cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2025): October 2025" : 18 Documents clear
Development of biology teaching modules based on the RANDAI learning model to improve students creative thinking and collaboration skills Lenty Supriwardi; Fitri Arsih; Irdawati Irdawati; Suci Fajrina
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.21968

Abstract

In the 21st century, students are expected to have 4C skills: critical thinking, creative thinking, collaboration, and communication. Culturally integrated learning has been implemented in learning. Based on the results of observations that have been made, teachers have not implemented a culturally integrated learning model so that learning is not enjoyable and meaningful. This research is a development research. The aim is to determine the level of validity, practicality, and effectiveness of the biology teaching module based on the RANDAI learning model in improving students' creative thinking and collaboration skills. The research subjects were 74 phase F students at SMAN 9 Padang. The biology teaching module development model is the Plomp model which consists of preliminary research phase, development or prototyping phase, and an assessment phase. The research instrument was a closed questionnaire for collaboration and essay questions for creative thinking. The results showed that the validity test had an average of 92.9% with very valid criteria. The results of the practicality test were 86.11% by teachers and 88.62% by students with very practical criteria. The results of the effectiveness test showed the influence of the biology teaching module based on the RANDAI learning model on students' creative thinking and collaboration skills. The conclusion of the RANDAI-based biology teaching module on the respiratory system can provide contextual learning for students and cultural values that can be integrated into learning. These findings confirm that learning integration rooted in cultural context strengthens social and communication skills, fosters empathy and motivation among students, and supports 21st century collaborative competencies.Abstrak. Di abad 21 peserta didik diharapkan memiliki keterampilan 4C yaitu critical thingking, creative thingking, collaboration, dan communication. Pembelajaran yang terintegrasi budaya telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, guru belum menerapkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya sehingga pembelajaran belum  menyenangkan dan bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan berkolaborasi peserta didik. Subjek penelitian adalah 74 peserta didik fase F di SMAN 9 Padang. Model pengembangan modul ajar biologi adalah model Plomp yang terdiri dari preliminary research phase, development or prototyping phase, dan assesment phase. Instrumen penelitian adalah angket tertutup untuk keterampilan berkolaborasi dan soal dalam bentuk esai untuk keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian uji validitas memiliki rata-rata 92,9% dengan kriteria sangat valid. Hasil Uji praktikalitas sebesar 86,11% oleh guru dan 88,62% oleh peserta didik dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya pengaruh modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berkolaborasi peserta didik. Kesimpulan modul ajar biologi berbasis model pembelajaran RANDAI pada materi sistem respirasi dapat memberikan pembelajaran kontekstual bagi peserta didik dan nilai-nilai budaya yang bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran yang berakar dari konteks budaya memperkuat keterampilan sosial, komunikasi, menumbuhkan empati dan motivasi peserta didik yang mendukung kompetensi kolaboratif abad 21.
Development of STEM-integrated project-based learning to improve critical thinking skills of senior high school students on environmental change material Indrasti Indrasti; Paidi Paidi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23218

Abstract

The 21st-century education demands mastery of critical thinking skills to address real-world problems. However, existing learning materials have not yet fully supported the systematic development of these skills. This study aims to develop a Project-Based Learning (PjBL) device integrated with STEM that is valid, practical, and effective in enhancing students’ critical thinking skills on the topic of environmental changes. The learning package was comprehensively developed in the form of a module, an interactive e-worksheet, and assessment instruments based on critical thinking indicators. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The subjects were grade X high school students. Research instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and critical thinking tests. The validation results indicated that the developed product was of very high quality, practical to use, and effective in improving critical thinking skills, achieving an n-gain score of 0.70 (high category). All indicators of critical thinking improved significantly, particularly the inference indicator. These findings confirm that the STEM-integrated PjBL into a comprehensive learning package can serve as a strategic innovation to support the implementation of the Kurikulum Merdeka and strengthen 21st-century biology education that emphasizes problem-solving and contextual learning.Abstrak. Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis untuk menghadapi permasalahan nyata. Namun, perangkat pembelajaran yang tersedia belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan tersebut secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terintegrasi STEM yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Perangkat dikembangkan secara komprehensif dalam bentuk modul, lembar kerja peserta didik elektronik interaktif, dan instrumen asesmen berbasis keterampilan berpikir kritis. Metode penelitian menggunakan pendekatan R&D dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes keterampilan berpikir kritis. Hasil validasi menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik, praktis digunakan, dan efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan n-gain sebesar 0,70 (kategori tinggi). Seluruh indikator berpikir kritis meningkat secara signifikan, terutama pada indikator inference. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL yang terintegrasi STEM dalam satu paket pembelajaran yang utuh dapat menjadi inovasi strategis dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan memperkuat pendidikan biologi abad ke-21 yang berorientasi pada pemecahan masalah dan pembelajaran kontekstual.
Implementation of the modified free inquiry (MFI) learning model and its influence on students’ analytical abilities Dias Rizki; Setiyo Prajoko; Shefa Dwijayanti Ramadani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22568

