cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2018)" : 8 Documents clear
EVALUASI FISIK TABLET PARASETAMOL GENERIK DAN TABLET PARASETAMOL BERMERK DAGANG Deny Kusuma; Eka Dyah Apriliani
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.25

Abstract

Obat tidak dapat dipisahakan dari kehidupan modern untuk memperoleh kesehatan. Banyaknya obat yang beredar baik obat generik atau merk dagang, diperlukan pembuktian secara ilmiah. Tablet parasetamol yang digunakan dalam penelitian ini diasumsikan memenuhi persyaratan yang berlaku menurut Farmakope Indonesia Edisi V, sehingga tidak dilakukan uji kadar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan sifat fisik tablet Parasetamol generik dan merk dagang. Penelitian menggunakan metode deskriptif eskperimental. Analisis data mengunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter pengujian sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, waktu hancur, dan kerapuhan merujuk pada Farmakope Indonesia Edisi V. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji sifat fisik tablet parasetamol generik dan bermerk dagang memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia Edisi V. Hasil analisis SPSS keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, dan kerapuhan berturut-turut 0,000<0,05, 0,000<0,05, 0,000<0,05, dan 0,271>0,05. Kesimpulan sifat fisik tablet parasetamol generik dengan merk dagang memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia Edisi V. Uji keseragaman bobot, kekersaran, dan waktu hancur memiliki perbedaan bermakna, sedangkan uji keseragaman ukuran dan kerapuhan tidak berbeda bermakna berdasarkan analisis menggunakan SPSS.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK MINYAK ZAITUN (Olea europaea) DAN MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) Sunardi; Suryaningtyas
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.26

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan dalam kesehatan rambut, diantaranya yakni minyak kemiri (Aleurites moluccana) dan minyak zaitun (Olea europaea). Pemanfaatan minyak kemiri dan minyak zaitun dalam hal kesehatan rambut perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sediaan krim kombinasi minyak kemiri (Aleurites moluccana) dan minyak zaitun (Olea europaea) dengan formula optimum memiliki sifat fisik yang baik sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Bahan minyak zaitun menggunakan produksi dari PT. Brataco. Minyak kemiri yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pembuatan mandiri dari biji kemiri basah. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan Formulasi 1-5 dengan perbandingan minyak zaitun dan minyak kemiri sebanyak 10g:0g, 7.5g:2.5g, 5g:5g, 2.5g:7.5g, dan 0g:10g. Fase minyak dan fase air dimasukkan kedalam cawan masing-masing kemudian dipanaskan hingga 70oC, kemudian fase minyak dimasukkan dalam fase air dan digerus hingga membentuk masa krim (krim M/A). Formula diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua Formula memiliki stabilitas fisik yang baik sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Formula 2, 3 dan 4 merupakan hasil kombiansi terbaik yang dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya.
UJI FISIK SEDIAAN GEL DENGAN EKSTRAK DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff) DENGAN KOMBINASI HUMEKTAN PROPILEN GLIKOL DAN GLISERIN Andi Wijaya; Linggar Wulan Utami
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.27

Abstract

Latar Belakang : Daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terbukti efektif sebagai penyembuh luka sehingga perlu dikembangkan suatu sediaan farmasi untuk meningkatkan penggunaannya. Salah satu sediaan farmasi yang banyak dikenal masyarakat adalah sediaan gel. Gel memiliki kemampuan penyebaran yang baik, memberikan rasa dingin, dan mudah dicuci dengan air. Namun, penambahan ekstrak ke dalam suatu sediaan gel diketahui dapat mempengaruhi stabilitas fisik sediaan tersebut. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk menguji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff). Hasil dan Kesimpulan : Formulasi sediaan gel dengan kandungan ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) stabil selama 30 hari. Gel ekstrak daun wungu homogen pada bentuk, warna, rasa, dan bau dengan ditunjukkan pada warna yang merata dan mudah dioleskan. Sediaan memiliki pH 6, dengan daya lekat 2 detik, dan uji daya sebar 5,5 cm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) dapat dibuat sediaan farmasi dalam bentuk gel yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik sediaan gel.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN IBU DI APOTEK CITRA GADING FARMA YOGYAKARTA Ajeng Padma Kumala; Ade Hikmah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.28

