cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 4, November 2020" : 39 Documents clear
ANALISIS PENGARUH LAYANAN BELANJA ONLINE TERHADAP PERJALANAN BERBASIS RUMAH DAN TEMPAT AKTIVITAS DENGAN METODE SEM James Salim; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8420

Abstract

Transportation is an activity which moving a person or an object from one place to another place. Transportation is done not for desire, it is a derived demand for humans to do the activities for fulfiling their daily needs. Shopping is one of the activities that comply their daily needs. Nowdays, online shopping is a trend. Besides easy to do, online shopping can be done any where and any time because of its online system. Along with the growth of online shopping, a lot of people prefer online shopping rather than traditional shopping to shops, markets, shopping centers and other places. Thisthings could change number of people on doing shopping trips. Thisresearch aimsto find out what factors effects someone’s decision to shop online and find out wether online shopping has a direct effect on shopping trips done by people. Data for this reseach collected by quistionnaire. This research will be done with Structural Equation Modeling (SEM) Method. This research shows that experience and trust are strong factors on someone for making decision to shop online and shows that online shopping did not effect directly to people’s shopping trips.ABSTRAKTransportasi adalah kegiatan perpindahan tempat orang atau suatu benda dari satu tempat ke tempat lainnya. Transportasi dilakukan bukan karena keinginan, melainkan sebuah kebutuhan turunan karena manusia harus melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Belanja adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belanja online sendiri menjadi sangat trend saat ini. Belanja online selain mudah untuk dilakukan, bisa dilakukan kapan saja, dimana saja karena sistemnya yang bersifat online. Seiring dengan perkembangan belanja online, tidak sedikit orang yang lebih memilih melakukan belanja online dibandingkan melakukan belanja langsung ke toko, pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat lainnya. Hal ini bisa jadi mempengaruhi jumlah orang yang melakukan perjalanan belanja. Penelitian ini dilakukan mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan seseorang melakukan belanja online dan mengetahui apakah belanja online berpengaruh secara langsung terhadap perjalanan belanja yang dilakukan masyarakat. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner. Penelitian ini akan menggunakan Metode Structural Equation Modeling atau SEM. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengalaman dan kepercayaan adalah dua faktor yang kuat dalam penentuan keputusan seseorang melakukan belanja online dan belanja online tidak mempengaruhi perjalanan belanja secara langsung
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA BANGUNAN HIGH RISE DI REPUBLIK INDONESIA Theodorus Alvin Satrya; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8366

Abstract

Developments in construction industry are growing rapidly, making it more competitive among contractors. Factors like cost, financial status, enviromental and quality control, safety management, project team and trained labor become a consideration for choosing a contractor to do certain project. The labor itself consuming almost 30 until 50 percent of total project’s cost. Labor its very closely related to productivity where the lower productivity rate, the more chance delay will occur. The purpose of this research is to identify factors that affecting labor productivity at high rise building construction. The Methodology of this research is survey where the corespondents are who currently working or had been working as staff at high rise construction. After that, the result of the survey being tested for validity and reliability. After the validity and reliability test, these factors are being ranked to see what is the strongest factor that affecting labor productivity. There are 23 factors that affecting labor productivity and these factors comes from 4 main group factor which is Management, Technical factor, the labor, and external factor. From these 4 group, management group factor is the most affecting labor productivity and supervision of the worker is the most affecting labor productivity. ABSTRAKDewasa ini, perkembangan pada dunia konstruksi kian pesat serta persaingan antar kontraktor semakin ketat. Faktor-faktor seperti biaya, status keuangan, pengendalian lingkungan, manajemen mutu, manajemen keamanan, project team, dan para tenaga kerja yang terlatih menjadi pertimbangan penting saat pemberian tugas ke kontraktor. Tenaga kerja sendiri menyumbang biaya sebesar 30% sampai dengan 50% dari nilai total proyek dan tenaga kerja erat kaitannya dengan produktivitas dimana semakin rendah produktivitas tenaga kerja maka semakin besar peluang terjadi keterlambatan pada pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pada bangunan High Rise di Republik Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dimana kuesioner ditujukan kepada staff yang pernah bekerja di proyek bangunan High Rise di Republik Indonesia. Setelah itu hasil survey akan diuji validitas dan uji reliabilitas lalu terakhir dilakukan pemberian peringkat pada faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Terdapat 23 faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dimana faktor-faktor ini merupakan bagian dari 4 Grup faktor yaitu faktor manajemen, faktor teknis, faktor tenaga kerja, dan faktor eksternal. Dari ke-empat grup faktor ini, yang paling mempengaruhi yaitu Grup Faktor Manajemen dan dari 23 faktor yang paling mempengaruhi yaitu pengawasan/supervisi terhadap tenaga kerja.
ANALISIS PENGARUH KETEBALAN WEB TERHADAP KEAMANAN BOX GIRDER AKIBAT VARIASI SUDUT KELENGKUNGAN HORIZONTAL PADA JEMBATAN Michael Michael; FX Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8367