Abstract

Analytical ability is a crucial part of the HOTS thinking element. This ability needs to be optimally trained through the learning process. However, the use of inappropriate learning models can lead to suboptimal analytical abilities in students. The Modified Free Inquiry (MFI) learning model is one of the suitable learning models for training analytical abilities. This study aims to analyze the effect of applying the MFI model on students’ analytical abilities concerning the immune system material. This research is a type of quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of 72 students, comprising control and experimental classes selected through cluster random sampling technique. The analysis technique used was ANCOVA test with the help of SPSS 24. The research results showed significance value of ANCOVA is 0.000 (p<0.05), indicating that the MFI model has an influence on students' analytical skills. This is also reinforced by the descriptive analysis results showing that the implementation of the MFI syntax can provide a positive trend in each dimension of analytical ability compared to the control class. Thus, the MFI model has a significant effect on improving students' analytical skills. This research is expected to strengthen theoretical studies in the field of analytical skills. Additionally, this study is also hoped to serve as a reference for teachers in choosing the right learning model to optimize students' analytical abilities.Abstrak. Kemampuan analitis merupakan bagian krusial dari elemen berpikir HOTS. Kemampuan ini perlu dilatih secara optimal melalui proses pembelajaran. Akan tetapi, penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak optimalnya kemampuan analitis siwa. Model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok digunakan untuk melatih kemampuan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model MFI terhadap kemampuan analitis siswa pada materi sistem imun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi-eskperimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 72 siswa, terdiri dari kelas kontrol dan eksperimen yang dipilih melalui teknik cluster random sampling.Teknik analisis yang digunakan berupa Uji ANCOVA dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi ANCOVA 0.000 ( p < 0.05), sehingga model MFI memberikan pengaruh terhadap kemampuan analitis siwa. Hal ini juga diperkuat dari hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa implementasi sintaks MFI mampu memberikan tren positif terhadap tiap dimensi kemampuan analitis dibanding kelas kontrol. Dengan demikian, model MFI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan analitis siswa. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kajian teoritis dalam bidang kemampuan analitis. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang tepat guna mengoptimalkan kemampuan analitis siswa. 
Instrument for assessing the attainment of students’ scientific character indicators in cryptogamic botany laboratory activities Aulia Ajizah; Nahadi Nahadi; Chairil Faif Pasani; Encep Syarief Nurdin
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23867

