cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTANAMAN UNTUK PRODUKSI DAN KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN Boy Riza Juanda
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dan anomali telah berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional. Sektor pertanian selain penyumbang efek GRK, tetapi juga sektor yang paling terpangaruh oleh perubahan dan anomali iklim. Ketersediaan pangan saat ini telah melebihi standar kecukupan energi dan protein nasional, tetapi angka kecukupannya belum seideal pemenuhan kecukupan konsumsi di tingkat rumah tangga atau individu. Selain itu, produksi pangan terus mengalami pelandaian dan statgnasi bahkan peluang untuk terjadi penurunan produksi juga cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan strategi penanganan dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Selain itu, antisipasi perubahan iklim perlu juga arahan dari berbagai aspek, antara lain adaptasi perubahan iklim, diversifikasi produksi pangan, pembinaan kehidupan sosial dan budaya masyarakat, penguatan ekonomi dan kelembagaan petani, serta kebijakan yang berpihak pada pertanian
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN JARAK TANAM YANG TEPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) Fadilah Fadilah; Khairul Akbar
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk fosfat dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Upah Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian tempat di daerah penelitian + 3 meter dari permukaan laut dengan pH tanah berkisar 5,5 - 6 ( BPP Kecamatan Bendahara, 2014). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2013 sampai dengan Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Fosfat memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST, dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST, jumlah daun umur 30 dan 45 HST, panjang tongkol dan berat tongkol per plot, sedangkan untuk parameter lain tidak berpengaruh nyata. Taraf perlakuan pupuk Fosfat yang terbaik yaitu F3 300 Kg/Ha (33 gr/plot). Perlakuan jarak tanam memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman pada umur 30 HST, jumlah daun umur 30 HST, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tidak berkelobot dan bobot tongkol per plot, sedangkan parameter lainnya tidak berpengaruh nyata. Taraf perlakuan jarak tanam terbaik yaitu J1 (70 x 20 cm). Interaksi antara perlakuan pemberian pupuk Fosfat dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 HST dan bobot tongkol tidak berkelobot. Interaksi terbaik dijumpai pada kombinasi perlakuan pemberian pupuk Fosfat dengan dosis 300 Kg/Ha (33 gr/plot) dengan jarak tanam 70 x 20 cm (F3 J1). Dalam budi daya tanaman jagung manis dianjurkan menggunakan pupuk Fosfat dengan dosis 300 Kg/Ha, yang dikombinasikan dengan jarak tanam 70x20 cm.
EFEK APLIKASI MULSA ORGANIK DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PRODUKSI SEMANGKA (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. et Nankai) Diana Wati; Zulfikar Zulfikar
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi mulsa organik dan pupuk kandang terhadap produksi tanaman semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. et Nankai), serta interaksi dari kedua perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Alue Bugeng Kecamatan Peureulak Timur Kabupaten Aceh Timur, yang berlangsung dari bulan Maret dan selesai pada bulan Mei 2015. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang tanaman semangka umur 45 HST, produksi per plot, lingkar buah, serta produksi per hektar. Perlakuan mulsa organik terbaik ditemukan pada mulsa organik jerami padi (M1). Perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap produksi per plot, berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 45 HST, lingkar buah serta produksi per hektar. Perlakuan jenis pupuk kandang terbaik ditemukan pada perlakuan pupuk kandang ayam (K2). Interaksi antara kedua perlakuan jenis mulsa organik dan pupuk kandang berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan yang diamati. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi tanaman semangka yang optimal, maka dianjurkan menggunakan mulsa organik jerami atau pupuk kandang ayam pada budidaya semangka.
