cover
Contact Name
Nailufar Firdaus
Contact Email
nay.amity@gmail.com
Phone
+6282132977772
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
JL.RE Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN
ISSN : 20855931     EISSN : 26232871     DOI : https://doi.org/10.36089/nu
Core Subject : Health, Science,
NURSING UPDATE is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.
Articles 792 Documents
Analisis Tingkat Kecemasan Pada Tenaga Keperawatan Di Ruang Isolasi Khusus Perawatan Pasien Covid 19: Literature Study Fransisco Irwandy
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1069

Abstract

Research is a literature study. In the strategy of looking for journals, the framework used is PICOT. The keywords used are “Anxiety AND Nurses AND Covid 19”. The data sources used are the e-resources database of the National Library, Pubmed and Google Scholar in the form of articles or journals. The inclusion criteria in this study were national and international journals from different databases and related to research variables namely Anxiety and Covid-19 Patient Nurses and the deadline for article publication within the last 5 years (2016-2021). The exclusion criteria for this study were national and international journals from different databases and had nothing to do with research variables, no intervention was given, not Anxiety and Patient Nurses not Covid-19 and the time of publication of articles was more than 5 years. In the search for articles using 3 databases, each found from the National Library of 119 search results, PubMed 358 search results and Google Scholar 836 search results. After being disqualified regarding the year of publication, namely the last 5 years and selecting duplicate articles, 327 articles were obtained, and finally 6 articles that met the criteria. Of the 6 articles that have been reviewed and found, most health workers experience anxiety. Based on a literature review of 6 research journals, it can be concluded that health workers experience anxiety while caring for clients with Covid-19 because of the additional working hours and workload and the lack of personal protective equipment.
Hubungan Peran Perawat Edukator dengan Kepatuhan Pasien TB Paru dalam Pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022 Sisfia Anggiareni; Utari Christya Wardhani; Sri Muharni
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1070

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang paru dan organ lainnya seperti kelenjar, tulang, kulit disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan salah satu penyumbang kematian terbanyak di dunia. Setiap tahun angka kejadian TB terus meningkat. Fenomena yang ditemukan di RSUD Kabupaten Bintan perawat yang bertanggung jawab dalam program TB di Rumah Sakit didapatkan tingkat kepatuhan sekitar 75% dari total penderita 34 orang dan diketahui selama ini petugas hanya memberikan obat yang akan dikonsumsi secara teratur sesuai dengan yang dianjurkan tanpa disertai pesan-pesan lain terkait dengan kepatuhan dan kesembuhan dari penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan peran perawat edukator dengan kepatuhan pasien TB paru dalam pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita TB Paru yang berobat di RSUD Kabupaten yang berjumlah 34 orang dan data dianalisa menggunakan uji chi square. Hasil diketahui uji statistik chi-square didapatkan nilai p value 0,010≤0,05 berarti ada perbedaan proporsi kepatuhan pasien dalam pengobatan yang patuh dengan peran perawat edukator baik, artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan peran perawat edukator dengan kepatuhan pasien TB paru dalam pengobatan di RSUD Kabupaten Bintan Tahun 2022. Saran bagi pelayanan keperawatan dapat dijadikan masukan bahan pertimbangan rumah sakit untuk digunakan dalam merancang kebijakan pelayanan keperawatan dengan menentukan standar operasional peran perawat sebagai edukator melalui inovasi, mengadakan seminar di lingkungan internal rumah sakit dengan mendatangkan ahli-ahli keperawatan bagi perawat khususnya untuk meningkatkan perannya sebagai edukator
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Komunitas Lansia Di Kota Malang Vivi Andika Sari; Nungki Marlian Yuliadarwati; Sri Sunaringsih Ika Wardojo
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1085

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang dimana telah mencapai fase akhir dari kehidupannya. Seiring bertambahnya usia seseorang akan mengalami penurunan fungsi pada tubuh seperti fisik, fisiologis, kognitif dan mental. Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang kurang pada lansia juga dipengaruhi oIeh umur, karena semakin bertambahnya usia kondisi fisik akan mulai berkurang. Aktivitas fisik membantu meningkatkan hormon endorfin seperti adrenalin, dopamin, dan serotonin yang dimana dapat mempengaruhi suasana hati yang rileks dan perasaan tenang. Efek relaksasi ini dapat mengakibatkan peningkatan pada kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada komunitas lansia di Kota Malang. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan sampel berjumlah 70 orang dan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity (GPAQ) dan alat ukur kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: hasil analisa data statistic menunjukan nilai sig. 0,000 (p<0,05) yang menandakan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak dengan nilai koefisien kontingensi 0,707 yang menandakan korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Keseimbangan pada Lansia di Komunitas Malang Dhiyaa Salsabilla; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1086

