cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 4, November 2020" : 39 Documents clear
ANALISIS ALTERNATIF PERBAIKAN TANAH LUNAK DAN SANGAT LUNAK PADA JALAN TOL Christian Eka Putra; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8382

Abstract

The existence of soft soil is one of the problems in the field of construction. Soft soil is soil that has high water content and low carrying capacity. In the case of this toll road, soil investigation at the site shows that the subgrade in the toll road planning is soft clay soil to a depth of 32 meters so that soil improvement is needed. High landfill built on soft subgrade without reinforcement will experience landslides. So it is necessary to strengthen the landfill and repair the subgrade to prevent road slides. The soil improvement methods in use are vacuum preloading and Prefabricated Vertical Drain with the vacuum functioning as an additional load. In addition to accelerating the consolidation process, the vacuum can also reduce the height of the embankment needed to achieve the desired planned road elevation. Strengthening with geotextile is also carried out on the landfill with a height of 5.94 meters so that there is no landslide on the fill. Using soil improvement methods such as vacuum preloading and prefabricated vertical drain will increase the bearing capacity of the soil so that differences in bearing capacity occur before and after repair. AbstrakKeberadaan tanah lunak menjadi salah satu masalah dalam bidang konstruksi. Tanah lunak adalah tanah yang memiliki kadar air yang tinggi dan daya dukung yang rendah. Pada kasus jalan tol ini, penyelidikan tanah di lokasi menunjukan bahwa tanah dasar pada perencanaan jalan tol merupakan tanah lempung lunak hingga kedalaman 32 meter sehingga dibutuhkan perbaikan tanah dasar. Timbunan tinggi yang dibangun di atas tanah dasar lunak tanpa perkuatan akan mengalami kelongsoran. Sehingga diperlukan perkuatan timbunan dan perbaikan tanah dasar untuk mencegah kelongsoran jalan. Metode perbaikan tanah yang digunakan adalah vacuum preloading dan Prefabricated Vertical Drain dengan vacuum berfungsi sebagai beban tambahan. Selain mempercepat proses penurunan, vacuum juga dapat mengurangi tinggi timbunan yang dibutuhkan untuk mencapai elevasi jalan rencana yang diinginkan. Perkuatan dengan geotextile juga dilakukan pada timbunan dengan tinggi yang mencapai 5.94 meter supaya tidak terjadi kelongsoran pada timbunan tersebut. Dengan menggunakan metode perbaikan tanah berupa vacuum preloading dan prefabricated vertical drain akan meningkatkan daya dukung tanah sehingga akan diketahui perbedaan daya dukung yang terjadi sebelum dan sesudah diperbaiki.
PEMODELAN STUDI KASUS VACUUM PRELOADING UNTUK MEMPREDIKSI PENURUNAN BERDASARKAN DATA PENGAMATAN PADA TANAH REKLAMASI Andi Sulistio; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8799

