cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 1, Februari 2021" : 30 Documents clear
EVALUASI KONDISI 1KM RUAS JALAN M.H. THAMRIN MENGGUNAKAN METODE IRAP UNTUK MENCAPAI STAR RATING 4 Andre Joshua; Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10508

Abstract

The number of road accidents in Indonesia is very high and continues to increase, one of the causes is that there are still many roads that have not applied specific safety principles in their planning designs. To overcome this, it is necessary to implement a strategy to improve road safety using existing methods. In this study, the IRAP method was used to improve the safety of the M.H. Thamrin to achieve a 4 star rating.From the results of the study, it was found that the existing road segment was very good for vehicle occupant because it had reached a 5 star, it was functional for motorcyclist and bicyclist because it had reached 3 stars, but it was still dangerous for pedestrian because only reaches 2 stars. So it is necessary to do a countermeasure to increase the star rating to 4 stars for all road users. So that we get a final star rating of 5 stars on vehicle occupant and motorcyclist, 4 stars for bicyclist and pedestrian. By calculating BCR, the result is more than 1, which means that the treatment option is feasible to be realized.ABSTRAKJumlah kecelakaan di jalan raya di Indonesia sangatlah tinggi dan terus meningkat, salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya ruas jalan yang belum menerapkan prinsip-prinsip keselamatan secara khusus dalam desain perencanaannya. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan strategi peningkatkan keselamatan jalan menggunakan metode yang ada. Pada penelitian ini digunakan metode IRAP untuk meningkatkan keselamatan ruas jalan M.H. Thamrin untuk mencapai star rating 4. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ruas jalan eksisting sudah sangat bagus bagi moda kendaraan berpenumpang karena sudah mencapai bintang 5, sudah laik fungsi bagi moda sepeda motor dan sepeda karena sudah mencapai bintang 3, namun masih berbahaya bagi pejalan kaki karena hanya mencapai bintang 2. Maka  perlu dilakukan countermeasure untuk meningkatkan star rating menjadi bintang 4 pada semua pengguna jalan. Sehingga didapat star rating akhir bintang 5 pada kendaraan berpenumpang dan sepeda motor, bintang 4 pada pesepeda dan pejalan kaki. Melalui perhitungan BCR didapat hasil lebih dari 1, yang berarti opsi penanganan layak untuk di realisasikan.
ANALISIS PENGARUH TEKANAN AIR PORI PADA LERENG YANG DIPERKUAT DENGAN GEOTEKSTIL Satria Seprianto; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10552

Abstract

ABSTRACTInfrastructure development in Indonesia is growing  rapidly. With the large number of infrastructure developments in various slope topographies, it is one of the locations that is part of this development. The slope area is prone to landslides so that strengthening is necessary. One of the reinforcement that can be done is with geotextiles. In its installation, it is necessary to calculate the correct length and strength of the geotextile for reinforcement. The tensile strength and length of the geotextile as well as the parameters of the embankment affect the safety factor of slope construction. One of the factors being considered is the pore water pressure which reduces the slope strength. So that the results of this study will show how much the influence of pore water pressure on slope reinforcement with geotextiles. After analysis, it was found that the increase of pore water pressure resulted in decreasing of slope safety factor.ABSTRAKPembangunan infarstruktur di Indonesia berkembang sangat pesat. Dengan banyaknya pembangunan imfrastruktur di berbagai topografi lereng menjadi salah satu lokasi yang menjadi bagian dalam pembangunan tersebut. Daerah lereng rawan akan terjadinya longsor sehingga perlu dilakukan perkuatan. Salah perkuatan yang dapat dilakukan adalah dengan geotekstil. Dalam pemasangannya dibutuhkan perhitungan panjang dan kuat geotekstil yang tepat untuk perkuatan. Kuat tarik dan panjang geotekstil serta parameter tanah timbunan mempengaruhi faktor keamanan konstruksi lereng. Salah satu faktor yang dipertimbangkan adalah tekanan air pori yang menjadi penurunan kekuatan lereng. Sehingga hasil studi ini akan menunjukkan seberapa besar pengaruh tekanan air pori pada perkuatan lereng dengang geotekstil. Setelah dilakukannya analisis didapatkan bahwa kenaikan tekanan air pori mengakibatkan penurunan nilai faktor keamanan lereng.
PENDAURAN LAHAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DENGAN PERBAIKAN TANAH SECARA MEKANIS Indra Bhaswara Purnomosidy; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10701