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan salah satu penyakit yang sering diderita anak. Kasus demam pada anak tidak dapat diabaikan begitu saja. Demam pada anak juga menimbulkan fobia bagi orang tua. Para peneliti melaporkan 80% orang tua cemas ketika anak mengalami demam, dikarenakan pengetahuan orang tua tentang demam masih kurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Observasi peneliti di Apotek Citra Gading Farma terdapat sekitar 90 ibu perbulan yang membeli obat dengan riwayat demam pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persentase pengetahuan ibu dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan ibu dalam penanganan demam pada anak di Apotek Citra Gading Farma. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang menggunakan kuesioner tertutup. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan ibu berpendidikan SD dengan pengetahuan baik sebanyak 1 orang (100%). Ibu berpendidikan SMP dengan pengetahuan baik sebanyak 5 orang (38,5%), cukup sebanyak 8 orang (61,5%). Ibu berpendidikan SMA dengan pengetahuan baik sebanyak 9 orang (37,5%), cukup sebanyak 14 orang (58,3%), kurang sebanyak 1 orang (4,2%). Ibu berpendidikan Perguruan Tinggi dengan pengetahuan baik sebanyak 10 orang (83,3%), cukup sebanyak 2 orang (16,7%). Data diolah dengan SPSS uji korelasi kendalls’tau_b, hasil sig 0,081 > 0,05, H0 diterima maka kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan tingkat pendidikan.
EVALUASI FISIK TABLET PARASETAMOL GENERIK DAN TABLET PARASETAMOL BERMERK DAGANG Deny Kusuma; Eka Dyah Apriliani
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tidak dapat dipisahakan dari kehidupan modern untuk memperoleh kesehatan. Banyaknya obat yang beredar baik obat generik atau merk dagang, diperlukan pembuktian secara ilmiah. Tablet parasetamol yang digunakan dalam penelitian ini diasumsikan memenuhi persyaratan yang berlaku menurut Farmakope Indonesia Edisi V, sehingga tidak dilakukan uji kadar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan sifat fisik tablet Parasetamol generik dan merk dagang. Penelitian menggunakan metode deskriptif eskperimental. Analisis data mengunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter pengujian sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, waktu hancur, dan kerapuhan merujuk pada Farmakope Indonesia Edisi V. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji sifat fisik tablet parasetamol generik dan bermerk dagang memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia Edisi V. Hasil analisis SPSS keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, dan kerapuhan berturut-turut 0,000<0,05, 0,000<0,05, 0,000<0,05, dan 0,271>0,05. Kesimpulan sifat fisik tablet parasetamol generik dengan merk dagang memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia Edisi V. Uji keseragaman bobot, kekersaran, dan waktu hancur memiliki perbedaan bermakna, sedangkan uji keseragaman ukuran dan kerapuhan tidak berbeda bermakna berdasarkan analisis menggunakan SPSS.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK MINYAK ZAITUN (Olea europaea) DAN MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) Sunardi; Suryaningtyas
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan dalam kesehatan rambut, diantaranya yakni minyak kemiri (Aleurites moluccana) dan minyak zaitun (Olea europaea). Pemanfaatan minyak kemiri dan minyak zaitun dalam hal kesehatan rambut perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa sediaan krim kombinasi minyak kemiri (Aleurites moluccana) dan minyak zaitun (Olea europaea) dengan formula optimum memiliki sifat fisik yang baik sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Bahan minyak zaitun menggunakan produksi dari PT. Brataco. Minyak kemiri yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pembuatan mandiri dari biji kemiri basah. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan Formulasi 1-5 dengan perbandingan minyak zaitun dan minyak kemiri sebanyak 10g:0g, 7.5g:2.5g, 5g:5g, 2.5g:7.5g, dan 0g:10g. Fase minyak dan fase air dimasukkan kedalam cawan masing-masing kemudian dipanaskan hingga 70oC, kemudian fase minyak dimasukkan dalam fase air dan digerus hingga membentuk masa krim (krim M/A). Formula diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua Formula memiliki stabilitas fisik yang baik sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Formula 2, 3 dan 4 merupakan hasil kombiansi terbaik yang dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya.
UJI FISIK SEDIAAN GEL DENGAN EKSTRAK DAUN WUNGU (Graptophyllum pictum (L) Griff) DENGAN KOMBINASI HUMEKTAN PROPILEN GLIKOL DAN GLISERIN Andi Wijaya; Linggar Wulan Utami
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) terbukti efektif sebagai penyembuh luka sehingga perlu dikembangkan suatu sediaan farmasi untuk meningkatkan penggunaannya. Salah satu sediaan farmasi yang banyak dikenal masyarakat adalah sediaan gel. Gel memiliki kemampuan penyebaran yang baik, memberikan rasa dingin, dan mudah dicuci dengan air. Namun, penambahan ekstrak ke dalam suatu sediaan gel diketahui dapat mempengaruhi stabilitas fisik sediaan tersebut. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk menguji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff). Hasil dan Kesimpulan : Formulasi sediaan gel dengan kandungan ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) stabil selama 30 hari. Gel ekstrak daun wungu homogen pada bentuk, warna, rasa, dan bau dengan ditunjukkan pada warna yang merata dan mudah dioleskan. Sediaan memiliki pH 6, dengan daya lekat 2 detik, dan uji daya sebar 5,5 cm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum (L) Griff) dapat dibuat sediaan farmasi dalam bentuk gel yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik sediaan gel.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN IBU DI APOTEK CITRA GADING FARMA YOGYAKARTA Ajeng Padma Kumala; Ade Hikmah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Demam merupakan salah satu penyakit yang sering diderita anak. Kasus demam pada anak tidak dapat diabaikan begitu saja. Demam pada anak juga menimbulkan fobia bagi orang tua. Para peneliti melaporkan 80% orang tua cemas ketika anak mengalami demam, dikarenakan pengetahuan orang tua tentang demam masih kurang. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah tingkat pendidikan. Observasi peneliti di Apotek Citra Gading Farma terdapat sekitar 90 ibu perbulan yang membeli obat dengan riwayat demam pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persentase pengetahuan ibu dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan ibu dalam penanganan demam pada anak di Apotek Citra Gading Farma. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang menggunakan kuesioner tertutup. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan ibu berpendidikan SD dengan pengetahuan baik sebanyak 1 orang (100%). Ibu berpendidikan SMP dengan pengetahuan baik sebanyak 5 orang (38,5%), cukup sebanyak 8 orang (61,5%). Ibu berpendidikan SMA dengan pengetahuan baik sebanyak 9 orang (37,5%), cukup sebanyak 14 orang (58,3%), kurang sebanyak 1 orang (4,2%). Ibu berpendidikan Perguruan Tinggi dengan pengetahuan baik sebanyak 10 orang (83,3%), cukup sebanyak 2 orang (16,7%). Data diolah dengan SPSS uji korelasi kendalls’tau_b, hasil sig 0,081 > 0,05, H0 diterima maka kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan tingkat pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8