cover
Contact Name
Rahmi Susanti
Contact Email
rahmi.susanti@fkm.unmul.ac.id
Phone
+623333381214
Journal Mail Official
jphrecode@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE)
Published by Universitas Airlangga
Core Subject : Health,
IRTP Keamanan Pangan Kecemasan Nomor P-IRT Pendidikan Kesehatan Pendidikan Sebaya Prenatal Yoga SADARI SPP-IRT anemia ibu hamil, Antenatal Care (ANC), tablet besi ibu hamil kekuatan otot klinik, manajemen pelayanan kesehatan, peralatan kesehatan organ genitalia eksterna pengetahuan pengetahuan, sikap, perilaku personal hygiene postur kerja, housekeeping, keluhan muskuloskeletal primigravidarum remaja sie balu, pengolahan, Salmonella, Shigella, E. coli HOME ABOUT LOGIN REGISTER SEARCH CURRENT ARCHIVES ANNOUNCEMENTS Home > About the Journal > Journal Contact JOURNAL CONTACT MAILING ADDRESS Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Email : jphrecode@fkm.unair.ac.id Phone : +623333381214 PRINCIPAL CONTACT Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D Editor in Chief Department of Biostatistic and Health Population, Program Studi DiLuar Kampus (PSDKU), Universitas Airlangga St. 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU), Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Phone: +623333381214 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id SUPPORT CONTACT Ayik Mirayanti Mandagi / Eryka Maryta Videricka Phone: +6282335627806 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id ISSN Online ISSN Cetak JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. My JPHRECODE Histats
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022): March" : 8 Documents clear
CORRELATION BETWEEN MATERNAL FACTOR AND STUNTING AMONG CHILDREN OF 6-12 MONTHS OLD IN CENTRAL LOMBOK Qurani, Ratu M.; Karuniawaty, Titi Pambudi; John, Ristania Ellya; Wangiyana, Ni Komang Ayu Swanitri; Setiadi, Qisthinadia Hazhiyah; Tengkawan, Jeslyn; Septisari, Ayu Anandhika; Ihyauddin, Zulfikar
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.23525

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a child growth and development disorder that has been one of the nutritional problem in children living in developing countries until now. Maternal factor might be one of the risk factors of stunting. Method: This was an analytical observational study with cross sectional design that aimed to identify the correlation between the maternal factor and stunting, especially in children aged 6-12 months in 3 villages in Central Lombok. Result: There were 21,9% (33 of 151) of children suffering from stunting. Based on the maternal factor in stunting children, there were 6,1% of mothers who had low body mass index (BMI), 27,3% of mothers who had low arm circumference, 61% of mothers who had low weight gain during the pregnancy, and 39,4% of mothers who had height <150 cm. Maternal height was the only factor that significantly associated to the incidence of stunting (p = 0.044, OR = 2.3). Conclusion: Based on analysis of several maternal factors, there is a significant correlation between mother's height and stunting (p<0,05 and OR=2,3).  ABSTRAKLatar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah gizi anak terutama di negara berkembang. Faktor maternal adalah salah satu faktor risiko stunting. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor maternal dan stunting pada anak usia 6-12 bulan di 3 desa di Lombok Tengah. Hasil: Terdapat 21,9% (33 dari 151) anak yang mengalami stunting. Berdasarkan faktor maternal pada anak dengan stunting, sebanyak 6,1% memiliki ibu dengan indeks masa tubuh (IMT) rendah, 27,3% memiliki ibu dengan lingkar lengan atas rendah, 61% memiliki ibu dengan peningkatan berat badan yang rendah selama kehamilan, dan 39,4% memiliki ibu dengan tinggi badan <150 cm. Faktor tinggi badan ibu merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,044, OR=2,3). Kesimpulan: Berdasarkan analisis beberapa faktor maternal, terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dan stunting (p<0,05 dan OR=2,3).
PROTEIN, FIBER, AND ACCEPTABILITY LEVELS OF MACKEREL (DECAPTERUS MACROSOMA) STICK AND MOCAF WITH TOFU DREGS FLOUR SUBSTITUTION Sa'diyah, Holifatus; Ningtyias, Farida Wahyu; Antika, Ruli Bahyu
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.23809