Abstract

In recent decades Indonesia has experienced a massive population boom, as such adequate facilities are needed. One thing that can be done is the usage of land for landfills to become the providing land for said infrastructure. This study uses the library research method for its processing or it is also called library research for data comparison. The data sources used are primary and secondary data derived from Google Scholar. The data will be analyzed using descriptive analysis method. The theoretical basis used is the theory of soil improvement methods and the handling of leachate as well as methane gas. The final result of the research is a results comparison of settlement and the bearing capacity of the soil that has undergone improvement and the soil that has not undergone improvement. From the research it can be concluded that the suitable method for landfill improvement is Stone Column. Pertumbuhan penduduk di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir meningkat sehingga dibutuhkan fasilitas yang memadai, salah satunya dengan memakaian lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sarana infrastruktur. Penelitian ini menggunakan metode library research yang disebut juga penelitian kepustakaan dengan membandingkan data. Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder dari Google Scholar. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Landasan teori digunakan adalah teori Metode Perbaikan Tanah dan penanganan Lindi serta Gas Metana. Hasil akhir dari penelitian adalah perbandingan hasil penurunan dan daya dukung tanah sebelum perbaikan dan setelah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang cocok untuk pebaikan tanah TPA mengunakan Stone Column.
ANALISIS PENYEBAB BANJIR KELURAHAN JATAKE - TANGERANG Bryan Jeremia Parulian Harianja; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10533

Abstract

A flood is a natural disaster that occurs due to various factors, and there are lots of losses caused by flooding. In the Jatake-Tangerang district, floods were recorded as high as 30-50 cm during February 2020. This study aims to determine the factors that cause flooding in the area to find solutions. In this study, several things need to be analyzed: rainfall, channel capacity, and existing channel conditions. Rainfall was analyzed using the Chi-Square and Kolmogorov-Smirnov methods to determine the type of distribution to be used. The existing plan's capacity is analyzed using the Manning method to determine the discharge, which will be compared with the discharge due to rainfall that occurs using the rational method. Based on the results of the calculation of 6 of the 73 channels reviewed, it cannot accommodate the discharge due to the rainfall that occurs. It is necessary to plan a new channel to change the channel's dimensions that do not meet. After the analysis was carried out, it could be concluded that the flooding in the Jatake-Tangerang area was caused by a lack of capacity of the existing canal, area contours, garbage, and sediment at the bottom of the channel. ABSTRAKBanjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi karena berbagai faktor dan banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat banjir. Di wilayah Kelurahan Jatake-Tangerang tercatat mengalami banjir setinggi 30-50 cm selama bulan Februari 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut sehingga bisa dicari solusinya. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang perlu dianalisis yaitu curah hujan, kapasitas saluran dan kondisi saluran eksisting. Curah hujan dianalisis dengan metode Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov untuk menentukan jenis distribusi yang akan digunakan. Kapasitas rencana eksisting dianalisis dengan metode Manning untuk mengetahui debitnya yang akan dibandingkan dengan debit akibat curah hujan yang terjadi menggunakan metode rasional. Berdasarkan hasil perhitungan 6 dari 73 saluran yang ditinjau tidak mampu menampung debit akibat curah hujan yang terjadi, maka perlu dilakukan perencanaan saluran baru untuk mengubah dimensi saluran yang tidak memenuhi. Setelah analisis dilakukan dapat disimpulkan bahwa banjir di kawasan Jatake-Tangerang disebabkan oleh kurangnya kapasitas saluran eksisting, kontur wilayah, sampah dan sedimen di dasar saluran.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN DAK BETON BERTULANG ANTARA METODE BIM DENGAN KONVENSIONAL Raymond Jonathan; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10473

