cover
Contact Name
Anita Dyah Juniarti
Contact Email
anitadyahjuniarti@unbaja.ac.id
Phone
+6281514061796
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Ciwaru Raya II No. 73, Kel. Cipare, Kec. Serang, Kota Serang 42117
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal InTent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu
ISSN : 26549557     EISSN : 2654914X     DOI : -
Jurnal InTent menerbitkan artikel yang mencangkup bidang informasi dan teknologi terpadu yang dimaksudkan sebagai media dokumentasi dan informasi ilmiah yang sekiranya dapat membantu para dosen, staf dan mahasiswa dalam menginformasikan dan mempublikasikan hasil penelitian, opini, tulisan dan kajian ilmiah lainnya kepada masyarakat ilmiah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019): industrial" : 5 Documents clear
USULAN PERBAIKAN UNTUK MEMINIMASI WASTE PADA PRODUK STEEL STRUCTURE DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA Mohamad Jihan Shofa; Achmad Syarifudin; Safikri Cahyadi
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 2 No 2 (2019): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v2i2.730

Abstract

industri di dunia menghadapi masalah yang serius berupa pemborosan pada setiap bisnis prosesnya. Masalah tersebut juga dialami pada proses pembuatan produk steel structure. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lean Six Sigma (LSS) dengan metodologi define, measure, analyse dan control untuk melakukan perbaikan proses. Berdasarkan analisi yang dilakukan dihasilkan bahwa proses produksi steel structure ditemukan waste berupa defect, waiting, dan transportation dengan pemborosan tertinggi pada defect. Sigma level untuk defect tersebut berada pada 3,48 Sigma dan perlu perbaikan yang diprioritaskan pada masalah porosity. Akar penyebab dari porosity yaitu material terkontaminasi, elektroda lembab kurang pengontrolan, setting ampere rendah dan gas tinggi, dan lingkungan yang lembab serta adanya angin. Adapun usulan perbaikan yang dilakukan berdasarkan akar penyebab yang terjadi adalah pembuatan standar setting yang tepat, pengkondisian material, pengecekan elektroda, ampere, dan gas sebelum melakukan welding, dan tempat welding disesuaikan dengan standar.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK DAN HARGA KORAN RADAR BANTEN Anita Dyah Juniarti
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 2 No 2 (2019): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v2i2.733

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap di wilayah Pandeglang dan Lebak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi konsumen (produk, harga) yang membaca Koran Radar Banten. Ukuran sampel penelitian yang diambil adalah sebesar 100 orang dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif dimana hasil perhitungan akan dijelaskan. Alat bantu statistik yang digunakan adalah Microsoft Office Excell. Analisis yang digunakan adalah Descriptive Statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga dan pemberitaan yang cukup cepat dan akurat serta kualitas gambar yang masih jelek menjadi pertimbangan konsumen di dalam memutuskan untuk melakukan pembelian koran Radar Banten.
APLIKASI METODE CPM UNTUK EFFISIENSI WAKTU PROSES SETUP MESIN INDUSTRI DENGAN KOMBINASI DUA ORANG OPERATOR Herry Kartika Gandhi
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 2 No 2 (2019): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v2i2.735

Abstract

Salah satu hal yang merugikan dari industri job order adalah tingginya waktu set-up mesin. Aktivitas ini memang tidak dapat dihindari, tetapi hendaknya diminimalisir waktunya. Aktivitas set-up mesin membutuhkan koordinasi dan kerjasama antar operator untuk menyelesaikan tiap-tiap aktivitas secara runtun hingga terselesaikan set-up mesin dengan nilai yang minimal. Objektivitas dari penelitian ini adalah meminimalkan waktu total set-up mesin. Penelitian mengambil objek mesin cetak dengan set-up mesin 10 hingga 15 kali dalam 1 hari / 3 shift. Operator berjumlah 2 orang. Penyelesaian dilakukan dengan metode CPM dan Diagram Bagan Waktu. Waktu set-up terdiri dari 3 tipe waktu yaitu waktu pengerjaan mandiri, waktu pengerjaan kolektif (dijalankan lebih dari 1 orang) dan waktu otomatis (dikerjakan oleh mesin). Jalur kritis dari perhitungan CPM adalah jalur yang melalui aktivitas A – B – C – H – I. Waktu total penyelesaian kegiatan set-up awal adalah 15 menit. Dari 5 (lima) tahapan perbaikan diagram bagan waktu, didapat waktu set-up dapat ditekan menjadi 11 menit. Hal ini dapat terjadi dengan kombinasi dan waktu percepatan yang dilakukan oleh 2 operator mesin. Dimana operator ke-1 menyelesaikan dalam 11 menit dan operator ke-2 dalam 8.5 menit.
MANFAAT PENERAPAN MANAJEMEN K3 PADA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KETEL UAP DI SUATU PERUSAHAAN Korneilis Korneilis
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 2 No 2 (2019): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v2i2.736

