cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 5, Nomor 1, Februari 2022" : 24 Documents clear
ANALISIS DEFORMASI LATERAL MSE WALL DENGAN PERKUATAN GEOGRID TERHADAP VARIASI JENIS MATERIAL TIMBUNAN Charisma Aziza; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16652

Abstract

ABSTRACTThe advantages of MSE walls are simple construction techniques, have aesthetic value and material resistance and are more economical. In this study, analysis was carried out on variations in anchor length, tensile strength and vertical spacing of the reinforcement elements, namely the geogrid, which was then modeled with sand and clay reinforcement soil. The analysis is carried out with the help of a finite element program, which will result in the value of the lateral deformation of the wall. Based on the analysis, the anchor length and tensile strength of the geogrid, the greater the anchor length and tensile strength, the smaller the resulting lateral deformation. Whereas at vertical distance, the results obtained are just the opposite. The results also show that the use of clay soils tends to be more stable in resisting lateral forces than sandy soils. Then in an effort to reduce the value of lateral deformation that occurs, further considerations can be focused on the selection of tensile strength or vertical spacing rather than the length of the anchorage. The results also produce a correlation equation that can be used to predict and determine the value of horizontal deformation according to the desired variation value. ABSTRAKKelebihan dinding MSE ialah teknik konstruksi yang sederhana, punya nilai estetika dan ketahanan material serta lebih ekonomis. Pada penelitian ini, analisis dilakukan terhadap variasi panjang penjangkaran, kuat tarik dan spasi vertikal elemen perkuatannya yaitu geogrid, yang kemudian dimodelkan dengan tanah perkuatan pasir dan lempung. Analisis dilakukan dengan bantuan program metode elemen hingga, yang akan menghasilkan nilai deformasi lateral dari dinding MSE untuk dianalisis. Berdasarkan analisis, pada panjang penjangkaran dan kuat tarik geogrid, semakin besar nilai panjang penjangkaran dan kuat tariknya, maka semakin kecil deformasi lateral yang dihasilkan. Sedangkan pada jarak vertikal, hasil yang didapat justru sebaliknya. Perbandingan hasil juga didapat dari dua jenis tanah perkuatan yang berbeda, yang mana dapat disimpulkan bahwa pengunaan jenis tanah lempung cenderung lebih stabil dalam menahan gaya lateral dibandingkan dengan jenis tanah pasir. Kemudian untuk upaya mengurangi nilai deformasi lateral yang terjadi, pertimbangan lebih lanjut dapat difokuskan pada pemilihan kuat tarik ataupun spasi vertikalnya dibanding pada panjang penjangkarannya. Dari hasil analisis juga menghasilkan persamaan korelasi sehingga dapat digunakan untuk memprediksi dan menentukan nilai deformasi horizontal sesuai dengan nilai variasi yang diinginkan.
ANALISIS DESAIN SOIL NAILING MENGGUNAKAN LOAD & RESISTANCE FACTORED DESIGN DIBANDINGKAN DENGAN ALLOWABLE STRESS DESIGN Gianicco Irawan; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16847

