Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SOFT SYSTEM METHODOLOGY AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT IN DESIGNING PUBLIC PARK Silia silia Yuslim; Hendrik Sulistio
International Journal on Livable Space Vol. 4 No. 2 (2019): MANAGING AND ACCOMMODATING LIVABILITY
Publisher : Jurusan Arsitektur - FTSP - Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/livas.v4i2.5991

Abstract

ABSTRACT In DKI Jakarta, the quantity and quality of public parks need to be increased since they are not well cared of as most public spaces which resulted in the absence of visitors. Hypotheses arise that this condition may be related to inaccurate public park management. This paper is an attempt to acquire a conceptual framework related to competency requirements needed in designing public parks that focus on Soft System Methodology and Resource Management. This is a literature study coupled with interviews with those who are involved in the provision and use of public parks. Through Delphi's analysis, it reveales that a successful design of public park entails non-technical competency requirements related to "building relationships" involved with all parties integrated. Keyword: Project Human Resource Management, Public Park Design, Soft System Methodology
SUSTAINABLE LANDSCAPE DESIGN CONCEPTS FOR GREEN OPEN SPACE MANAGEMENT Silia Yuslim; Hendrik Sulistio
SINERGI Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2021.2.012

Abstract

To achieve the target of 30% of the total area's green space area, causing Jakarta and other big cities to make efforts to accelerate the provision of green space. Efforts to provide and manage it did not go as expected. The problem lies in the planning, implementation, utilization, and control relating to institutions, financing, and community participation. That causes the management of Green Open Space (GOS) is not running effectively and efficiently. The main problem is the unavailability of clear guidelines on implementing green space management and ineffective phasing related to the determination of terms of reference with budget constraints. Based on previous research, the concept of sustainable landscape design in harmony with sustainable development is the right way to solve this problem. This study aims to discuss how the concept of sustainable landscape design can be bundled by governance involved in managing green space using action research based on soft systems methodology. It will provide a conceptual model of packaging efforts so that it becomes a reference in various actions to provide and manage green space to achieve effective and efficient GOS management.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK SERPONG GARDEN APARTMENT Felix Septian Wijaya; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5828

Abstract

Proyek konstruksi selalu penuh dengan ketidakpastian, misalnya dalam hal ketidakpastian waktu penyelesaian, yang dapat menyebabkan risiko kerugian baik bagi kontraktor maupun pemilik proyek. Untuk meminimalkan dampak risiko tersebut, telah dikembangkan metode penjadwalan dengan mempergunakan durasi probabilistik salah satunya adalah Metode Monte Carlo. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo dengan berdasarkan durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survei pada pihak kontraktor Serpong Garden Apartement. Simulasi pada skripsi ini menggunakan software Crystal Ball dan distribusi data yang digunakan adalah distribusi triangular. Setelah dilakukan simulasi ini selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, optimis, paling disukai, dan pesimis. Perbedaan jadwal yang di analisis dan di bandingkan adalah durasi akhir proyek dan besar probabilitas selesainya sesuai dengan jadwal.Hasil dari perbandingan jadwal yang dilakukan pada skripsi ini terdapat perbedaan penjadwalan pada durasi akhir yakni durasi optimis selama 80 minggu, durasi paling disukai selama 114 minggu, durasi pesimis selama 157 minggu, dan durasi hasil simulasi selama 123 minggu. Perbedaan jadwal pada proyek Serpong Garden Apartement bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode Monte Carlo adalah lama durasi dan besar probabilitas penyelesaian proyek. Lama durasi jadwal rencana selama 121 minggu dengan probabilitas sebesar 37.16%. Sedangkan durasi hasil metode Monte Carlo selama 123 minggu dengan probabilitas sebesar 48.32%.
ANALISIS KORELASI FAKTOR-FAKTOR PENERAPAN K3 TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN DAN TINGKAT KEPARAHAN PADA PROYEK KONSTRUKSI Daniel Wynalda; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2257

