cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER" : 5 Documents clear
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE UNTUK BUDIDAYA KEPITING BAKAU DESA EAT MAYANG SEKOTONG TIMUR LOMBOK BARAT Muhammad Zainur Rahman; Doni Pansyah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.672 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1426

Abstract

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai  sumberdaya  pembangunan, baik  sebagai sumberdaya  ekonomi  maupun ekologi  yang  telah lama  dimanfaatkan oleh masyarakat  khususnya yang hidup disekitar pesisir pantai. Hutan mangrove juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kepiting bakau (Scylla serrata), hutan mangrove dan kepiting bakau memiliki kaitan yang sangat erat dalam pengembangan potensi alam, baik itu dalam melestarikan ekosistem mangrove dan juga dalam budidaya kepeting bakau. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir pantai melalui pemnafaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau Sekotong Timur Desa Eat Mayang, Lombok Barat? 2. Bagaimana pemanfaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau Desa Eat Mayang pantai Sekotong Timur Lombok Barat? Tujuan dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bagaimana pemanfaatan hutan mangruve. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan sabjek penelitian yaitu purposive sampling dengan informan kunci dan informan biasa, tehnik pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi) menggunakan tehnik analisis data Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, verifikasi/ veripication). Berdasarkan analisis data maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Bentuk dari pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir pantai melalui pemanfaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau yang dilakukan oleh masyrarakat Desa Eat Mayang adalah dengan cara diadakan pelatihan oleh pemerintah setempat tentang bagaimana membudidayakan kepiting bakau, setelah pelatihan tersebut dilakukan maka dibentuklah kelompok pembudidaya kepiting bakau, sedangkan pemanfaatan hutan yang dilakukan dengan pembuatan tambak diarea hutan mangrove untuk tempat membudidayakan kepiting bakau dan juga budidaya ikan bandeng, pemanfaatan hutan manguve dengan melakukan budidaya kepiting kepiting bakau sangat sesuai karena hutan mangrove merupakan habitat dari kepiting bakau.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI PADA REFERENSI GEOGRAFI DI PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI NTB, UM MATARAM, DAN PERPUSTAKAAN FKIP UM MATARAM Syafril Syafril; Suryana Nurnaningsih
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.479 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1430

Abstract

Pendidikan merupakan satu tantangan yang serius bagi bangsa Indonesia. Angka pengangguran yang berijazah perguruan tinggi adalah salah satu indikasi rendahnya mutu pendidikan tinggi kita. Seiring dengan rendahnya mutu pendidikan, minat masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas justru semakin bertambah. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa pendidkan geografi pada referensi geografi yang ada di Perpustakaan UM Mataram, Perpustakaan FKIP, dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan Geografi pada referensi geografi dalam di perpustakaan FKIP, Perpustakaan UM Mataram, dan PUSDA. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang responden sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket/(kusioner) dan dokumentasi, sedangkan tehnik analisis data menggunakan rumus presentase P = f/N x 100%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan geografi pada referensi geografi di perpustakaan Daerah Provinsi NTB, Perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan FKIP, diantaranya adalah faktor letak, koleksi buku, sarana prasarana, desain perpustakaan dan Faktor Motivasi diri Mahasiswa merupakan factor utama yang mempengaruhi kurangnya minat mahasiswa pendidikan geografi dalam mengunjungi perpustakaan FKIP, perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB (PUSDA). Diperpustakaan Daerah provinsi NTB mayoritas responden menyatakan mengujungi perpustakaan Daerah NTB kurang dari 5 kali dalam satu bulan yaitu sebanyak (74,19%) kemudian diperkuat oleh data pengunjung dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 yang berkunjung hanya 42 orang (23,59%), di perpustakaan UMM mayoritas responden menyatakan kuranga dari 5 kali sebanyak (54,83%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 77 orang (43,25%), sedangkan di perpustakann FKIP mayoritas responden menyatakan kurang dari 5 kali dalam satu bulan sebanyak (64,51%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 59 orang (33,14%).
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA Arif Arif; Wandi Saputra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.531 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1431

