cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
+6281553110298
Journal Mail Official
jurnalscholastic@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hayam Wuruk 31 Wates Umpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Scholastica : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 26866234     DOI : -
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level/ Madrasah Ibtidaiyah. Besides focusing on the development of studies issues of basic education. The journal is published by Department of Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) STITNU Al Hikmah Mojokerto.
Articles 216 Documents
Perencanaan Sistem Pembelajaran PAI Berbasis Human-Centered Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hakim, Abd.
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern educational paradigms requires transformation in the learning planning system so that it becomes more oriented toward the needs of students. One of the approaches that has developed in the field of education is the human-centered learning approach, which is a learning model that places students as the center of the learning process. This approach has become increasingly relevant in the context of Islamic Religious Education (PAI) because the primary objective of Islamic education is not only to emphasize cognitive aspects but also to foster character development, moral values, and the spirituality of students. This study aims to analyze the concept of planning the Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning and its implications for improving the quality of learning. This research uses a qualitative method with a library research approach. The data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, and academic documents relevant to the research topic. The results of the study indicate that the implementation of human-centered learning-based learning planning can increase students' active participation, strengthen their understanding of Islamic values, and create a more dialogical and reflective learning process. In addition, this approach is also able to encourage the holistic development of students' potential, including intellectual, emotional, and spiritual aspects. Therefore, planning an Islamic Religious Education learning system based on human-centered learning can be an important strategy in improving the quality of Islamic Religious Education learning in educational institutions. Abstrak Perkembangan paradigma pendidikan modern menuntut adanya transformasi dalam sistem perencanaan pembelajaran agar lebih berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan yang berkembang dalam dunia pendidikan adalah pendekatan human-centered learning, yaitu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran. Pendekatan ini menjadi semakin relevan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tujuan utama pendidikan Islam tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai moral, dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pembelajaran berbasis human-centered learning dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih dialogis dan reflektif. Selain itu, pendekatan ini juga mampu mendorong pengembangan potensi peserta didik secara holistik, baik dalam aspek intelektual, emosional, maupun spiritual. Dengan demikian, perencanaan sistem pembelajaran PAI berbasis human-centered learning dapat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lembaga pendidikan.
Pendekatan Maqashid dalam Ushul Fiqh Sebagai Basis Pengembangan Hukum Islam Progresif Masyhadi, Masyhadi
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern society has generated various new issues that require adaptive and contextual responses from Islamic law. In addressing these dynamics, the maqashid al-shari’ah approach within the study of ushul fiqh has become one of the important methods for developing progressive Islamic legal thought. This approach emphasizes that the primary objective of Islamic law is to realize human welfare and to prevent harm in social life. This study aims to analyze the role of the maqashid approach in ushul fiqh as a foundation for the development of progressive Islamic law that is capable of responding to contemporary challenges. This research employs a qualitative method with a library research approach. The data were obtained from various literature sources such as classical books of ushul fiqh, scientific journals, and contemporary studies related to maqashid al-shari’ah. The results of the study show that the maqashid approach provides a more flexible methodological framework in the process of ijtihad, enabling Islamic law to develop dynamically without abandoning the fundamental principles of the Sharia. Thus, the maqashid approach in ushul fiqh has a strategic role in developing Islamic law that is more responsive, humanistic, and relevant to the needs of modern society. Abstrak Perkembangan masyarakat modern menimbulkan berbagai persoalan baru yang membutuhkan respons hukum Islam yang adaptif dan kontekstual. Dalam menghadapi dinamika tersebut, pendekatan maqashid al-syari’ah dalam kajian ushul fiqh menjadi salah satu metode penting dalam mengembangkan pemikiran hukum Islam yang progresif. Pendekatan ini menekankan bahwa tujuan utama syariat Islam adalah mewujudkan kemaslahatan manusia serta mencegah terjadinya kerusakan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan maqashid dalam ushul fiqh sebagai basis pengembangan hukum Islam progresif yang mampu menjawab tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku klasik ushul fiqh, jurnal ilmiah, serta kajian kontemporer yang berkaitan dengan maqashid al-syari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqashid mampu memberikan kerangka metodologis yang lebih fleksibel dalam proses ijtihad sehingga hukum Islam dapat berkembang secara dinamis tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariat. Dengan demikian, pendekatan maqashid dalam ushul fiqh memiliki peran strategis dalam mengembangkan hukum Islam yang lebih responsif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP SAINS UNTUK ANAK USIA DINI USIA 4-5 TAHUN DI TK MASYITHOH 19 PANDAAN PASURUAN Miftahillah; Siti Fathimatus Sholihah