Abstract

Reclamation is the process of making new land by landfill, previously land are used to edge of the sea, riverbeds, lake beds or pond area. With the initial soil condition that contains a lot of water, it is necessary to remove the existing water content so that the capacity of the soil is sufficient to occupy the planned capacity. The objective strength accordance with the new functional land, which in this study case is planned to be used for highway. One of the most effective ways is soil vacuum preloading to increase the soil capacity. This system is done by inserting sheets which are filled with plastic sheets and wrapped in geotextiles so that soil particles will not be sucked up. This method is generally assisted by additional loads on the ground surface such as heap or surcharge water load to increase the pressure which applied to the soil. The analysis carried out was taken from the toll road construction project in the North Jakarta area which was carried out on the reclamation land area. In this case study modeling, the depth of prefabricated vertical drain used an average of 14 meters with distance of every 1 meter. Reklamasi merupakan proses pembuatan lahan baru dengan melakukan penimbunan tanah, dimana sebelumnya lahan dapat merupakan area pinggir laut, sungai, maupun tambak. Dengan kondisi awal lahan yang banyak mengandung air, maka diperlukan proses mengeluarkan kadar air yang ada agar daya dukung tanah memenuhi kekuatan yang direncanakan. Daya dukung disesuaikan  dengan fungsional baru lahan, dalam studi kasus ini difungsikan sebagai landasan jalan tol. Salah satu cara paling efektif dalam memperbaiki tanah reklamasi adalah menggunakan sistem vacuum preloading. Sistem ini dilakukan dengan memasukkan lembaran yang dalamnya berisi lembaran plastik dan dibungkus dengan geotekstil agar partikel tanah dapat tidak ikut terhisap. Lembaran ini digunakan sebagai media untuk jalur menghisap air menggunakan mesin vakum. Pada umumnya proses ini dibantu dengan tambahan beban pada permukaan tanah seperti timbunan atau genangan air untuk menambah tekanan yang diberikan pada tanah. Semakin besar tekanan yang diberikan ke dalam tanah, maka akan mempercepat proses konsolidasi atau keluarnya air dari dalam tanah. Analisis dilakukan pada proyek pembangunan jalan tol di Jakarta Utara yang dilakukan diatas area lahan reklamasi. Pada pemodelan studi kasus ini kedalaman prefabricated vertical drain yang digunakan rata-rata 14 meter dengan jarak setiap 1 meter. 
ANALISIS KAPASITAS JARINGAN DRAINASE DENGAN APLIKASI HEC-RAS DI KELURAHAN KEDOYA UTARA Mario Mario; Arianti Sutandi; Vittorio Kurniawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8445

Abstract

Kedoya Utara Village is an area which is almost always flooded with a height that can reach 1 m every year. Therefore, this study was conducted to determine whether the inundation is caused by channel capacity factors. This study will discuss 9 PHB channels found in Kedoya Utara Village. The data used in this study were obtained from the West Jakarta Water Resources Office, BMKG, and field measurements. Based on calculations obtained 4 channels that have a discharge plan that exceeds the channel capacity of 0,0797-5,7168 m3/s, so the channel dimensions need to be enlarged from 0-2,45 m for the width of the channel base, 0-2,3 m for the width of the section over the channel, and 0,25-0,65 m for the channel height. From the modeling results it is found that the water level for the four channels exceeds the height of the channel causing flooding in the area around the 4 channels. The location of the flood is in accordance with the reality on the ground. In 2016 the four canals were flooded with almost the same rainfall and the deepest inundation point was on Jalan Panjang. ABSTRAKKelurahan Kedoya Utara merupakan wilayah yang hampir selalu tergenang banjir dengan ketinggian yang bisa mencapai 1 m setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakakah genangan tersebut disebabkan oleh faktor kapasitas saluran. Penelitian ini akan membahas 9 saluran PHB yang terdapat di Kelurahan Kedoya Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, BMKG, dan pengukuran ke lapangan. Berdasarkan perhitungan didapat 4 saluran yang memiliki debit rencana yang melebihi kapasitas saluran sebesar 0,0797-5,7168 m3/s, sehingga dimensi saluran perlu diperbesar 0-2,45 m untuk lebar dasar saluran, 0-2,3 m untuk lebar bagian atas saluran, dan 0,25-0,65 m untuk tinggi saluran. Dari hasil permodelan didapat bahwa ketinggian muka air untuk keempat saluran tersebut melebihi tinggi saluran sehingga menyebabkan terjadinya banjir pada daerah di sekitar 4 saluran tersebut. Lokasi banjir tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Pada tahun 2016 keempat saluran tersebut tergenang banjir dengan curah hujan yang hampir sama dan titik genangan terdalam berada di Jalan Panjang.
KEBUTUHAN LAYANAN TRANSPORTASI UMUM BAGI PENGGUNA KURSI RODA DI JABODETABEK Raymond Teng; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8399

