cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO PEKTIN ALBEDO DURIAN (Durio zibethinus murray) Dewi Susanti; Indah Hartati; Suwardiyono Suwardiyono
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1737

Abstract

Pektin merupakan elemen struktural pada pertumbuhan jaringan dan komponen utama dari lamella tengah pada tanaman dan berperan sebagai perekat yang bersifat membentuk gel. Pektin digunakan pada beberapa industri sebagai pengemulsi dan penstabil dalam produk-produk makanan, bahan pencampur obat-obatan dan kosmetik. Salah satu biomassa yang mengandung pektin yaitu albedo durian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variabel proses meliputi jenis pelarut asam (HCl, H2SO4, CH3COOH, C6H8O7), waktu (2-20 menit), rasio solid liquid (1:10 – 1:25 (m/v)), konsentrasi (0,25 – 1,25 N), dan daya (10-50 %) pada proses ekstraksi gelombang mikro pektin dari albedo durian. Hasil penelitian menunjukkan  pelarut yang tepat yaitu H2SO4 dengan waktu 5 menit, rasio solid liquid 1:20 (m/v), konsentrasi pelarut 1N, dan daya 30%. Kata kunci: albedo durian, MAE, pektin 
FORMULASI VERNIS POLIESTER BERBASIS GONDORUKEM - ASAM LAKTAT DAN GLISEROL DENGAN KATALIS SnCl2 Sari Purnavita; Sri Sutanti; Ronny Windhu Sudrajat
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1742

Abstract

Vernis poliester berbahan asam karboksilat dan gliserol dapat diaplikasikan pada pelapisan bahan dasar kayu terutama pada industri mebel untuk meningkatkan ketahanan terhadap cuaca. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan poliester dari dua jenis asam karboksilat (gondorukem dan asam laktat) dan jenis polialkohol yang digunakan adalah gliserol serta penambahan minyak biji rami. Penambahan asam laktat bertujuan untuk mempermudah pembentukan film. Untuk mempercepat reaksi ditambahkan katalis jenis SnCl2. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh rasio gondorukem dan asam laktat terhadap jumlah poliester dan mempelajari pengaruh jumlah katalis terhadap jumlah poliester yang dihasilkan. Permbuatan poliester diawali dengan mereaksikan minyak linseed dengan gliserol terlebih dahulu pada suhu 255oC disertai dengan pengadukan selama 3 jam. Selanjutnya suhu diturunkan menjadi 200oC dan dilakukan penambahan asam laktat dan gondorukem. Lalu dipanaskan kembali suhu 255oC selama 1 jam. Parameter yang diamati adalah jumah poliester yang dihasilkan dan waktu pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio (%b/%b) gondorukem dan asam laktat yang berbeda serta jumlah katalis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap jumlah poliester yang dihasilkan dan berpengaruh pula terhadap waktu pengeringan poliester pada saat diaplikasikan sebagai vernis pada substrat kayu. Hasil  penelitian   menunjukkan  bahwa  vernis  poliester dari gondorukem : asam lakat dan gliserol dengan katalis SnCl2 terbaik diperoleh pada  rasio  (%b/%b) gondorukem : asam laktat sebesar 50 : 50 dan jumlah katalis sebesar 0,050%. Karakteristik vernis poliester memiliki bilangan asam 62,12, yield 72,28%, dan drying time 32 jam. Kata kunci : vernis, poliester, gondorukem, asam laktat, gliserol, minyak biji rami, SnCl2
COMPARISON OF POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) AND ALUMINIUM SULPHATE COAGULANTS EFFICIENCY IN WASTE WATER TREATMENT PLANT Nofriady Aziz; Nuradam Effendy; Kris Tri Basuki
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1738