Abstract

ABSTRACTObesity caused by unbalanced intake between calories and a source of dietary fiber for a long time. High snack consumption is cause low a source of dietary consumtion. Purpose: the purpose of this study was to determine the protein, fiber, and acceptability of mackerel stick with added tofu dregs flour of 0%, 20%, 35%, and 50%. Methods: This study used a completely randomized desigh (CRD). Acceptability levels used hedonic scale test that involved students of the Public Health Faculty of the University of jember as panelists. Laboratory experiments in the study used 12 repetitions to test the protein and fiber. Protein mackerel stick was analyzed using One Way ANOVA and tukey. The fiber of the meckerel stick was analyzed using Kruskall Wallis and Wilcoxon Signed Rank Test. Results: the results showed that there were significant differences in the average levels of protein, fiber, and Acceptability of mackerel stick with added tofu dregs flour, because p value of protein is (0,000) < α (0,05), p value of fiber is (0,017) < α (0,05), and p value of acceptability of color is (0,002) < α (0,05), p-value of aroma is (0,010) < α (0,05), p-value of taste is (0,000) < α (0,05), and p-value of texture is (0,005) < α (0,05). Conclusion: the X1 treatment of mackerel stick with addition of 20% tofu dregs flour be an alternative snack to prevent obesity.  ABSTRAK Obesitas disebabkan oleh tingginya konsumsi kalori yang tidak diimbangi dengan konsumsi serat pangan dalam waktu lama. Konsumsi snack yang tinggi merupakan penyebab rendahnya konsumsi serat pangan. Tujuan: untuk mengetahui kadar protein, serat, dan daya terima snack stick Mackerel dan tepung mocaf dengan penambahan tepung ampas tahu 0%, 20%, 35%, dan 50%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian rancangan acak lengkap. Panelis yang digunakan yaitu mahasiswa kesehatan masyarakat universitas jember. Eksperimen laboratorium menggunakan 12 unit percobaan untuk uji kadar serat dan protein dengan sumber data berupa data primer yang diperoleh dari uji kadar protein dengan teknik semi micro kjeldahl, serat dengan teknik gravimetri, dan daya terima dengan tes uji daya terima menggunakan form uji daya terima. Analisis data kadar protein menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji Tukey, kadar serat menggunakan uji Kruskall Wallis dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil dari penelitian yaitu adanya perbedaan yang signifikan pada kadar protein, serat, dan daya terima stick Mackerel dengan penambahan tepung ampas tahu karena nilai p value protein (0,000) < α (0,05), nilai p value serat (0,017) < α (0,05), dan nilai p value daya terima terkait warna 0,002 < α (0,05), aroma p value (0,010) < α (0,05), rasa p value (0,000) < α (0,05), dan tektur p value (0,005) < α (0,05). Kesimpulan: Stick Mackerel pada perlakuan X1 dengan penambahan tepung ampas tahu sebesar 20% menjadi alternatif snack dalam pencegahan obesitas.
CORRELATION OF HANDWASHING AND BASIC HOUSEHOLD SANITATION TOWARDS NUTRITIONAL STATUS OF TODDLER (UNDER 2 YEARS OLD/ BADUTA) IN BOJONEGORO DISTRICT Haibah, Anizah Izzi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.25198