Abstract

The integration of scientific character into learning, both explicitly and implicitly, is essential for fostering students’ scientific attitudes and values. However, the assessment process is still often conducted directly and tends to be subjective. This study aimed to develop and validate an instrument for assessing the achievement of students’ scientific character in the Cryptogamic Botany practicum. The instrument was trialed with 73 undergraduate students enrolled in the Cryptogamic Botany course. Data analysis involved Pearson’s validity test and reliability analysis using Cronbach’s alpha coefficient. The developed scientific character assessment instrument demonstrated strong validity, with 21 of 22 items meeting the criteria, and excellent reliability (Cronbach’s Alpha = 0.962), confirming its feasibility for consistently measuring accuracy, curiosity, creativity, and honesty/objectivity in practicum contexts. The instrument offers a standardized and trustworthy tool for educators to evaluate scientific character development in practical learning settings.Abstrak. Integrasi karakter ilmiah ke dalam pembelajaran baik secara eksplisit maupun secara implisit menjadi sangat penting, namun proses penilaiannya masih dilakukan secara langsung dan cenderung lebih subjektif. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pengembangan instrumen untuk menilai ketercapaian karakter ilmiah. Tujuan penelitian untuk menguji kesahihan dan kehandalan instrumen penilaian karakter ilmiah mahasiswa pada kegiatan praktikum Cryptogamic Botany. Data dikumpulkan melalui uji coba instrumen yang telah disusun kepada 73 mahasiswa peserta mata kuliah Cryptogamic Botany. Analisis data dilakukan dengan uji validitas Pearson dan uji reliabilitas dengan standar Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 item indikator pernyataan dinyatakan valid dan 1 item dinyatakan tidak valid. Uji reliabilitas diperoleh nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,962 dengan kategori sangat reliabel. Hal ini mengindikasikan bahwa instrumen penilaian capaian karakter ilmiah mahasiswa ini dinyatakan sahih untuk digunakan, dan sangat handal untuk dipergunakan secara berulang dalam mengukur pencapaian karakter ilmiah teliti, rasa ingin tahu, kreatif, dan objektif/jujur.
Evaluation of biology practicum implementation: Analysis of achievement of science process skills, literacy numeracy and conceptual understanding St. Syahirah; Bambang Supriatno; Nuryani Rustaman
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22387

Abstract

Science process skills (SPS) are fundamental for 21st-century education, as they foster students’ reasoning, inquiry competence, and conceptual understanding. In biology learning, SPS play a central role in cultivating scientific literacy and preparing students with critical thinking and problem-solving abilities required in the global era. Yet, international assessments such as PISA consistently show that Indonesian students perform below the OECD average in scientific literacy, indicating weaknesses in evidence-based reasoning and application of scientific concepts. This problem is often linked to teacher-centered instruction and limited implementation of inquiry-based laboratory activities in schools. This study investigates the implementation of SPS in biology practicum through interviews with teachers and analysis of laboratory activity documents from five public senior high schools in Makassar. A qualitative descriptive method was applied, focusing on indicators such as observation, classification, prediction, data interpretation, hypothesis formulation, experimental planning, communication, and concept application. The results reveal that observation and interpretation are partially practiced but lack structured guidance and do not encourage student autonomy. Other skills, including classification, prediction, hypothesis formulation, experimental planning, and communication, are rarely emphasized because students mostly follow predetermined procedures. The findings conclude that biology practicum has not effectively supported SPS development, reinforcing students’ low scientific literacy. Strengthening inquiry-based learning and enhancing teacher professional development are recommended to improve laboratory pedagogy and foster meaningful, student-centered science learning.Abstrak. Keterampilan proses sains (KPS) merupakan aspek fundamental dalam pendidikan abad ke-21 karena berperan penting dalam menumbuhkan penalaran, kompetensi inkuiri, dan pemahaman konsep peserta didik. Dalam pembelajaran biologi, KPS menjadi kunci untuk mengembangkan literasi sains sekaligus mempersiapkan siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang dibutuhkan pada era global. Namun, asesmen internasional PISA secara konsisten menunjukkan bahwa capaian literasi sains siswa Indonesia berada di bawah rata-rata OECD, yang mencerminkan kelemahan dalam penalaran berbasis bukti dan penerapan konsep ilmiah. Kondisi ini sering dikaitkan dengan pembelajaran berpusat pada guru serta keterbatasan penerapan praktikum berbasis inkuiri di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi KPS dalam kegiatan praktikum biologi melalui analisis wawancara dengan guru biologi dan dokumen kegiatan laboratorium (DKL) di lima sekolah menengah atas negeri di Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada kelengkapan dan kedalaman indikator KPS, seperti mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, menafsirkan data, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengomunikasikan, dan menerapkan konsep. Hasil menunjukkan bahwa keterampilan mengamati dan menafsirkan sudah diterapkan namun belum terstruktur dan kurang mendorong kemandirian siswa. Sementara itu, keterampilan lain seperti klasifikasi, prediksi, dan perumusan hipotesis masih jarang dilatihkan. Perencanaan eksperimen dan komunikasi ilmiah juga terbatas karena siswa hanya mengikuti prosedur yang tersedia. Disimpulkan bahwa pendekatan praktikum saat ini belum mendukung pengembangan KPS secara menyeluruh. Diperlukan penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri serta pelatihan profesional guru untuk meningkatkan pedagogi laboratorium dan pembelajaran yang berorientasi pada siswa.
Project-based learning on environmental change to enhance numeracy skills and environmental awareness to support SDGs 13 Tari Anjani; Wiwit Artika; Rahmah Johar; Andi Ulfa Tenri Pada; M. Ali Sarong
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23334

