cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 16 Documents clear
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Parenting Self Efficacy pada Periode Awal Postpartum di Puskesmas Bergas Moneca Diah Listiyaningsih; Chichik Nirmasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.34

Abstract

Abstrak Periode postpartum merupakan situasi krisis bagi ibu, pasangan, dan keluarga akibat berbagai perubahan yang terjadi baik secara fisik, psikologis, maupun struktur keluarga yang memerlukan proses penyesuaian. Pencapaian peran seorang ibu dipengaruhi oleh parenting self-efficacy. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Parenting self efficacy antara lain usia, tingkat pendidikan, paritas, dukungan, pengalaman masa kecil, tingkat kesiapan kognitif, dan karakteristik anak. Parenting self-efficacy berhubungan positif dengan kepuasan menjalankan peran sebagai orang tua dan berbanding terbalik dengan resiko stress, kecemasan, dan depresi postpartum. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan parenting self efficacy pada periode awal postpartum di Puskesmas Bergas. Penelitian ini dilakukan pada ibu nifas pada periode awal postpartum yaitu 40 ibu di ruang nifas. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode descriptive analysis dan Uji -Chi-Square menggunakan program SPSS (Statistical Packages for Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan parenting self efficacy dimana p- value 0,000. Untuk faktor pendidikan tidak terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dimana nilai p-value 0,888. Untuk faktor paritas terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dengan nilai p-value 0,000. Sedangkan untuk faktor dukungan sosial menunjukkan terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dengan nilai p-value 0,009. Sehingga dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan parenting self efficacy pada periode awal postpartum adalah umur, paritas dan dukungan sosial, dimana masing-masing nilai p-value
Makanan Pendamping ASI Menurunkan Kejadian Stunting pada Balita Kabupaten Sleman Rahayu Widaryanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.35

Abstract

Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh MP ASI terhadap penurunan stunting. Rancangan pada penelitian ini menggunakan analitik observasional menggunakan desain case control dengan prosedur matching. Lokasi penelitian di Puskesmas Kalasan Sleman.Pengumpulan data dilakukan dengan kuisoner. Responden pada penelitian ini adalah 100 ibu yang memiliki balita dengan usia ≥6 – 60 bulan, 50 anak sebagai kasus dan 50 anak sebagai control. Penelitian menunjukan bayi yang mengalami stunting tidak mendapatkan MP ASI yang tepat sebanyak 70.76%. Hasil olah fakta menunjukkan p value 0.000 sehingga terbukti terdapat hubungan antara MP ASI terhadap kejadian stunting dan hasil analisis diperleh r 0.643 sehingga praktik pemberian MP ASI terhadap kejadian stunting mempunyai keeratan yang kuat. Praktik pemberian MP ASI yang tepat terbukti dapat menurunkan angka kejadian stunting di Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Pengaruh Terapi Musik terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesaria di RSUD Curup Ruri Maiseptyasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.36

Abstract

Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesaria di RSUD Curup Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian The Static Group Comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi sectio caesaria di ruang RR “Recovery Room” kamar operasi, sampel sebanyak 30 orang pasien pre operasi sc yang akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 orang untuk kelompok kontrol dan 15 orang untuk kelompok perlakuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap sasarannya menggunakan lembar checklist yang dilakukan melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 15 sampel kelompok kontrol terdapat 13,3% kecemasan ringan, 26,7% kecemasan sedang, 26,7% kecemasan berat, 33,3% kecemasan berat sekali; (2) dari 15 sampel kelompok perlakuan terdapat 80% tidak cemas sama sekali, 20% kecemasan ringan; (3) terdapat pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesaria di RSUD Curup. Di sarankan agar pihak Rumah Sakit bisa meningkatkan lagi upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan salah satu cara misalnya pemberian terapi musik, selain itu diharapkan perawat yang bertugas juga dapat memberikan informasi tentang tindakan yang akan dilakukan
Pendekatan Pengasuhan Orang Tua dalam Mengatasi Sibling Rivalry pada Anak Usia Dini Wahyu Kristiningrum; Widayati Widayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.37

