cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2013)" : 11 Documents clear
Pola Asuh Orang Tua dan Sikap terhadap Budi Pekerti (Suatu Perspektif Pendidikan Agama Hindu) I Nengah Dwi Endra Suanthara
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, dengan sikap terhadap budi pekerti siswa SMA Negeri 3 Singaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan pendekatan emperik. Sampel penelitian ini sebanyak 49 orang yang diambil secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola Likert yang dimodifikasi menjadi 4 alternatif pilihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata skor pola asuh orang tua sebesar 103,14 (53%) tergolong cukup baik,sedangkan sikap terhadap budi pekerti sebesar 111,12 (57%) tergolong cukup baik. 2)Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan pola asuh orang tua dengan sikap terhadap budi pekerti siswa SMAN 3 Singaraja.Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pendidikan dan pendidikan Agama Hindu, khusunya bagi para pendidik baik formal, non-formal dan informal. Secara praktis hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembinaan dan peningkatan pola asuh orang tua, dan sikap terhadap budi pekerti siswa SMA Negeri 3 Singaraja.Terkait dengan hasil penelitian ini diajukan beberapa saran yang ditujukan kepada: (1) kepala sekolah SMA Negeri3 Singaraja, (2)bagi guru-guru Agama Hindu dan Bimbingan Konseling,dan (3)orang tua.Bagi yang bersangkutan hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan/keputusan yang lebih bijaksana dan bermanfaat bagi siswa, bangsa dan Negara.
Aplikasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Discovery-Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Singaraja I Wayan Suwendra
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.142

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui aplikasi model Cooperative Learning tipe Discovery-Inquiry dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, dengan subyek penelitiannya berjumlah 31 0rang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan.Metode pengumpulan datanya: observasi dan wawancara untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, dan metode tes (post test) untuk mendapatkan data prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya: memaparkan aktivitas pembelajaran siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi belajarnya melalui metode pengumpulan data tes.Hasil penelitianmenunjukakan : Aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan hasil 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 81%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 75,81, daya serap 75,81%, dan ketuntasan belajar sebesar 58%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 85,65, daya serap 85,65% dan ketuntasan belajar sebesar 100%.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka aplikasi Model Cooperative Learning tipe Discovery-Inquiry ternyata dapat meningkatkan Aktivitas dan Prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi Pendidikan Agama Hindu,agar menerapkan metode ini semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran.
Aplikasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Discovery-Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Singaraja Suwendra, I Wayan
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.142

