cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 23 Documents clear
Isolations andAntibacterial Tests of Aloe Vera Endophytic Bacteria (Aloe barbadensis miller) towards Staphylococcus aureus and Eschericia coli Hildegardis Missa; Olegario De Fatima Lelo Carion; Yolenta Sisilia Enggong; Aloysius Djalo; Sardina Ndukang
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.601 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.964

Abstract

Research in the field of microbiology regarding the identification of endophytic bacteria in aloe vera is still rarely carried out while many people in East Nusa Tenggara often use aloe vera to cure diseases. The purpose of this study was to identify the endophytic bacteria Aloe barbadensis miller and to determine its antibacterial ability against the growth of Staphylococcus aureus and Escsherichia coli bacteria.  The research procedures included taking samples using purposive sampling method, isolating endophytic bacteria using streak plate method, testing the antibacterial potential against Staphylococcus aureus and Eschericia coli using the paper disc diffusion method. The results showed that endophytic bacteria found on aloe vera leaves were marked by the growth of several bacterial colonies on Murashige-Skoog media with different shapes and colors, then the colonies were separated and 8 isolates were obtained with isolate codes C1B, C2B, C3B, C4B, C5B, C6B, C7B and C8B. The results of the antibacterial potency test showed that isolates C1B, C3B, C5B and C8B had the potential to inhibit the growth of Staphylococcus aureus characterized by the presence of a clear zone on the surface of the media with the largest size being 20 mm in isolate C1B and the smallest clear zone being 7 mm in isolate C8B, while isolate C1B, C3B, C5B and C8B have the potential to inhibit the growth of Eschericia coli bacteria characterized by the presence of a clear zone on the surface of the media with the largest size of 10 mm in isolate C1B and the smallest clear zone of 7 mm in isolate C8B. The conclusion of this study is that endophytic bacteria have been identified in aloe vera and some of these bacteria have antibacterial abilities against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria.
Dampak Virus Corona (Covid-19) terhadap Konsumsi Buah Deasy Arryannur Siregar; Diana Chalil; Ketut Sukiyono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.793 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1071

Abstract

Covid-19 merupakan pandemi global yang berdampak di semua sektor, jika dibandingkan dengan konsumsi pada periode tahun sebelum dan sesudahnya, konsumsi buah provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan namun terdapat peningkatan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan (rupiah) komoditas buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi masyarakat terhadap buah di kota Medan dan dampak virus corona (covid-19) terhadap konsumsi buah di kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Metode penentuan daerah penelitian yang digunakan adalah secara purposive dan data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara kepada 100 orang responden. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi meliputi pendapatan, jumlah anggota keluarga, usia, dan pendidikan berpengaruh nyata secara serempak terhadap jumlah konsumsi buah. Pendapatan, jumlah anggota keluarga dan pendidikan berpengaruh secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah, sedangkan variabel usia tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap jumlah konsumsi buah. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa virus Covid-19 mempengaruhi jumlah konsumsi buah di kota medan. Konsumsi buah di kota medan sebelum, selama dan sesudah adanya virus Covid-19 adalah berbeda. Dengan adanya pandemic covid-19 kesehatan dan imunitas tubuh menjadi sangat penting untuk dijaga performanya. Cara untuk menjaga kesehatan selama masa pandemi, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun hingga mengkonsumsi vitamin dan mineral yang bisa diperoleh dari mengkonsumi buah-buahan.  
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok terhadap Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Alifia Azzahra; Guniarti Guniarti; F. Deru Dewanti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.407 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1076

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi media tanam dan konsentrasi POC kulit pisang kepok terbaik, serta mengetahui interaksi diantara keduanya. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 : tanah, M1 : tanah : arang sekam dengan perbandingan 1:1/polybag, M2 : tanah : kompos dengan perbandingan 1:1/polybag, M3 : tanah : arang sekam : kompos dengan perbandingan 1:1:1/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi POC kulit pisang kepok, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 : 200 ml.l-1, K1 : 300 ml.l-1, K2 : 400 ml.l-1, K3 : 500 ml.l-1. Komposisi media tanam tanah : sekam : kompos 1:1:1 dan POC kulit pisang kepok konsentrasi 500 ml.l-1 memberikan pengaruh nyata pada umur muncul bunga (44,58 hari), jumlah buah per tanaman periode 3 (36,33 buah), bobot buah per tanaman periode 3 (64,66 gr), dan bobot buah total panen per tanaman (150,87 gr). Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tanah-sekam-kompos 1:1:1/polybag dan konsentrasi POC 500 ml.l-1.
Participatory Evaluation of Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) Varieties Under Irrigation Condition at Abergelle Woreda, Ethiopia Ademe Mihiretu; Melaku Asresu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.023 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1041