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor utama dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Kesehatan dan keselamatan kerja itu sendiri sangat mempengaruhi tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi. Rendahnya penerapan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja disebabkan oleh rendahnya pemahaman terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat dipengaruhi oleh kualitas manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Kualitas manajemen kesehatan dan keselamatan kerja itu sendiri lebih kurang dapat menentukan bagaimana penerapan faktor-faktor K3 yang dilakukan di proyek. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja tersebut berhubungan dengan tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan. Oleh karena itu, dalam penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan faktor-faktor K3 yang berpengaruh signifikan atau berkorelasi faktor-faktor penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan. Dalam penelitian digunakan metode Pearson Product Moment sehingga didapatkan korelasi antara penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditunjukan dengan nilai r. Sebelum melakukan analisis menggunakan metode Pearson Product Moment data diambil dengan menyebarkan kuesioner terhadap para responden yang merupakan pekerja di proyek konstruksi. Hasil dari analisis metode Pearson Product Moment tersebut menghasilkan 12 variabel yang berkorelasi signifikan terhadap tingkat kecelakaan dengan faktor yang paling berpengaruh membuang material sisa/sampah dan 11 variabel yang berkorelasi signifikan terhadap tingkat keparahan dengan faktor yang paling berpengaruh ketersediaan APD dan alat pemadam kebakaran.
WASTE MATERIAL BETON PADA PROYEK KONSTRUKSI DI JAKARTA Kevin Liman; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i1.7066

Abstract

Waste material can be interpreted as undesirable or valueless material for ordinary or primary purposes in the manufacture or use. This study aims to determine how much the remaining material that occurs in concrete construction work and the form of handling carried out to prevent material waste. The purpose of this study was to determine how much material waste occurred, losses caused by material waste and to find out the cause of material waste. The research sample taken was a low rise building project in Jakarta and its surroundings. The method used in data collection is field observations and interviews. Data obtained in the form of Bill of Quantity, working drawings, or monthly reports. Data analysis using quantitative analysis to determine the largest type of material and losses in concrete work calculated by the regression method assisted by the SPSS program to get the large losses that occur in concrete construction work. The results obtained are the largest residual construction material in concrete construction is 7.05% for low rise building projects in Jakarta and surrounding areas and losses (%) that have a regression such as the following Y = -1.640 + 0.669 X1 + 0.481 X2 + 0.098 X3.AbstrakWaste material can be interpreted as undesirable or valueless material for ordinary or primary purposes in the manufacture or use. This study aims to determine how much the remaining material that occurs in concrete construction work and the form of handling carried out to prevent material waste. The purpose of this study was to determine how much material waste occurred, losses caused by material waste and to find out the cause of material waste. The research sample taken was a low rise building project in Jakarta and its surroundings. The method used in data collection is field observations and interviews. Data obtained in the form of Bill of Quantity, working drawings, or monthly reports. Data analysis using quantitative analysis to determine the largest type of material and losses in concrete work calculated by the regression method assisted by the SPSS program to get the large losses that occur in concrete construction work. The results obtained are the largest residual construction material in concrete construction is 7.05% for low rise building projects in Jakarta and surrounding areas and losses (%) that have a regression such as the following Y = -1.640 + 0.669 X1 + 0.481 X2 + 0.098 X3.
PERANCANGAN OTOMATIS PERHITUNGAN EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C# Rudi Desmanto; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10471

Abstract

Earned Value Analysis is one of the methods used in project control to integrate costs and time. Earned Value Analysis is calculated using the C# programming language assistance tool to implement the Gudang Garam Nasional construction work. The method used is Earned Value Analysis. This study's results are equipped with a clear description of the steps that must be taken when starting programming in the C# programming language. For the calculation results of Earned Value Analysis using the Earned Value Analysis program - Rudto 2020 on several Gudang Garam Nasional projects from week 1 to week 2. (1) North Aceh Gudang Garam Nasional has poor cost performance and good timing; (2) Indramayu Gudang Garam Nasional has poor performance and poor costs; (3) Demak Gudang Garam Nasional has poor cost and time performance; (4) Jepara Gudang Garam Nasional has good cost performance but poor time performance; (5) Pati Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance; (6) Pamekasan Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance. ABSTRAKEarned Value Analysis merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengendalian proyek untuk mengintegrasikan biaya dan waktu. Earned Value Analysis dihitung dengan menggunakan alat bantuan bahasa pemrograman C# pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi Gudang Garam Nasional. Metode yang digunakan adalah Earned Value Analysis. Hasil Penelitian ini dilengkapi deskripsi secara jelas langkah-langkah yang harus dilakukan ketika memulai pembuatan program dengan bahasa pemrograman C#. Untuk hasil perhitungan Earned Value Analysis dengan menggunakan program Earned Value Analysis – Rudto 2020 pada beberapa proyek Gudang Garam Nasional dari minggu ke-1 hingga minggu ke-2. (1) Gudang Garam Nasional Aceh Utara memiliki kinerja biaya yang buruk dan waktu yang baik; (2) Gudang Garam Nasional Indramayu memiliki kinerja yang buruk dan biaya yang buruk; (3) Gudang Garam Nasional Demak memiliki kinerja biaya dan waktu yang buruk; (4) Gudang Garam Nasional Jepara kinerja biaya yang baik namun kinerja waktu yang buruk; (5) Gudang Garam Nasional Pati memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik; (6) Gudang Garam Nasional Pamekasan memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik.
PENGARUH PRODUKTIVITAS TERHADAP BIAYA PEKERJAAN FABRIKASI BESI PROYEK INDONESIA 1 DENGAN METODE CREW BALANCE CHART Yulius Kelvin; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2618