Abstract

ABSTRACTBackground: Nutrition problems in toddlers are still a significant problem both on a global and local scale. Intensive monitoring of nutritional status and controlling various factors related to nutritional status is very important to be done especially in the critical period that is before the child is two years old (Toddler/Baduta). Objective: Analyze the relationship of mother/main caregiver's handwashing and basic household sanitation with the nutritional status of Toddler (under two years old/Baduta) in Mojosari Village, Bojonegoro. Method: This research was a descriptive-analytic with a crosssectional design with the target is the entire population of Toddler (under two years old) that meets the inclusion and exclusion criteria. Data collection was done by questionnaire and observation. Relationship analysis was performed with fisher exact test. Result : This study did not find any significant relationship between hand washing (p = 1 > α (0.05)) and basic household sanitation (p = 0.2485 > α (0.05)) with nutritional status. Conclusion: The absence of significant relationships that was found in this study was due to the presence of other complex variables related to nutritional status. ABSTRAK Latar belakang : Permasalahan gizi pada balita masih menjadi masalah yang signifikan baik pada skala global maupun lokal. Pemantauan intensif terhadap status gizi serta pengendalian berbagai faktor yang berhubungan dengan status gizi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan terutama pada periode kritis yaitu sebelum anak berusia dua tahun (Baduta). Tujuan : Menganalisis hubungan kebiasaan cuci tangan ibu/pengasuh utama dan sanitasi dasar rumah dengan status gizi pada Toddlerdi Desa Mojosari, Bojonegoro. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang sasarannya adalah seluruh populasi Toddleryang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi. Analisis hubungan dilakukan dengan uji fisher exact. Hasil : Penelitiaan ini tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan cuci tangan (p =1 > α (0,05)) dan sanitasi dasar rumah (p = 0,2485 > α (0,05)) dengan status gizi. Kesimpulan : Tidak adanya hubungan yang ditemukan pada penelitian dikarenakan adanya variabel kompleks lainnya yang berhubungan dengan status gizi.
CORRELATION OF THE LENGTH OF BEING A CADRE, KNOWLEDGE, EDUCATION, TRAINING, SKILLS WITH THE PRECISION AND ACCURACY OF CHILDREN UNDER FIVE'S WEIGHING RESULTS BY INTEGRATED HEALTHCARE POST (POSYANDU) CADRES IN THE WORKING AREA OF BANGKALAN PUBLIC HEALTH CENTER, BANGKALAN DISTRICT, BANGKALAN DISTRICT, INDONESIA Hariyanti, Hidayaturrifa Febry; Permana Putri, Endah Budi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.25838

Abstract

ABSTRACTThe ability and accuracy of Integrated Healthcare Post (Posyandu) cadres in taking anthropometric measurements is critical, this is related to the interpretation of the nutritional status of children. The purpose of this study was to determine the old relationship between being a cadre, knowledge, education, training, skills with precision, and accuracy of the results of weighing under five by Integrated Healthcare Post cadres in the working area of Bangkalan Community Health Center, Bangkalan District, Bangkalan Regency. This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional approach method. The results showed (41%) respondents who had long been cadres had good precision, (47%) respondents who had long been cadres had poor accuracy, (10%) had a good knowledge with good precision, (10%) have good knowledge with good accuracy, (7%) have tertiary education with good precision, (7%) have tertiary education with good accuracy, (11%) do frequent training with no precision. good, (43%) did adequate training with poor accuracy, (44%) had unskilled skills with poor precision, (58%) had unskilled skills with poor accuracy. There is a relationship between years of being a cadre, education, skills, training and knowledge with the precision of weighing children under five, there is a relationship between skills and education with the accuracy of weighing results for toddlers Integrated Healthcare Post cadres are expected to add insight related to knowledge and add experience in weighing toddlers.  ABSTRAKKemampuan serta ketepatan kader Posyandu pada saat melakukan pengukuran antropometrik sangat penting hal ini akan interpretasi status gizi balita. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjadi kader, pengetahuan, pendidikan, pelatihan, keterampilan dengan presisi dan akurasi hasil penimbangan berat badan balita oleh kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan (41%) responden yang lama menjadi kader memiliki presisi baik, (47%) responden yang lama menjadi kader memiliki akurasi tidak baik, (10%) memiliki pengetahuan yang baik dengan presisi baik, (10%) memiliki pengetahuan yang baik dengan akurasi baik, (7%) memiliki pendidikan tinggi dengan presisi baik, (7%) memiliki pendidikan tinggi dengan akurasi baik, (11%) melakukan pelatihan sering dengan presisi tidak baik, (43%) melakukan pelatihan yang cukup dengan akurasi tidak baik, (44%) memiliki keterampilan yang tidak terampil dengan presisi tidak baik, (58%) memiliki keterampilan yang tidak terampil dengan akurasi tidak baik. terdapat hubungan antara lama menjadi kader, pendidikan, keterampilan, pelatihan dan pengetahuan dengan presisi hasil penimbangan balita, terdapat hubungan antara keterampilan dan pendidikan dengan akurasi hasil penimbangan balita. Kader Integrated Healthcare Post diharapkan menambah wawasan terkait pengetahuan serta menambah pengalaman dalam melakukan penimbangan berat badan balita.
LITERATURE STUDY OF WORK ACCOMPANIMENT MUSIC EFFECT ON EMPLOYEE PRODUCTIVITY IN SEVERAL COMPANIES Lisa, Sofia Nuria; Dwiyanti, Endang
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.26528