Abstract

Numeracy skills and an environmental care attitude are essential competencies for environmental sustainability, yet both are currently low among students. This study aimed to: (1) analyze the enhancement of students' numeracy skills, (2) evaluate the improvement of their environmental care attitude through a project-based learning model, and (3) determine differences in these competencies based on gender.  A quantitative approach with a pretest-posttest control group experimental design was employed. The sample comprised 32 tenth-grade students selected via purposive sampling. The t-test analysis showed a significant difference between the experimental and control groups (Sig. 2−tailed<0.05), confirming the effectiveness of project-based learning (PjBL) in improving numeracy and environmental care attitude. Furthermore, significant gender differences were observed, males scored higher in numeracy, while females scored higher in environmental care attitude. These findings affirm the importance of integrating numeracy and environmental issues into learning as a tangible strategy to support SDG 13. The project-based learning model is effective in improving environmental data analysis skills and climate mitigation awareness. This model is recommended for fostering students who are critical thinkers and possess pro-environmental behavior.Abstrak. Kemampuan numerasi dan sikap peduli lingkungan merupakan dua kompetensi esensial dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, namun keduanya masih rendah di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peningkatan kemampuan numerasi siswa, (2) mengevaluasi peningkatan sikap peduli lingkungan melalui model pembelajaran berbasis proyek, dan (3) mengetahui perbedaan kompetensi tersebut berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas X SMA Negeri Modal Bangsa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes numerasi dan angket. Hasil analisis uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (Sig. 2-tailed < 0,05), yang menegaskan efektivitas pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan sikap peduli lingkungan. Selain itu, ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan gender, yaitu siswa laki-laki memperoleh skor rata-rata lebih tinggi pada kemampuan numerasi, sedangkan siswa perempuan memperoleh skor rata-rata lebih tinggi pada sikap peduli lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi numerasi dan isu lingkungan dalam pembelajaran sebagai strategi nyata mendukung SDG 13. Pembelajaran berbasis proyek efektif meningkatkan kemampuan analisis data lingkungan dan kesadaran mitigasi iklim. Model ini direkomendasikan untuk membentuk peserta didik yang berpikir kritis dan berperilaku pro-lingkungan.
Revealing the impact of scientific culture understanding on students’ biological literacy: The role of digital mindfulness and local wisdom literacy Asham Bin Jamaluddin; Muhiddin Palennari; Adnan Adnan; Evrialiani Rosba
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22668

