cover
Contact Name
Ira Yuniati
Contact Email
-
Phone
+6285380062865
Journal Mail Official
lateralisasi@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus I, Jl. Bali Po Box 118 Kota Bengkulu 38119
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Lateralisasi
ISSN : 2354936X     EISSN : 26144522     DOI : https://doi.org/10.36085
Core Subject : Education, Social,
Jurnal terbitan di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pada jurnal ini membahas tentang Penelitian Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Daerah yang merupakan jurnal berbasis Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, beserta penelitian yang berkaitan dengan implementasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi" : 12 Documents clear
KATA SAPAAN DALAM BAHASA REJANG DIALEK LEBONG yanti - paulina
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.198

Abstract

Bahasa merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia  terlebih lagi karena manusia yang merupakan mahkluk sosial yang saling berkomunikasi  dan berinteraksi satu sama lain.Zaman yang semakin maju, sehingga dikhawatirkan  bahasa daerah perlahan akan menghilang, terkhusus dengan kata sapaan bahasa rejang dialek Lebong.  Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah bentuk-bentuk kata sapaan dalam bahasa Rejang dialek Lebong..Metode yang digunakan dalam penelitian dengan metode deskriptif.Data dalam penelitian ini adalahbentuk-bentuk kata sapaan yang digunakan oleh penutur bahasa Rejang dialek Lebong. Teknik pengumpulan data denganmenggunakan : 1) Wawancara, 2)rekamaan. Dari hasil penelitian tentang kata sapaan bahasa Rejang dialek Lebong, maka  dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: bentuk-bentuk kata sapaan bahasa Rejang dialek Lebong dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu: a )Kata sapaan berdasarkan hubungan darah terdapat Sembilan yaitu; 1) Nik/Nek Bong (Kakek), 2) Sbei/ Nek Bei (Nenek), 3) Bak (Ayah/Bapak), 4) Mak/Mnami/Inok (Ibu), 5) Mamak/ Tamang (Paman), 6) Upik/Bibik (Bibi), 7) Kakok/Kak+nama (Kakak laki-laki), dan 9) Asuak/Gen (Adik).b )Kata sapaan terbentuknya karena terjadinya tali perkawinan terdapat enam, yaitu; 1) Gen/Tiak diikuti nama anak (Suami), 2) Gen/Inok diikuti nama anak (Istri), 3) Stuang (Mertua), 4) Bisan (Besan), 5) Kakek/kuyung (kakak ipar), 6) kaken /upik (Adik ipar).C)Kata sapaan bukan kerabat terdapat empat, yaitu; 1) Tiak Ana (Bapak Ana), 2) Inok Ade (Ibu Ade), 3) Pak Camat (Pak/Pak Camat), Pak lurah (Pak, Pak lurah).
Afiksasi Bahasa Rejang Dialek Kepahiang reni kusmiarti
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.199

Abstract

Abstrak  Afiks merupakan bentukan linguistik.Kehadiran afiks dalam bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada pembentukan kata-kata baru.Bahasa daerah mengalami proses afiksasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja jenis afiks Bahasa Rejang dialek Kepahiang, bagaimana proses afiksasi Bahasa Rejang dialek Kepahiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis afiks  dan proses afiksasi yang terdapat pada bahasa Rejang dialek Kepahiang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak libat cakap ( SLC), teknik  simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah membuat transkripsi data afiksasi bahasa Rejang yang diperoleh dalam  penelitian lapangan, mengidentifikasi data berdasarkan jenis dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang, mengklasifikasi data, menganalisis afiks bahasa Rejang yang diperoleh dari informan dengan cara menguraikan data yang didapati melalui data yang diambil di lapangan, menginterprestasikan data, dan  membuat kesimpulan. Hasil penelitian  ditemukan jenis afiks dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang adalah : 1) Terdapat empat jenis afiks yaitu (1)prefiks terdiri atas enam macam yaitu /me-/, /be-/, /ne-/, /de-/, /ng-/, dan /te-/prefiks, ,(2) Infiks terdiri dua macam yaitu /-em-/ dan /-en-/. (3) Sufiks ada satu macam yaitu /ne-/, dan (4) konfiks yaitu /se-ne/. Proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi dan konfiksasi.Kata Kunci: Afiksasi, afik, proses Afiksasi
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA 2 KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Mahdijaya - Mahdijaya
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.205

Abstract

ABSTRAKRumusan masalah penelitian ini ialah bagaimanakah nilai-nilai religius dalam novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy?Tujuan penelitian ini untuk memperoleh pemahaman yang utuh tentang pendeskripsian nilai religius yang terkandung dalam novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik.Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan yang secara khusus meneliti teks novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy dengan memanfaatkan teknik daftar data.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy, yaitu :1) nilai-nilai akidah ditemukan 26 kutipan, 2) nilai-nilai ibadah ditemukan 18 kutipan, dan  3) nilai-nilai muamalah ditemukan 33 kutipan. Fahri sebagai tokoh utama dalam novel initelah menjalankan nilai religius akidah, ibadah dan muamalah Islam dengan baik. Ia mampu menghidupkan cahaya Islamdi  Skotlandiayang mayoritas pemeluk agama Yahudi dan Nasrani.Kata kunci : nilai-nilai religi, novel, struktural
NEGASI BAHASA LEMBAK: TINJAUAN TERHADAP BENTUK, POLA, DAN FUNGSI Man - Hakim
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.206

