cover
Contact Name
Johan Wahyu Wicaksono
Contact Email
johanwahyuwicaksono@gmail.com
Phone
+6281330611527
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1, Kec Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah
ISSN : 24770469     EISSN : 25812785     DOI : -
Core Subject : Economy,
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Ekonomi Syariah dan Entrepreneurship baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Ekonomi Syariah yang meliputi Bisnis, lembaga keuangan Syariah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022): September" : 6 Documents clear
PERUBAHAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID 19 Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara berkembang dengan populasi penduduk besar seperti Indonesia, konsumsi memberi kontribusi besar terhadap agregat expenditure. Konsumsi dipengaruhi pendapatan disposabel seseorang, sehingga jika pendapatan seseorang meningkat maka besarnya konsumsi juga akan meningkat. Di masa pandemi, terjadi penurunan kegiatan ekonomi karena pembatasan interaksi sosial dan aturan protokol kesehatan. Hal ini menyebabkan berubahnya konsumsi masyarakat akibat menurunnya pendapatan. Laju konsumsi masyarakat menurun karena menurunnya daya beli masyarakat. Terjadinya penurunan konsumsi masyarakat di awal masa pandemi adalah suatu yang wajar dan terjadi pula di negara lain. Tapi yang terpenting adalah adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat menjadi semakin cerdas financial terutama dalam memilah antara konsumsi bersifat kebutuhan dan mana yang bersifat keinginan. Di masa pandemi, masyarakat harus lebih banyak menunda keinginan dan memprioritaskan kebutuhan pokok karena keterbatasan anggaran. Penurunan konsumsi berdampak pada penurunan PDB di masa awal pandemi tahun 2020 sehingga laju pertumbuhan ekonomi negatif. Di tahun berikutnya laju pertumbuhan ekonomi mulai positif walaupun lanju pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak setinggi sebelum pandemi. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh laju pertumbuhan eksport dan investasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat lebih efisien dan produktivitas masyarakat meningkat.
STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN BERAS DI TOKO RITEL BAROKAH JAYA SURABAYA SAAT PANDEMI COVID 19 Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid 19 di Indonesia yang terdeteksi pertama kali pada tanggal 2 maret 2020 memberikan dampak yang besar dalam perekonomian, termasuk pelaku bisnis kecil. Maka dari itu diperlukan strategi khusus yang berbeda dengan strategi sebelum datang pandemi.Toko Barokah Jaya Surabaya merupakan salah satu toko ritel tradisional yang turut terdampak oleh adanya pandemi Covid-19, yaitu dengan terjadinya penurunan pendapatan atau omset yang diperoleh oleh toko ini terutama penjualan beras yang menjadi salah satu komoditi utama kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana strategi penjualan beras pada Toko Barokah Jaya Surabaya sebelum pandemi Covid 19 dan strategi meningkatkan penjualan setelah terkena dampak oleh pandemi covid 19 dengan harapan dapat bermanfaat sebagai referensi bagi para pelaku pasar serta pengamat ekonomi untuk melakukan peningkatan dalam menangani imbas dari sebuah pandemi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis. Hal ini dilakukan untuk mengungkap secara lebih mendalam apa yang ada dibalik fenomena-fenomena yang muncul terkait obyek penelitian. Yang mana pengumpulan datanya menggunakan teknik partisipan observation (observasi berperan serta)dan in depth interview (wawancara mendalam). Hasil dari penelitian ini yaitu sebelum terjadi pandemi covid 19 menggunakan strategi pelayanan yang terbaik dan strategi WOM (Word of Mouth) alias mulut ke mulut. Kemudian strategi yang digunakan dalam meningkatkan penjualan beras pada Toko Barokah Jaya Surabaya di saat pandemi Covid 19 adalah dengan mengganti penjualan merk beras yang kurang diminati dengan yang lebih murah, memasang spanduk, memberikan potongan harga pembelian diatas 1 sak, membanting harga, dan order dan promosi online. Strategi yang dilakukan saat pandemi cukup berhasil, karena mengalami peningkatan omset. Pada bulan Agustus 2020, di mana terjadi penurunan omset karena pandemi, total omset adalah Rp. 51. 178.000, - kemudian pada bulan Desember 2021 naik menjadi Rp. 41.155.000.
