to the success of three PKK programs such as the food program, environmental sustainability, and healthy planning. In addition, this activity can make PKK member (mothers) more productive and creative in meeting the needs of their respective families. Even further, it can improve the family and community economy of Candirenggo through the cultivation of vegetables from BuSaPonik. Keywords— BuSaPonik Simplified, vegetable cultivation, simple hydroponics, Kelurahan Candirenggo
Marketing Online untuk Memperluas Pangsa Pasar Inovasi Kerajinan Gerabah Desa Tondowulan Jombang
Dias Nina Desita;
M. Romadlon Deni;
Nur Kholis;
Sholikhatun Khasanah
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p111-115
Salah satu desa yang dapat dikembangkan potensi kewirausahaannya adalah Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang. Mayoritas masyarakat desa ini merupakan pengrajin gerabah dengan produk yang dibuat masih sebatas cobek dan layah. Pemasaran produk yang digunakan juga sebatas dari mulut ke mulut (mouth to mouth) sehingga usaha yang dijalankan masyarakat cenderung kurang berkembang. Melihat situasi semacam ini, warga Desa Tondowulan memerlukan adanya inovasi dalam pembuatan produk gerabah, misalnya pembuatan produk gerabah menjadi souvenir yang menarik dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu juga diperlukan pemasaran yang lebih efektif guna memperluas pangsa pasar agar permintaan terhadap gerabah meningkat. Berdasarkan hal ini memberikan solusi kepada masyarakat Desa Tondowulan berupa pelatihan pemasaran online dan pembuatan produk gerabah menjadi souvenir. Hasil yang dicapai pada pelaksanaan pengabdian ini terhitung memuaskan dengan rincian: 1) Pengrajin Gerabah Desa Tondowulan memiliki keahlian dalam membuat gerabah souvenir dan packaging-nya yang menarik; dan 2) Warga Desa Tondowulan memiliki akun penjualan online untuk memasarkan produk gerabahnya secara lebih luas. Kata kunci— marketing online, souvenir gerabah, Desa Tondowula Abstract One of the villages that can develop their entrepreneurial potential is Tondowulan Village, Plandaan District, in Jombang Regency. The majority of the village community are pottery artisans with products made that are still limited to mortification and disrepair. Marketing of products used is also limited, they just use word of mouth marketing strategy, so that businesses run by communities tend to be less developed. Seeing this kind of situation, the residents of Tondowulan Village need innovation in making pottery products, for example making pottery products into interesting souvenirs and high economic value. It also requires more effective marketing to expand market share so that demand for pottery increases. Based on this, provide solutions to the Tondowulan Village community in the form of online marketing training and making pottery products into souvenirs. The results achieved in the implementation of this service are satisfactory with the following details: 1) Pottery Craftsman in Tondowulan Village has expertise in making attractive souvenirs and packaging pottery; and 2) Residents of Tondowulan Village have an online sales account to market their pottery products more broadly. Keywords— online marketing, pottery souvenirs, Tondowulan Village
Budidaya Jamur Tiram dan Pengolahannya Sebagai Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif Desa Kaulon
Edy Triono
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p64-68
Usaha jamur tiram putih sedang menjadi tren masa kini, sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan memperbaiki gizi masyarakat. Usaha ini sangat menjanjikan karena harga serta minat masyarakat untuk mengkonsumsinya cukup tinggi. Di Kabupaten Blitar, tren usaha jamur tiram terus meningkat sehingga berpengaruh positif terhadap permintaan jamur. Pengabdian ini mendorong pelaksanaan usaha jamur tiram putih yang akan dijalankan oleh ibu-ibu PKK dan Karangtaruna. Usaha ini masih pertama kali akan dilakukan, sehingga peran dari mahasiswa KKN di Desa Kaulon, Kabupaten Blitar adalah mengawali usaha budidaya jamur tiram. Proses dari kegiatan budidaya jamur tiram adalah pembuatan media jamur, pembibitan, dan sampai ke pengolahan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat yaitu melakukan program kerja besar pelatihan budidaya jamur tiram sampai pada tahap pengolahannya. Tujuan lanjutan dari kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas sektor ekonomi kreatif Desa Kaulon sehingga nanti menjadi kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kata kunci—jamur tiram putih, Desa Kaulon Kabupaten Blitar, ekonomi kreatif Abstract White oyster mushroom business is becoming a trend nowadays, as an effort to increase income and improve community nutrition. This business is very promising because the price and community interest to consume it is quite high. In Blitar District, the business trend of oyster mushrooms continues to increase so that it has a positive effect on mushroom demand. This community service encourages the implementation of the white oyster mushroom business which will be run by PKK and Karangtaruna. This business is still the first time to be carried out, so the role of KKN students in Kaulon Village, Blitar Regency is to start an oyster mushroom cultivation business. The process of oyster mushroom cultivation activities are the making of mushroom media, nurseries and processing. The conclusion of this activity is students do community service which is doing a large work program of training in the cultivation of oyster mushrooms until the processing stage. The next objective of this activity is to increase the productivity of the creative economy sector of Kaulon Village so that it will later become a Micro and Small and Medium Enterprises (MSME) group. Keywords—white oyster mushroom, Kaulon Village, Blitar Regency, creative economy
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Puntung Rokok Menjadi Alternatif Pestisida Desa Jambearjo
Asep Sunandar;
Fahmi Fahmi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p89-93
Di Indonesia banyak perokok dengan intensitas merokok berkali-kali dalam sehari. Hal ini mengakibatkan banyaknya sampah dari rokok yang dihasilkan, yaitu puntung rokok. Sampah ini jika dibiarkan begitu saja tentu akan mencemari keindahan lingkungan. Hal demikian terjadi di Desa Jambearjo, dimana puntung rokok banyak berserakan. Banyak penelitian oleh akademisi yang menyatakan bahwa limbah puntung rokok dapat dijadikan sebagai bahan pestisida. Berdasaran hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian untuk mensosialisasikan dan memberikan pelatihan berkaitan dengan pengolahan sampah puntung rokok menjadi alternatif pestisida.Setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat Desa Jambearjo memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah puntung rokok menjadi barang yang dapat digunakan dalam pertanian. Kata kunci— limbah puntung rokok, alternatif pestisida, Desa Jambearjo Abstract In Indonesia many smokers with the intensity of smoking many times a day. This resulted in a lot of garbage from cigarettes produced, namely cigarette butts. This garbage if left unchecked will certainly pollute the beauty of the environment. This has happened in Jambearjo Village, where cigarette butts are widely scattered. Many studies by academics have stated that cigarette butts waste can be used as an ingredient of pesticides. Based on this, a community service activity was conducted to socialize and provide training related to the processing of cigarette butts waste into an alternative to pesticides. After participating in this activity, the people of Jambearjo Village has the knowledge and skills in utilizing cigarette butts waste into goods that can be used in agriculture. Keywords— cigarette butts waste, alternative pesticides, Jambearjo Village
Pelatihan Pengolahan Nugget Mujair dan Kerupuk Mujair Sebagai Oleh-Oleh Khas Desa Senggreng
Siti Sendari;
Dyah Ayu Dwi Lestari;
Cahyaning Wulandari Cahyaning
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p116-120
Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang merupakan desa yang memiliki pemandangan alam sangat indah, yakni adanya waduk yang dialiri Sungai Berantas Karangkates dan ini merupakan potensi wisata alam yang telah banyak dikunjungi masyarakat. Di Desa Senggreng juga memiliki potensi lokal berupa ikan mujair yang jumlahnya sangat banyak dan oleh masyarakat hanya dikelola dengan cara dijual mentah. Harganya yang relatif murah kurang bisa memberikan keuntungan yang signifikan terhadap masyarakat sehingga dibutuhkan inovasi untuk mengolahnya lebih lanjut. Melihat situasi semacam ini maka perlu diadakan pelatihan pengolahan nugget dan kerupuk berbahan dasar ikan mujair. Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut antara lain: 1) sebagai bentuk usaha pengembangan makanan berbahan dasar ikan mujair; 2) sebagai penggerak pendirian pusat oleh-oleh khas Desa Senggreng; 3) dan sebagai usaha peningkatkan perekonomian warga desa. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar serta masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah ikan mujair menjadi produk bernilai ekonomi yang tinggi. Kata kunci— Desa Senggreng, Waduk Karangkates, olahan ikan mujair, ekonomi desa Abstract Senggreng Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency is a village that has a very beautiful natural scenery, namely the existence of a reservoir that is fed by the Berantas Karangkates River and this is a natural tourism potential that has been visited by many people. In the village of Senggreng it also has local potential in the form of tilapia fish which are very numerous and by the community are only managed by selling them raw. The relatively inexpensive price is less able to provide significant benefits to the community so innovation is needed to process it further. Seeing this kind of situation, it is necessary to hold training on processing nuggets and crackers based on tilapia fish. The objectives of carrying out these activities include: 1) as an effort to develop food based on tilapia fish; 2) as a driving force for the establishment of a unique souvenir center in Senggreng Village; 3) and as an effort to improve the economy of the villagers. Overall the activities went smoothly and the community had new knowledge and skills in processing tilapia fish into high economic value products. Keywords— Senggreng Village, Karangkates Reservoir, processed tilapia fish, village economy
Sosialisasi Pemanfaatan TOGA untuk Ibu-Ibu PKK Desa Ringinputih Kabupaten Ponorogo
Galing Krisna
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p69-73
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya meliputi tanaman obat-obatan yang rasanya pahit, lebih jauh dari ini bumbu-bumbu di dapur serta sayuran yang enak dikonsumsi merupakan bagian dari TOGA yang sangat memiliki khasiat medis. TOGA sangat mudah ditanam, misalnya dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong serta melalui polybag yang diletakkan di depan rumah. Bahkan untuk skala yang lebih besar, budidaya TOGA dapat dilakukan sebagai media pendapatan ekonomi masyarakat. Melalui hal ini akan memunculkan dua manfaat yang besar, yakni bagi daya tahan tubuh masyarakat dari sisi kesehatan serta bagi perbaikan ekonomi masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan TOGA kepada masyarakat Desa Ringinputih yang pada dasarnya belum memiliki pengetahuan berkaitan dengan TOGA sehingga mereka kurang bisa memanfaatkannya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat terdorong menanam TOGA di sekitar rumahnya, baik dalam skala kecil maupun sedang untuk dijadikan sebagai media pendapatan ekonomi. Kata kunci— toga, Desa Ringinputih, kesehatan masyarakat, bumbu-bumbu, sayuran Abstract Family Medicinal Plants (TOGA) not only include medicinal plants that taste bitter, further than this spices in the kitchen as well as delicious vegetables consumed are part of TOGA that has medical properties. TOGA is very easy to plant, for example by utilizing an empty house yard and through a poly bag placed in front of the house. Even for a larger scale, TOGA cultivation can be done as a medium of community economic income. Through this, two major benefits will emerge, namely for the immune system of the community in terms of health and for the improvement of the community's economy. The purpose of this community service activity is to socialize the TOGA to the people of Ringinputih Village who basically do not have the knowledge related to TOGA so they are not able to use it. The results of the dedication show that the community is encouraged to plant TOGA around their houses, both on a small and medium scale to be used as a medium for economic income. Keywords— physic garden, Ringinputih Village, public health, spices, vegetables
Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi di SDN 2 Tanjung Kabupaten Lombok Utara
Agung Winarno;
Ainiyatul Farihah;
Lutfiana Sukmawati
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p94-98
