cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
ALAT EKSTRAKTOR-EVAPORATOR ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH MANGROVE, MAHONI DAN KULIT TINGI UNTUK PEWARNA BATIK RAMAH LINGKUNGAN Paryanto Paryanto; Adrian Nur; Desy Nurcahyanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2120

Abstract

Penggunaan zat warna alami sekarang sudah mulai ditinggalkan karena adanya zat warna sintetis yang  praktis dalam penggunaanya, serta mempunyai warna yang  mencolok dan lebih seragam, mudah diaplikasikan. Dalam penggunaannya zat warna sintesis berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan karena mengandung racun berupa logam berat, sehingga mulai dilakukan alternative penggatinya yaitu dengan cara megembangkan zat warna alami dari sumber-sumber hayati seperti buah mangrove spesies rhizopora mucronata/stylosa, kulit kayu mahoni, dan kulit kayu ting, tetapi zat warna alami ini ada kendala dalam pengaplikasiannya terutama pada batik. Untuk menanggulangi masalah tersebut diatas maka dibuat alat ekstraktor dan evaporator yang menghasilkan zat warna alami dalam bentuk konsentrat tinggi. Untuk menghasilkan konsentrat tinggi zat warna alami dari sumber hayati (mangrove spesies rhizopora mucronata/stylosa, kulit mahoni, dan kulit kayu tingi  diperlukan alat ekstraktor-evaporator. Spesifikasi alat ekstraktor-evaporator terdiri atas tangki berdiameter 20 cm dan tinggi 40 cm, peralatan ini diaplikasikan di mitra pertama dan pewarnaan di mitra kedua, Pada kegiatan yang dilakukan bagi mitra pertama adalah membuat zat warna alami dengan menggunakan alat ekstraktor-evaporator, sedangkan mitra kedua mengaplikasikan zat warna alami yang dihasilkan oleh mitra pertama. Kata Kunci:  batik, ekstraktor-eveporator,  zat warna alami
FORMULASI SEDIAAN KRIM DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis): KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA DAN UJI IRITASI KULIT Elya Zulfa; Liya Lailatunnida; Mimik Murukmihadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2125

Abstract

Ekstrak etanol daun binahong (EEDB) secara empiris digunakan sebagai pengobatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi EEDB pada sediaan krim terhadap sifat fisik kimia krim dan uji iritasi.Penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak etanol 70% dengan metode maserasi. Ekstrak dibuat sediaan krim dengan basis vanishing krim dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu F I (5%), F II (10%), dan F III (20%), F 0 (control basis). Data uji organoleptis dan uji homogenitas dianalisis secara deskriptif. Pengukuran pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan viskositas dianalisis secara statistik regresi linier. Sedangkan uji iritasi primer dianalisis menggunakanKruskal Wallis karena data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim berwarna hijau tua, lembut, bau khas armatik, homogen dan sesuai pH kulit. kenaikan konsentrasi ekstrak berpengaruh meningkatkan viskositas dan daya lekat, tetapi menurunkan daya sebar. Semua formula memiliki indeks iritasi yang sama yaitu hanya sedikit mengiritasi (< 2). Kata kunci: daun binahong, krim, uji iritasi, vanishing cream
DEGRADASI ZAT WARNA LITHOL DALAM MEDIUM AIR DENGAN RADIASI GAMMA Ahid Nurmanjaya; Sugili Putra; Kartini Megasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2121