Abstract

ABSTRAKBanyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan bahasa daerah, di antaranya adalah melalui penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh, adanya kekhawatiran berkurangnya jumlah penuturnya. Hal ini disadari, pesatnya perkembangan teknologi dalam era globalisasi saat ini dan semakin heterogennya bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat bahasa dan keseharian. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan, sebagai berikut: (1) bentuk negasi dala bahasa lembak secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua: pertama, negasi dalam bentuk kata dasar (dak/ndak ‘tidak’, lum ‘belum’, enje ‘bukan’, jengan ‘jangan’, kawa ‘tadak suka’ atau ‘tidak mau’); dan kedua, negasi dalam bentuk frase yang tidak terbatas jumlahnya, diantaranya: dak kan ‘tidak akan’, dak de ‘tidak ada’, lum thau ‘belum tahu, lum jeauh ‘belum jauh’, enje kak ‘bukan ini’, enje nga ‘bukan anda’, kawa hurgang ‘tidak mau sendiri’, kawa belan ‘tidak mau kerja’, jengan helek ‘jangan takut’ dan sebagainya. Untuk negasi dalam bentuk frase hampir semua kata dapat menyertainya; (2) pola struktur negasi bahasa lembak umumnya berpola: a) jika dilihat dari fungsi kata atau frase dalam klausa, hamper semua bentuk negasi bahasa lembak selalu mendahului salah satu fungsi unsur klausa (S, P, O, PEL, K) yang di-“negasikan”-nya, b) posisinya di dalam klausa selalu di awal klausa atau setelah unsure fungsi pertama suatu klausa, c) semua bentuk negasi bahasa Lembak dapat diikuti oleh semua jenis kata (N, V, BIL, FB, Ket); (3) Fungsi negasi bahasa Lembak dala kalimat umumnya adalah untuk mempertegas makna kalimat yang bersangkutan sebagai bentuk pernyataan yang mengingkari, meniadakan atau sebagai bentuk dari suatu penyangkalan.Kata kunci: Negasi, Bahasa Lembak, Bentuk Pola dan Fungsi
KALIMAT IMPERATIF DALAM BAHASA PASEMAH DI KECAMATAN PADANG GUCI HILIR KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU Jelita - Zakaria
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.207

Abstract

Abstrak: Bahasa Pasemah dipergunakan sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat suku Pasemah. Sebagai alat komunikasi, bahasa Pasemah mempunyai sistem bahasa yang berbeda dengan bahasa daerah lainnya. Penelitian ini membahas tentang jenis kalimat imperatif dalam bahasa Pasemah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis kalimat imperatif bahasa Pasemah.Data penelitian ini adalah berupa kalimat – kalimat imperatif bahasa Pasemah. Sumber data yang digunakan adalah masyarakat suku Pasemah yang berada di Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) tenik simak libat cakap (2) teknik simak bebas libat cakap (3) teknik rekaman (4) teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan langkah: mendeskripsikan data yang telah terkumpul, mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menginterprestasikan data berdasarkan permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa kalimat imperatif bahasa terdapat lima jenis yaitu kalimat imperatif biasa, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif pemberian izin, kalimat ajakan, dan kalimat imperatif suruhan. Saran dalam penelitian ini adalah karena keterbatasan penelitai,maka penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Peneliti juga  mengharapkan adanya penelitian bidang lain terkait dengan bahasa pasemah.
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KONJUNGSI INTRA KALIMAT DAN ANTAR KALIMAT DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 11 KOTA BENGKULU St. Asiyah - St. Asiyah
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.208

Abstract

Kata Kunci : konjungsi intrakalimat  antarkalimat, karangan narasi, Salah satu pembelajaran menulis pada siswa kelas VII SMP Negeri 11 Kota Bengkulu adalah menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat dalam karangan narasi siswa, seperti yang terlihat dalam buku pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP yang mengharuskan siswa untuk menulis karangan narasi berdasarkan struktur yang sudah dikuasai akan menjadikan karangan tersebut sempurna. Namun, kenyataanya para siswa terlihat kurang mampu membuat karangan narasi khususnya dalam menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat pada karangan narasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah kemampuan menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat dalam karangan narasi siswa kelas VII B SMP Negeri 11 Kota Bengkulu. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mendeskripsikan kemampuan menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat dalam karangan narasi siswa kelas VII B SMP Negeri 11 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 31. Data dalampenelitian ini yaitu penggunaan konjungsi intra dan antar kalimat dalam karangan narasi Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data yaitu 1) seleksi data, 2) penilaian karangan, kemudian data yang diperoleh kemudian di analisi menggunakan rumus persentase dan rata-rata kemudian mengkualifikasikannya berdasarkan skala penilaian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata kemampuan menggunakan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat dalam karangan narasi siswa kelas VII B SMP Negeri 11 Kota Bengkulu adalah 69,77 apabila dikonsultasikan dengan skala lima tergolong cukup. Pada skala 60 – 74.
GERAKAN LITERASI MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF DALAM BELAJAR Syanurdin - Syanurdin
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.209