Abstract

Latar Belakang : Lansia akan mengalami penurunan pada fungsi fisiologis yang disebabkan oleh degeneratif, dengan adanya penurunan tersebut menyebabkan aktivitas fisik dan keseimbangan lansia menurun. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan sistem saraf otot dalam suatu posisi atau sikap yang efisien ketika kita bergerak. Aktivitas fisik yang baik pada lansia mampu meningkatkan sistem persarafan yang memengaruhi neuromuscular, fungsi otak, kekuatan otot sehingga keseimbangan pada lansia terjaga. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan keseimbangan pada lansia di Komunitas Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 69 orang sesuai kriteria inklusi. Alat ukur untuk aktivitas fisik penelitian adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur untuk keseimbangan penelitian adalah Time Up and Go Test (TUG). Penelitian menggunakan uji Chi-Square sebagai uji analisa yang diprogram aplikasi SPSS Hasil : Penelitian menunjukkan hasil analisis statistik dengan uji Chi-Square diperoleh nilai sig 0,000 (p<0,05) yang menandakan H1 diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik dengan keseimbangan pada komunitas lansia di kota Malang dengan nilai koefisien kontinjensi sebesar 0,707 yang berarti terdapat korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan : Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan keseimbangan pada komunitas lansia di kota Malang
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Komunitas Lansia di Kota Malang Yuniar Putri Ayu Maulidia; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1087

Abstract

Latar Belakang: Pada lansia terjadi proses penuaan yang dapat mengakibatkan lansia mengalami penurunan fisiologis dan aktivitas fisik. Gangguan kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia. Kognitif merupakan suatu komponen kompleks yang mencakup beberapa aspek seperti daya ingat, perhatian, persepsi dan bahasa. Penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat terjadi ketika aktivitas fisik mengalami penurunan dimana rangsangan visual, vestibular dan proprioseptif berkurang dapat mempengaruhi proses pembentukan protein Brain – Derived Neurotrophic Faktor (BDNF) dimana protein tersebut berperan penting untuk kesehatan sel saraf otak. Tujuan : Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang. Metode : Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 70 responden. Penelitian menggunakan uji Analisa data Chi- Square. Alat ukur aktivitas fisik menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur fungsi kognitif menggunakan kuesioner Mini Mental State Exam (MMSE) Hasil: Hasil analisa data statistic didapatkan nilai sig. 0,000 (p<0,05) yang menandakan H1 diterima H0 ditolak, sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang dengan nilai koefisien kontingensi 0,675 dapat dikatakan koefisien kuat antara kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kognitif pada Komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Kebugaran lansia pada Komunitas Lansia di Kota Malang Giska Anlya; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1088

Abstract

Tingkat kebugaran dapat dipengaruhi dengan aktivitas fisik berdasarkan jenis kegiatan yang dilakukan lansia sehari harinya berdasarkan jumlah oksigen yang dikonsumsi dalam tubuh. Lansia penting melakukan aktivitas fisik dengan baik, dan teratur akan berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran yang dimiliki lansia dan dapat menjaga kesehatannya. Pada setiap individu memiliki tingkat kebugaran yang baik maka dilandasi dengan kemampuan fisik yang baik sehingga dapat dengan mudah melakukan aktivitas fisik. Dampak pada penurunan kebugaran yang terjadi pada lansia kondisi fisik tubuh yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari, fisiologis tersebut menyebabkan keterbatasan pada lansia. Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran pada lansia di komunitas sasana dan joyogrand Malang. Desain penelitian cross sectional menggunakan desain purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah komunitas lansia sasana dan joyogrand di kota Malang. Alat ukur menggunakan kebugaran menggunakan six-minute walking test dan aktivitas fisik menggunakan GPAQ (Global physical activity questioner). Sampel yang diambil sebanyak 75 responden. Uji Analisa data menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square menunjukkan kebugaran dan aktivitas fisik mendapatkan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya hubungan aktivitas fisik dengan kebugaran pada lansia di Komunitas Lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Tingkat Kecemasan pada Komunitas Lansia di Kota Malang setelah Pandemi Covid-19 Anni Afifatus Shalihah; Nungki Marlian Yuliadarwati; Zidni Imanurrohmah Lubis
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1089

