cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2019)" : 12 Documents clear
Analisis Fungsional Upacara Mamunjung dalam Tradisi Umat Hindu Ni Putu Gatriyani
Lampuhyang Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upacara Mamunjung secara fungsional. Dalam analisisnya dilakukan pula analisis terhadap prosesi Mamunjung. Untuk memperoleh data yang lengkap dalam penelitian ini, maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan data digunakan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling, sedangkan untuk pengumpulan data digunakan metode wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan metode deskriptif, teknik induksi dan argumentasi sehingga diperoleh suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada dalam penelitian yang bersifat menyeluruh mengenai upacara mamunjung. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian berupa tujuan upacara mamunjung yaitu sebagai rasa eling (ingat) kepada leluhur, sehingga secara fungsional upacara mamunjung memiliki empat fungsi yaitu: a) fungsi ritual dilihat dari banten ayunan putih kuning beserta bentuk dan caranya menata, b) fungsi adat, dengan adanya adat suatu tempat memiliki pedoman untuk mlelakukan kegiatan yang pasti tidak melanggar adat yang telah diberlakukan, c) fungsi sosial, yaitu saling mengupayakan satu dengan yang lain dan keharmonisan antar anggota keluarga, d) fungsi pendidikan, dicerminkan oleh adanya rasa kebersamaan pada saat pembuatan banten.
Analisis Fungsional Upacara Mamunjung dalam Tradisi Umat Hindu Gatriyani, Ni Putu
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upacara Mamunjung secara fungsional. Dalam analisisnya dilakukan pula analisis terhadap prosesi Mamunjung. Untuk memperoleh data yang lengkap dalam penelitian ini, maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan data digunakan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling, sedangkan untuk pengumpulan data digunakan metode wawancara, observasi dan pencatatan dokumen. Setelah data terkumpul kemudian diolah dengan metode deskriptif, teknik induksi dan argumentasi sehingga diperoleh suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada dalam penelitian yang bersifat menyeluruh mengenai upacara mamunjung. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil penelitian berupa tujuan upacara mamunjung yaitu sebagai rasa eling (ingat) kepada leluhur, sehingga secara fungsional upacara mamunjung memiliki empat fungsi yaitu: a) fungsi ritual dilihat dari banten ayunan putih kuning beserta bentuk dan caranya menata, b) fungsi adat, dengan adanya adat suatu tempat memiliki pedoman untuk mlelakukan kegiatan yang pasti tidak melanggar adat yang telah diberlakukan, c) fungsi sosial, yaitu saling mengupayakan satu dengan yang lain dan keharmonisan antar anggota keluarga, d) fungsi pendidikan, dicerminkan oleh adanya rasa kebersamaan pada saat pembuatan banten.
Determinasi Kultur Sekolah, Disiplin Belajar, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kultur sekolah, disiplin belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiasiswa kelas VI SD Segugus VI Kecamatan Kubu. Penelitian ini adalah penelitian “ex-post facto” dengan jumlah sampel133 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi, analisis data dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,373 dan sumbangan efektifnya sebesar 7,24%, 2) terdapat determinasi yang signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dan sumbangan efektifnya sebesar 11,28%, 3) terdapat determinasi yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,372 dan sumbangan efektifnya sebesar 10,57%, 4) secara bersama sama, terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah, disiplin belajar, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,539 dan kontribusinya sebesar 29,1% terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiadi SD Segugus VI Kecamatan Kubu.
Determinasi Kultur Sekolah, Disiplin Belajar, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Handayani, Ni Nyoman Lisna
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kultur sekolah, disiplin belajar dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiasiswa kelas VI SD Segugus VI Kecamatan Kubu. Penelitian ini adalah penelitian “ex-post facto” dengan jumlah sampel133 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi, analisis data dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,373 dan sumbangan efektifnya sebesar 7,24%, 2) terdapat determinasi yang signifikan antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dan sumbangan efektifnya sebesar 11,28%, 3) terdapat determinasi yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi sebesar 0,372 dan sumbangan efektifnya sebesar 10,57%, 4) secara bersama sama, terdapat determinasi yang signifikan antara kultur sekolah, disiplin belajar, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesia dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,539 dan kontribusinya sebesar 29,1% terhadap prestasi belajar Bahasa Indonesiadi SD Segugus VI Kecamatan Kubu.