Abstract

ABSTRACTIncreased employee productivity can provide benefits for the company. However, isntability of employee productivity can cause some companies to find losses. Accompaniment music at work can be used as a solution to increase employee productivity. This study aims to determine the effect of accompaniment music at work on employee productivity in few companies. This study used a literature study method by reviewing 16 articles obtained from Google Scholar. The criteria for the articles used in this study discussed topics related to accompaniment music at work and employee productivity in several companies at least the last 10 years. Some data that have been collected will be analyzed using a description analysis flow. The results of the study showed that accompaniment music at work has a significant effect on employee productivity in several companies, that productivity was influenced by work environment factors, work spirit, cooperation, work loyalty, work speed, work stress, workload, fatigue, comfort, education level, age, work experience, gender, training, mental, and physical abilities of employees, as well as the relationship between superiors and subordinates. The form of increased employee productivity after accompaniment music while working are work being completed quickly and the results of the product or goods produced exceeding the target.   ABSTRAK Meningkatnya produktivitas karyawan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun karena produktivitas karyawan yang cenderung tidak stabil, menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kerugian. Musik pengiring kerja dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik pengiring kerja terhadap produktivitas karyawan di beberapa perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dengan mengkaji sebanyak 16 artikel yang didapatkan dari google scholar. Kriteria artikel yang digunakan adalah artikel yang membahas mengenai topik yang berhubungan dengan musik pengiring kerja dan produktivitas karyawan di beberapa perusahaan pada 10 tahun terakhir. Beberapa data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan alur analisis deskripsi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa musik pengiring kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas karyawan di beberapa perusahaan, dimana produktivitas ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja, semangat kerja, kerjasama, loyalitas kerja, kecepatan kerja, stress kerja, beban kerja, kelelahan, kenyamanan, tingkat pendidikan, usia, pengalaman kerja, jenis kelamin, pelatihan, mental dan kemampuan fisik karyawan, serta hubungan antara atasan dan bawahan. Produktivitas karyawan dapat meningkat setelah diberi perlakuan mendengarkan musik berupa pekerjaan menjadi cepat selesai dan hasil produk atau barang yang dihasilkan melebihi target.
THE RISK FACTORS OF HYPERTENSION IN INDONESIA (DATA STUDY OF INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 5) Khasanah, Dewi Nur
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.27923