Abstract

ABSTRAKDalam dunia akademik, baik dosen maupun mahasiswa membaca itu bukan hanya hobi, melainkan hal itu suatu kewajiban. Bagaimana tidak,  setiap mata kuliah pasti memiliki buku wajib dan buku penunjang yang jumlahnya tidak hanya satu buku, tetapi beberapa buku. Setiap buku jumlah lembarnya tidak hanya satu, dua, tiga lembar, bahkan sampai ratusan lembar. Belum lagi jangka waktu membacanya amat singkat.  Yang jelas, kita sering merasa kelelahan dalam belajar, apalagi ketika saat akan ujian. Apa usaha yang dapat dilakukan, supaya kita tidak kewalahan dalam membaca materi yang demikian banyak, apalagi pada saat akan ujian? Di sinilah kita dituntut untuk menjadi pembaca yang cepat, tetapi juga efektif dalam belajar. Dengan cara ini, kita akan lebih mudah menangkap materi yang dibutuhkan tanpa perlu membuang waktu membaca terus-menerus. Kata kunci: Membaca cepat dan efektif 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUIDISKUSI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 06 KARANG TINGGI BENGKULU TENGAH Meri - Hartati
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.210

Abstract

ABSTRAKRendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 06 Karang Tinggi,  Bengkulu Tengah disebabkan kurangnya minat perhatian dan keterlibatan siswa    secara   langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari  30  siswa  hanya  11   orang siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi 70% ke atas terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk itu dibutuhkan suatu metodeyang tepat dalam pembelajaran Bahsa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode diskusi kelompok pada kelas V SDN 06 Karang Tinggi. Subjek penelitian adalah siswa berjumlah 30 orang, sumber data penelitian diperoleh dari data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta data kuantitatif berupa data tes hasil belajar siswa.  Hasil penelitian siklus I diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 11 orang dari 30 siswa dengan ketuntasan klasikal 36,7%. sedangkan hasil penelitian siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah siswa yang tuntas secara individu sebanyak 17 orang dari 30 siswa dengan presentase ketuntasan klasikal sebesar 56,7%. Hasil penelitian siklus III menunjukkan peningkatan ketuntasan siswa sebanyak 26  orang dari 30 siswa dengan presentase ketuntasan klasikal 86,7%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 06 Karang Tinggi.
Alih Kode Penyiar Radio Jazirah 104,3 FM Pada Acara “REHAT” Ira - Yuniati
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.211

Abstract

ABSTRAKRumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk alih kode pada siaran “Rehat” Radio 104,3 Jazirah FM Bengkulu ? dan Penyebab terjadinya alih kode pada siaran acara “Rehat”  Radio 104,3 Jazirah FM Bengkulu ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikani bentuk alih kode pada siaran “Rehat” Radio 104,3 Jazirah FM dan Mendeskripsikan terjadinya alih kode pada siaran acara “Rehat” di Radio Jazirah 104,3 FM di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif. Data yang digunakan  dalam penelitian ini tuturan penyiar radio Jazirah ketika membawakan acara “Rehat”. Sumber data yang digunakan adalah bahasa lisan yang digunakann penyiar Radio Jazirah 104,3 FM di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan mencatat data yang telah terkumpul, penyelesaian data, mengklasifikasi data berdasarkan masalah, mengklasifikasi dengan mengambil dan menginterprestasikan data berdasarkan permasalahan dan menyimpulkan semua data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa bentuk alih kode terjadi pada penyiar Radio Jazirah 104,3 FM yakni alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Melayu Bengkulu, bahasa Serawai dialek Seluma, dan bahasa Serawai dialek Kaur. Penyebab terjadinya alih kode dikarenakan menciptakan suasana dan kesan lebih santai dan akrab, keikutsertaan penutur bahasa lain.Kata kunci : alih kode, Radio Jazirah, acara Rehat
PENGEMBANGAN KARAKTER PERCAYA DIRI SISWA: IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN SENI BUDAYA yenti mardeni
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi mata pelajaran seni budaya dalam mengembangkan karakter siswa yaitu percaya diri. Metode dalam penulisan ini adalah kajian pustaka mengenai pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya.  pendekatan kajian pustaka digunakan untuk menggambarkan penggabungan tentang pendidikan karakter percaya diri pada mata pelajaran seni budaya. Implementasi kurikulum 2013 dilakukan dengan mengacu pada hasil refleksi pengalaman penulis menjadi guru seni budaya selam dua puluh delapan tahun. Hasil dari penelitian ini adalah guru seni budaya sangat berperan dalam pengembangan karakter percaya diri siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12