Abstract

With the development of technologies, some engineers still have a limit about technologies that can help them on their project. One of the technologies in the construction field is Building Information Modelling (BIM). BIM is an innovation from Information Communication Technology (ICT) in the construction world. Applications from BIM used in this research are Cubicost Take-off Architecture & Structure (TAS) for concrete working volume calculation and Cubicost Take-off Reinforcement Bar (TRB) for reinforcement working volume calculation. In this research, the writer aims to compare the calculation of roof plate working volume between the Building Information Modeling method with the conventional method. On concrete working volume calculation with Cubicost TAS, the calculation has the same number as conventional calculation or having 0% differential. The working volume calculation between Cubicost TRB and conventional calculation has an accurate result with a differential of 0.59% on reinforcement. The calculation process with Cubicost, which has an automatic system, is shorter and not taking much time than the conventional one, which has a step-by-step process and formula that the writer should be studied first. ABSTRAKSeiring berkembangnya teknologi, masih terdapat engineer yang dapat dikatakan terbatas dalam pengetahuan teknologi yang dapat membantu pengerjaan proyek mereka. Salah satu teknologi yang ada pada bidang konstruksi merupakan penggunaan Building Information Modeling (BIM). BIM merupakan salah satu inovasi yang termasuk dalam bidang Information Communication Technology (ICT) yang berada pada dunia konstruksi. Aplikasi BIM yang digunakan pada penelitian ini adalah Cubicost Take-off Architecture & Structure (TAS) untuk perhitungan volume kebutuhan beton dan Cubicost Take-off Reinforcement Bar (TRB) untuk perhitungan volume kebutuhan besi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perhitungan volume pekerjaan dak beton bertulang antara metode Building Information Modeling dengan konvensional untuk mengetahui manfaat dari penggunaan BIM pada perhitungan volume pekerjaan dak beton bertulang. Pada perhitungan kebutuhan volume beton dengan aplikasi Cubicost TAS, perhitungannya menghasilkan angka yang sama dengan perhitungan konvensional atau perbedaan 0%. Pada perhitungan kebutuhan berat besi untuk pekerjaan pembesian antara aplikasi Cubicost TRB dengan perhitungan konvensional menghasilkan hasil yang akurat dengan perbedaan 0.59%. Proses perhitungan dengan Cubicost yang memiliki sistem otomasi dapat dikatakan lebih singkat dan tidak memakan waktu jika dibandingkan dengan konvensional yang membutuhkan cara pengerjaan satu per satu dan rumus yang perlu dipahami terlebih dahulu.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PANTURA RUAS CIKAMPEK-PAMANUKAN Reynold Andika; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10488

Abstract

This research is intended for redesign the flexible pavement on the Pantura Road for the Cikampek-Pamanukan section using three flexible pavement design guidelines that apply in Indonesia, namely Flexible Pavement Thickness Planning (2002), Road Pavement Design Manual (2013), and Road Pavement Design Manual (2017), as well as analyzing responses Structural that occurs in the form of horizontal and vertical strains, which are the main components in calculating the repetition value of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd), are processed using the KENPAVE program. Primary data in the form of traffic volume is obtained from the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) and LHR0 starting in 2020 with a plan age of 20 years. The results of this study indicate that the 2002 method produced the largest pavement thickness, followed by the 2013 method and finally the 2017 method which produced the smallest pavement thickness. However, the 2002 method produced the largest repetition of permits to fatigue failure (Nf) and to rutting failure (Nd). So it can be concluded that the 2017 method produces the most optimal design, because it is in accordance with the original plan design.ABSTRAKPenelitian ini ditujukan untuk mendesain ulang perkerasan lentur pada Jalan Pantura ruas Cikampek-Pamanukan menggunakan tiga pedoman desain perkerasan lentur yang berlaku di Indonesia yaitu Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (2002), Manual Desain Perkerasan Jalan (2013), dan Manual Desain Perkerasan Jalan (2017), serta menganalisis respons struktral yang terjadi berupa regangan horisontal dan vertikal, yang merupakan komponen utama dalam menghitung nilai repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd), diolah menggunakan program KENPAVE. Data primer berupa volume lalu lintas didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan LHR0 dimulai pada tahun 2020 dengan umur rencana 20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode 2002 menghasilkan tebal perkerasan terbesar, kemudian dilanjutkan metode 2013, dan 2017 yang menghasilkan tebal perkerasan terkecil. Namun metode 2002 menghasilkan repetisi izin terhadap kerusakan fatik (Nf) dan kerusakan retak alur (Nd) terbesar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode 2017 menghasilkan desain paling optimal, karena sesuai dengan desain rencana awal.
ANALISIS KAPASITAS DAN KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN JENDERAL SUDIRMAN JAKARTA Sarah Haryati; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10460