Abstract

Sikap orang tua terhadap anak dipengaruhi oleh keinginan atau harapan orang tua terhadap anaknya, misalnya bila salah satu anak memenuhi harapan orang tua dari pada anak yang lain menyebabkan orang tua menjadi lebih sayang terhadap anak tersebut. Sibling rivalry merupakan satu kompetisi antara saudara kandung, adik dan kakak laki-laki, adik dan anak perempuan atau kakak perempuan dan adek laki-laki. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai bagaimana pendekatan pengasuhan orang tua dalam mengatasi Sibling rivalry pada anak usia dini. Penelitian ini mwnggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu penelitian yang berusaha untuk memberikan gambaran suatu kondisi, sifat, karakteristik, dari suatu fenomena atau obyek penelitian, atau hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau suatu keadaan. Orang tua di KB-TK Kana Kab.Semarang mempunyai beberapa pendekatan dalam pengasuhan untuk mengurangi ketika perilaku sibling rivalry terjadi yaitu orang tua mengajarkan kedisiplinan pada anak, orang tua mendengarkan keluhan anak, orang tua mengajarkan cinta kasih pada anak, orang tua mengajarkan tanggung jawab pada anak, orang tua mendampingi anak disela-sela pekerjaannya.
1. Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Psikomotorik Balita pada Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Depok II Sleman Yogyakarta Tutik Astuti; Rezkiani Abdullah; J. Nugrahaningtyas W. U
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.32

Abstract

Abstrak Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak terkadang disebabkan oleh sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang tepat. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan didapatkan hasil 5 orang tua anak menerapkan pola asuh demokratis dan mengalami perkembangan yang pesat, 4 orang tua anak menerapkan pola asuh otoriter hingga mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, dan 1 orang tua anak menerapkan pola asuh permisif dan kurang matang dalam perkembangannya. Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan anak terhadap perkembangan psikomotorik pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Depok II Condongcatur Sleman Yogyakarta tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sejumlah 43 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Kendall Tau. Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Tau diperoleh p-value = 0,003. Maka ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Halus Balita Usia 36-59 Bulan Ana Mufidaturrosida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.38

Abstract

Angka kematian Balita masih besar di Indonesia, terutama disebabkan oleh gizi buruk. Masa balita merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan balita, namun pemantauan dan pengoptimalan perkembangan balita masih kurang. Hal ini juga terjadi di Desa Trunuh Kec. Klaten Selatan Kab. Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita usia 36-59 bulan di desa Trunuh, Kec. Klaten Selatan, Kab. Klaten.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan sampel 53 balita yang berumur 36-59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah Desa Trunuh yang mengikuti posyandu pada bulan November 2012, memiliki dan membawa KMS, diukur BB, TB dan bersedia mengikuti tes perkembangan motorik halus. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 48 (90,57%) balita yang berstatus gizi baik, 5 (9,43%) balita berstatus gizi kurang baik. Sedangkan dari tes perkembangan motorik halus didapatkan hasil bahwa 38 (71,7%) balita normal, 6 (11,32%) balita suspect, dan 9 (16,98%) balita untestable. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji Gamma dan Somers’d didapatkan nilai p = 0,784 > 0,05 sehingga Ho diterima. Hipotesa yang menyatakan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita tidak terbukti. Dari hasil uji analisis didapatkan nilai r = 0,102, yang termasuk hubungan sangat lemah. Nilai r positif menunjukkan bahwa arah korelasi searah, semakin besar nilai status gizi semakin besar pula nilai perkembangan motorik halusnya. Penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara status gizi dengan perkembangan motorik halus balita
2. Analisis Pelaksanaan Tugas-tugas Pokok Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo Surati Ningsih; Ratna Setiyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.33

Abstract

Abstrak: Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sukoharjo tahun 2008 ditemukan 5 kasus HIV dan 5 kasus AIDS, jumlah kasus ini meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Januari 2014 terdapat 65 kasus HIV, 82 kasus AIDS dan 36 kasus kematian. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Informan utama penelitian ini adalah 2 sekretaris, 2 orang pengelola program KPA kabupaten Sukoharjo. Informan triangulasi antara lain Wakil ketua I dan 2. Teknik analisis data dengan analisis konten, meliputi wawancara mendalam dengan informan diolah kemudian dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan KPA Kabupaten sukoharjo belum melaksanakan tugas pokok secara optimal dalam merumuskan kebijakan, strategi dan langkah-Langkah penanggulangan HIV-AIDS karena belum ada pembaruan SRAD, pengelolaan penanggulangan AIDS dilakukan sebagian besar anggota KPA, pelaksanakan tugas dan fungsi organisasi KPA adalah sekretariat, tenaga kerja di KPA kabupaten Sukoharjo terdisi dari sekretaris, 2 orang pengelola program dan 1 petugas administrasi. KPA kabupaten Sukoharjo telah membentuk pokja-pokja, namun kinerjanya belum optimal. 5 puskesmas telah mendapatkan pelatihan klinik IMS, Pendanaan bersumber dari hibah Global Fund. Belum semua anggota berperan dalam sosialisasi, monitoring dan evaluasi. Telah dilakukan namun belum ada tindak lanjut, pelaporan dilaksanakan rutin sesuai mekanismenya ke KPAD Propinsi Jawa Tengah setiap satu bulan, tiga bulan dan satu tahun.
Tanggung Jawab Hukum Puskesmas Terhadap Pencegahan Penularan Tuberkulosis dalam Upaya Pemberantasan Penyakit Menular Diah Winatasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.39

