JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011"
:
8 Documents
clear
REMAJA DAN KEHIDUPAN IMAN: BERAKAR DALAM KRISTUS DAN BERIMAN KEPADANYA
Ola Rongan Wilhelmus
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1648.011 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.145
Tujuan hakiki dari peziarahan setiap manusia ialah beristirahat dalam Allah. Maka, tidak ada satupun kekayaan material di dunia ini yang sanggup memberikankepuasan abadi kepada manusia selain Allah sendiri. Kebangkitan spiritual luar biasa di kalangan remaja berupa ziarah rohani ke berbagai tempat suci di duniamerupakan kecenderungan terdalam lubuk hati remaja untuk bersatu dengan Allah. Hal ini terjadi karena setiap remaja diciptakan dan dipanggil Allah untuk mencari dan menemukan sesuatu yang indah, baik, bernilai dan tidak terbatas di luar dirinya sendiri. Kebangkitan spiritual ini perlu direspon secara serius dan positif oleh Gereja melalui berbagai upaya konkrit memberi perhatian, membimbing, mendidik dan merayakan iman bersama remaja agar iman remaja dapat bertumbuh dan berakar dalam Yesus. Sebab tanpa Yesus hidup remaja akan pudar, layu, lenyap dantidak bermakna.
KAUM MUDA DALAM ERA PERUBAHAN ZAMAN (Pemikiran Alternatif Kateketis)
Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1982.923 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.146
The development of this technology matures more rapidly as human beings who have a high curiosity, each of us must try to do something new. Not a problem if each of us can understand it wisely and use them appropriately and wisely because of all that is demand time we need to know as a human being who has the time and living in the era. There was no denying young people today prefer instant lifestyle and demanding all the good and bad without any struggle. The dynamics of young people living in the various facts presented, including a variety of degeneration. The facts about the slump of moral, intellectual, and spiritual youth is not an absolute thing that can not be changed There are still many roads lead to Rome, so did the rise of young people, there are many ways towards him. Opportunity is still wide open as long as we actually believe and try So much indeed that we must face the challenges before it all come true. Catechesis of young people with a variety of appropriate methods should refer to a formation character useful for the development of self and community and church.
MENATA MASA DEPAN GEREJA DAN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN IMAN REMAJA (KATEKESE REMAJA)
Antonius Tse
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1002.116 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.147
Remaja memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keberlangsungan kehidupan Gereja dan bangsa di masa depan. Rasa tanggung jawab ini perlu ditanamkan dan dibina sejak anak berusia dini dan dilanjutkan pada usia remaja. Pendidikan iman remaja merupakan salah satu sarana dalam menanamkan dan membina rasa tanggung jawab remaja terhadap iman pribadi, iman Gereja dan cinta bangsa. Supaya penanaman dan pembinaan rasa tanggungjawab terse but efektif, para pendidik iman remaja harus memiliki pengenalan yang memadai terhadap remaja, yaitu kondisi psikis, pergulatan-pergulatan hidup, kebutuhan serta masalah yang mengitari mereka. Sebab secara psikologis usia remaja merupakan salah satu periode penting dalam perkembangan manusia dengan kebutuhan dan masalah yang khas. Kondisi ini berpengaruh terhadap isi, bentuk, peran pembina, metode dan hasil pembinaan.
KENAKALAN REMAJA DAN STRATEGI PASTORAL
Bernardus Widodo
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2214.952 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.148
Kenakalan remaja adalah segala bentuk perilaku remaja yang bersifat melanggar yang dilakukan oleh remaja di bawah usia 18 tahun. Kenakalan remaja dapatmengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Kenakalan remaja biasanya ditandai dengan sifat kepribadian khusus yang menyimpang. Faktor-faktor penyebabnya antara lain kontrol diri (self control) yang rendah, abusive relationship dalam keluarga, dan pengaruh teman sebaya. Salah satu strategi yang sekiranya dapat dijadikan sebagai model konseling pastoral untuk membantu mengatasi perilaku remaja menyimpang adalah model konseling realitas (reality therapy) oleh William Glasser (1965) dengan model WDEP.
PERMASALAHAN REMAJA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH KATOLIK
Bernadeta Dhaniswara Widyaningsih
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.997 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.150
Masa remaja adalah masa penuh gejolak. Sekolah Katolik diharapkan berperan aktif dalam membina dan mendampingi remaja menghadapi aneka gejolak yangdihadapi oleh remaja. Supaya pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh sekolah dapat berjalan efektif maka sekolah perlu melakukan penyesuaian kebijakan pendampingan di sekolah dengan mempertimbangkan perubahan-perubahan sosial yang sedang terjadi dalam masyarakat saat ini, terutama di kalangan ramaja.
GURU AGAMA KATOLIK DAN PEMBINAAN IMAN REMAJA KATOLIK
Jacobus Nurhadi Pujoko
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.152
Guru Agama Katolik merupakan agen pembaharuan proses pembelajaran Agama Katolik. Sebagai "dokter" pembelajaran Agama Katolik, Guru Agama Katolik diharapkan mampu mendiagnosa dan mengembangkan pembelajaran Agama Katolik. Sebagai tenaga profesional Guru Agama Katolik dituntut untuk menciptakan atmosfir akademik di bidangnya dengan membuat: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menulis jurnal yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah terakreditasi, dll. Guru Agama Katolik yang profesional ini diharapkan menjadi pendamping Remaja Katolik. Profesinya hendaknya dipahami sebagai panggilan dan perutusan Yesus sendiri. Dengan demikian pembelajaran Agama Katolik merupakan sharing pengalaman iman akan Tuhan Yesus. Kesatuan imannya dengan iman remaja akan mengalirkan kesuburan iman akan Yesus Kristus, pusat iman Katolik. Disini Guru Agama Katolik bagaikan bintang kejora yang menerangi dan menuntun remaja Katolik menghampiri tahta Sang Juru Selamat.
MEMPROMOSIKAN AMSAL DALAM KATEKESE KELUARGA
Agustinus Wisnu Dewantara
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1797.387 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.153
The Book of Proverbs is a book in both the Tanakh (Judaism), and the Old Testament (Christianity). The book contains some of the most important teaching and instructions in each of their respective Religions. Most scholars believe that Solomon was the writer of at least part of the book Other authors are mentioned as well, but these references are missing in the Greek Septuagint. The Septuagint sees King Solomon as the author of the whole Book of Proverbs This paper will punctuate the option for Christian family to apply Proverbs in family catechesis. Christian family must be helped in according to preach the value of faith. Teaching with Proverbs that influenced by any parents may be the effective evangelization.
MENGAKARKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MELALUI FKUB REMAJA
Rosarius Anton Trinendyantoro
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1631.989 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v6i3.154
Kemajemukan agama di Indonesia merupakan anugerah Sang Khalik. Oleh karena itu kemajemukan keberagamaan sifatnya kodrati. Namun apabila tidak dikelola dengan baik dan benar akan menjadi sumber mala petaka. Pengelolaan kemajemukan seharusnya dimulai dengan mengakarkan kerukunan di kalangan orang muda (remaja). FKUB remaja merupakan media untuk mengakarkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan memelihara kerukunan antar pemeluk agama.