Abstract

Ketel uap merupakan alat untuk mengahsilkan uap panas yang kemudian digunakan untuk proses produksi di sebuah perusahaan. Alat ini sendiri dapat menimbulkan potensi kecelakaan kerja di tempat kerja. Untuk mengurangi resiko kecelakaa kerja tersebut, maka perlunya penerapan K3 oleh operator saat mengoperasikan alat tersebut, sehingga berjalan dengan baik dan aman. Tujuan penelitian ini adalah melihat sejauh mana penerapan K3 saat pemeriksaan dan pengujian ketel uap di suatu perusahaan. Jenis dari penelitian ini ialah journal review, dengan cara menganalisa hasil penelitian dari jurnal yang telah ada dan literatur lainnya, kemudian menggabungkan hingga menjadi satu informasi terpadu mengenai penerapan K3 pemeriksaan dan pengujian ketel uap di perusahaan. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan K3 pada pemeriksaan dan pengujian ketel uap disuatu perusahaan berdasarkan dasar hukum yang yang kemudian dirangkum menjadi suatu Standard Operating Procedure (SOP) yang baku, sehingga hal ini dapat memberikan pengaruh terhadap upaya timbulnya resiko kecelakaan kerja di perusahaan. Untuk mengawasi pelaksanaan tersebut, perlu adanya pelaporan untuk pengoperasian ketel uap untuk setiap bulannya pada P2K3 agar selalu bisa dipantau perkembangannya untuk dievaluasi kemudian hari.
USULAN PERBAIKAN KINERJA PROSES PRODUKSI HOT METAL TREATMENT PLANT DENGAN MENGGUNAKAN METODE KESEIMBANGAN LINTASAN (LINE BALANCING) DI PT.KS CILEGON Wawan Gunawan
Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu Vol 2 No 2 (2019): industrial
Publisher : Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/intent.v2i2.744

Abstract

PT. KS merupakan produsen baja terbesar di indonesia memiliki beberapa fasilitas produksi baja dari hulu hingga hilir yang saling berkesinambungan. Untuk menunjang kelacaran produksi baja dari hulu hingga hilir, maka tata letak fasilitas harus diperhatikan agar terciptanya kegiatan produksi yang efektif dan efisien sehingga dapat bersaing dengan para kompetitor. Untuk menggapai harga produk yang murah dan berkualitas, maka pada suatu kegiatan produksi tidak dapat dipungkiri akan adanya kemunculan permasalahan (error) pada kegiatan produksi akibat kesalahan dalam perancangan tata letak fasilitas salah satu penyebab tingginya biaya operasional perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada Hot Metal Treatment Plant yang memiliki 2 stasiun pengoperasian dan memiliki fungsi yang sama. penempatan tata letak fasilitas menggunakan konsep vertikal agar dapat memanfaatkan gaya grafitasi yg timbul. Dari lantai 7.5 hingga lantai 4 yang saling berkesinambungan namun terpisah antara stasiun1 dan stasiun 2. Untuk dapat mewujudkan terciptanya proses pekerjaan yang berkesinambungan, maka kedua stasiun harus memiliki ritme waktu kerja yang sama agar tidak terjadi delay produksi yang dapat memperhambat pada proses yang akan dilakukan selanjutnya sehingga dapat terwujudnya keseimbangan lintasan (Line Balancing) kerja pada semua lini produksi. Berdasarkan hasil analisa dan usulan perubahan standard operasional kerja maka di dapat nilai kesimbangan lintasan sebagai berikut; nilai balance delay terbaik sebesar turun menjadi 6,05% , Line Efisiensy naik menjadi 93,95%, Smootness Index turun enjadi 41,42 dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan berkurang menjadi 1 orang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5