Abstract

ABSTRACTBackground: Hypertension is a worrying disease, as it often does not cause symptoms. According to WHO, this disease affects 22% of the world's population, while hypertension has affected 25% of the population in Southeast Asia. In Indonesia, the prevalence of hypertensive disease increases from year to year. The suspected risk factors for hypertension are gender, age, genetics, smoking obesity, physical activity, and stress. Purpose: analyze factors that affect the prevalence of hypertension in Indonesia based on Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 data. Method: this study uses secondary data from Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 with a type of analytical observational research with cross sectional design. There were 4790 respondents who sampled research from 34,239 population. The analysis used is bivariate and multivariate. Results: bivariate analysis using chi-square test obtained factors related to hypertension incidence is gender (p=0,000), age (p=0.000), employment status (p=0.003), physical activity (p=0.011); and obesity (p=0.000). While through the test of logistic regression factors that affect hypertension is gender (p=0,000), age(p=0.000), physical activity(p=0.015), and obesity(p=0.000). Conclusion: factors that affect the incidence of hypertension are gender, age, physical activity, and obesity. ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang menghawatirkan, karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala. Menurut WHO penyakit ini menyerang 22% penduduk di seluruh dunia, sedangkan penyakit hipertensi telah menyerang 25% penduduk wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, prevalensi penyakit hipertensi meningkat dari tahun ke tahun. Adapun yang diduga menjadi faktor risiko hipertensi yaitu jenis kelamin, umur, genetik, obesitas merokok, aktifitas fisik, dan stress. Tujuan: menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Indonesia berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5. Metode: penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 dengan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Terdapat 4790 responden yang menjadi sampel penelitian dari 34.239 populasi. Analisis yang digunakan adalah bivariat dan multivariat. Hasil: analisis bivariat yang menggunakan uji chi-square didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah jenis kelamin (p=0,000); umur (p=0,000); status pekerjaan (p=0,003); aktifitas fisik (p=0,011); dan obesitas (p=0,000). Sedangkan melalui uji regresi logistik faktor yang berpengaruh terhadap hipertensi adalah jenis kelamin (p=0,000), umur (p=0,000), aktifitas fisik (p=0,015), dan obesitas(p=0,000). Kesimpulan: faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah jenis kelamin, umur, aktifitas fisik, dan obesitas.
A COMPARISON OF RISK FACTORS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER OUTBREAKS BETWEEN URBAN AND RURAL AREAS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Peri Arista, I Gede; Sawitri, Anak Agung Sagung; Suganda Yatra, I Made
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.28838

Abstract

ABSTRACTThe incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Buleleng District during COVID-19 pandemic was very high. Mortality cases in 2021 will double from 2020. We conducted a case-control study in two sub-districts Buleleng District. A total of 143 samples were obtained by total sampling divided into cases and controls traced from February 1-28, 2021. Cases were individuals diagnosed by the hospital. Controls were individuals selected from the case environment and did not experience symptoms of DHF. We collected data door-to-door and data from a cohort of DHF sufferers. We processed and analyzed data using the IBM SPSS version 22 application. Inferential analysis used Chi-Square or Fisher-Exact statistical tests. We found 76 cases of DHF and 2 of them died. AR in urban areas was higher than rural areas with 4 per 10,000 and a CFR of 0.62%. A total of 45 cases were male. A total of 46 cases were in the young age group. The presence of larvae (OR: 2.01 95%CI: 1.3- 3.03), open containers (OR: 2.2 95%CI: 1.2-4.2), open rubbish bins (OR: 3.1 95%CI: 1.7-5.4) in urban areas and the presence of larvae (OR: 2.5 95% CI: 1.1-5.3), open containers (OR: 2.5 95% CI: 0.8-8.1) in rural areas were significantly associated with DHF outbreaks during the COVID-19 pandemic. The presence of larvae, open containers, and open rubbish bins are associated with DHF outbreaks during the COVID-19 pandemic. It is necessary to intensify surveillance approaches and community empowerment in eradicating mosquito nests to limit the area of transmission. ABSTRAKKejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng pada masa pandemi COVID-19 sangat tinggi. Kasus kematian tahun 2021 meningkat dua kali lipat dari tahun 2020. Kami melakukan penelitian kasus kontrol pada dua kecamatan Kabupaten Buleleng. Sebanyak 143 sampel diperoleh dengan total sampling dibagi menjadi kasus dan kontrol yang ditelusuri mulai tanggal 1-28 Februari 2021. Kasus adalah individu yang didiagnosis oleh rumah sakit. Kontrol adalah individu yang dipilih dari lingkungan kasus dan tidak mengalami gejala DBD. Kami mengumpulkan data secara door to door dan dari data kohort penderita DBD. Kami mengolah dan menganalisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 22. Analsisis inferensial menggunakan uji statistik Chi-Square ataupun Fisher-Exact. Kami menemukan 76 kasus DBD dan 2 diantaranya meninggal dunia. AR di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan dengan 4 per 10.000 dan CFR 0,62%. Sebanyak 45 kasus adalah laki-laki. Sebanyak 46 kasus berada pada kelompok usia muda. Keberadaan jentik (OR: 2.01 95%CI: 1.3-3.03),kontainer terbuka (OR: 2.2 95%CI: 1.2-4.2),tempat sampah terbuka (OR: 3.1 95%CI: 1.7 -5.4) di daerah perkotaan dan keberadaan jentik (OR: 2,5 95% CI: 1.1-5.3), kontainer terbuka (OR: 2,5 95% CI: 0.8-8.1) di daerah perdesaan secara signifikan berhubungan dengan wabah DBD pada masa pandemi COVID-19. Keberadaan jentik, kontainer terbuka dan tempat sampah terbuka berhubungan dengan wabah DBD pada masa pandemi COVID-19. Pendekatan surveilans aktif dan pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan untuk membatasi daerah penularan.
FACTORS THAT ASSOCIATED WITH REPRODUCTIVE HEALTH KNOWLEDGE AMONG ADOLESCENTS DURING COVID-19 PANDEMIC IN DKI JAKARTA. Oktafiyanti, Arnur; Pristya, Terry Y. R.; Herbawani, Chahya K.; Hardy, Fathinah R.
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 5 No. 2 (2022): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v5i2.29110