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2025): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sains anak usia 4-5 tahun di TK Masyithoh 19 Pandaan akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang cenderung monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap kemampuan kognitif sains anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Populasi penelitian melibatkan 24 anak kelompok A di TK Masyithoh 19 Pandaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif. Mengingat data yang diperoleh berskala ordinal dan tidak berdistribusi normal, analisis data dilakukan menggunakan statistik non-parametris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif sains anak (p = 0.001 < 0.01). Melalui berbagai praktik langsung seperti mencampur warna, eksperimen sabun susu, air berjalan, serta reaksi soda kue dan cuka, anak menjadi lebih memahami konsep sains dengan cara yang menyenangkan. Simpulannya, metode eksperimen efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan sains anak usia dini dibandingkan metode konvensional. Kata Kunci: Metode Eksperimen, Sains Anak Usia Dini. ABSTRACT This research was motivated by the limited science skills of children aged 4–5 years at TK Masyithoh 19 Pandaan, which resulted from conventional and monotonous teaching methods. This study aims to determine the impact of implementing the experimental method on children's cognitive science abilities. The study employed a quantitative approach with a Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest) design. The research population consisted of 24 children from Group A at TK Masyithoh 19 Pandaan. Data collection was conducted through participatory observation. Since the data obtained were on an ordinal scale and not normally distributed, the analysis was performed using non-parametric statistics. The results demonstrated that the experimental method had a highly significant effect on improving children's cognitive science skills (p = 0.001 < 0.01). Through various hands-on activities such as color mixing, milk-soap experiments, walking water, and baking soda-vinegar reactions, children developed a better understanding of scientific concepts in an engaging way. In conclusion, the experimental method is more effective than conventional methods in enhancing early childhood science abilities.   Keywords: Experimental Method, Science Early Childhood
ANALISIS KOMPARATIF KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENI TARI DI BELGIA DAN INDONESIA Rahaju, Sumartini
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas guru dalam pembelajaran seni tari sangat krusial untuk menumbuhkan berpikir kritis dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan mengomparasi kreativitas guru dalam menerapkan model pembelajaran seni tari di Belgia dan Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan antara praktik ideal dengan kondisi empiris.  Menggunakan desain komparatif kualitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di Belgia berperan sebagai fasilitator yang mengedepankan eksplorasi gerak dan proyek mandiri. Sebaliknya, pembelajaran di Indonesia masih cenderung terstruktur dan berpusat pada guru, sehingga membatasi ruang kreatif siswa.  Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran seni tari di Indonesia perlu memadukan instruksi terarah dengan kebebasan eksplorasi yang relevan dengan budaya lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian belajar serta mendukung tercapainya dimensi kelulusan siswa melalui integrasi kreativitas guru yang lebih adaptif.  Kata Kunci: Kreativitas guru, Studi komparasi, Seni tari, Belgia, Indonesia ABSTRACT Teacher creativity in dance education is crucial for fostering students' critical thinking and independence. This study aims to compare teacher creativity in implementing dance learning models in Belgium and Indonesia, while identifying the gap between ideal practices and empirical conditions. Using a qualitative comparative design, data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The findings reveal that teachers in Belgium act as facilitators who prioritize movement exploration and independent projects. In contrast, dance education in Indonesia tends to be structured and teacher-centered, which limits students' creative space. The study concludes that the development of dance learning models in Indonesia should integrate guided instruction with exploratory freedom relevant to local culture. This approach is expected to enhance learning independence and support the achievement of graduate competency dimensions through more adaptive teacher creativity. Keywords: Teacher creativity, Comparative study, Dance education, Belgium, Indonesia.
Model Integratif Media Pembelajaran Akidah Akhlak MI: Sinergi Media Konvensional dan Digital Pada Kurikulum Merdeka Ulfa Adilla; Dini Mardiah; Febrian Syahrul Mubarok; Sindy Juniandira
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model integratif media pembelajaran Akidah Akhlak yang mengombinasikan media konvensional dan media digital dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Jannah Desa Candi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Akidah Akhlak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak telah mengupayakan penggabungan media konvensional, seperti buku paket dan papan tulis, dengan media digital berupa video pembelajaran dan presentasi visual. Sinergi penggunaan media tersebut dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan sarana prasarana, serta karakteristik peserta didik. Penerapan model integratif media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap pemahaman materi, peningkatan motivasi belajar, serta pembentukan sikap religius dan perilaku akhlak peserta didik. Dengan demikian, model integratif media pembelajaran Akidah Akhlak dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Eksistensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat di Era Globalisasi Nadhin Shakila Nur Ashika; Najwan Azhim Ramadhan; Muhammad Jauhar Akmal; Zaenul Slam
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the existence of Pancasila as a philosophical system in the era of globalization. Globalization brings a rapid influx of foreign values that may threaten the foundational principles of the Indonesian nation. Using a qualitative approach with a literature review method, this study analyzes Pancasila from ontological, epistemological, and axiological perspectives. The findings reveal that Pancasila constitutes a coherent and hierarchical philosophical system rooted in the authentic values of Indonesian society. As a philosophical system, Pancasila functions as a moral and ethical guide, a national identity filter against foreign cultural influences, and a foundation for national development. The study concludes that Pancasila remains relevant and existentially significant in guiding Indonesian society through the challenges of globalization, provided it is consistently actualized in social, educational, economic, and political life.