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai degradasi zat warna lithol sebagai studi awal penghilangan tinta pada pembuatan kertas recycle dengan menggunakan radiasi gamma dalam medium air. Penelitian ini bertujuan menentukan pH efektif degradasi, menentukan dosis efektif dan menetukan persamaan kinetika degradasi. Proses iradiasi untuk penentuan pH efektif menggunakan dosis 3 kGy dengan variasi pH awal 7, 8, 9 dan 10. Sedangkan untuk penentuan dosis efektif dan penentuan persamaan laju degradasi diiradiasi pada dosis 1, 2, 3, 4, dan 5 kGy dengan pH awal 8. Pengaturan pH diatur dengan meneteskan NaOH 0,1 M. Penentuan pH dan dosis efektif ditentukan dengan menghitung efisiensi degradasi. Efisiensi degradasi dihitung dengan mengukur pengurangan intensitas warna sampel setelah iradiasi menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Analisis kualitatif dilakukan dengan mereaksikan cuplikan sampel dengan CaCl2. Hasil penelitian ini menunjukkan,  pH efektif untuk mendegradasi zat warna lithol adalah 7 dengan rerata efisiensi degradasi 97,40%. Tetapi, untuk aplikasi industri kertas recycle pH awal tidak berpengaruh. Dosis efektif untuk mendegradasi zat warna lithol konsentrasi 10 – 200 ppm adalah 4 kGy dengan rerata efisiensi 99,08% dan waktu yang lebih singkat. Untuk aplikasi dalam industri kertas recycle, dosis efektif diperoleh pada 1 kGy dengan konsentrasi zat warna di bawah 20 ppm. Persamaan kinetika degradasi untuk zat warna lithol adalah -(dCA)/dt= -rA=7,2556CA1. Kata kunci: degradasi warna, iradiasi gamma kertas recycle, zat warna lithol
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Terong Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Dewi Purnamasari; Rissa Laila Vifta; Jatmiko Susilo
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2126

Abstract

Kulit terong ungu (Solanum melongena L.) mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui aktifitas antimikroba ekstrak etanol kulit terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap Staphyloococcus aureus dan Escherichia coli. Pengujian antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan 5 kelompok perlakuan. Jenis penelitian adalah eksperimental murni dengan post tes control design yang menggunakan kontrol positif Ciprofloxacin, kontrol negatif Aquadest, serta tiga variasi kontrol perlakuan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 15%, 30%, dan 45% dengan pengamatan diameter zona hambat.. Data dianalisis menggunakan SPSS uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan diameter zona hambat pada variasi konsentrasi 15%, 30%, dan 45%. Aktifitas penghambatan yang sebanding dengan kontrol positif diperoleh pada konsentrasi 45% dengan rata-rata diameter zona hambat 2,68±0,16 cm pada Staphylococcus aureus dan 2,90±0,16 cm pada Escherichia coli (p-value 0.000).. Aktifitas daya hambat ekstrak etanol kulit buah terong menunjukkan spektrum luas bakteriostatik yang mana dapat menghambat bakteri gram positif dan gram negatif. Kata kunci: antibakteri, escherichia coli, kulit terong ungu, staphyloococcus aureus,
KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Sri Wahyuni; Rissa Laila Vifta; Agitya Resti Erwiyani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2122

Abstract

Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) mengandung flavonoid, saponin dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus muatans. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) sebagai kandidat antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni  dengan desain post tes control group design menggunakan metode difusi sumuran pada 5 kelompok perlakuan. Kontrol positif mengandung Ciprofloxacin, kontrol negatif mengandung aquadest, kontrol media dan kontrol pertumbuhan, perlakuan 1 ekstrak 30% b/v, perlakuan 2 ekstrak 40% b/v, Perlakuan 3 ekstrak 50% b/v. Data hasil di evaluasi menggunakan SPSS 24.0 For Windows dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) menghasilkan zona hambat bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi 30% sebesar 1,03 cm, konsentrasi 40% sebesar 1,45 cm, 50% sebesar 1,81 cm, kontrol positif sebesar 1,77 cm, dan kontrol negatif sebesar 0,00 cm. Ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) mempunyai aktivitas menghambat bakteri Streptococcus mutans. Pada konsentrasi 50% ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans yang sebanding dengan ciproploxacin. Kata Kunci: Antibakteri, daun Jati Belanda, Streptococcus mutans.
PENGERINGAN BUSA TERHADAP AMPAS SEDUHAN TEH MENURUT MODEL KINETIKA LEWIS, PAGE DAN HENDERSON-PABIS Indah Hartati; Maharani Kusumaningrum; Laeli Kurniasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2127