STRATEGI PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH TAHUN 2022 DI BAIT AL TAMWIL (BTH) AS SAKINAH SURABAYA Ahmad Fathoni
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiayaan jual beli dengan keuntungan terdiri dari dua bentuk, yaitu pembelian barang untuk nasabah dengan pembayaran dilunasi pada jangka waktu tertentu, yang disebut dengan pembiayaan Murabahah, dan pembeli barang untuk nasabah dengan pembayaran dilakukan secara mencicil sampai lunas, yang disebut pembiayaan Baitul Mal Wat Tamwil. Akan tetapi dalam pembiayan juga tidak semata-mata berjalan dengan mulus banyak terjadi pembiayan bermasalah. Pembiayaan bermasalah terjadi dikarenakan terdapat suatu penyimpangan utama dalam pengembalian pinjaman yang berakibatkan terjadi kelambatan dalam pengembalian sesuai dengan waktu pengembalian yang telah disepakati atau diperlukan tindakan yuridis dalam pengembalian atau kemungkinan terjadinya bagi koperasi. Karena sering terjadi, maka perlu Analisa bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa latarbelakang terjadinya wanprestrasi pada akad murabahah di Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya dan untuk mengetahui solusinya strategi penyelesaian wanprestasi pada akad pembiayaan murabahah di Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis yang bersifat deskriptif. Sedangkan untuk pengumpulan datanya menggunakan wawancara terstruktur maupun tidak tersetruktur, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data di uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Setelah data dinyatakan sah, maka dianalisa dengan melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, display data, kemudian verivikasi data. Adapun hasil penelitiannya adalah faktor kepribadian, musibah, ekonomi, dan bangkrut merupakan tiga factor yang melatarbelakangi terjadinya wanprestasi nasabah Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya pada akad pembiayaan murabahah. Kemudian Strategi yang diterapkan oleh Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya dalam menyelesaikan kasus wanprestasi pada akad murabahah adalah dengan: Strategi preventif, strategi klarifikatif, strategi solutif.
HUKUM KEPESERTAAN MUSLIMAH DALAM KEGIATAN EKONOMI DAN POTENSI PERSEPSI KENDALA SYAR’I Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak luput dari interaksi dengan yang lain dengan berbagi latar belakang kepentingan yang mendasarinya. Satu diantara aspek kepentingan manusia adalah memenuhi kebutuhannya yang tidak mungkin tanpa peran serta pihak lain dan sebaliknya. Relasi demikian menjadikan manusia disebut juga sebagai makhluk ekonomi. Hal demikian berlaku tanpa pandang latar belakang agama, suku, ras dan sebagainya. Termasuk dalam hal ini adalah kedua jenis manusia pria dan wanita, muslim maupun non muslim. Walaupun demikian, dalam perannya sebagai makhluk ekonomi, seorang muslim memiliki pedoman dengan karakteristik ilahiyyah berdasar dogma al-Qur’an dan sunnah. Karakteristik tersebut menyangkut jenis barang dan jasa, jenis transaksi maupun etika dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasar kaidah bahwa asal mula segala hal adalah boleh, namun terdapat beberap hal yang diharamkan, demikian pula menyangkut jasa. Dalam perspektif etika, dalam berinteraksi ekonomi, adab interaksi meliputi tutup aurat, adab memandang dan sentuhan tetap berlaku, sesuai dengan tingkat kepentingan. Khusus mengenai adab interaksi antar lawan jenis, Islam memberi tuntunan yang menjamin kehormatan masing-masing pihak. Namun di balik itu, terdapat beberapa pandangan ulama terkait dengan muslimah yang potensial menjadi kendala bagi muslimah untuk menjalani haknya dalam kegiatan ekonomi. Pendapat tersebut memang berdasar pada dalil, namun memerlukan penempatan sesuai dengan proporsi yang tepat. Pemahaman yang kurang proporsional potensial berdampak besar terhadap kontribusi yang semestinya terjadi dari setengah jumlah manusia dalam kurun kehidupan. Perkara khilafiyah memang tidak akan putus, namun seiring dengan perkembangan realitas yang tidak mungkin ditolak, serta kajian obyektif yang semakin komprehensif dapat menemukan solusi yang memadahi, yang dalam hal ini terkait dengan potensi persepsi kendala syar’i. Atas dasar latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini, penulis merumuskan dua masalah:Pertama, apa hukum kepesertaan muslimah dalam aspek ekonomi? Kedua, apa ketentuan syar’i yang potensial dipersepsi menjadi kendala kesertaan muslimah dalam aspek ekonomi? Jawaban atas dua rumusan masalah tersebut diharapkan memberikan tambahan wawasan dan solusi tepat atas problematika muslimah kontemporer. Setelah dilakukan penelitian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif disimpulkan bahwa, pertama kepesertaan muslimah dalam kegiatan ekonomi pada dasarnya adalah mubah, dengan memenuhi adab syar’i yang semestinya. Kedua, ada beberapa hal yang potensial dipersepsi menjadi kendala syar’i dalam kepesertaan muslimah pada kegiatan ekonomi diantaranya adalah (a) Larangan memandang lawan jenis yang bukan suami atau mahram (b) Larangan bepergian tanpa suami atau mahram. Setelah dilakukan pembahasan mendalam tentang dua aspek tersebut tidak terbukti bahwa keduanya dapat menghalangi keikutsertaan muslimah dalam kegiatan ekonomi dengan alasan (a) Larangan memandang lawan jenis tidak bersifat mutlak, dan dibenarkan menurut semua madzhab dalam kondisi dibutuhkan atau darurat, contohnya adalah kegiatan ekonomi. (b) Larangan muslimah bepergian tanpa mahram atau suami juga tidak bersifat mutlak, melainkan berdasar ‘illat hukum yaitu ketiadaan jaminan keamanan baik menyangkut fisik maupun kehormatan. Dengan demikian jika ada kegiatan ekonomi yang menghendaki adanya bepergian dapat dibenarkan semasa ada jaminan keamanan serta adab syar’i lain yang terkait dipenuhi.