Campur Kode dalam Komunikasi Antarpemandu Wisata di Candidasa Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode oleh masyarakat Hindu yang bekerja sebagai pemandu wisata di daerah Candidasa. Data dikumpulkan melalui observasi dengan teknik perekaman dan pencatatan, serta wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan teknit interpretatif dan argumentatif sesuai data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk campur kode dalam komunikasi antarpemandu wisata di Candidasa, yakni campur kode bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke luar), campur kode bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke dalam), campur kode campuran (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam pemakaian bahasa Bali. Ada tujuh faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yakni (1) tidak baiknya penguasaan bahasa di kawasan wisata Candidasa, baik penguasaan bahasa Bali, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, (2) adanya niat untuk menambah gengsi, (3) ingin menunjukkan kebolehan, (4) pencarian jati diri, (5) kebiasaan, (6) ingin bersenda gurau (melucu) dan (7) kesantaian (ketidakformalan) situasi pembicaraan.
Campur Kode dalam Komunikasi Antarpemandu Wisata di Candidasa Juliantari, Ni Kadek
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode oleh masyarakat Hindu yang bekerja sebagai pemandu wisata di daerah Candidasa. Data dikumpulkan melalui observasi dengan teknik perekaman dan pencatatan, serta wawancara. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan teknit interpretatif dan argumentatif sesuai data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk campur kode dalam komunikasi antarpemandu wisata di Candidasa, yakni campur kode bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke luar), campur kode bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Bali (campur kode ke dalam), campur kode campuran (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam pemakaian bahasa Bali. Ada tujuh faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yakni (1) tidak baiknya penguasaan bahasa di kawasan wisata Candidasa, baik penguasaan bahasa Bali, bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, (2) adanya niat untuk menambah gengsi, (3) ingin menunjukkan kebolehan, (4) pencarian jati diri, (5) kebiasaan, (6) ingin bersenda gurau (melucu) dan (7) kesantaian (ketidakformalan) situasi pembicaraan.
Implementasi Ajaran Moksa dalam Tradisi Penguburan Mayat pada Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Timbrah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem I Komang Badra
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bebanten, prosesi, serta mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empiris. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan pencatatan dokumen. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode deskriptif dengan mengunakan tehnik induksi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis-jenis banten yang digunakan dalam penguburan mayat di Desa Pakraman Timbrah sama dengan banten yang digunakan dalam upacara penguburan mayat yang berlaku bagi umat Hindu secara umum di Bali. (2) Ada beberapa keunikan dalam prosesi penguburan mayat di desa ini, seperti: tidak menggunakan dewasa ayu, tidak menggunakan kajang kulit, mayat dikubur dalam keadaan telanjang, dan mayat tidak dibakar layaknya umat Hindu di Bali lainnya. (3) Mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah merupakan simbol pembebasan diri dari ikatan duniawi serta menyatu dalam pelukan Sang Hyang Ibu Pertiwi.
Implementasi Ajaran Moksa dalam Tradisi Penguburan Mayat pada Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Timbrah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Badra, I Komang
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bebanten, prosesi, serta mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empiris. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan pencatatan dokumen. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode deskriptif dengan mengunakan tehnik induksi dan argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis-jenis banten yang digunakan dalam penguburan mayat di Desa Pakraman Timbrah sama dengan banten yang digunakan dalam upacara penguburan mayat yang berlaku bagi umat Hindu secara umum di Bali. (2) Ada beberapa keunikan dalam prosesi penguburan mayat di desa ini, seperti: tidak menggunakan dewasa ayu, tidak menggunakan kajang kulit, mayat dikubur dalam keadaan telanjang, dan mayat tidak dibakar layaknya umat Hindu di Bali lainnya. (3) Mithologi penguburan mayat telanjang di Desa Pakraman Timbrah merupakan simbol pembebasan diri dari ikatan duniawi serta menyatu dalam pelukan Sang Hyang Ibu Pertiwi.
Membaca Teks Berbahasa Bali dalam Gerakan Literasi Nasional pada Pembelajaran Berbasis K13 Sang Ayu Putu Nilayani
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.182

Abstract

Artikel ini membahas tentang Kurikulum 2013, Gerakan Literasi Nasional, dan membahas kegiatan membaca teks berbahasa Bali dalam gerakan literasi nasional pada pembelajaran berbasis K13. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.Untuk mengajegkan dan melestarikan Bahasa Bali, guru dapat memberikan teks-teks atau bahan bacaan lain yang menggunakan bahasa Bali dalam program 15 menit membaca sebelum pembelajaran ini.
Membaca Teks Berbahasa Bali dalam Gerakan Literasi Nasional pada Pembelajaran Berbasis K13 Nilayani, Sang Ayu Putu
LAMPUHYANG Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i2.182

Abstract

Artikel ini membahas tentang Kurikulum 2013, Gerakan Literasi Nasional, dan membahas kegiatan membaca teks berbahasa Bali dalam gerakan literasi nasional pada pembelajaran berbasis K13. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antarunit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia.Untuk mengajegkan dan melestarikan Bahasa Bali, guru dapat memberikan teks-teks atau bahan bacaan lain yang menggunakan bahasa Bali dalam program 15 menit membaca sebelum pembelajaran ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 12