Abstract

In general, bridges are made in a straight shape, but with complex geometries, topographic factors, and efforts to prevent congestion, horizontal curved bridges are used at highways and toll roads. In building a bridge, good planning is needed especially in terms of strength. However, the use of improper dimensions will cause a bridge to be over-designed or under-designed. Therefore, the purpose of this research is to determine the effect of web thickness on the safety of prestressed concrete box girder due to variations in the horizontal curvature angle on the bridge. The span length of the analysed bridge is 60 m with a roller-joint placement and a single span bridge type. The angular variation of the horizontal curved bridge used are 0°, 15°, and 30°. The analysis was carried out using the Midas Civil 2020 program in accordance with the SNI 1725 : 2016 loading standard. The results of this analysis indicate that with increasing the thickness of prestressed concrete box girder web, it will cause increased stress and deflection on the bridge. Pada umumnya jembatan dibuat dengan bentuk lurus, namun dengan adanya geometri yang kompleks, faktor topografi, dan upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan, jembatan lengkung horizontal digunakan pada simpang susun jalan raya dan jalan tol. Dalam membangun suatu jembatan, diperlukan perencanaan yang baik terutama dari segi kekuatan. Akan tetapi, dengan penggunaan dimensi yang tidak tepat akan menyebabkan suatu jembatan menjadi over-designed atau under-designed. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ketebalan web terhadap keamanan prestressed concrete box girder akibat variasi sudut kelengkungan horizontal pada jembatan. Panjang bentang jembatan yang dianalisis adalah 60 m dengan perletakan sendi-rol dan jenis jembatan single span. Variasi sudut jembatan lengkung horizontal yang digunakan adalah 0°, 15°, dan 30°. Analisis dilakukan dengan menggunakan program Midas Civil 2020 sesuai dengan standar pembebanan SNI 1725 : 2016. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya ketebalan web prestressed concrete box girder, akan menyebabkan meningkatnya tegangan dan juga defleksi pada jembatan.
ANALISIS FONDASI RAFT PILE BANGUNAN TINGGI TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN DI SEKITAR Giovann Giovann; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8297

Abstract

Raft pile is an option for high rise building that has more than 30 stories on soft to moderate soil conditions. Either spun pile or bored pile can be used as the pile foundation. This study focuses on 34-story building that is constructed near electric rail train station, where the soil type is dominantly clay with average N-SPT 20 – 30, there is also thin layer of soil with N-SPT 60. The study compares two types of piles, 30 m depth floating pile and 32 m depth end bearing pile, where the raft thickness is 2 m. The study was conducted by calculating the bearing capacity and settlement with formulas based from correlations of N-SPT and the N-SPT data. Midas 3D also used to simulate the settlement of the building and settlement around the building. The results show that for bored pile with depth of 30 and 32 m respectively has settlement of 20,757 cm and 3,0475 cm while the settlement around the building consecutively is around 10 – 11 cm and 1,5 – 2 cm. Bearing capacity of bored pile with 30 m depth is around 1593,6779 – 5382,5954 kN while bored pile with 32 m depth  is around 1978,9153 – 6021,3859 kN.Fondasi rakit merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk bangunan tinggi lebih dari 30 lantai pada tanah kondisi lunak sampai sedang. Untuk jenis fondasi tiang dapat digunakan tiang bor atau tiang pancang. Dalam penelitian ini dilakukan studi fondasi bangunan 34 lantai yang didirikan dekat dengan stasiun kereta rel listrik di mana lapisan tanah dominan lempung dengan N-SPT rata-rata 20 – 30 dan juga ada nilai N-SPT 60 namun berupa lapisan tipis. Studi dilakukan dengan membandingkan dua jenis tiang yaitu tiang dengan daya dukung friksi kedalaman 30 m dan tiang dengan daya dukung ujung kedalaman 32 m dengan ketebalan fondasi rakit 2 m. Studi dilakukan dengan menghitung daya dukung serta penurunan menggunakan pendekatan rumus-rumus berdasarkan data N-SPT dan korelasi dari data N-SPT, juga dilakukan simulasi Midas 3D untuk mengetahui besar penurunan yang terjadi di sekitar bangunan. Dari hasil studi banding diperoleh penurunan fondasi tiang 30 m dan tiang 32 m berturut-turut sebesar 20,757 cm dan 3,0475 cm sedangkan penurunan sekitarnya diperoleh berturut-turut 10 – 11 cm dan 1,5 – 2 cm. Daya dukung yang diperoleh tiang 30 m berkisar 1593,6779 – 5382,5954 kN dan tiang 32 m berkisar 1978,9153 – 6021,3859 kN.
EFEKTIVITAS SECANT PILE DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN BAMBU, CRUSHED STONE, KAYU, PASANGAN BATA, DAN MORTAR Jason Jason; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8755