Abstract

ABSTRACTSoil nailing, which is one of the slope reinforcement methods that has many advantages such as ease of construction, low cost, and short time, currently still lacks efficiency. These weaknesses are found in the theories and design methods currently used, such as the current soil nailing design method which only considers uncertainty in a factor based on field experience and/or engineering judgment. Until now, the design method in geotechnical construction still uses the Allowable Stress Design (ASD) approach. Design analysis using ASD tends to be less efficient and more efficient than the Load and Resistance Factored Design (LRFD) method being tested in this paper. Thus, LRFD can be an alternative to cover the shortcomings of the previous approach and provide a positive trend for land use to safety ratios as well as costs. With the same dimensions and specifications, the value approach with LRFD is able to produce an efficient one for use in the design. This can be seen when the parameter is degraded by more than 30%, where when using ASD the slope is declared unsafe (SF ≤ 1,50), while the slope is declared safe when using LRFD (Capacity to Demand Ratio ≥ 1,0). ABSTRAKSoil nailing yang merupakan salah satu metode perkuatan lereng yang memiliki banyak keuntungan seperti kemudahan teknik konstruksi, rendahnya biaya, kemudian juga singkatnya waktu, pada saat ini masih memiliki kekurangan dalam efisiensi. Kelemahan tersebut ditemukan dalam teori perhitungan dan metode desain yang sekarang ini digunakan, seperti cara desain soil nailing yang sekarang ini hanya mempertimbangkan ketidakpastian hanya dalam suatu faktor yang didasarkan oleh pengalaman lapangan dan atau penilaian rekayasa. Sampai saat ini, metode perancangan atau desain dalam konstruksi geoteknik masih menggunakan pendekatan Allowable Stress Design (ASD). Analisis desain menggunakan ASD ini cenderung kurang efisien dan lebih konservatif jika dibandingkan dengan metode Load and Resistance Factored Design (LRFD) yang sedang diuji dalam tulisan ini. Dengan demikian, LRFD dapat menjadi salah satu alternatif untuk menutupi kekurangan dari pendekatan sebelumnya dan memberikan tren yang positif bagi penggunaan soil nailing terhadap rasio keamanan dan juga biaya. Dengan dimensi dan spesifikasi yang sama, pendekatan dengan LRFD mampu menghasilkan nilai yang efisien untuk digunakan dalam desain. Hal ini terlihat pada saat parameter terdegradasi lebih dari 30%, dimana pada saat menggunakan ASD lereng dinyatakan tidak aman (SF ≤ 1,50), sementara lereng dinyatakan aman pada saat menggunakan LRFD (Capcity to Demand Ratio ≥ 1,0).
Penilaian Tingkat Kerusakan Gedung Pasca Kebakaran Erwin Aprianto; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.7067

Abstract

ABSTRACT The problem of building fires in major cities in Indonesia is a serious problem from various parties. Fires occur due to various things, such as electrical short circuit, exploding gas cylinders, riots, and crime. The role of structural experts in handling post-fire buildings is how to estimate the temperature that occurs in the post-fire structural elements, estimate the strength of the remaining post-fire structure of the building, and propose reinforcement techniques on these elements. This paper is limited to the evaluation of structural elements after the fire. The purpose of this study is to determine the type and level of damage that occurs after the building fire. This research is done by using secondary data. The method used is visual observation, non-destructive test and destructive test. From the results of the analysis will be assessed against each of the building elements that are reviewed. And from these results it can be concluded that Building A can still be eligible to be used by doing a number of reinforcement on certain elements, and Building B is no longer suitable to be used.ABSTRAK  Masalah kebakaran gedung di kota-kota besar di Indonesia menjadi masalah yang serius dari berbagai pihak. Kebakaran terjadi diakibatkan oleh berbagai hal, seperti hubungan pendek arus listrik, tabung gas meledak, huru-hara, maupun tindak kriminalitas. Peran para ahli struktur dalam menangani gedung pasca kebakaran adalah bagaimana menaksirkan suhu yang terjadi di elemen struktur pasca kebakaran, menaksirkan kekuatan sisa struktur bangunan pasca kebakaran, dan mengusulkan teknik perkuatan pada elemen tersebut. Pada penulisan ini dibatasi pada penilaian elemen struktur pasca kebakaran saja.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pasca kebakaran Gedung. Penilitan ini dilakukani dengan menggunakan data sekunder. Metode yang digunakan adalah visual observation, non-destructive test dan destructive test. Dari hasil analisis akan dilakukan penilaian terhadap masing-masing elemen bangunan yang ditinjau. Dan  dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Gedung A masih bisa dilaik digunakan dengan melakukan sejumlah perkuatan pada bagian elemen tertentu, dan Gedung B sudah tidak laik digunakan.
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI Rachel Euodia Fransy; Arianti Sutandi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16442