Abstract

Produktivitas merupakan faktor yang mempengaruhi berbagai macam hal dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Pada proyek konstruksi banyak ditemukan pemborosan biaya dikarenakan rendahnya produktivitas dari pekerja, yang cenderung disebabkan oleh banyaknya waktu tidak produktif yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan. Untuk memperoleh data produktivitas, proses pelaksanaan suatu pekerjaan akan didata dan ditampilkan dalam bentuk diagram yang disebut Crew Balance Chart (CBC). Besaran produktivitas ini kemudian akan ditingkatkan untuk membandingkan biaya dari pekerjaan fabrikasi tulangan pada proyek Indonesia 1 dalam kondisi real dan optimal serta menghitung kerugian yang diperoleh akibat rendahnya produktivitas. Penelitian ini akan menggunakan metode observasi dengan video camera dan wawancara untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan. Data yang diambil dengan cara merekam dan mencatat waktu produktif dan waktu tidak produktif dari pekerjaan fabrikasi tulangan. Waktu produktif dan tidak produktif ini akan diproses dan dihitung dengan matematika sederhana untuk mendapatkan waktu produktivitas tenaga kerja dan mengetahui koefisien produktivitas tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa produktivitas para pekerja yang terlibat kurang baik. Hal ini terbukti dari rendahnya waktu produktif para pekerja selama bekerja di lapangan, di mana waktu produktif dari para pekerja berkisar di angka 50%. Hal ini berimbas pada timbulnya pemborosan biaya pekerjaan fabrikasi tulangan. Pekerjaan yang seharusnya hanya memakan biaya sebesar Rp 287.799.030,30, justru mengeluarkan biaya sebesar Rp 301.564.489,40. Akibatnya, timbul kerugian akibat kelebihan biaya pekerjaan fabrikasi tulangan ini, yaitu sebesar Rp 13.765.459,14.
PENGARUH CHANGE ORDER TERHADAP BIAYA, MUTU, DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Hendy Eka Putra; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8233

Abstract

The implementation of the construction project caused miscommunication, this made the contract became a reference during implementation. In the implementation of construction projects, there are often changes that not according to contract, for example: work volume changes, specifications changes, type or method of work changes, schedules changes , design changes, and others. These changes are commonly known as change orders. There are several things that cause a change order, for example: incompletable contract, design does not fit in the field, unsupportive weather, and others. This research is to determine the effect of change order in the aspects of cost, quality, and time in multi-storey building construction projects. Researchers used data from the responses of respondents consisting of contractors, consultants, and owners. The questionnaire made proposes several aspects of change orders and their effects on cost, quality, and time. Analysis of research data was carried out with the help of the SmartPLS 3.0 application program. The influence of change orders on costs is the lack of costs due to the addition of work items, while on quality is the quality decrease due to additional work volume, and on time is the delay in project completion due to changes in completed work.ABSTRAKPelaksanaan proyek konstruksi menyebabkan terjadi perbedaan pendapat yang disebabkan oleh pihak yang terlibat, hal ini membuat kontrak menjadi sangat penting dan menjadi acuan selama pelaksanaan. Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan-perubahan yang akhirnya tidak sesuai dengan kontrak sebelumnya contohnya seperti: perubahan volume pekerjaan, perubahan spesifikasi, perubahan jenis atau metode pekerjaan, perubahan jadwal, perubahan design, dan lain-lain. Perubahan ini umum sekali terjadi dalam proyek konstruksi dan lebih sering dikenal sebagai change order.  Ada beberapa hal yang menyebabkan perlunya dilakukan change order, misalnya: kontrak yang dibuat tidak lengkap, design yang ada tidak sesuai dengan kondisi lapangan, cuaca yang tidak mendukung, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh change order dalam aspek biaya, mutu, dan waktu dalam proyek konstruksi gedung bertingkat. Peneliti menggunakan data dari hasil tanggapan responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, dan pemilik. Kuesioner yang dibuat mengajukan beberapa aspek mengenai change order serta pengaruhnya terhadap biaya, mutu, dan waktu. Analisis data penelitian dilakukan dengan bantuan program aplikasi SmartPLS 3.0. Pengaruh change order terhadap biaya adalah kurangnya biaya akibat penambahan item pekerjaan, sedangkan terhadap mutu adalah menurunnya kualitas bangunan akibat penambahan volume pekerjaan, dan terhadap waktu adalah terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek akibat perubahan pekerjaan yang telah selesai.
PRODUKTIVITAS PEKERJA DALAM PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING BATA DENGAN METODE CREW BALANCE CHART Eddy Putra; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8352