Abstract

Saat ini, proses perkembangan infrastruktur di Indonesia berkembang dengan pesat. Salah satu permasalahan yang ada adalah terbatasnya ketersediaan lahan sehingga basement menjadi solusi yang banyak dipilih. Masalah utama dalam pembangunan basement yang sering dihadapi adalah adanya pembangunan tinggi di sekitarnya sehingga dibutuhkan struktur dinding penahan tanah yang dapat menjaga kestabilan tanah akibat beban yang ada di permukaan. Dinding penahan tanah merupakan salah satu elemen penting dalam pekerjaan konstruksi yang paling dasar, yang dapat mempengaruhi pekerjaan konstruksi secara keseluruhan. Elemen ini berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan tanah urug ataupun tanah asli yang labil. Pada dasarnya, dinding penahan tanah merupakan elemen konstruksi yang sudah digunakan sejak bertahun-tahun lalu. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka digunakan secant pile. Penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan batu kali, kayu, bambu pada secant pile yang akan menjadi alternatif lain cor-an bentonite pada tahap kedua pelaksanaan pekerjaan secant pile. Pada penelitian ini juga akan membandingkan efektifitas secant pile dengan menggunakan bantuan bambu, crushed stone, kayu, pasangan bata, dan mortar
ANALISIS KAPASITAS LATERAL PADA FONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK PADA TANAH PASIR Morris Cho; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8423

Abstract

Fondasi ialah bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh fondasi dan beratnya sendiri kedalam tanah dan batuan yang terletak dibawahnya. Pada jurnal ini, dilakukan analisa kapasitas lateral tiang tunggal dan tiang kelompok pada tanah pasir. Untuk dapat menganalisis tiang pancang tunggal dan tiang kelompok pada tanah pasir dalam kondisi elastic dapat dilakukan dengan metode analisis statik non linier atau analisis pushover. Analisis pushover adalah prosedur analisis untuk mengetahui keruntuhan suatu bangunan dengan memberikan suatu pola beban statik tertentu dalam arah lateral yang besarnya akan ditingkatkan secara bertahap sampai struktur tersebut mencapai target displacement tertentu atau mencapai pola keruntuhan tertentu. Dari hasil analisis pushover terhadap suatu tiang dihasilkan kurva yang menghubungkan antara base shear dan roof displacement atau disebut kurva kapasitas. Dari kurva kapasitas tersebut dapat dilihat perilaku suatu tiang dari kondisi elastis sampai plastis hingga mengalami kegagalan. Dengan adanya kurva kapasitas yang diperoleh, kita dapat melihat tingkat kinerja suatu tiang berdasarkan metode spektrum kapasitas berdasarkan peraturan ATC-40 dan Pushover Analysis of Underground Structures. The foundation is part of an engineering system that forwards the burden supported by the foundation and its own weight into the soil and rocks beneath. In this journal, an analysis of the lateral capacity of single piles and group piles is carried out on sandy soil. To be able to analyze a single pile and group piles on sandy soil in elastic conditions can be done by non-linear static analysis or pushover analysis. Pushover analysis is an analysis procedure to determine the collapse of a building by providing a certain static load pattern in the lateral direction whose magnitude will be increased gradually until the structure reaches a certain displacement target or reaches a certain collapse pattern. From the results of pushover analysis on a pile, a curve that connects the base shear and roof displacement is called a capacity curve. From the capacity curve, it can be seen the behavior of a pile from elastic to plastic conditions to failure. With the obtained capacity curve, we can see the level of performance of a pile based on the capacity spectrum method based on ATC-40 regulations and Pushover Analysis of Underground Structures.
ANALISIS KOEFISIEN PEKERJAAN PEMBESIAN PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Eric Leonardy; Jane Sekarsari
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8393