Momentum Surat Al Lail dalam Perspektif Filsafat Bisnis Muslimin
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Lail verses and letters are important in the ranks of business verses through this verse which are able to provide new arguments in the economic scene. Al-Qur'an and Hadith are two Muslim guidelines that are interconnected with each other. The current situation and the future situation are also full of science and technology needed by mankind. So that the Qur'an and Hadith are often referred to as the source of all knowledge, including business and muamalat issues. Some of the knowledge contained in the Qur'an is easy to understand, while others require further thought and development and reflection to be understood. One's understanding of the Qur'an depends on one's intelligence, so the same verse may give different interpretations. In this journal we discuss the relationship of Surat al-Lail on economics with its philosophy. The momentum of Surah Al-Lail is a Makiyyah letter that was revealed to the Prophet shalallahu 'alaihi wasallam before moving to the city of Medina, and the subject of this letter is related to people who donate and people who are stingy. As well as motivation for business movements with various theories and practices. Keywords: business, philosophy and infaq. Ayat dan surat al-Lail asupan penting dalam jajaran ayat-ayat bisnis lewat ayat ini di mana mampu memberikan dalil baru dalam belantika ekonomi. Al-Qur’an dan Hadits merupakan dua pedoman umat muslim yang saling berhubungan satu sama lain. keadaan saat ini maupun keadaan pada masa yang akan datang, juga sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh umat manusia. Sehingga al-Qur'an dan Hadits sering disebut sebagai sumber segala ilmu pengetahuan termsuk masalah usaha dan muamalat. Ilmu pengetahuan yang terdapat dalam al-Qur'an ada yang mudah dipahami ada juga yang memerlukan pemikiran dan pengembangan serta perenungan lebih lanjut untuk dapat dipahami. Pemahaman tentang al-Qur'an seseorang tergantung pada kecerdasan, sehingga dari ayat yang sama mungkin saja akan memberikan tafsiran yang berbeda.dalam jurnal ini kami membahas hubungan surat al-lail tentang ekonomi dengan filosofinya. Momentum Surat Al-Lail adalah surat Makiyyah yang diturunkan kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam sebelum berhijrah ke kota Madinah, dan pokok pembicaraan surat ini berkaitan dengan orang-orang yang berinfak dan orang-orang yang bakhil. Serta motivasi gerak usaha dengan berbagai teori dan praktek.
MENCETAK TENAGA KERJA UNGGUL (STUDI PENGUATAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG) Syamsul Maarif
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia penididikan menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang unggul. Dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi berperan penting dalam mewujudkan visi tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menunjang keberhasilan pencapaian visi tersebut ialah dengan menyediakan proses pembelajaran yang berbasis pada penggunaan teknologi. Literasi digital menjadi acuan dalam penggunaan teknologi yang semakin berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menguasai kompetensi tersebut. Berdasarkan ulasan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mampu memperkuat kompetensi literasi digital sebagai bekal mahasiswa memasuki dunia kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui library research. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 2 (dua) faktor yang dapat menguatkan kompetensi literasi digital dari mahasiswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berkaitan dengan faktor individu, sementara faktor eksternal berkaitan dengan faktor di luar individu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi lembaga pendidikan dalam menyusun model penguatan kompetensi literasi digital berdasarkan faktor-faktor yang pendukungnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6