Abstract

Hospital waste water containing high organic compounds that can harm the environment if not done processing beforehand. One way to lower the price of contaminants contained in hospital wastewater is the process of physically-chemical treatment using coagulation process in the Waste Water Treatment Plant and the coagulation process requires coagulant optimally capable of reducing the organic content in the water treatment. The purpose of this research is to make the design of waste water treatment plant and compare the effectiveness of the use of poly aluminum chloride (PAC) and aluminum sulfate in water turbidity reduction of hospital waste at the Waste Water Treatment Plant design. So that at the Waste Water Treatment Plant produces effluents that comply with effluent hinted that diindentifikasikan in parameters such as BOD, COD and TSS. The WWTP design is Consist of equalization bath, bath coagulation, chlorination and sump. The study was conducted with the study of literature. Based on the research results with the use of a second dose of the coagulant optimum of 160 mg / l. The highest efficiency value to decrease BOD, COD, TSS and TDS looks at PAC coagulant aluminum sulfate compared with the percentage of 96.17%, while the PAC valued at 95% although if measured in terms of economical aluminum coagulants have more economic value namu in terms of environmental and safety the use of PAC is better than Alum. Therefore, in the coagulation process of hospital waste water is recommended to use coagulants PAC. Keywords :  Aluminum Sulfate, Coagulant efficiency, Hospital waste water, Poly Aluminium chloride
PEMBUATAN VERNIS BERBAHAN GONDORUKEM YANG DIMODIFIKASI GLISEROL DAN PADUAN LINSEED OIL DENGAN MINYAK BIJI KARET MENGGUNAKAN METODE ESTERIFIKASI TANPA KATALIS Sri Sutanti; Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1743

Abstract

Pembuatan vernis dari gondorukem, perlu dilakukan modifikasi guna mengatasi kelemahan yang dimiliki gondorukem. Penelitian kali ini merupakan proses modifikasi gondorukem dengan menggunakan gliserol dan paduan linseed oil dengan minyak biji karet. Tujuan penelitian adalah mendapatkan rasio terbaik dari kedua minyak yang digunakan.Rasio minyak biji karet terhadap linseed oil dalam penelitian ini yaitu: 0% : 100%; 10% : 90%; 20% : 80%; 30%, : 70%; 40% : 60%; 50% : 50%;  60% : 40%; 70% : 30%; 80% : 20%; 90% : 10% dan 100% : 0%. Proses pembuatan vernis dilakukan dengan menggunakan metode esterifikasi tanpa katalis pada suhu 230oC – 250oC selama 4 jam. Selama proses dilakukan pengadukan menggunakan pengaduk mekanik. Vernis yang dihasilkan kemudian diaplikasikan pada panel kayu menggunakan spray gun.Vernis yang dihasilkan dianalisa kadar gliserol bebas, dan bilangan asam, sedangkan hasil aplikasinya dianalisa drying time, gloss level,daya rekat, hardness, serta pengamatan warna secara organoleptis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 50% : 50% dan 60% : 40% menghasilkan vernis dengan karakter yang hampir sama dan lebih baik dibandingkan dengan rasio yang lain. Kata kunci: esterifikasi, gondorukem, linseed oil, minyak biji karet, vernis. 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA KEMANGI (Ocimum basilicum L.) PADA TAHU DAN DAGING AYAM SEGAR Alwani Hamad; Sintia Jumitera; Endar Puspawiningtyas; Dwi Hartanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1734

Abstract

Tahu dan daging ayam segar memiliki nilai protein yang tinggi membuat kedua bahan pangan ini bersifat mudah rusak akibat pertumbuhan bakteri. Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang dilaporkan sebelumnya memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari infusa kemangi terhadap makanan tahu dan daging ayam segar menggunakan metode turbidity serta mengidentifikasi kandungan golongan senyawa kimianya menggunakan metode screening fitokimia.  Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi infundasi dengan konsentrasi 5, 10, dan 20%.  Hasil pengujian aktivitas antibakteri pada sampel tahu, infusa kemangi 10 dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri selama 10 hari sedangkan pada konsentrasi 5% hanya 8 hari pada suhu kamar. Berbeda pada sampel ayam, infusa kemangi 5, 10 dan 20% berturut- turut dapat menghambat pertumbuhan bakteri selama 9, 12 dan 15 hari pada suhu 3- 7 oC. Hasil uji screening fitokimia menunjukkan bahwa dalam infusa kemangi positif terdeteksi saponin dan tanin Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa infusa kemangi dapat digunakan sebagai pengawet tahu dan daging ayam Kata- kata kunci:  aktifitas antibakteri, ayam, kemangi infusa, pengawet  tahu
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DENGAN SUHU TINGGI SECARA PIROLISIS Khornia Dwi Lestari L.F; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Nur Kholis
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1739