Abstract

Participatory on-farm evaluation of improved tomato varieties namely;‘Melka salsa, 'Roma VF' and 'Kochero’ against the local variety was carried out in the 2019/20 irrigation season. The trial was laid on unreplicated simple plots using six farmers as replication at irrigation scheme of Saka kebele in Abergelle woreda. The experiment was intended to evaluate and demonstrate the performances of different tomato varieties for farmers, then to collect and assess their feedback. Based on the actual biological and farmers’ preference data, the analysis result underscores the better performance of improved tomato varieties over the local variety by the most yield-related attributes. The average marketable fruit yields of ‘Melka salsa, 'Roma VF', 'Kochero’, and the local variety were 4.62, 3.88, 3.64, and 3.10 ton.ha-1, respectively. The improved varieties had thus yielded an advantage of 72.38%, 37.14%, and 25.72% over the local variety in the given order. Among the improved tomato varieties, ‘Melka salsa' provided the highest fruit yield, and owing the highest score of overall preference attributes rank. The medium-sized, oval-shaped, and tasty flashed ‘Melka salsa’ tomato fruit is most liked by farmers for its less perishability, better market demand and good taste. The ‘Melka salsa’ tomato variety is therefore suggested for up-scaling for similar agro-ecologies that have irrigation schemes and production potential. The biological scientists were also advised to consider the farmers’ preference attributes and feedback as a backup for future tomato breeding studies.
Kajian Baku Kerusakan Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Indonesia Ken Bening Jiwa Jeni; Maroeto Maroeto; Purwadi Purwadi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.183 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1112

Abstract

Kajian baku kerusakan tanah untuk produksi biomassa merupakan metode pengukuran dan penentuan kerusakan tanah pada suatu lahan. Penelitian dilakukan pada Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Batasan yang ditentukan menggunakan satuan penggunaan lahan. Ditemukan 4 satuan penggunaan lahan, yakni Tegalan, Kebun Kopi, Kebun Salak, dan Semak Belukar. Adanya berbagai penggunaan lahan tersebut, memungkinkan para pelaku usaha tani untuk tidak menggunakan alat-alat berat untuk meringankan tugasnya. Penggunaan alat berat pertanian dalam jangka waktu lama, juga dapat menyebabkan kerusakan tanah. Hasil menunjukkan bahwa seluruh penggunaan lahan di Desa Sukodono mengalami kerusakan ringan, dengan batasan nilai Redoks yang melebihi ambang batas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerusakan di Desa Sukodono masih bisa dilakukan perbaikan. 
Evaluasi Lokus Kloroplas untuk DNA Barcoding pada Marga Stelechocarpus (Annonaceae) Secara In-Silico Turhadi Turhadi; Luchman Hakim
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.169 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1105

Abstract

Stelechocarpus merupakan salah satu genus anggota famili Annonaceae yang tumbuh di kawasan Asia-Pasifik. Sebagai salah satu tumbuhan yang kurang dikenal oleh masyarakat maka perlu adanya upaya konservasi karena jenis Stelechocarpus mempunyai banyak manfaat di bidang farmasi dan kosmetika. Salah satu strategi mendukung upaya konservasi yaitu dengan DNA barcoding yang masih sedikit informasinya untuk jenis Stelechocarpus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lokus daerah kloroplas secara in-silico yang dapat digunakan sebagai DNA barcode anggota genus Stelechocarpus (Annonaceae). Penelitian ini dilakukan secara in-silico dengan mengekstrak sekuen penanda kloroplas meliputi rbcL, trnL-F, matK, psbA-trnH, dan ndhF yang terdapat pada pangkalan data NCBI. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hanya diperoleh 18 nomor sekuen lokus kloroplas dari dua jenis pada genus Stelechocarpus, meliputi S. burahol dan S. cauliflorus. Lokus psbA-trnH dan ndhF mengindikasikan dapat digunakan sebagai penanda untuk studi keragaman genetik pada S. burahol. Di sisi lain, lokus rbcL, trnL-F, dan matK mengindikasikan dapat digunakan untuk studi keragaman genetik pada genus Stelechocarpus.
Identifikasi Komoditas Hortikultura Basis dalam Perspektif Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Kolaka, Indonesia Muh. Obi Kasmin; Helviani Helviani; Nursalam Nursalam
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.905 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1043