Abstract

Public transportation is a service for transporting large quantities of passengers, managed with a specific schedule, having a fixed route, and charged a certain amount of cost on each trip. The most commonly used public transportation in Jabodetabek is KRL, MRT, and Transjakarta. Passengers using public transportation consist of disabled and non-handicapped. Wheelchair users use public transportation to support their daily activities. If there is a wheelchair users, public transportation company demanded to provide priority service. However, after a wheelchair-prioritized service is provided, a complaint from a wheelchair users appears. This article aims to anylize existing condition of public transportation service needs for wheelchair users with one sample T-Test method. The results defined the priority area and the presence of officers are less satisfy for wheelchair users. The Infrastructure such as lift, toilet, counter, corridor, access doos/exit, ramp, also gap for wheelchair users according to both respondents of wheelchair users are not satisfactory enough. Non-disability users are also not much provide assistance for wheelchair users.  ABSTRAKTransportasi umum adalah layanan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, dikelola dengan jadwal tertentu, memiliki rute yang tetap, dan dikenakan sejumlah biaya pada setiap perjalanan. Transportasi umum yang paling sering digunakan di Jabodetabek adalah KRL, MRT, dan Transjakarta. Penumpang yang menggunakan transportasi umum terdiri dari penyandang disabilitas dan non-disabilitas. Penyandang disabilitas pengguna kursi roda menggunakan transportasi umum untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Terdapatnya pengguna kursi roda, membuat perusahaan transportasi umum dituntut untuk memiliki layanan priortias transportasi umum. Namun setelah diberikan layanan prioritas pengguna kursi roda, muncul keluhan dari pengguna kursi roda. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting kebutuhan layanan transportasi umum bagi pengguna kursi roda dengan metode One Sample T-Test. Hasil yang didapat menyatakan area prioritas dan keberadaan petugas kurang memuaskan bagi pengguna kursi roda. Infrastruktur seperti lift, toilet, loket, koridor, pintu akses masuk/keluar, ramp, juga celah untuk pengguna kursi roda menurut kedua responden pengguna kursi roda tidak cukup memuaskan. Pengguna non-disabilitas juga belum banyak yang memberikan bantuan untuk pengguna kursi roda.
PENGARUH CHANGE ORDER TERHADAP BIAYA, MUTU, DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Hendy Eka Putra; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8233

Abstract

The implementation of the construction project caused miscommunication, this made the contract became a reference during implementation. In the implementation of construction projects, there are often changes that not according to contract, for example: work volume changes, specifications changes, type or method of work changes, schedules changes , design changes, and others. These changes are commonly known as change orders. There are several things that cause a change order, for example: incompletable contract, design does not fit in the field, unsupportive weather, and others. This research is to determine the effect of change order in the aspects of cost, quality, and time in multi-storey building construction projects. Researchers used data from the responses of respondents consisting of contractors, consultants, and owners. The questionnaire made proposes several aspects of change orders and their effects on cost, quality, and time. Analysis of research data was carried out with the help of the SmartPLS 3.0 application program. The influence of change orders on costs is the lack of costs due to the addition of work items, while on quality is the quality decrease due to additional work volume, and on time is the delay in project completion due to changes in completed work.ABSTRAKPelaksanaan proyek konstruksi menyebabkan terjadi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh pihak yang terlibat, hal ini membuat kontrak menjadi sangat penting dan menjadi acuan selama pelaksanaan. Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan-perubahan yang akhirnya tidak sesuai dengan kontrak sebelumnya contohnya seperti: perubahan volume pekerjaan, perubahan spesifikasi, perubahan jenis atau metode pekerjaan, perubahan jadwal, perubahan design, dan lain-lain. Perubahan ini umum sekali terjadi dalam proyek konstruksi dan lebih sering dikenal sebagai change order.  Ada beberapa hal yang menyebabkan perlunya dilakukan change order, misalnya: kontrak yang dibuat tidak lengkap, design yang ada tidak sesuai dengan kondisi lapangan, cuaca yang tidak mendukung, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh change order dalam aspek biaya, mutu, dan waktu dalam proyek konstruksi gedung bertingkat. Peneliti menggunakan data dari hasil tanggapan responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, dan pemilik. Kuesioner yang dibuat mengajukan beberapa aspek mengenai change order serta pengaruhnya terhadap biaya, mutu, dan waktu. Analisis data penelitian dilakukan dengan bantuan program aplikasi SmartPLS 3.0. Pengaruh change order terhadap biaya adalah kurangnya biaya akibat penambahan item pekerjaan, sedangkan terhadap mutu adalah menurunnya kualitas bangunan akibat penambahan volume pekerjaan, dan terhadap waktu adalah terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek akibat perubahan pekerjaan yang telah selesai.
ANALISIS TEGANGAN PADA TEROWONGAN BAWAH TANAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yessy Yessy; Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8286