Abstract

The low level of biological literacy among students shows the importance of exploring and integrating the dimensions of scientific, cultural and digital understanding in learning. This study aims to analyze the influence of scientific culture understanding on students' biological literacy, by exploring the mediating role of digital mindfulness and local wisdom literacy. The study used a quantitative approach with an explanatory design and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis. The sample consisted of 495 biology education students from three universities in Makassar, selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a four point Likert scale closed questionnaire to measure four main constructs. The results of the analysis showed that scientific culture understanding had a significant effect on biological literacy directly and indirectly through digital mindfulness and local wisdom literacy. The strongest relationship was found between scientific culture understanding and local wisdom literacy, while the contribution of digital mindfulness was weak but significant. The R² value for biological literacy of 0.440 indicated a moderate model contribution. The conclusion of this study emphasizes the importance of integrating cultural, technological, and scientific approaches in biology learning in higher education. This study provides theoretical contributions to the development of local context based scientific literacy as well as practical recommendations for educators and policy makers in designing quality and effective curricula.Abstrak. Rendahnya tingkat literasi biologi di kalangan mahasiswa menunjukkan pentingnya untuk mengeksplorasi dan mengintegrasikan dimensi pemahaman sains, budaya dan digital dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh scientific culture understanding terhadap literasi biologi mahasiswa, dengan mengeksplorasi peran mediasi dari digital mindfulness dan literasi kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel terdiri dari 495 mahasiswa pendidikan biologi dari tiga universitas di Makassar, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup skala Likert empat poin untuk mengukur empat konstruk utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa scientific culture Understanding berpengaruh signifikan terhadap literasi biologi secara langsung, maupun tidak langsung melalui digital mindfulness dan literasi kearifan lokal. Hubungan paling kuat ditemukan antara scientific culture Understanding dan literasi kearifan lokal, sedangkan kontribusi digital mindfulness tergolong lemah namun signifikan. Nilai R² untuk literasi biologi sebesar 0.440 mengindikasikan kontribusi model yang moderat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan budaya, teknologi, dan ilmiah dalam pembelajaran biologi di pendidikan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan literasi sains berbasis konteks lokal serta rekomendasi praktis bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam merancang kurikulum yang berkualitas dan efektif.
Students' collaboration skills and communication skills through research mini project learning Fitri Wijarini; Ibrahim Ibrahim; Nursia Nursia
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22704

Abstract

Twenty-first century skills require students not only to master theoretical knowledge but also to work effectively and communicate ideas clearly in various contexts. Based on this condition, two key competencies are needed to meet these demands: collaborative skills and communication skills. Collaboration is essential for enabling students to work in teams to solve complex problems, while effective communication supports students in expressing ideas, arguing logically, and building productive professional interactions. This study is important as it aims to examine the extent to which mini research project-based learning can develop students’ collaborative and communication skills. The research employed a quantitative descriptive approach with a sample of 40 students. The study was conducted over three trials. Data on collaborative skills were collected using a questionnaire instrument as the primary data and observation sheets as supplementary data, while communication skills were measured using observation sheets. The results showed that students’ collaborative skills improved from the first to the third trial, and similarly, their communication skills also increased across the three trials. The findings of this study are expected to contribute to the development of more contextual, collaborative, and communicative learning models and serve as a reference for improving the quality of learning processes in higher education.Abstrak. Keterampilan abad 21 menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan secara teoritis, namun juga mampu bekerja secara efektif dan dapat menyampaikan ide secara jelas dalam berbagai konteks. Berdasarkan kondisi ini, diperlukan dua kompetensi untuk menjawab kebutuhan tersebut, yakni keterampilan kolaboratif dan keterampilan komunikasi. Kolaborasi diperlukan agar mahasiswa mampu bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah yang kompleks, sedangkan komunikasi yang efektif mendukung mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, berargumentasi secara logis, dan membangun interaksi profesional yang produktif. Penelitian ini penting dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejauh mana pembelajaran berbasis proyek mini riset dapat mengembangkan keterampilan kolaborasi dan keterampilan komunikasi mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 mahasiswa. Penelitian dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Pengambilan data keterampilan kolaboratif menggunakan instrumen angket sebagai data utama dan lembar observasi sebagai data tambahan. Sedangkan keterampilan komunikasi menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa keterampilan kolaboratif mahasiswa mengalami peningkatan dari ulangan ke satu hingga ulangan ke tiga begitu juga dengan keterampilan komunikasi mahasiswa, mengalami peningkatan dari ulangan ke satu hingga ulangan ke tiga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, komunikatif, serta menjadi rujukan dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Implementation of project-based learning in developing a human anatomy and physiology practical guidebook with analysis of the nutritional content of local NTT ingredients Florentina Yasinta Sepe; Maria Novita Inya Buku; Vinsensia H. B. Hayon; Hildegardis Missa; Getrudis Wilhelmina Nau; Aloysius Djalo
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22400