Abstract

Usahatani hortikultura khususnya buah-buahan di Indonesia selama ini hanya dipandang sebagai usaha sampingan yang ditanam di pekarangan dengan luas areal sempit dan penerapan teknik budidaya serta penanganan pasca panen yang masih sederhana. Disisi lain permintaan pasar terhadap buah baik dari pasar lokal maupun pasar ekspor menghendaki mutu tertentu, ukuran seragam dan suplai pasokan buah yang berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas hortikultura basis saat ini maupun secara berkelanjutan. Kajian ini menggunakan data time series tahun 2017 – 2021. Penentuan komoditas basis menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi hortikultura yang menjadi basis saat ini dan masih akan menjadi komoditas basis di masa yang akan datang adalah duku dan durian dengan nilai LQ dan DLQ lebih dari 1. Sedangkan komoditas cabai rawit, terung, tomat, kacang panjang, kangkung, jeruk siam, pisang dan mangga, meskipun belum menjadi komoditas basis, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas basis berdasarkan nilai DLQ yang lebih dari 1.
Respon Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap Macam Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Buah Assa Najah Assadiyah; F. Deru Dewanti; Agus Sulistyono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.967 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1079

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang kebutuhannya meningkat setiap tahunnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tomat yang optimal dapat dilakukan dengan cara menggunakan media tanam organik dan pupuk organik cair limbah buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam organik dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0 : Tanah, M1 : Tanah : arang sekam dengan perbandingan 1:1/polybag, M2 : Tanah : pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1/polybag, M3 : Tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1:1/polybag dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah (P) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 : 200 ml/l, P1 : 250 ml/l, P2 : 300 ml/l, P3 : 350 ml/l, sehingga didapatkan 16 kombinasi yang masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi macam media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, jumlah buah total per tanaman, bobot buah per periode panen, bobot buah total per tanaman, dan persentase fruit set. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam tanah : sekam : pupuk kandang sapi 1:1:1 dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah 300 ml/l.
Yield Evaluation of Upland Rice Varieties (Oryza sativa L.) in Several Levels of Soil Water Content Syarifa Mayly; Abdul Rauf; Chairani Hanum; Hamidah Hanum
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.257 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1093

Abstract

Production and productivity of upland rice is still very low due to limited water in the upland rice ecosystem. The objective of this study was to evaluate the yields of upland rice varieties at several levels of soil water content. The experiment was conducted at the Growth Centre LLDIKTI Wilayah I Medan from March to July 2013. This research used a factorial randomized block design with two factors and replicated three times. Five upland rice varieties as the first factor, namely Batutegi, Inpago 4, Limboto, Situbagendit, and Situpatenggang. Second factor was four levels of soil water content, namely: 80% of field capacity (FC), 60% of FC, 40% of FC, 20% of FC. The main effect of upland rice varieties and soil water content significantly affected (p<0.05) the productive tiller number, percentage of empty and filled grain, the panicle length, 1000 grain weight, and weight grain per clumps.   The interaction effect between upland rice varieties and soil water content showed significant interaction on the panicle length, 1000 grain weight, and weight grain per clumps. Situpatenggang variety showed the best yield characters like productive tiller number, percentage of empty and filled grain than the other four varieties. Combination treatment of Situpatenggang variety with 80% FC showed the highest panicle, 1000 grain weight, and weight grain per clumps. The smallest percentage decreased in grain yield per clumps due to decreased the level of soil water content was found in the Inpago 4 variety, so it can be recommended to plant Inpago 4 on soil which had low level of soil water content.
Application of Petrovita Liquid Fertilizer on the Growth and Yield of Shallot Plants (Allium Ascalonicum L.) Sri Purwanti; Budi Utomo; Joko Sri Mulyono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.281 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1119

Abstract

Red onion (Allium ascalonicum L.) is a kitchen spice used almost every day by Indonesian people, not to mention small restaurants to large restaurants. The purpose of this study was to determine the application of Petrovita Liquid Fertilizer to the growth and yield of shallot plants. This research research was conducted in 2019 within six months of the year starting from a method using a randomized block design (RBD) consisting of six doses of Petrovita Liquid Fertilizer, with three replications and two sample plants. Use of Liquid Petrovita at doses Z0 = no fertilizer/control, Z1 = 1 ml/l/plant, Z2 = 2 ml/l/plant, Z3 = 3 ml/l/plant, Z4= 4 ml/l/plant, and Z5 = 5 ml/l/plant. Observations consisted of plant length, number of leaves, fresh weight of plants, the weight of plant tubers, and number of plant tubers. The results showed that the dose of Petrovita Liquid Fertilizer Significantly affected all observation variables, namely plant length, number of leaves, number of bulbs, fresh weight of plants and wet weight of shallot bulbs. The treatment of Petrovita Liquid Fertilizer dose of 5 ml per liter of water showed the highest growth and yield with a yield of 30.16 cm plant length, 46.00 leaves, 68.33 grams of wet plant weight, 49.00 grams of tuber weight, and the number of tubers per plant 10.00 although statistically not significantly different from the Petrovita Fertilizer Liquid fertilizer treatment using a dose of 1 ml per liter of water with a plant length of 29.00 cm, number of leaves 34.83, plant wet weight 58.16 gram, tuber weight per plant 38.56 grams and the number of tubers planted were 8.16.

Page 1 of 3 | Total Record : 23