Abstract

Ampas seduhan teh dinyatakan memiliki kandungan serat kasar, selulosa, lignin dan berbagai macam mineral seperti tembaga, magnesium dan kalsium. Proses pengeringan serbuk ampas seduhan teh dapat mendorong pemanfaatan dan penggunaan lebih lanjut terhadap ampas teh. Dalam penelitian ini, pengeringan ampas seduhan teh dilakukan menggunakan metode pengeringan busa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinetika pengeringan busa terhadap ampas seduhan teh menggunakan model kinetika Lewis, Page dan Henderson-Pabis. Proses pengeringan busa terhadap ampas seduhan teh dilakukan dengan memvariasi konsentrasi agen pembusa (maltodekstrin) 10%-20% serta dengan menambahkan putih telur sebesar 15% dan aliran udara panas bersuhu 800C. Hasil penelitian menunjukkan bila dibandingkan dengan model kinetika Lewis maupun Henderson-Pabis, maka model Page memiliki kesesuaian yang lebih tinggi terhadap data eksperimen proses pengeringan busa terhadap ampas teh. Nilai kontanta kecepatan pengeringan (k) semakin meningkat seiring dengan peningkatan kadar maltodekstrin yang ditambahkan. Nilai konstanta kecepatan pengeringan yang terbesar pada model Page yakni sebesar 0,0593/menit diperoleh pada proses pengeringan busa terhadap ampas teh yang dilakukan dengan menambahkan putih telur sebesar 15%, aliran udara panas bersuhu 800C dan penambahan maltodekstrin sebesar 20%. Kata Kunci: ampas teh,  henderson-pabi , lewis, page,  pengeringan busa
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) PADA BERBAGAI METODE EKSTRAKSI Ikke Safitri; Maulita Cut Nuria; Anita Dwi Puspitasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2123

Abstract

Beluntas (Pluchea indica L.) merupakan tumbuhan yang mengandung sterol, flavonoid, tanin, dan fenol hidrokuinon. Flavonoid dan fenolik dapat diekstraksi dengan metode perkolasi, maserasi, soxhlet, dan refluks. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (EMDB) pada berbagai metode ekstraksi. Penentuan kadar flavonoid dan fenolik total dilakukan secara spektrofotometri. Pereaksi AlCl3 dan Folin-ciocalteu digunakan pada metode spektrofotometri tersebut dengan senyawa pembanding kuersetin dan asam galat. Seri konsentrasi kuersetin adalah 5, 10, 15, 20 dan 25 µg/mL pada λ=428,90 nm dengan operating time 30 menit. Persamaan kurva baku yang diperoleh adalah y= 0,02001x + 0,10906 (x= kadar flavonoid dalam µg/mL, y= absorbansi) dengan nilai r = 0,99848. Serial konsentrasi asam galat adalah 10, 20, 30, 40 dan            50 µg/mL pada λ= 757,80 nm dengan operating time 2 jam. Persamaan kurva bakunya adalah y= 0,01086 x + 0,12030 (x=kadar fenolik dalam µg/mL, y=absorbansi) dengan nilai r=0,99808. Kadar flavonoid dan fenolik total EMDB dari berbagai metode ekstraksi dianalisis statistik One-Way Anova kemudian dilanjutkan uji Bonferroni pada taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total EMDB dengan metode perkolasi, maserasi, soxhlet dan refluks berturut-turut sebesar 66,75; 51, 80 ; 47,72 dan 38,39 mg/gram ekstrak. Adapun kadar fenolik total berturut-turut sebesar 116,95; 84,11; 67,53 dan 44,36 mg/gram ekstrak. Hasil statistika menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kadar flavonoid dan fenolik total EMDB diantara berbagai metode ekstraksi. Kata kunci: ekstraksi, fenolik, flavonoid
STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) DI DUA TEMPAT TUMBUH Aulia Rahmaniati M; Maria Ulfah; Dewi Andini Kunti Mulangsari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2128