Abstract

Construction of tunneling in Indonesia is a new thing to be implemented, especially in the capital city of Jakarta, which has land issues for surface transportation. In the construction stage of tunnels, the problem of deformation and stress to the surface of the excavation needs to be considered carefully. Therefore, the purpose of this paper is to analyze the stresses and deformations that occur in underground tunnels during the construction stage using the finite element method. Modeling is done in full 3 dimensions using a finite element based MIDAS GTS NX program. The results of the study showed that the increase in construction stage, the value of deformation that occurs in development will increase. It also occurs in stress, the more construction phases increase the greater the stress value. Shield release has an effect on increasing the stress, causing the stress to increase even greater. This study uses a hybrid mesher element to model the soil and tunnel layers. From this modeling is expected to be the beginning of complex and good tunnel modeling in the future.Keywords: Tunnel, MIDAS GTS NX, stress, Deformation, construction stage, finite element method.
KARAKTERISTIK MEKANIS CAMPURAN LASTON ATAS DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA Nathanael Nathanael; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8403

Abstract

The flexible pavement is burdened by a high volume of traffic vehicles leads to damage to the road. The innovation of the use of steel waste can also be one of the efforts to minimize the damage of the plight because steel waste is a good conductor and can help manage the surrounding waste to reduce the negative impact of waste on the community. Through this research, the mechanical characteristics of waste steel as added material will be tested for the type of asphalt concrete wearing course. Thus it will be known benefits of use of steel  waste against asphalt mixture. . By using the waste of steel with the size of ±. 0,5 cm and with a variation  of 0,25%, 0,5%, 0,75%, and 1% and the optimum asphalt rate obtained from previous research at 5,7%. Once obtained characteristic data Marshall mixture, the research continue to determine the optimum material level with a narrow range method and performed mechanistic analysis of empirical using KENPAVE. , Then the results of the test can be seen in the characteristic Marshall, which is where these values are based on the general specifications of the Directorate General of Bina Marga Edition 2018.ABSTRAKPerkerasan lentur yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan terjadinya kerusakan pada jalan. Salah satu inovasi yang dapat digunakan untuk meminimalisir kerusakan lapis perkerasan dengan menggunakan limbah bubutan baja sebagai bahan tambah. Limbah bubutan baja merupakan konduktor yang baik, penggunaan bubutan baja ini juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mengelola limbah yang ada di sekitar agar mengurangi dampak negatif limbah terhadap masyarakat. Melalui penelitian ini, karakteristik mekanis limbah bubutan baja sebagai bahan tambah akan diuji untuk jenis campuran asphalt concrete wearing course (AC – WC). dengan demikian akan diketahui manfaat penggunaan limbah bubutan baja terhadap campuran aspal. Dengan menggunakan limbah bubutan baja yang sudah dipotong hingga ukuran ±.0,5 cm dan dengan kadar variasi sebesar 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% serta kadar aspal optimum yang didapat dari penelitian sebelumnya, yaitu sebesar 5,7%. Setelah didapatkan data karakteristik Marshall campuran, penelitian dilanjutkan untuk menentukan kadar bahan optimum dengan metode narrow range dan dilakukan analisis mekanistik empiris menggunakan KENPAVE. Kemudian hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada karakteristik Marshall , yang dimana nilai-nilai tersebut berdasarkan Spesifikasi Umum Direktorat Jendral Bina Marga Edisi 2018.
ANALISIS TINGKAT KETEPATAN WAKTU KRL COMMUTER LINE TANAH ABANG - RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN TANAH ABANG) David Siwi; Dewi Linggasari; Hokbyan R. S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8414