Abstract

Jakarta as the capital city of Indonesia is the center of economy, culture, and politics. Jenderal Sudirman street always crowded with passing vehicles, traffic snarls up everyday. The causes of these traffic jam is an increase the number of vehicles and cause a change in traffic behavior. Theoretically there is a fudamental relationship between flow, speed, & density, so the purpose of these research are to analyze and evaluate performance of traffic capacity in various conditions based on Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 and Greenshields model. Conclusion of the analysis are, after compared with traffic volume, capacity and speed based on MKJI are 3.127,6 pcu/hour and 55,7 km/hour, but the capacity of the model are selected because it’s largest, for sudirman – thamrin it’s 8.272,5 pcu/hour, and for thamrin – sudirman it’s 8.067,9 pcu/hour, While the calculation of free flow for sudirman – thamrin it’s 41.2 km/hour the lowest occurs in  evening, and for thamrin – sudirman it’s 43,9 km/hour the lowest occurs in  afternoon. The largest capacity it’s used for the next analysis, the next analysis are calculating degree of saturation and level of service, the result  shows that the roads are at C and D.ABSTRAKJakarta ibu kota negara Indonesia merupakan pusat ekonomi, budaya, dan politik. Sebuah jalan di Jakarta yaitu Jenderal Sudirman selalu dipadati kendaraan. Lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman setiap hari mengalami kemacetan penyebabnya adalah peningkatan jumlah kendaraan di dalam kota dan menyebabkan perubahan perilaku lalu lintas, secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara arus, kecepatan, dan kepadatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, mengevaluasi kinerja dan kapasitas lalu lintas di berbagai macam kondisi, tentu berdasarkan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia dan kapasitas model Greenshields. Dari hasil analisis hasil perhitungan kapasitas dan kecepatan arus bebas berdasarkan MKJI sebesar 3.127,6 smp/jam dan 55,7 km/jam setelah dibandingkan dengan volume lalu lintas dipilih kapasitas model yang terbesar yaitu sebesar 8.272,5 smp/jam pada sudirman - thamrin & 8.067,9 smp/jam pada thamrin - sudirman, dan hasil perhitungan kecepatan arus bebas terendah sebesar 41,2 km/jam di sore hari untuk sudirman - thamrin, sebaliknya thamrin - sudirman terendah sebesar 43,9 km/jam di siang hari. Gunakan kapasitas yang terpilih tersebut untuk analisis berikutnya yaitu perhitungan ratio perbandingan arus dan kapasitas (DS) dan tingkat pelayanan yan berada pada tingkat pelayanan huruf C dan D di kedua arahnya.
PERBEDAAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL DI TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN EPOXY DI KALIMANTAN Avira Natasyah Wihelmina; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11070

Abstract

The construction of residential houses in East Kalimantan will continue to increase, if we do not know the nature and characteristics of the peat soil itself, there will be many problems or construction failures. Peat soil or better known as peat soil has a low soil bearing capacity and a large settlement. This study aims to determine the bearing capacity and subsidence in the soil in East Kalimantan when using a shallow square foundation measuring 2m x2m with a depth of 1.5m and the efficiency of the cost of making the foundation when using epoxy  and not using epoxy, as a paint that protects the foundation layer from high acidity of peat soils. Keywords: peat;bearing capacity;epoxy. Pembangunan konstruksi rumah tinggal di Kalimantan timur akan terus meningkat, apabila kita tidak mengetahui sifat dan karakteristik dari tanah gambut itu sendiri maka akan terjadi banyak masalah atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut atau yang lebih dikenal dengan nama peat soil memiliki daya dukung tanah yang rendah dan penurunan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung dan penurunan pada tanah dikalimantan timur apabila menggunakan fondasi dangkal bujur sangkar yang berukuran 2m x2m dengan kedalaman 1,5m dan efisiensi harga pembuatan fondasi apabila menggunakan cat epoxy dan tidak menggunakan cat epoxy,sebagai cat yang melindungi lapisan fondasi dari kadar keasaman tanah gambut yang tinggi.Kata kunci: gambut; daya dukung; epoxy.
Analisis Riwayat Waktu Gempa Sesar pada Sistem Fondasi Tiang Alfandy Firmando; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10456