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah yang cukup berlimpah di Indonesia dan dianggap sebagai masalah. Solusi yang dapat diterapkan pada kasus limbah tempurung kelapa ini adalah menjadikannya sebagai karbon aktif. Karbon aktif banyak digunakan sebagai adsorben di dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat karbon aktif dari pemanfaatan tempurung kelapa secara pirolisis dengan tanpa menambahkan bahan pengaktif serta untuk mengetahui pengaruh variabel waktu dan suhu pirolisis terhadap mutu karbon aktif tersebut sesuai dengan SII No. 0258-79. Metode yang digunakan adalah dengan suhu tinggi secara pirolisis. Tahap penelitian ini meliputi preparasi tempurung, pirolisis, uji kualitas karbon aktif. Proses pirolisis dilakukan dengan variasi waktu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 jam, variasi suhu 225, 250, 275, 300, 325, 350 oC. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji karbon terbaik pada waktu 5 jam dan suhu 325oC. Hasil uji meliputi  daya serap iodine terbaik 477,83 mg/g, kadar air 2,04%, kadar zat menguap 54,08%, kadar abu 0%, kadar karbon terikat 45,92%. Keseluruhan hasil uji menunjukkan bahwa kadar daya serap larutan iodin lebih besar dari 20% (200mg/g), kadar air kurang dari 10%, dan kadar abu kurang dari 2,5% telah memenuhi SII No.0258-79. Kata kunci : karbon aktif, pirolisis, tempurung kelapa
PENGARUH EPOKSIDASI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (calophylluminophyllum L) DAN KOSURFAKTAN TERHADAP KINERJA SODIUM LIGNOSULFONAT (SLS) UNTUK ENHANCED OIL RECOVERY (EOR) Fitriani Fitriani; Suryo Purwono; Ahmad Tawfiequrrahman
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1735

Abstract

Rendahnya kemampuan produksi minyak bumi Indonesia disebabkan karena lapangan minyak Indonesia sebagian besar merupakan sumur-sumur tua (mature fields), sehingga produksi minyaknya rendah. Dalam rangka menanggulangi turunnya produksi minyak bumi, telah dikembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).Salah satuteknologi EOR yaitu injeksi kimia yang dapat berupa surfaktan.Senyawa epoksida dibuat dari minyak biji nyamplung (callophyluminophyllum L) yang terlebih dahulu disabunkan. Reaksi epoksidasi dilakukan secara in-situ yang terdiri dari asam asetat dan hydrogen peroksida dan tahap selanjunya adalah reaksi asam perasetat dengan sabun.Reaksi dilakukan dalam reaktor batch yang dilengkapi pengaduk dengan variasi suhu 30, 40, 50, dan 600C dengan variasi waktu reaksi selama 15, 30, 60, dan 90 menit. Model kinetika reaksi epoksidasi diasumsikan mengikuti model pseudo-first dan berdasarkan persamaan Arrhenius diperoleh konstanta kecepatan reaksi epoksidasi minyak biji nyamplung adalah 16333,93 exp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1-oktanol memberikan hasil yang lebih baik dibandingkankan 1-dekanol, dengan nilai IFT sebesar 2,2 x 10-3mN/m. Kata kunci : Enhanced Oil Recovery (EOR), epoksidasi, kosurfaktan, minyak biji nyamplung , sodium lignosulfonat (SLS)
OPTIMIZATION OF ENZYMATIC HYDROLYSIS OF RAMIE DECORTICATION WASTE-BASED CELLULOSE USING RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Laeli Kurniasari; Suwardiyono Suwardiyono; Renan Subantoro; Indah Hartati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1740