Abstract

Suatu proyek konstruksi memiliki kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan kerja sehingga perlu adanya sistem keselamatan kerja konstruksi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi dapat menyebabkan cedera pada pekerja sehingga terjadi penundaan proyek. Untuk mencegah adanya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi, perlu dilakukan identifikasi risiko kecelakaan kerja yang bermanfaat untuk mengurangi dampaknya bagi perusahaan dan pekerja pada pelaksanaannya. Penelitian ini, dilakukan di proyek Underpass Bulak Kapal Bekasi dengan menggunakan metode penilaian matriks risiko berdasarkan AS/NZS 4360:2004 untuk mengetahui tingkatan risiko kecelakaan kerja yang ada pada proyek dimulai dari tingkatan risiko low hingga very high. Dari hasil studi literatur dan wawancara dilapangan, diperoleh 66 variabel risiko kecelakaan kerja. Dari hasil uji validitas dan uji reliabilitas dengan program SPSS, didapatkan 34 variabel risiko kecelakaan kerja yang valid dan reliabel. Selanjutnya dari hasil analisis dengan menggunakan penilaian matriks risiko AS/NZS 4360:2004 didapatkan 20 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating low, 12 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating medium, 2 variabel kecelakaan kerja dengan risk rating high.Every construction has its own accident risks and hence, a work safety system is necessararily needed. Work accident risks could cause injuries to workers which could lead to project delay. To avoid these work accidents, identification of work accident risk is required to reduce their negative impacts for companies and workers. This research discussed the work accident risk levels from low to very high risk in the Underpass Bulak Kapal Bekasi project using a risk matrix value method based on AS/NZS 4360:2004. Based on literature reviews and field interviews, 66 variables of work accident risks were obtained, in which 34 variables were considered to be valid and reliable work accident risks. These 34 variables were later analysed using the risk matrix value method basaed on AS/NZS 4360:2004 and resulted in 20 variables of low work accident risk, 12 variables of medium work accident risks and 2 variables of high work accident risk.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH PEMIKUL BEBAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI ATAS TANAH SANGAT LUNAK Nicodemus Santoso; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16622

Abstract

AbstractIn Indonesia has many distributions of very soft soil, but this case is rarely discussed and disputed. So many construction failures occur due to not being aware of the behavior from soil type and treating this very soft soil type as ordinary soft soil. These very soft soils tend to have 'thick water' properties like oil or slurry that can flow freely unlike medium soils. In this journal will analyzing the comparison of horizontal pressure on very soft soil and normal soil, by comparing different pressures and providing a load on the soil and considering the vertical stress of the evenly distributed load on the soil surface, then the lateral pressure on each type of soil is compared. Then analyze the lateral deformation of the soil and piles using a geotechnical-based program. Based on the results of the analysis of the calculation of lateral stress and lateral pressure. The results obtained from the analysis are the lateral stresses and lateral stresses from very soft soils are greater than those from medium soils. Furthermore, the analysis using a geotechnical-based program found that the deformation caused in the very soft soil layer was much larger than that in the medium soil layer. AbstrakWilayah Indonesia memiliki banyak sekali sebaran tanah sangat lunak, namun kasus ini jarang sekali dibahas dan dipermasalahkan. Sehingga banyak terjadi kegagalan konstruksi akibat tidak menyadari perilaku dari jenis tanah ini dan memperlakukan jenis tanah sangat lunak ini sebagai tanah lunak biasa. Tanah sangat lunak ini cenderung memiliki sifat seperti ‘air kental’ bagaikan oli atau bubur yang dapat mengalir dengan bebas tidak seperti tanah sedang. Pada jurnal ini dilakukan analisis mengenai perbandingan tekanan horisontal terhadap tanah sangat lunak dan tanah normal, dengan membandingkan tekanan yang berbeda dan memberikan beban diatas tanah dan memperhitungkan tegangan vertikal dari beban merata diatas permukaan tanah, kemudian tekanan lateral pada masing-masing jenis tanah yang dibandingkan. Kemudian melakukan analisis deformasi lateral pada tanah dan tiang pancang menggunakan program berbasis geoteknik. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tegangan lateral dan tekanan lateral. Hasil yang didapat dari analisis adalah tegangan lateral beserta tekanan lateral yang berasal dari tanah sangat lunak lebih besar dari pada yang berasal dari tanah sedang. Selanjutnya analisis dengan program berbasis geoteknik didapat deformasi yang diakibatkan pada lapisan tanah sangat lunak jauh lebih besar daripada pada lapisan tanah sedang.
PENJADWALAN PROYEK PERUMAHAN X DI TANGERANG SELATAN DENGAN METODE LINE OF BALANCE DAN EFEK PEMBELAJARAN Matthew Samuel Tjandra; Onnyxiforus Gondokusumo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16658