Abstract

KRL Commuter Line as one of the transportation options is preferred in Jabodetabek because of its ability to meet the needs of large quantity of passengers. The title of this thesis is the Punctuality Analysis of the Commuter Line KRL Tanah Abang – Rangkasbitung Line (Case Study: Tanah Abang Station). The purpose of this study is to identify the departure’s punctuality towards the Green Line KRL schedule and classifying the departure delay rate and determining a solution to reduce the delay rate on the Green Line KRL. The method used is an online questionnaire and a field survey. Then it is analyzed by Gap Analysis in order to obtain information about the individual characteristics of Green Line KRL users in Tanah Abang Station. Tanah Abang Station respondents are 71% men and 29% women, consist 72%. users who aged 21% -30 years. 79.3% originated from DKI Jakarta Province with a S1 degree of 61%, the data shows that the passenger is 74% students. With expense ranged Rp 1,000,000 - Rp 2,000,000 per month. Most passengers use train to go to school/home. 76.8% respondents use KRL upon needs.ABSTRAKSalah satu moda transportasi yang diminati masyarakat Jabodetabek adalah KRL Commuter Line karena kemampuannya menampung penumpang dalam jumlah besar menjadikan KRL Commuter Line sebagai salah satu moda transportasi yang sangat diminati masyarakat luas. Judul penelitian ini adalah Analisis Tingkat Keterlambatan KRL Commuter Line Lintas Tanah Abang- Rangkasbitung (Studi Kasus: Stasiun Tanah Abang). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi ketepatan waktu keberangkatan KRL Green Line dengan penjadwalannya di Stasiun Tanah Abang serta mengklasifikasikan tingkat keterlambatan keberangkatan KRL  Green Line dan menentukan solusi untuk mengurangi tingkat keterlambatan keberangkatan KRL Green Line. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuesioner online dan survei lapangan. Lalu dianalisis dengan Gap Analysis agar didapatkan informasi mengenai karateristik individu dan karateristik perjalanan pengguna  KRL Green Line di Stasiun Tanah Abang. Pengguna Stasiun Tanah Abang mayoritas laki – laki sebesar 71% dan Wanita 29% , berdasarkan data responden, didominasi konsumen berumur 21 – 30 tahun sebesar 72 %. Didapat sebesar 79,3% berdomisilli dari Provinsi DKI Jakarta berpendidikan S1 sebesar 61% sehingga data menunjukan profesi konsumen adalah sebesar 74% pelajar/mahasiswa. Dengan pengeluaran rata-rata per bulan sebesar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000. Rata-rata menunjukan bahwa konsumen Stasiun Tanah Abang menggunakan KA untuk sekolah/pulang. Responden sepakat bahwa frekuensi penggunaan KA bersifat sesuai kebutuhan (76,8%).
ANALISIS HUBUNGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN PADA PROYEK Andi Lay Wirawan; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8365