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di jalur penumjaman lempeng bumi dan hal ini menjadi salah satu alasan negara Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, misalnya yang sering terjadi di wilayah Lombok. Melihat fakta semacam ini, maka masyarakat harus disiapkan agar ketika terjadi gempa bumi, mereka memiliki pengatahuan bagaimana harus bertindak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan mitigasi bencana seperti mitigasi non-struktural yaitu berupa aktivitas penekanan kepada masyarakat agar meningkatkan kapasitas dalam menyiapkan dirinya ketika terjadi gempa bumi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan materi mitigasi bencana alam gempa bumi di SDN 2 Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Peserta didik yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasilnya mereka memiliki pengetahuan untuk melakukan tindakan yang tepat jika suatu saat bencana gempa bumi datang. Kata kunci— mitigasi bencana, gempa bumi, mitigasi non-struktural, SDN 2 Tanjung Abstract Indonesia is one of the countries that are on the path of the earth plate erosion and this is one of the reasons Indonesia often experiences natural disasters such as earthquakes, for example, which often occurs in the Lombok region. Seeing this kind of fact, the community must be prepared so that when an earthquake happens, they have knowledge about how to act. This can be done by carrying out disaster mitigation such as non-structural mitigation in the form of an emphasis on the community in order to increase their capacity to prepare themselves when an earthquake occurs. This service activity aims to provide earthquake disaster mitigation material at SDN 2 Tanjung, North Lombok Regency. The students involved are very enthusiastic about participating in the activities and the results they have the knowledge to take appropriate action if an earthquake disaster comes. Keywords— disaster mitigation, earthquake, non-structural mitigation, SDN 2 Tanjung
Menggali Potensi dan Masalah Pengembangan Gaharu (Aquilaria Spp) di Desa Putat Lor
Adi Putra;
Alex Adi Prastiawan;
Dwi Prihanto
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p121-126
Gaharu adalah salah satu hasil hutan non kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, memiliki kandungan kadar damar wangi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Adanya permintaan yang cukup tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap gaharu menyebabkan perburuannya semakin meningkat dan tidak terkendali. Tujuan artikel ini adalah untuk: 1) mengetahui potensi gaharu di Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang; 2) mengetahui permasalahan dalam pembudidayaan dan pengembangan gaharu; dan 3) memberikan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan gaharu. Melalui kegiatan pengadian ini ditemukan bahwa dalam upaya pengembangan gaharu terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi seperti: 1) minimnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya gaharu; 2) adanya keterbatasan modal untuk mengembangkan komoditi gaharu; dan 3) adanya permasalahan pemasaran serta penetapan harga yang tidak stabil. Adapun upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu: 1) pembentukan dan pengembangan koperasi gaharu; dan 2) memfasilitasi masyarakat dalam hal pemasaran produk gaharu. Kata kunci— gaharu, pemasaran, koperasi gaharu, Desa Putat LorAbstract Agarwood is one of the non-timber forest products with a variety of distinctive shapes and colors, contains mastic content and has high economic value. The demand is quite high, both from within and outside the country against aloes causing hunting increasingly increasing and out of control. The purpose of this article is to: 1) find out the potential of agarwood in Putat Lor Village, Gondanglegi District, inMalang Regency; 2) find out the problems in cultivating and developing agarwood; and 3) provide policy recommendations for the development of agarwood. Through these activities, it was found that in the efforts to develop agarwood there were several problems encountered, such as: 1) the lack of local knowledge about agarwood cultivation; 2) there is limited capital to develop agarwood commodities; and 3) marketing problems and unstable pricing. The efforts that can be taken to overcome these problems are: 1) the formation and development of agarwood cooperatives; and 2) facilitating the community in marketing aloes. Keywords— agarwood, marketing, agarwood cooperatives, Putat Lor Village
Simulasi dan Trauma Healing Pasca Gempa pada Peserta Didik SDN 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat
Achmad Murdiono;
Darmawan Subangkit;
Nabila Rizqi Maimunah
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p74-78