Abstract

ABSTRACTRepetitive projects are construction projects with activities that are repeated in the same unit. The most suitable method for repetitive projects is Line of Balance method, this method can determine and allocate the necessary resources for each activity so deadline can be achieved. Learning Effects on LOB method have the advantage of speeding up the duration of an activity and reducing the total resource requirements of workers. Learning Effect can be calculated mathematically with a Log Linear learning curve. Object of this research is the housing project X in South Tangerang with a total of 11 houses and duration to complete is 364 days. LOB method takes 350 days to complete and speeds up the duration by 3,85%, LOB method with learning effect will speed up the duration by 9,05% to 331,1 days. Total man days needed according to the initial data is 19.480 man days, same as if using LOB method, but with the learning effect it will reduce the number of man days by 22,28% to 15.530 man days. LOB method with learning effect can accelerate the duration of development and reduce the number of man days so this method can be considerate in compiling a repetitive schedule.Keywords: repetitive; line of balance; learning effect; log-linear learning curve, man days.ABSTRAKProyek repetitif adalah proyek konstruksi dengan aktivitas yang diulang pada unit yang sama. Metode yang paling cocok untuk proyek repetitif adalah metode Line of Balance, metode ini dapat menentukan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk setiap aktivitas sehingga batas waktu dapat tercapai. Efek Pembelajaran pada metode LOB mempunyai kelebihan untuk mempercepat durasi suatu aktivitas dan mengurangi total kebutuhan sumber daya pekerja. Efek pembelajaran dapat dihitung secara matematis dengan kurva pembelajaran tipe Log Linear. Objek penelitian ini adalah proyek perumahan X di Tangerang Selatan dengan total 11 unit rumah dan lama pengerjaannya yaitu 364 hari. Metode LOB memerlukan waktu 350 hari untuk menyelesaikan dan mempercepat durasi sebesar 3,85%, metode LOB dengan menerapkan efek pembelajaran akan mempercepat durasi sebesar 9,05% menjadi 331,1 hari. Total man days yang dibutuhkan menurut data awal adalah 19.480 man days sama dengan kalau menggunakan metode LOB, tetapi dengan efek pembelajaran akan mengurangi jumlah man days sebanyak 22,28% menjadi 15.530 man days. Metode LOB dengan menerapkan efek pembelajaran dapat mempercepat durasi pembangunan dan mengurangi jumlah man days sehingga metode ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun jadwal repetitif.Kata kunci: repetitif; line of balance; efek pembelajaran; kurva pembelajaran log linear, man days.
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KONSTRUKSI AKIBAT PENYEBARAN VIRUS COVID-19 Jessica Clarita; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16852