Abstract

Accurate estimate is very necessary before a project run. The goals get a time and money efficiency with good quality. Cost estimation has an important element, namely the coefficient value. There are often problems in calculating prices caused by coefficient values. This study was conducted to find out whether the will gain better than the reference coefficient values in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016. Data is taken from 2 studies that discuss the iron fabricating. Processing data into coefficient values using a method known as Time motion and Study, and the calculation get the results that study A has a coefficient ratio of 22,86% and 11,43% in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016 while study B gets a coefficient comparison of 468,57% and 234,29% in SNI 7394-2008 and PermenPUPR28-2016. This happens because of the effect of worker productivity and the number of workers used on the data from each study. The results can be concluded that calculating the coefficient value of workers recommended to be done. This is to know whether the coefficient of workers used is more efficient than the coefficient values from references, because the coefficient of workers are not always better than the coefficients in the references. ABSTRAKMelakukan estimasi yang akurat adalah sangat perlu sebelum suatu proyek akan berjalan. Tujuannya  mendapatkan biaya yang kecil, waktu yang cepat, dan mutu yang baik agar proyek berjalan tanpa hambatan. Estimasi biaya memiliki elemen penting, yaitu nilai koefisien. Namun sering terjadi permasalahan pada perhitungan harga yang disebabkan nilai koefisien. Maka studi dilakukan untuk mengetahui apakah nilai koefisien dai pekerja yang digunakan akan menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan nilai koefisien acuan pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016. Data diambil dari 2 studi yang membahas mengenai pekerjaan pembesian. Kemudian pengolahan data produktivitas menjadi nilai koefisien menggunakan metode yang dikenal dengan Time motion and Study, dan hasil perhitungan mendapatkan hasil bahwa studi A memiliki perbandingan koefisien 22,86% dan 11,43% pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016 sedangkan studi B mendapatkan perbandingan koefisien 468,57% dan 234,29% pada SNI7394-2008 dan PermenPUPR28-2016. Hal ini terjadi karena pengaruh produktivitas pekerja dan jumlah pekerja yang digunakan pada data dari tiap studi. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa melakukan perhitungan nilai koefisien pekerja sangat disarankan untuk dilakukan. Hal ini untuk mengetahui apakah nilai koefisien pekerja yang digunakan  lebih efisien dibandingkan nilai koefisien dari acuan yang sudah ada, karena koefisien pekerja yang digunakan belum tentu lebih baik dibandingkan koefisien pada acuan SNI7394-2006 dan PermenPUPR28-2016.
ANALISIS PENGARUH LAYANAN PESAN MAKANAN ONLINE TERHADAP PERJALANAN BERBASIS RUMAH DAN BERBASIS TEMPAT AKTIVITAS Vincentius Vincentius; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8391

Abstract

Transportation is the movement of people or goods using equipment or vehicles to and from geographically separated places. The development of technology in Indonesia affects daily lifestyles, such as the existence of the internet, so that Indonesian people can now access various information quickly and easily. With the existence of an online food ordering service, it is easier for people to order food without having to go out or travel. This can affect the number of people who travel out to buy food. This study was conducted to determine what factors play a role in a person's decision to order online and find out whether online food ordering has a direct effect on trips to buy food directly by the public, and to find out the comparison of online food order services. The data for this research is collected through online questionnaires. This research will use the One-Sample T-test Test Method. From the results of the study found that service and trust are two influential factors in determining someone's decision to order food online, and respondents choose GrabFood application better in service. ABSTRAKTransportasi adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis. Perkembangan teknologi yang ada di Indonesia mempengaruhi gaya hidup sehari hari seperti dengan adanya internet, sehingga masyarakat Indonesia kini dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat dan mudah. Dengan adanya layanan pesan makanan online masyarakat lebih mudah memesan makanan tanpa harus keluar atau berpergian. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan keluar untuk membeli makanan. Penelitian ini dilakukan mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan seseorang melakukan pesan online dan mengetahui apakah pesan makanan online berpengaruh secara langsung terhadap perjalanan membeli makanan langsung yang dilakukan masyarakat, dan untuk mengetahui perbandingan layanan pesanan makanan online. Data untuk penelitian didapatkan melalui kuesioner online. Penelitian ini akan menggunakan Metode Uji One Sample T-test. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pelayanan dan kepercayaan adalah dua faktor yang kuat dalam penentuan keputusan seseorang melakukan pesan makanan online dan responden memilih aplikasi GrabFood lebih baik dalam pelayanan.
PENGARUH ELECTRONIC ROAD PRICING TERHADAP KONDISI LALU LINTAS RUAS JALAN KUNINGAN Fernando Nathaniel; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8421