Abstract

Ramie is a herbaceous species which is usually used to produce fibre. The decortication process of ramie will leave the waste that still contain high cellulose. The high cellulose content of ramie decortication waste is a potential raw material for producing bioethanol.Cellulose conversion into bioethanol need four consecutive process e.g. pretreatment, hydrolysis, fermentation and purification. This research is combining microwave heating in the alkaline pretreatment toward the ramie decortication waste and followed by investigating the optimization of enzymatic hydrolysis of ramie decortication waste-based cellulose. The cellulase used in the hydrolysis process was isolated from cow rumen fluids. Response Surface Methodology was used for the optimization of hydrolysis process. A 23Central Composite Design (CCD) was used to develop statistical model and analyze the effect of each variables, which are hydrolysis time (36-60 hr), solid liquid rasio (2-4%) and temperature (35-450C). The optimum condition obtained for the hydrolysis of RDW was temperature 410C, solid liquid rasio 3,4%  and time 48,9 hr with glucose content was 3,51 mg/g. Keywords:cow rumen, enzymatic hydrolysis, ramie decortication waste
PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP TENSILE STRENGTH DAN ELONGATION AT BREAK EDIBLE FILM DARI NATA DE SOYA Harianingsih Harianingsih; Suwardiyono Suwardiyono; Retno Wulandari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1736

Abstract

Perkembangan industri makanan disertai dengan perkembangan pengemasannya. Saat ini dibutuhkan pengemas makanan yang ramah lingkungan dan aman dikonsumsi oleh tubuh manusia. Pada penelitian ini dikembangkan pengemas makanan berupa edible film dari nata de soya dengan melihat pengaruh penambahan gliserol pada kualitas tensile strength (kekuatan tarik) dan elongation at break (pemanjangan saat pemutusan). Edible film nata de soya dibuat dari hasil samping pengolahan tahu yang biasanya hanya dibuang ke sungai. Nata de soya yang terbentuk dihaluskan ditambah dengan larutan gliserol kemudian diletakkan dalam cetakan kaca dan di oven dengan suhu 40oC selama 24 jam. Variasi penambahan gliserol 1% menghasilkan kekuatan tarik 0,11 N/mm2 dan pemanjangan saat pemutusan sebesar 0,976%. Penambahan gliserol 1,5% menghasilkan kekuatan tarik 0,098 N/mm2 dan pemanjangan saat pemutusan sebesar 1,211%. Kekuatan tarik 0,086 N/mm2 dihasilkan saat variasi penambahan gliserol 2% dan pemanjangan pemutusan meningkat menjadi 1,266%. Kekuatan tarik menurun menjadi 0,071 N/mm2 dan pemanjangan pemutusan naik pada penambahan gliserol 2,5 %. Penambahan gliserol 3% mengakibatkan kekuatan tarik berkurang menjadi 0,064 N/mm2 dan pemanjangan pemutusan bertambah menjadi 1,324%. Penambahan gliserol sebanyak ml dalam 100 gram nata de soya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan gliserol memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik dan pemanjangan saat pemutusan dari edible film nata de soya. Kata kunci: elongation at break, gliserol, nata de soya, tensile strength
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Iman Bagus Wicaksono; Maria Ulfah
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1741

Abstract

Radikal bebas dapat menjadi penyebab penyakit degeneratif. Antioksidan dapat menghambat radikal bebas. Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) telah diketahui manfaatnya sebagai antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun Sirsak dan ekstrak etanol daun Jambu Biji terhadap radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penarikan senyawa-senyawa aktif dari daun Sirsak dan daun Jambu Biji dilakukan dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kombinasi ekstrak etanol daun Sirsak dan daun Jambu Biji dibuat dengan perbandingan (1:0) (0:1) (1:1) (1:2) dan (2:1) dengan konsentrasi 20; 40; 60; 80 dan 100 μg/mL diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara spektrofotometri Vis, hingga diperoleh nilai IC50.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak daun Sirsak (1:0) sebesar 28,251 μg/mL, nilai IC50 ekstrak daun Jambu Biji (0:1) sebesar 6,933 μg/mL, nilai ekstrak kombinasi (1:1) sebesar 12,979 μg/mL, nilai IC50 ekstrak kombinasi (1:2) sebesar 9,009 μg/mL, dan nilai IC50 ekstrak kombinasi (2:1) sebesar 13,996 μg/mL. Hasil uji beda menunjukkan kombinasi  ekstrak etanol daun Sirsak dan daun Jambu Biji meningkatkan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun Sirsak namun akan menurunkan aktivitas antioksidan ekstrak daun Jambu biji secara signifikan pada kombinasi (2:1). Kata kunci: ekstrak etanol daun Sirsak, ekstrak etanol daun jambu Biji, metode DPPH, IC50.

Page 1 of 1 | Total Record : 10