Abstract

A construction project is a series of activities as a way to complete an object requested by the owner by optimally utilizing the available resources. Increased productivity in a construction project is also one of the indicators that the project is achieving success, both for the provider and the service provider. However, the spread of the COVID-19 virus in Indonesia, especially the Jabodetabek area which also attacks the construction sector, has caused the productivity of project performance to decrease. Therefore, it is necessary to identify what factors affect construction productivity due to the spread of the COVID-19 virus. Data was collected through a literature study and followed by a survey using a Likert scale questionnaire to service providers in the project. A Likert scale of 1-5 and Relative Importance Index (RII) method are being used to arrange ranking of factors that affect construction productivity due to the spread of the COVID-19 virus. The results of the calculation of the relative importance index (RII) show that the availability of materials and equipment is ranked first with an RII value of 0,96 and the labor availability factor remains in the last rank with an RII value of 0,745.Proyek konstruksi merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagai cara untuk menyelesaikan suatu objek yang diminta oleh pemilik dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya yang tersedia. Peningkatan produktivitas dalam proyek konstruksi ikut menjadi salah satu indikator yang menandakan bahwa proyek tersebut mencapai kesuksesannya, baik bagi pihak penyedia maupun pemberi jasa. Namun, adanya persebaran virus COVID-19 di Indonesia khususnya wilayah Jabodetabek yang juga menyerang bidang konstruksi menyebabkan produktivitas kinerja proyek menjadi menurun. Oleh sebab itu, perlu adanya identifikasi mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas konstruksi akibat penyebaran virus COVID-19. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dilanjutkan dengan survei yang menggunakan kuesioner berbentuk skala likert kepada para penyedia jasa di proyek. Skala likert berskala 1-5 digunakan dalam mengukur tingkat pengaruh suatu faktor dan dengan metode Relative Importance Index (RII), peringkat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas konstruksi akibat penyebaran virus COVID-19 dapat tersusun. Hasil perhitungan indeks kepentingan relatif (RII) menunjukkan bahwa faktor ketersediaan material dan peralatan menduduki peringkat pertama dengan nilai RII sebesar 0,96 dan faktor ketersediaan tenaga kerja tetap berada di peringkat terakhir dengan nilai RII sebesar 0,745.
PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI DAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 TERHADAP KINERJA WAKTU Kevin Stefanus; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16541

Abstract

The implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol is very important in the sustainability of construction projects to prevent work accidents. Work accidents will have an impact on the overall project completion time. Objective research of this study was to determine the effect of the implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol on time performance in building construction in Jabodetabek. The research method used is a quantitative method where research data collection is in the form of a questionnaire. The study was analyzed with Statistical Variance-based Structural Equation Modeling (VB-SEM), an applied software application of Smart Partial Least Square 3.0. (SmartPLS 3.0.), due to latent variables to see the effect of implementing the Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol. 19 on time performance. The Construction Safety Management System (SMKK) and the COVID-19 Health Protocol have a positive and significant impact on time performance in building construction in JabodetabekPenerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 sangatlah penting dalam keberlangsungan proyek konstruksi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja akan berdampak pada waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 terhadap kinerja waktu pada pembangunan gedung di Jabodetabek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana pengumpulan data penelitian berupa kuesioner. Penelitian dianalisis dengan statistik Variance-based Structural Equation Modeling (VB-SEM), aplikasi software terapan Smart Partial Least Square 3.0.(SmartPLS 3.0.), karena variabel laten untuk melihat pengaruh penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 terhadap kinerja waktu. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan Protokol Kesehatan COVID-19 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja waktu pada pembangunan gedung di Jabodetabek.
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT PANDEMI COVID-19 Pepita Devina; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16446