Abstract

ABSTRACTBackground: Covid-19 was bring many effects to adolescent group. According to the data of the report of the visit of Youth Care Health Service (YCHS) in DKI Jakarta in 2020 reflect that the reproductive health condition of adolescents is still bad during the Covid-19 pandemic. Adolescent's lack of knowledge about reproductive health is one of the main predictors of existing reproductive health problems. Purpose: This study aimed to determine the strongest factors associated with reproductive health knowledge among adolescents in DKI Jakarta during the Covid-19 pandemic. Methods: The study used a quantitative method with online based study and a cross-sectional as a design study. Respondents were calculated with Accidental Sampling and obtained 400 respondents. The chi square test and multiple logistic regression test was undertaken to analyze data with α = 0,05. Results: The results of univariat test obtained 87,3% respondents have good reproductive health knowledge. Chi Square test obtained that the significant value of the reproductive health knowledge with gander, education level, media information, and peer influence. Based on Multiple Logistic Regression test, adolescents male had a 5,629 probability to having less knowledge of reproductive health (95% CI 2,95-11,757) compared to aldolescents girls after being controlled by the level of education and peer influence. Conclusion: There was a correlation between reproductive health knowledge with gender, education level, and peer influence among adolescents during Covid-19 pandemic in DKI Jakarta.  ABSTRAK Latar Belakang: Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi remaja. Berdasarkan laporan kunjungan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) wilayah DKI Jakarta tahun 2020 disebutkan bahwa kondisi kesehatan reproduksi remaja masih menghawatirkan selama masa pandemi Covid-19. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu prediktor utama masalah kesehatan reproduksi yang ada. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi pada masa pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik berbasis online dengan desain study cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan accidental sampling dan diperoleh 400 responden. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda dengan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menggambarkan sebagian besar remaja memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik (87,3%). Hasil uji Chi Square diperoleh ada hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, media informasi, dan pengaruh teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil uji Regresi Logistik Berganda menunjukkan remaja laki-laki berpeluang 5,629 kali (95%CI: 2,95-11,751) untuk memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi dibandingkan dengan remaja perempuan setelah dikontrol oleh tingkat pendidikan dan pengaruh teman sebaya. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan jenis kelamin, tingkat pendiidkan dan pengaruh teman sebaya pada remaja selaa pandemic Covid-19 di DKI Jakarta

Page 1 of 1 | Total Record : 8