Abstract

The construction industry in general can be categorized as activities that contain a lot of elements of danger and very risky for accidents. Occupational safety and health management system (SMK3) is the one of factors in a construction project. Implementation of “SMK3” needs to do to provide a good, safe and comfortable working environment, but it is also useful for avoiding work accidents. This study aims to determine the relationship between the factors of the application of “SMK3” to the level of accidents whether correlated or not, so we get the factors that apply the safety management system and work health which is most related to the accident rate. The research method used is quantitative descriptive method, namely by distributing questionnaires that have been prepared previously. Then the data processing is done with the help of an applied program to obtain the results of the validity test, reliability test, normality test and correlation results using the Pearson Product Moment method. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis produced 14 variables that correlated with the accident rate with the most influential factor being the availability of danger signs on the project.ABSTRAKIndustri kontruksi pada umumnya dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya dan sangat berisiko untuk terjadinya kecelakaan. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor utama dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi. Penerapan SMK3 perlu dilakukan untuk memberikan suasana lingkungan kerja yang baik, aman, dan nyaman, selain itu juga berguna untuk menghindari kecelakaan kerja. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan faktor penerapan sistem manajemen keselamatam dan kesehatan kerja terhadap tingkat kecelakaan apakah berkorelasi atau tidak, sehingga didapatkan faktor penerapan SMK3 yang paling berhubungan dengan tingkat kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode diskriptif kuantitatif yaitu dengan penyebaran kuesioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Lalu pengolahan data dilakukan dengan bantuan program terapan untuk didapatkan hasil uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan hasil korelasi dengan menggunakan metode pearson product moment. Hasil dari analisis korelasi pearson product moment menghasilkan 14 variabel yang berkorelasi terhadap tingkat kecelakaan dengan faktor yang paling berpengaruh adalah ketersediaan rambu-rambu tanda bahaya pada proyek.
ANALISIS PENGARUH BENTUK DAN LOKASI BUKAAN PADA BALOK TINGGI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Anthony Fariman; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8320

Abstract

ABSTRAKBalok tinggi beton bertulang merupakan salah satu struktur khusus yang dapat memikul beban cukup besar dan umumnya digunakan sebagai transfer girder, struktur lepas pantai, struktur dinding, dan pondasi. Kehadiran bukaan pada balok tinggi dapat memfasilitasi jalur saluran AC, saluran pipa, jaringan kabel dan lain-lain. Dengan adanya bukaan pada balok tinggi dapat memberikan beberapa efek samping yaitu terjadinya diskontinuitas geometri, tegangan terdistribusi non-linier pada balok tinggi, berkurangnya kekuatan dari balok, dan timbulnya konsentrasi tegangan di sekitar bukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dari kehadiran bukaan pada balok tinggi di atas dua perletakan (sendi-rol) dan dibebani beban terpusat di tengah bentang balok lalu memvariasikan bentuk bukaan (persegi, persegi panjang, dan lingkaran) dan lokasi bukaan. Tegangan lentur pada balok tinggi dan konsentrasi tegangan yang terjadi di sekitar bukaan merupakan hal yang akan dibahas dalam penelitian. Analisis akan dibantu dengan Midas FEA yang merupakan program berbasis elemen hingga dan  pemodelan dilakukan dengan elemen solid tiga dimensi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa kehadiran bukaan pada balok tinggi menyebabkan kenaikan tegangan secara signifikan. Lokasi dari bukaan yang mendekati daerah tengah bentang balok juga sangat mempengaruhi besarnya tegangan yang terjadi.ABSTRACTReinforced concrete deep beam is one of the special structures that can carry quite a big load and generally used as a transfer girder, offshore structure, wall structure, and foundation. The appearance of openings in deep beams can facilitate AC pipelines, plumbing pipes, cable networks, etc. The existence of openings in deep beams can provide a few side effects such as geometric discontinuity, non-linear stress distributions over the deep beams, reduced strength of the deep beams, and stresses concentration will emerged around the openings. The purpose of this research is to analyze the effects from the existence of openings in deep beams on two supports (hinge and roller) and loaded by concentrated load in mid-span then variate the shape of openings (square, rectangle, and circle) and location of the openings. Flexural stresses in deep beams and the stress concentrations that occur around the openings are discussed in this research. The analysis will be assisted by Midas FEA which is a finite element based program and modelling will be executed in three dimensional solid elements. The result of this analysis showed that the existence of the openings in deep beams can cause stresses to increase significantly high. The location of the openings close to the mid-span of the deep beams also affect the amount of the stresses that occurs.

Page 3 of 4 | Total Record : 39