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan suatu proses menua yang irreversible dan terdapat tahap perubahan fisik, psikologis (mental) secara signifikan terganggu. Gangguan mental yang sering terjadi salah satunya ialah kecemasan. Kecemasan merupakan emosi yang tidak stabil menyebabkan perasaan gelisah dan khawatir secara berulang. Aktivitas fisik akan meningkatkan atensi dan motivasi dengan cara meningkatkan hormon endorfin dan membuat neurotransmitter agar seimbang, sehingga aktivasi saraf simpatis dan parasimpatis stabil yang akan menekan saraf otonom untuk mengurangi tingkat kecemasan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang setelah pandemi Covid-19. Metode : Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel peneliti 70 responden dan menggunakan Purposive Sampling Technique. Alat ukur untuk aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan alat ukur tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji analisa data Chi-Square di program aplikasi SPSS. Hasil : Hasil analisa data didapatkan nilai sig. 0,000 (p<0,05) bahwa H₁ diterima dan H₀ ditolak, sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang dengan nilai koefisien kontingensi 0,707 bahwa memiliki korelasi yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada komunitas lansia di Kota Malang.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Saturasi Oksigen pada Komunitas Lansia di Kota Malang Hope Septi Nur Rohmah; Nungki Marlian Yuliadarwati; Ali Multazam
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i1.1090

Abstract

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai segala bentuk gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang menghasilkan energi dalam jumlah yang signifikan dan dibagi menjadi kelompok ringan, sedang, dan berat. Banyak lansia mengalami perubahan pada sistem kardiovaskuler yaitu penurunan kekuatan otot pernafasan, berkurangnya elastisitas paru, berkurangnya kapasitas pernapasan maksimal, dan osteoporosis pada tulang yang membentuk dinding dada sehingga udara yang dihembuskan masuk ke paru-paru lebih sedikit. Untuk mengetahui jumlah oksigen dalam darah, dapat menggunakan alat pulse oximetry yang terpasang di salah satu jari. Alat ini juga berfungsi sebagai monitor detak jantung, sehingga dapat mengetahui kadar oksigen dalam tubuh dan persentase detak jantung. Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada komunitas lansia Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan desain cross sectional. Topik berdasarkan kriteria inklusi studi. Uji analisis data chi-square digunakan dalam penelitian ini. Alat ukur aktivitas fisik diukur dengan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan untuk mengukur saturasi oksigen menggunakan oksimetri. Seperti dapat dilihat, analisis data telah memperoleh visibilitas. 0,000< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa jika ada hubungan aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada penduduk Malang, tolak H0 dan terima H1. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan saturasi oksigen pada komunitas lansia kota Malang.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSA Bandar Lampung Gresya Linda Siregar; Evelyn Hemme Tambunan
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i2.1092

Abstract

The kidney is a very important organ in regulating the body's fluid and electrolyte balance. If the kidneys are damaged, chronic kidney disease occurs which causes the need for renal replacement therapy, namely hemodialysis. The hemodialysis therapy may affect the quality of life of patients with chronic renal failure. The aim of this study was to determine the description of the quality of life of patients with chronic renal failure who undergo hemodialysis therapy. This study used a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The population in this study amounted to 70 people, and the determination of the sample using convenience sampling technique as many as 57 people. Data collection using the quality of life scale from the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) which contains 26 items The questionnaire consists of 24 question items covering 4 dimensions, namely physical health, psychological, social and environmental relationships and 2 general question items regarding quality of life. Data analysis in this study used univariate tests. The result showed that the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis in general is a good majority (81%). While based on the dimensions, the physical health dimension is mostly moderate (51%), the psychological health dimension is mostly good (73.7%), the social relationship dimension is mostly good (66.7%) and the environmental dimension is mostly good (86.0%). The description of the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis shows moderate and good categories.
Tingkat Depresi, Kecemasan dan Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Ivanna Femi Baransano; Evelyn Hemme Tambunan
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i2.1093

Abstract

Chronic renal failure is a chronic and irreversible impairment of kidney function that requires lifelong hemodialysis therapy. This condition causes chronic renal failure patients to experience depression, anxiety and stress. This study was conducted to determine the level of depression, anxiety and stress of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis therapy. This study is non-experimental using a quantitative descriptive design with a cross sectional approach. The population in this study amounted to 70 people, and the determination of the sample using convenience sampling technique was as many as 57 subjects. Data collection using the Indonesian version of the Depression Anxiety Stress Scale-42 (DDAS-42) questionnaire which has been valid and reliable, consisting of 42 question items to measure the level of depression (14 items), anxiety (14 items) and stress (14 items). Data analysis in this study used a univariate test. The results showed that the depression level of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis is almost entirely (91%) in the normal depression category, some (56.1%) are at normal anxiety levels, almost entirely (91%) are at normal stress levels and a small proportion (9%) are in the mild stress category. The description of the level of depression, anxiety and stress of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis is in the normal and mild categories. Further research can be done by exploring more deeply the factors associated with the level of depression, anxiety and stress of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.