Abstract

Electronic road pricing is a prepaid road which is used to decrease the traffic volume with using Electronic road pricing gate on the road that applied ERP and using In-Vehicle Unit device. The high number of vehicle volume at jakarta become one of the main reason of applying electronic road pricing. On this study will be discussed about the condition of Kuningan road traffic situation, this road is a main access for people especially to work and shopping. to analyze the vehicle volume will be using direct observation method to got the volume, velocity and intensiveness of the traffic. direct observation will be used to watch vehicle such as motorcycle, light vehicle and weight vehicle. with observation data we will get graphic about the connectivity between velocity and intensiveness that will be modified with questionnaire. questionnaire data will be spreaded out to get the percentage of decreased volume and estimated price for electronic road pricing. This study is expected to learn the electronic road pricing with most efficient price to decreased the vehicle volume at Kuningan road. ABSTRAKElectronic Road Pricing adalah jalan berbayar yang digunakan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dengan cara memasangkan gate Electronic Road Pricing pada jalan yang akan dikenai ERP dan memasang In-Vehicle Unit. Tingginya volume kendaraan di Jakarta menjadi alasan utama diterapkan Electronic Road Pricing. Pada penelitian ini, dibahas mengenai kondisi lalu lintas jalan Kuningan, ruas jalan ini merupakan akses pengguna jalan untuk menuju perkantoran dan tempat perbelanjaan. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda dua, kendaraan ringan dan kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase penurunan volume dan perkiraan harga Electronic Road Pricing untuk mengurangi volume lalu lintas. Diharapkan pada analisis penelitian ini dapat mengetahui biaya Electronic Road Pricing yang paling efisien untuk mengurangi volume kendaraan pada ruas jalan Kuningan.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENGARUH DOMINAN KETERLAMBATAN PROYEK AKIBAT RANTAI PASOK PADA PENGADAAN PELAT BETON PRACETAK Firena Bian Saputri; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8417

Abstract

One way that can be done to speed up the duration of the project is to use precast concrete slabs. However, the use of precast concrete slab elements in the project can be ineffective if in the order stage, production stage, until the delivery stage of precast concrete elements to the project site is not managed properly, which can cause delays in project duration. Therefore, the use of precast concrete slabs is very dependent on the supply chain management. To anticipate this risk, it is necessary to identify what are the dominant factors in the supply chain that affect the procurement of precast concrete slabs which can cause delays in project duration. The initial influence factors were collected through a literature study and interviews with a number of practitioners, followed by a survey using a questionnaire to a number of project actors in projects using precast concrete slabs. The Likert scale 1-5 is used to measure the level of influence of a factor identified on project delays. By using factor analysis techniques, as many as three groups of dominant supply chain factors affecting the procurement of precast concrete slabs were found, namely special factors, technical factors, and human error factors.ABSTRAKSalah satu cara yang dapat dilakukan demi mempercepat durasi proyek adalah menggunakan pelat beton pracetak. Namun, penggunaan elemen pelat beton pracetak di proyek bisa tidak efektif apabila dalam tahap pemesanan, tahap produksi, hingga tahap pengiriman elemen beton pracetak ke lokasi proyek tidak dikelola dengan baik, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Oleh sebab itu, penggunaan pelat beton pracetak sangat bergantung pada manajemen rantai pasokannya. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, perlu adanya identifikasi mengenai faktor dominan apa saja pada rantai pasok yang mempengaruhi pengadaan pelat beton pracetak yang dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Faktor pengaruh awal dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara kepada sejumlah praktisi, dilanjutkan dengan survei menggunakan kuesioner kepada sejumlah pelaku proyek di proyek yang menggunakan pelat beton pracetak. Skala Likert 1-5 digunakan untuk mengukur tingkat pengaruh suatu faktor yang diidentifikasi terhadap keterlambatan proyek. Dengan menggunakan teknik analisis faktor, sebanyak tiga kelompok faktor dominan rantai pasok yang berpengaruh pada proses pengadaan pelat beton pracetak ditemukan, yaitu faktor khusus, faktor teknis, dan faktor human error.

Page 1 of 4 | Total Record : 39