Abstract

Delays are a common problem in the construction industry and create a major concern for project performance. With the announcement of the 2019 coronavirus disease pandemic, known as COVID-19, which hit Indonesia for the first time in March 2020, it led to the emergence of regulations to reduce the number of cases that created limitations, one of which led to social distancing and mass quarantines that stopped most activities. The effects of the pandemic on construction services include delays in delivery, a decline in labor productivity, the suspension of several ongoing projects, price increases, security concerns about the spread of the virus, and the transition to working from home. Data were collected through a literature study with a survey using a questionnaire to experts from the construction industry. For this purpose, 15 different procrastination factors were identified from several journals on delays. The purpose of this study is to identify whether the delay factors are affected by the pandemic, especially construction projects that occur in high-rise buildings in the Jabodetabek area, using the relative importance index method. The ranking of the delay factors is shown according to their level of influence in the pandemic, the first rank is obtained, the first rank is the shortage of materials and equipment and followed by several other factors. After knowing the factor rankings, it is hoped that it will help the construction sector have a good assessment of the main causes of delays during the pandemic.Keterlambatan merupakan masalah yang umum terjadi di industri konstruksi dan menciptakan kekhawatiran utama untuk kinerja proyek. Dengan diumumkan adanya pandemi coronavirus disease 2019 atau dikenal dengan COVID19, yang melanda Indonesia pertama kali pada Maret 2020 menyebabkan munculnya peraturan guna menekan angka kenaikan kasus yang membuat keterbatasan, dimana salah satunya menyebabkan adanya social distancing dan karantina massal yang menghentikan sebagian besar kegiatan. Pengaruh pandemi terhadap jasa konstruksi diantaranya terjadi keterlambatan pengiriman, penurunan produktivitas tenaga kerja, penangguhan beberapa proyek yang sedang berlangsung, kenaikan harga, kekhawatiran keamanan tentang penyebaran virus, serta transisi untuk bekerja dirumah. Data dikumpulkan melalui studi literatur dengan survei menggunakan kuesioner kepada para ahli dari industri konstruksi. Untuk tujuan ini, 15 faktor penundaan yang berbeda diidentifikasi dari beberapa jurnal tentang keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah faktor-faktor keterlambatan terkena dampak dari adanya pandemi, terutama proyek konstruksi yang terjadi pada bangunan gedung bertingkat di daerah jabodetabek, dengan metode relative importance index. Peringkat faktor keterlambatan ditunjukkan sesuai dengan tingkat terpengaruh mereka pada pandemi, peringkat pertama didapat peringkat pertama adalah kekurangan material dan peralatan dan diikuti beberapa faktor lainnya. Setelah mengetahui peringkat faktor diharap membantu sektor konstruksi memiliki penilaian yang baik dalam penyebab utama keterlambatan saat pandemi berlangsung.
Analisis Perbandingan Penurunan Tiang Fondasi pada Lapisan Lensa dan Lapisan Tanah Keras Michelle Lu; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16645

Abstract

The subsidence phenomenon of foundation piles caused by unidentified soil lenses layer. Soil lens is a dense soil layer which the N-SPT value exceeds 50 with the thickness around 1 - 4 m located between soft soil layers which the N-SPT value below 15. The soil lens itself is the outcome of material deposition process due to water flow and erosion activity that accumulates and becomes saturated after long time until a relatively thin layer with similar characteristics as hard soil is formed. Thin soil lenses can break and lead to failure. This study aims to analyze the axial bearing capacity and settlement of driven piles foundations that occupy two end bearing elevation conditions, which takes place on soil lens and the hard soil layer. The bearing capacity is based on a project in Cengkareng, West Jakarta where the thickness of soil lens is around 2,5 m using one bore log report and laboratory report. The method that will be used for this research are Meyerhof and Hanna 1978 and Meyerhof 1956. This research conclude the end bearing capacity of soil lenses is smaller than hard soil layer and settlement of soil lenses layer is bigger than hard soil layerFenomena penurunan tiang fondasi dapat disebabkan oleh adanya tanah dengan lapisan lensa yang tidak teridentifikasi. Lapisan lensa adalah sebuah lapisan tanah padat dengan nilai N-SPT > 50 dengan ketebalan 1 - 4 m yang terletak di antara lapisan tanah lunak dengan nilai N-SPT < 15. Lapisan lensa merupakan hasil proses pengendapan material dan aktivitas erosi yang menimbun serta menjadi jenuh setelah beberapa lama sehingga terbentuk suatu lapisan yang relatif tipis dan mempunyai karakteristik seperti tanah keras. Lapisan lensa yang terlalu tipis dapat pecah dan menyebabkan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung aksial dan penurunan fondasi tiang pancang yang menduduki dua kondisi elevasi end bearing, yaitu menduduki lapisan lensa dan lapisan tanah keras. Analisis ditinjau pada suatu proyek di Jakarta Barat dengan ketebalan lapisan lensa 2,5 m dan data tanah yang digunakan berupa data boring log dan laboratorium. Metode yang digunakan dalam perhitungan daya dukung ujung adalah metode punching shear dari Meyerhof dan Hanna untuk tanah dengan lapisan lensa dan metode N-SPT dari Meyerhof untuk tanah keras dan daya dukung selimut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ujung pada lapisan lensa lebih kecil daripada lapisan tanah keras, dan penurunan tiang pada lapisan lensa lebih besar daripada lapisan tanah keras

Page 1 of 3 | Total Record : 24