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa melalui aplikasi model Cooperative Learning tipe Discovery-Inquiry dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, dengan subyek penelitiannya berjumlah 31 0rang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan.Metode pengumpulan datanya: observasi dan wawancara untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, dan metode tes (post test) untuk mendapatkan data prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya: memaparkan aktivitas pembelajaran siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi belajarnya melalui metode pengumpulan data tes.Hasil penelitianmenunjukakan : Aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan hasil 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 81%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 75,81, daya serap 75,81%, dan ketuntasan belajar sebesar 58%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 85,65, daya serap 85,65% dan ketuntasan belajar sebesar 100%.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka aplikasi Model Cooperative Learning tipe Discovery-Inquiry ternyata dapat meningkatkan Aktivitas dan Prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi Pendidikan Agama Hindu,agar menerapkan metode ini semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran.
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS melalui Penggunaan Model Kooperatif Berbantuan Teknik KWL (Studi Pembelajaran Di Sekolah Dasar) I Nyoman Sudirman
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab krisis pembelajaran pendidikan IPS yang disebabkan oleh kurangnya penelitian-penelitian yang mengacu pada penggunaan model-model pembelajaran yang melibatkan tenaga pendidik secara langsung sebagai patner kerja dalam rangka menambah wawasan dan kemampuan mereka dalam melaksanakan profesinya sebagai tenaga pendidik.Penelitian ini dilakukan pada SD Negeri 4 Kaliuntu Singaraja dengan melibatkan guru mitra secara langsung dalam iklim kerjasama yang kolaboratif. Penelitian ini dilakukan dalam dimensi penelitian tindakan yang dilakukan secara daur ulang sebanyak tiga siklus. Penelitian ini berhasil mengungkap temuan penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL bahwa terjadinya peningkatan hasil prestasi IPS dilihat dari perbandingan nilai rata-rata pre-tes dan post-tes yang diperoleh oleh siswa pada masing-masing siklus pembelajaran yang dilaksanakan. Simpulan penelitian ini bahwa: penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL perlu terus ditingkatkan sosialisasi dan penggunaannya dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai upaya menunjang peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPS, sehingga mampu melahirkan warga negara yang mempunyai kemampuan, sikap, dan keterampilan sosial yang memadai dalam melakoni kehidupan bermasyarakat. Secara rinci penelitian ini merumuskan beberapa kesimpulan khusus dan rekomendasi aplikatif sebagai sumbangan bagi penggunaan penelitian sejenis selanjutnya.
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS melalui Penggunaan Model Kooperatif Berbantuan Teknik KWL (Studi Pembelajaran Di Sekolah Dasar) Sudirman, I Nyoman
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab krisis pembelajaran pendidikan IPS yang disebabkan oleh kurangnya penelitian-penelitian yang mengacu pada penggunaan model-model pembelajaran yang melibatkan tenaga pendidik secara langsung sebagai patner kerja dalam rangka menambah wawasan dan kemampuan mereka dalam melaksanakan profesinya sebagai tenaga pendidik.Penelitian ini dilakukan pada SD Negeri 4 Kaliuntu Singaraja dengan melibatkan guru mitra secara langsung dalam iklim kerjasama yang kolaboratif. Penelitian ini dilakukan dalam dimensi penelitian tindakan yang dilakukan secara daur ulang sebanyak tiga siklus. Penelitian ini berhasil mengungkap temuan penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL bahwa terjadinya peningkatan hasil prestasi IPS dilihat dari perbandingan nilai rata-rata pre-tes dan post-tes yang diperoleh oleh siswa pada masing-masing siklus pembelajaran yang dilaksanakan. Simpulan penelitian ini bahwa: penggunaan model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar model pembelajaran kooperatif berbantuan teknik KWL perlu terus ditingkatkan sosialisasi dan penggunaannya dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai upaya menunjang peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPS, sehingga mampu melahirkan warga negara yang mempunyai kemampuan, sikap, dan keterampilan sosial yang memadai dalam melakoni kehidupan bermasyarakat. Secara rinci penelitian ini merumuskan beberapa kesimpulan khusus dan rekomendasi aplikatif sebagai sumbangan bagi penggunaan penelitian sejenis selanjutnya.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Observasional Bandura terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Bola Basket Ditinjau dari Kemampuan Koordinasi Mata dan Tangan (Studi pada Mahasiswa Semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha Tahun 2009/2010) Made Agus Dharmadi
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Observasional Bandura terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Bola Basket Ditinjau dari Kemampuan Koordinasi Mata dan Tangan (Studi pada Mahasiswa Semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha Tahun 2009/2010) Dharmadi, Made Agus
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) I Putu Pranatha Sentosa
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.152

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana.Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen.Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik.(2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik.(4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6)Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal.
Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) Sentosa, I Putu Pranatha
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.152

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana.Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen.Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik.(2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik.(4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6)Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal.
Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Bali Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk campur kode yang dilakukan oleh guru bahasa Bali dalam kegiatan pembelajaran, (2) mengetahui apa faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut, dan (3) mengetahui apakah campur kode dalam pembelajaran bahasa Bali dapat dibenarkan.Kemudian, subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Abang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi campur kode ke dalam pada tataran kata dan kalimat yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Bali di kelas. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yaitu karena sulitnya mencari padanan kata dalam bahasa Bali, sehingga guru terpaksa menggunakan kata dalam bahasa Indonesia, campur kode itu terjadi karena guru menginginkan siswa lebih memahami materi yang dijelaskan, kebiasaan dalam pemakaian, keakraban hubungan partisipan, kesantaainsituasi pembicaraan,topik pembicaraan, internasionalisasi, promosi bahasa, keanekaragaman suku/etnik, peran,ragam bahasa, faktor keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, penutur, dan bahasa. Terakhir, campur kode itu bisa benarkan dengan beberapa alasan, yaitu pertama, campur kode itu bisa dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah lawan bicara di dalam memahami informasi yang kita sampaikan. Kemudian kedua, Campur kode bisa dilakukan, namun dengan catatan, campur kode yang kita gunakan harus memerhatikan bentuk atau unsur kata, frasa, kalimat dari bahasa tertentu agar tidak terjadi kekeliruan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11