Abstract

Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran Geografi terdapat sejumlah kompetensi dasar yang harus dipenuhi guna membangun keterampilan siswa. Kompetensi dasar tersebut harus mendapat perhatian semua pengajar supaya mampu dikuasai dan dipahami  oleh siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mencasting metode, strategi, pendekatan dan model belajar yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan kepada peserta didik. Dengan langkah ini diharapkan hasil belajar atau prestasi belajar menjadi lebih baik. Bahkan, suasana belajar pun menjadi lebih kreatif, variatif, inovatif, dan menyenangkan (meaningfull).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Penggunaan Model Pembelajaran Explicit Instruction Dalam Meningkatkan  Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Geografi Kelas XI SMAN 1 Lingsar Tahun Pelajaran 2015-2016 setelah diberi tindakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Tindakan kelas tersebut dilakukan dalam dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Fase prasiklus dilakukan tanpa melakukan tindakan atau tanpa menggunakan model pembelajaran langsung (explicit instruction). Sedangkan fase siklus, baik siklsus I maupun siklus II dilakukan tindakan. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes,  teknik observasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data adalah teknik deskriptif kuantitatif. Dengan teknik ini diharapkan dapat membrikan gambaran yang jelas tentang penggunaan model pembelajaran explicit instruction dalam meningkatkan  motivasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran geografi kelas XI SMAN 1 Lingsar tahun pelajaran 2015-2016. Hasil analisis data pada penelitian ini  menunjukkan bahwa: Pada fase prasiklus prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Geografi sangat rendah. Nilai rata-rata siswa adalah 56 dengan persentase ketuntasan hanya 39%. Selanjutnya pada fase  siklus I nilai rata-rata siswa 73 dengan presentase ketuntasan sebesar 73%. Sedangkan nilai rata-rata siswa pada siklus II adalah 77 dengan persentase ketuntasan sebesar 87%. Hal ini berarti terjadi peningkatan baik nilai rata-rata maupun persentase ketuntasan dari sebelum tindakan dengan setelah dilakukan tindakan. Sementara itu, proses belajar mengajar Geografi yang terjadi di dalam kelas sangat kondusif. Motivasi dan minat siswa dalam belajar  sangat tinggi. Setelah penggunaan model pembelajaran langsung (explicit instruction) proses belajar mengajar juga berjalan secara lebih bermakna (meaningfull).
PROSPEK PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI MAPAK INDAH DI KELURAHAN JEMPONG BARU KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM Agung Pramunarti; Rio Putra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.57 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1432

Abstract

Pantai Mapak Indah ini merupakan Pantai yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti dilapangan objek wisata Pantai Mapak Indah  merupakan aset wisata yang seharusnya banyak menarik minat wisatawan karena Obyek wisata Pantai Mapak Indah adalah sebuah pantai berpasir hitam, ombak yang relatif aman dan pada sore hari bisa melihat matahari terbenam dengan jelas. Tetapi disamping kelebihan yang dimiliki masih banyak kekurangan nya, maka perlu adanya pengembangan yang dilakukan pemerintah setempat. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti mengangkat judul yaitu “Prospek Pengembangan obyek wisata Pantai Mapak Indah Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram”. Rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kekuatan dan kelemahan juga peluang dan ancaman  yang ada di pantai Mapak Indah Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan juga peluang dan ancaman yang ada di Pantai Mapak Indah Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah  di Pantai Mapak Indah Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, cara menentukan informan dengan menggunakan informan kunci adalah pengelola pantai mapak indah, sedangkan yang menjadi informan biasa yaitu pengunjung yang mengunjungi Pantai Mapak Indah. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis SWOT dengan membandingkan antara faktor eksternal Peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strenghts) dan kelemahan (weakness). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa obyek wisata Pantai Mapak Indah sangat layak dikembangkan karena menggunakan Strategi (SO) adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal yang memanfaatkan peluang. Strategi (ST) adalah strategi dengan menggunakan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman. Strategi (WO) adalah strategi yang dibuat berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi (WT) adalah Strategi ini digunakan untuk meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
PROSPEK PENGEMBANGAN PULAU GILI AIR SEBAGAI OBJEK WISATA UNGGULAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Khosiah Khosiah; Andri Suprapto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.49 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1433

Abstract

Pulau Gili Air merupakan salah satu objek wisata yang memiliki daya tarik tesendiri di kabupaten Lombok Utara. Pulau ini merupakan salah satu dari tiga pulau yang menjadi andalan wisata di Lombok Utara, hanya saja ada beberapa masalah yang cukup mengganggu perkembangan pulau ini, di antaranya fasilitas pelabuhannya yang belum memadai untuk sebuah pulau yang menjadi objek wisata unggulan, masalah lainnya adalah masalah kebersihan yang belum tertanggulangi dengan baik.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan keunggulan dan kekurangan Gili Air sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara; (2) Untuk mendeskripsikan peluang dan ancaman pengembangan Gili Air sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Macam-macam informan yang digunakan yaitu: informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu; data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kelebihan yang dimiliki Gili Air: (1) Panorama alam yang indah, sejuk dan masih asli; (2) Fasilitas pariwisata yang sangat memadai; (3) Keindahan bawah laut Pulau Gili Air. Kelemahan yang dimiliki Gili Air yaitu; (1) Kurangnya promosi wisata dari pemerintah daerah; (2) Keterbatasan anggaran untuk sarana dan prasana obyek wisata; (3) Tidak terjaganya kebersihan. Peluang yang dimiliki pulau Gili Air (1) Otonomi daerah; (2) Tingkat aksebilitas yang mudah; (3) Peningkatan produk dan atraksi wisata. Ancaman yang dimiliki Gili Air (1) Kesadaran wisatawan untuk menjaga objek wisata; (2) Kerusakan lingkungan akibat pengembangan wisata yang salah; (3) Adanya perubahan kebijakan pemerintah. Strategi pengembangan objek wisata Gili Air (1) Mengembangakan potensi yanga ada agar dapat bersaing; (2) Meningkatkan kesadaran pengunjung akan arti kebersihan; (3) Meningkatkan kualitas tenaga kerja; (4) Meningkatkan promosi wisata; (5) Mengembangkan pariwisata bahari. Dari hasil penelitian ini daat disimpulkan bahwa Gili Air meiliki potensi yang cukup untuk dikembangkan sebagai objek wisata unggulan bersekala nasional maupun internasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5