Abstract

Practical learning that is relevant to local potential is needed so that students understand human physiology concepts theoretically and are able to relate them to real life. This can support the improvement of 21st century skills while also supporting the utilization of local resources in education and community empowerment. This study aims to develop a practical guidebook for the Human Anatomy and Physiology course based on Project-Based Learning (PJBL) with the integration of nutritional content analysis of local food ingredients from East Nusa Tenggara (NTT). The problem faced is the limited availability of practical teaching materials that are relevant to local conditions, specifically linking anatomy and physiology topics with an understanding of the nutritional content of local food ingredients. The method used is research and development with the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of the study show that the developed practical guidebook is relevant and effective in enhancing students' understanding of human anatomy and physiology concepts and the nutritional content of local food ingredients. Evaluation of the product indicates positive responses from students, with improvements in active involvement, critical thinking skills, and significant learning outcomes. This guidebook also helps students to better understand scientific concepts in the context of everyday life. In conclusion, the application of PJBL with a focus on local food ingredients from NTT proves to be effective in improving students' understanding and 21st-century skills.Abstrak. Pembelajaran praktikum yang relevan dengan potensi lokal dibutuhkan agar mahasiswa memahami konsep fisiologi manusia secara teoritis dan mampu mengaitkan dengan kehidupan nyata. Hal ini dapat mendukung peningkatan keterampilan abad ke-21 sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia berbasis Project-Based Learning (PJBL) dengan integrasi analisis kandungan gizi bahan pangan lokal Nusa Tenggara Timur (NTT). Permasalahan yang dihadapi adalah terbatasnya ketersediaan bahan ajar praktikum yang relevan dengan kondisi lokal, khususnya yang mengaitkan topik anatomi dan fisiologi dengan pemahaman kandungan gizi bahan pangan lokal. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku penuntun praktikum yang dikembangkan relevan dan efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep anatomi dan fisiologi manusia serta kandungan gizi bahan pangan lokal. Evaluasi terhadap produk menunjukkan adanya respon positif dari mahasiswa, dengan peningkatan keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar yang signifikan. Buku panduan ini juga membantu mahasiswa untuk lebih memahami konsep-konsep ilmiah dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, penerapan PJBL dengan fokus pada bahan pangan lokal NTT terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan abad ke-21 mahasiswa.
Digital literacy of biology education students: Trends and differences based on semester level Sri Wahyuni Sumadi; Nurhayati B; Faisal Faisal
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22361

Abstract

Twenty-first century skills are an important aspect in developing student competencies, one of which is digital literacy competency. Proficient digital literacy is needed in education, especially to support the technology-based learning process. This study aims to identify differences in the level of digital literacy of Biology Education students based on semester level. The research method used is a quantitative survey with a cluster random sampling technique. The sample of this study was biology education study program students in semesters 2, 4, and 6, with a total sample of 232 students. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics, namely the ANOVA test, to determine whether there were significant differences in students' digital literacy skills between semesters. The results showed that the average digital literacy skills of students increased from semester 2 to semester 6, with consecutive scores of 41.20, 44.32, and 45.21. Despite the increase, the overall average is still very low. The results of the inferential statistical test, namely the ANOVA test, obtained a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), which shows that there are differences in the digital literacy skills of students in different semesters. Therefore, a more optimal technology integration strategy in learning is needed, as well as lecturer competence in utilizing digital technology to strengthen student digital literacy.Abstrak. Keterampilan abad 21 merupakan aspek penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, salah satunya yaitu kompetensi literasi digital. Literasi digital yang mumpuni sangat diperlukan dalam dunia pendidikan, terutama untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi berdasarkan tingkat semester. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan teknik random sampling. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 2, 4 dan 6, tahun akademik 2023/2024 dengan jumlah sampel sebanyak 232 mahasiswa. Data dianlisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji anova untuk menentukan terdapat perbedaan signifikan keterampilan literasi digital mahasiswa antar semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan literasi digital mahasiswa mengalami peningkatan dari semester 2 ke semester 6 dengan perolehan nilai berturut-turut sebesar 41,20, 44,32, dan 45,21. Meskipun terjadi peningkatan, rata-rata keseluruhan masih tergolong sangat rendah. Hasil uji statistik inferensial yaitu uji anova diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan literasi digital mahasiswa pada semester yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengintegrasian teknologi yang lebih optimal dalam pembelajaran, serta kompetensi dosen dalam pemanfaatan teknologi digital guna memperkuat literasi digital mahasiswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 18