Bencana gempa bumi yang menimpa Lombok menyisakan kerugian, baik secara fisik maupun non-fisik. Kerugian berupa non-fisik meliputi adanya trauma yang dimiliki oleh korban, terutama adalah anak-anak. Trauma ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut terlalu lama karena akan berdampak buruk pada kehidupan korban. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengadakan simulasi dan trauma healing pada korban bencana gempa bumi di Lombok, yakni anak-anak di SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat. Kegiatan berjalan lancar dan sukses di mana anak-anak dapat mengetahui bagaimana harus bersikap jika bencana gempa bumi datang serta mereka mendapatkan perlakuan yang menggembiarakan sehingga rasa trauma yang ada pada diri mereka dapat dihilangkan secara perlahan. Kata kunci— trauma healing pasca gempa, SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat, bencana gempa bumi Abstract The earthquake that struck Lombok left a loss, both physically and non-physically. Losses in the form of non-physical include the trauma of the victim, mainly children. This trauma cannot be allowed to drag on too long because it will adversely affect the lives of the victims. The purpose of this service is to conduct simulations and trauma healing for earthquake victims in Lombok, namely children in SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat. Activities run smoothly and successfully where children knew how to behave if an earthquake disaster comes and they got an encouraging treatment so that the trauma they feel can be eliminated slowly. Keywords— post-earthquake trauma healing, SD Negeri 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat, earthquake disaster
Sosialisasi Pembuatan Pasta Tulang Ikan di Dusun Kandang Kaoq Desa Tanjung
Wiwik Wahyuni;
Elwin Walimatul Fara;
Lisfatin Rohmatul Ulya;
Ubaidillah Albarqi
Jurnal KARINOV Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um045v3i2p99-104
Bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2019 lalu menimbulkan banyak kerugian. Tidak hanya kerugian dalam bentuk rusaknya bangunan tempat tinggal, namun juga rusaknya perekonomian masyarakat. Kerusakan pada tatanan perekonomian masyarakat, dalam hal ini hilangnya pekerjaan dan pendapatan harus segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakkan adalah membangun kembali perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara adalah Desa Tanjung yang memiliki potensi lokal berupa potensi laut dan mata pencaharian masyarakat yang berada disekitarnya adalah nelayan. Kebanyakan masyarakat mengambil daging ikan untuk dijadikan olahan dan tulangnya dibuang. Sebagai upaya pengoptimalan potensi laut tersebut, maka dibutuhkan inovasi baru untuk memanfaatkan tulang ikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan fenomenologis untuk memperoleh data dari pengalaman informan. Perolehan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penentuan informan menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Hasil yang diperoleh adalah pemanfaatan tulang ikan dapat dijadikan sebagai pasta untuk pengolahan berbagai macam makanan guna meningkatkan perekonomian masyarakat pasca bencana gempa sehingga perekonomian masyarakat Desa Tanjung dapat diperbaiki kembali. Kata kunci— olahan tulang ikan, pasta tulang ikan, ekonomi pasca gempa bumi Abstract The earthquake that occurred in North Lombok Regency in 2019 caused many losses. Not only losses in the form of damage to residential buildings, but also damage to the community's economy. Damage to the economic structure of the community, in this case the loss of jobs and income must be overcome immediately. One effort that can be done is to rebuild the community's economy by utilizing local potential. One of the villages in North Lombok Regency is Tanjung Village which has local potential in the form of sea potential and the livelihoods of the people around it are fishermen. Most people take fish meat to be processed and their bones discarded. As an effort to optimize the marine potential, new innovations are needed to utilize fish bones. This study uses descriptive qualitative research with a phenomenological approach to obtain data from the experience of informants. Data acquisition uses observation, interview, and literature study. Determination of informants using snowball sampling and purposive sampling. The results obtained are the use of fish bones can be used as a paste for the processing of various kinds of food in order to improve the economy of the community after the earthquake so that the economy of the Tanjung Village community can be restored. Keywords— processed fish bones, fish bone paste, post-earthquake economy