Abstract

In Indonesia, many active faults that can cause earthquakes, one of them is the Palu Koro fault which extends approximately 240 km from the north (Palu City) to the south (Malili) to the Gulf of Bone. The effect of this earthquake fault caused enormous damage to infrastructure. The lower structure, namely the foundation, is part of a structure that transmits the load received from axial and lateral forces which then continues into the ground below. This foundation plays a big role in making the structure stand firm; however, pile failures still often occur in Indonesia. Because of that in this journal will be analyzing of the time history of earthquake faults in the pile foundation system. This analysis requires the assistance of a geotechnical based program. The program can process the data provided so that it produces a result that can be analyzed. The results can be in the form of internal forces, and displacement. The result of this curve we can see the effect of the earthquake fault on the foundation. From these results, it is expected to provide data to help plan structures to be built in areas prone to earthquake faults.AbstrakWilayah Indonesia banyak terdapat sesar aktif yang dapat menimbulkan gempa salah satunya sesar aktif di Sulawesi adalah sesar Palu Koro yang memanjang kurang lebih 240 km dari utara (Kota Palu) ke selatan (Malili) hingga Teluk Bone. Pengaruh gempa sesar ini menimbulkan kerusakan yang sangat besar dalam infrastruktur. Struktur bawah yakni Fondasi ialah bagian dari suatu struktur yang meneruskan beban yang diterima dari gaya aksial dan lateral yang kemudian meneruskan ke dalam tanah di bawahnya. Fondasi inilah berperan besar membuat struktur tersebut dapat berdiri kukuh akan tetapi kegagalan tiang masih sering terjadi di Indonesia. Dengan demikian pada jurnal ini dilakukan analisis riwayat waktu gempa sesar pada sistem fondasi tiang. Analisis ini membutuhkan bantuan program berbasis geoteknik. Program dapat mengolah data-data yang diberikan sehingga menghasilkan suatu hasil yang dapat di analisis. Hasil tersebut dapat berupa kurva gaya dalam dan perpindahan. Hasil dari kurva ini kita dapat melihat pengaruh dari gempa sesar tersebut terhadap fondasi. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberikan data-data untuk membantu merencanakan bangunan struktur yang akan dibangun di wilayah yang rawan akan gempa sesar.
PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN AIR WILAYAH DKI JAKARTA Ivana Ramayanti Hendratno Putri; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10289

Abstract

Change orders are proposals for additional / less work where the main work does not follow the initial design or there are new proposals for new work at all (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi, 2017). A contract or agreement has been signed before implementing the project, but changes often occur after and greatly affect the project performance. This change is also needed to be known if it occurs in a water construction project. To control change orders and contract changes, it is necessary to know the causing factors. This study aims to determine these causative factors by compiling a questionnaire distributed to workers in the water construction sector in the area of DKI Jakarta. The questionnaire results were tested for validity and reliability and Ranked by RII (Relative Importance Index) method. With the acquisition of RII above 0.51, the results found that coordination with utility systems (RII 0, 6842), is the main contributing factor to the Change Order in the construction of DKI Jakarta water buildings. ABSTRAKChange order adalah usulan pekerjaan tambah/kurang dimana pekerjaan utama tidak mengikuti desain awal atau terdapat usulan pekerjaan baru sama sekali(Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi, 2017). Sebelum pelaksanaan proyek, pihak yang terlibat dalam konstruksi telah menandatangani kontrak atau kesepakatan. Dalam pelaksanaannya, setelah penandatanagnan kontrak seringkali terjadi perubahan-perubahan. Perubahan sangat berpengaruh pada kinerja proyek, perubahan ini juga perlu diketahui terjadi atau tidaknya dalam proyek konstruksi air. Jika perubahan dalam proyek terjadi pada proyek konstruksi air, untuk mengendalikan perintah perubahan maupun perubahan kontrak diperlukan pengetahuan faktor penyebab terjadinya perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dengan penyusunan kuesioner yang disebarkan terhadap pekerja bidang konstruksi air wilayah cakupan DKI Jakarta. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, hasil kuesioner akan diurutkan berdasar tingkat kepentingan dengan metode RII. Dengan perolehan RII diatas 0,51, hasil yang ditemukan bahwa pengkoordinasian dengan sistem utilitas (RII 0, 6842), merupakan faktor penyebab utama Change Order pada konstruksi bangunan air DKI Jakarta.

Page 1 of 3 | Total Record : 30