Abstract

The determination of the magnitude of value of productivity is the first step that must be conducted to determine magnitude of increase productivity that can be applied in construction projects. The determination of value of productivity requires the completeness of data obtained from workers data collection. Data collection displayed in form of Crew Balance Chart to get unproductive time and coefficient of workers based on field conditions in the installation of brick and to increase the productivity of workers on construction project of Residential Houses Cempaka Baru. Methods of data collection using observations in the field, as well as the data processed by using simple math. From the results of the research known to time is unproductive time of workers on the job installation of brick wall construction projects Cempaka Baru on front area is 9,711%, and on back area is 48,737% so it can be called that workers in the front area is quite productive while the workers in back area tend to be not productive. The productivity of workers front area amounted to 0,98 m2/h while productivity in ideal conditions can reach 1,33 m2/h, while that for back area the productivity 1,53 m2/h while productivity ideally 2,25 m2/h.ABSTRAKPenentuan besarnya nilai produktivitas merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk mengetahui besarnya peningkatan produktivitas yang dapat diterapkan dalam proyek konstruksi. Penentuan nilai produktivitas memerlukan kelengkapan data yang didapat dari pendataan pekerja. Pendataan pekerja ini ditampilkan dalam bentuk diagram Crew Balance Chart untuk mendapatkan waktu tidak produktif dan koefisien pekerja berdasarkan kondisi lapangan dalam pekerjaan pemasangan dinding bata serta dapat meningkatan produktivitas pekerja pada proyek konstruksi Rumah Tinggal Cempaka Baru. Metode pengumpulan data dalam crew balance chart menggunakan observasi di lapangan, serta data diolah dengan menggunakan matematika sederhana. Dari hasil penelitian diketahui waktu tidak produktif pekerja pada pekerjaan pemasangan dinding bata proyek konstruksi Cempaka Baru pada area depan 9,711% dan pada area belakang 48,737% sehingga dapat dapat disebut pekerja pada area depan cukup produktif sementara pekerja pada area belakang cenderung tidak produktif. Produktivitas pekerja pada area depan sebesar 0,98 m2/jam sedangkan produktivitas dalam kondisi ideal dapat mencapai 1,33 m2/jam, sementara itu untuk area belakang produktivitasnya sebesar 1,53 m2/jam sedangkan produktivitas idealnya 2,25 m2/jam.
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PERUMAHAN DJAJAKUSUMAH RESIDENCE Hanifah Amelia; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5831

Abstract

Pemilihan material pada konstruksi sebuah bangunan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai perencanaan proyek yang efisien. Terdapat berbagai macam pilihan material mulai dari material komposit sampai dengan material non komposit. Dengan menggunakan value engineering dapat memungkinkan tercapainya perencanaan proyek yang efisien. Pada proyek perumahan djajakusumah residence terdapat beberapa pekerjaan konstruksi. Pekerjaan dinding merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki biaya tertinggi sehingga memiliki kemungkinan untuk dilakukan value engineering. Penelitian ini bertujuan untuk memndapatkan pilihan material terbaik untuk pekerjaan dinding menggunakan value engineering. Alternatif yang terdapat untuk pilihan material dinding dalam penelitian ini adalah bata merah, batako dan m-panel. Material dinding pada desain awal proyek djajakusumah residence adalah bata ringan. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penelitian ini dengan membandingkan antara net present value (NPV) dengan value masing-masing alternatif.  Didapatkan hasil perbandingan antara NPV dengan value untuk desain awal bata ringan sebesar 5.34, bata merah sebesar 5.46, batako sebesar 4.87, dan m-panel sesbesar 5.05. Berdasarkan perbandingan tersebut didapatkan bahwa yang tertinggi adalah bata merah dengan hasil perbandingan 5.46 dan biaya konstruksi yang dimiliki bata merah adalah Rp52,942,866,059.83, sehingga menghemat biaya desain awal sebesar Rp 258,762,864.47. Dapat dinyatakan bahwa bata merah merupakan alternatif yang terbaik pada proyek perumahan djajakusumah residence.