Abstract

Pegagan leaf (Centella asiatica L.) is one of the potential medicinal plants that are often used for the treatment of analgesics, anti-inflammatory and hepatoprotector. Because of the many benefits of leaf pegagan it is necessary to standardize the extracts to ensure the quality associated with the substance of identity, and the composition of the chemical content whose specifications are contained in the monograph as the quality requirements listed in Materia Medika Indonesia.This research is an experimental research. Samples in this study were obtained from Tawangmangu and Kediri then extract using maceration method with 96% ethanol solvent. Standardization of non-specific parameters of ethanol extract of bay leaf includes determination of moisture content, total ash content, acid unsaturated ash content, drying shrinkage, specific gravity and heavy metal contamination (Pb, As and Hg). The data of the research results are compared with the standard that has been set in the book of Indonesian Herbal Pharmacopoeia and the Book of Standardization of Natural Medicinal Material.The result of non-specific test of extract ethanol extract of gotu kola leaf from Tawangmangu obtained by water content 4,689% ± 2,165%, total ash content 3,12% ± 1,76%, acid soluble ash content 0,97% ± 0,87%, weight Type of 1.631 g / mL ± 1.277 g / mL, shrinkage dried 11.26% ± 3.355% and heavy metal contaminants 0.27 ± 0.519 mg / kg extract, As ˂0.005 μg / mL, Hg <0.001 mg / kg extract. While the result of ethanol extract of pegagan leaf from Kediri is moisture content 6,197% ± 2,489%, total ash content 4,42% ± 2,10%, ash acid unsaturated level 0,97% ± 0,98%, weight of type 1,630 g / ML ± 1,275 g / mL, shrinkage rate 3,51% ± 1,873% and heavy metal contamination Pb 0,30 ± 0,547 mg / kg extract, As ˂0,005 μg / mL, Hg 0,001 mg / kg extract. Based on these results both extracts have met the standard of non-specific parameters but the parameter content of acid soluble ash content of ethanol extract of pegagan leaf from both Tawangmangu and Kediri and drying dried from Tawangmangu does not meet the standard requirements of non-specific parameters. Keywords: ethanol extract of gotu kola leaf, non specific parameter, Standardization.
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN BAMBU DAN WAKTU AMALGAMASI TERHADAP PEROLEHAN EMAS Rizqa Puspitarini; Mukh Mintadi; Suwardiyanto Suwardiyanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2119

Abstract

Daun bambu digunakan untuk pengolahan emas dalam bentuk senyawa secara amalgamasi. Variasi waktu yang digunakan untuk proses amalgamasi adalah 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Uji-t dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara metode amalgamasi penambahan daun bambu dan tanpa daun bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun bambu dapat meningkatkan perolehan emas. Kadar logam emas (Au) secara amalgamasi tanpa daun bambu diperoleh sebesar 0,09 ppm, sedangkan  amalgamasi dengan daun bambu memiliki kadar tertinggi sebesar 0,28 ppm. Kadar emas optimum sebesar 0,28 ppm artinya kadar yang diserap daun bambu sebesar 0,28 gram/ton. Variasi waktu proses amalgamasi berpengaruh terhadap hasil amalgamasi. Hasil terbanyak diperoleh pada proses amalgamasi selama 48 jam. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar emas yang diperoleh dengan proses  amalgamasi penambahan daun bambu dan tanpa daun bambu. Kata kunci: amalgamasi,daun bambu, uji-t 
PEMBUATAN BERAS ANALOG BERBAHAN DASAR TEPUNG SUKUN TERMODIFIKASI HEAT MOISTURE TREATMENT Herry Santosa; Noer Abyor Handayani; Ahmad Dzulfikar Fauzi; Anwar Trisanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2124

Abstract

Beras merupakan sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia.. Seiring dengan bertambahnya penduduk maka kebutuhan beras juga akan meningkat. Jika pemenuhan akan kebutuhan beras tersebut tidak dapat dipenuhi maka dikuatirkan akan menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah berupaya mencegah permasalahan tersebut dengan cara menggerakkan upaya diversifikasi pangan. Salah satunya adalah rekayasa produk berupa beras analog.Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengubah buah sukun menjadi beras analog dengan menerapkan proses modifikasi tepung secara HMT (Heat Moisture Treatment). Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu (1) tahap penetuan variabel paling berpengaruh proses HMT, (2)tahap optimasi variabel paling berpengaruh, dan (3) tahap pembuatan beras analog. Variabel operasi paling berpengaruh dalam modifikasi HMT adalah suhu. Untuk memenuhi kriteria karakterisitk swelling power dan solubillity beras mentik, sebaiknya modifikasi dilakukan pada suhu 100°C, waktu 1 jam dan kadar air 30% w/w. Tepung sukun dapat dicetak menyerupai beras  menggunakan ekstruder. Kata kunci: beras analog, buah sukun, heat moisture treatment

Page 1 of 1 | Total Record : 10