Abstract

Tuberkulosis merupakan jenis penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian jika tidak melakukan pengobatan secara rutin. Dalam upaya peberantasan penyakit tuberkulosis pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan menggunakan Puskesmas sebagai ujung tombak untuk memutuskan rantai penularan tuberkulosis di masyarakat, angka kesembuhan kasus Tuberkulosis di kota salatiga masih belum mencapai target yang diharapkan. Target untuk angka kesembuhan adalah mencapai 90% akan tetapi kenyataan yang terjadi hanya 71,2%. Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya deskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Setiap Puskesmas di Kota Salatiga telah melakukan upaya pencegahan penularan tuberkulosis, namun masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secara maksimal yaitu peran serta masyarakat yang masih kurang dalam mendukung program puskesmas tentang pencegahan penularan tuberkulosis dalam upaya pemberantasan penyakit menular. Kendala yang dihadapi oleh Puskesmas dalam pencegahan penularan tuberkulosis adalah kuatnya diskriminasi dan stigma di masyarakat, peran serta (penderita, keluarga, masyarakat) yang kurang, ketidakpatuhan penderita tuberkulosis minum obat, penderita tuberkulosis tidak mau menggunakan masker untuk pencegahan penularan. Diperlukan sosialisasi kembali tentang tuberkulosis kepada masyarakat serta Dinas Kesehatan Kota Salatiga perlu mengadakan pelatihan bagi Puskesmas terkait pelaksanaan program pencegahan penularan tuberkulosis agar program tersebut dapat berjalan secara maksimal.
Pengaruh Terapi Musik terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesaria di RSUD Curup Maiseptyasari, Ruri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.36

Abstract

Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesaria di RSUD Curup Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian The Static Group Comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre operasi sectio caesaria di ruang RR “Recovery Room” kamar operasi, sampel sebanyak 30 orang pasien pre operasi sc yang akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 orang untuk kelompok kontrol dan 15 orang untuk kelompok perlakuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap sasarannya menggunakan lembar checklist yang dilakukan melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 15 sampel kelompok kontrol terdapat 13,3% kecemasan ringan, 26,7% kecemasan sedang, 26,7% kecemasan berat, 33,3% kecemasan berat sekali; (2) dari 15 sampel kelompok perlakuan terdapat 80% tidak cemas sama sekali, 20% kecemasan ringan; (3) terdapat pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesaria di RSUD Curup. Di sarankan agar pihak Rumah Sakit bisa meningkatkan lagi upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan salah satu cara misalnya pemberian terapi musik, selain itu diharapkan perawat yang bertugas juga dapat memberikan informasi tentang tindakan yang akan dilakukan
1. Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Psikomotorik Balita pada Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Depok II Sleman Yogyakarta Astuti, Tutik; Abdullah, Rezkiani; W. U, J. Nugrahaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.32

Abstract

Abstrak Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak terkadang disebabkan oleh sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang tepat. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu yang mempunyai balita usia 24-59 bulan didapatkan hasil 5 orang tua anak menerapkan pola asuh demokratis dan mengalami perkembangan yang pesat, 4 orang tua anak menerapkan pola asuh otoriter hingga mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, dan 1 orang tua anak menerapkan pola asuh permisif dan kurang matang dalam perkembangannya. Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan anak terhadap perkembangan psikomotorik pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Depok II Condongcatur Sleman Yogyakarta tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan sejumlah 43 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Kendall Tau. Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Tau diperoleh p-value = 0,003. Maka ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikomotorik balita pada usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Depok II Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta.

Page 1 of 2 | Total Record : 16