KARAKTERISTIK TANAH TYPIC HAPLUDAND DI UNIVERSITY FARM UNSYIAH KABUPATEN BENER MERIAH Teti Arabia; Abubakar Karim; Zainabun Zainabun; Ira Purnama Sari
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah Typic Hapludand di University Farm Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati tiga pedon. Bahan tanah diambil dari tiap-tiap horison pada semua pedon, serta dianalisis sifat fisika, kimia, dan mineralogi. Warna tanah pada pedon P1 hitam–cokelat tua; P2 hitam keabu-abuan – cokelat tua kemerahan; sedangkan P3 hitam – cokelat. Pada pedon P1, P2, dan P3, horison Ap konsistensi lembabnya gembur, dan pada kondisi basah agak lekat – tidak lekat, sedangkan lapisan bawah berkonsistensi lembab sangat gembur – gembur & pada kondisi basah agak lekat – tidak lekat. Laju permeabilitas pada pedon P1, P2 dan P3 tidak berbeda berkisar 2,0-< 6,25 cm jam-1. Pada pedon P1 porositas di lapisan atas 66,41% lebih rendah dari lapisan bawah 67,08%. Pada pedon P1 kadar air di lapisan atas 34,63% lebih tinggi dari lapisan di bawahnya 32,84%, sama halnya dengan P2, sedangkan P3 terjadi sebaliknya. Stabilitas agregat pedon P1 dan P2 kurang stabil, sedangkan P3 stabil. Reaksi pH H2O 5.80 – 6.65, sedangkan pH KCl 4.68-5.45. Nilai K 0.15-0.38, Na 0.15-0.87, Ca 0.60-7.20 dan Mg 0.20-2.88 cmol(+) kg-1. Nilai H dd 0.08-0.32 & KTK 20.05-44.4 cmol(+) kg-1. Nisbah MSL/MML horison bawah lebih tinggi dari horison atas. Setiap pedon didominasi oleh mineral alofan & imogolit.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI MELALUI POTENSI DAN PENGEMBANGAN WILAYAH PRODUKSI BENIH UNGGUL DI PROPINSI ACEH Boy Riza Juanda
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varietas unggul memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi. Sumbangan penggunaan varietas unggul terhadap peningkatan produksi padi nasional mencapai 56%, sementara interaksi antara air irigasi, varietas unggul, dan pemupukan terhadap laju kenaikan produksi padi memberikan kontribusi hingga 75%. Penggunaan varietas unggul juga berkontribusi terhadap penurunan penggunaan pestisida. Namun, penggunaan varietas unggul di tingkat petani masih rendah. Beberapa faktor yang menghambat pengembangan varietas unggul ialah anggapan bahwa keunggulan varietas baru tidak sebanding dengan varietas yang ada, industri benih belum berminat mengembangkan varietas unggul, dan terbatasnya benih sumber untuk perbanyakan benih secara komersial. Laju peningkatan produksi padi di Aceh mengalami penurunan dan peningkatan. Pada tahun 2004, 2005 dan 2006 terjadi penurunan hal ini diakibatkan karena pengaruh berbagai faktor terutama kurang tersedianya benih yang terjamin mutunya. Dengan demikian sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara signifikan, sehingga petani pada beberapa tahun tersebut dibeberapa wilayah kabupaten khususnya di daerah sentra- sentra produksi padi mengalami penurunan padi. BPTP Aceh merupakan salah satu lembaga pelayanan teknis dibawah Litbang Pertanian yang turut berperan dalam menghasilkan inovasi teknologi sekaligus berfungsi sebagai penyebar informasi teknologi hasil pengkajian kepada pengguna melalui kegiatan diseminasi. Perbanyakan benih padi telah dilaksanakan di propinsi Aceh di lima kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Timur, Aceh Barat dan Aceh Barat Daya.
UJI VIABILITAS POLEN BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) INTRODUKSI Risky Ridha
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan adaptasi dari varietas padi introduksi yang perlu untuk diteliti adalah viabilitas polen yang erat kaitannya terhadap kemampuan pembentukan biji (gabah berisi). Viabilitas polen merupakan parameter penting, karena polen harus hidup dan mampu berkecambah setelah penyerbukan agar terjadi pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji vibilitas polen beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) introduksi pada kondisi lingkungan di Aceh. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti adalah varietas (V) yang terdiri dari V1 (Wandao 199), V2 (Wandao 153), V3 (Xin Xie You 57), V4 (Zhong You 838), V5 (Nongfeng You 256), V6 (Yin Zhan 1), V7 (Cao Zhan), V8 (Zhang Zhan), V9 (Miao Zhan) dan V10 (Ciherang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase polen terwarnai tertinggi terdapat pada padi varietas Miao Zhan (V9), persentase polen berkecambah dan persentase gabah berisi tertinggi dijumpai pada padi varietas Xin Xie You 57 (V3), sedangkan jumlah gabah tertinggi dijumpai pada padi varietas Wandao 153 (V2). Hasil uji kontras menunjukkan bahwa viabilitas polen kelompok varietas padi Hibrida (V1, V2, V3, V4, V5) lebih baik dari kelompok varietas padi Inbrida (V6, V7, V8, V9, V10), viabilitas polen kelompok varietas padi Hibrida (V1, V2, V3, V4, V5) lebih baik dari kelompok varietas padi Nasional (V10), begitu juga viabilitas polen kelompok varietas padi Inbrida (V6, V7, V8, V9, V10) lebih baik dari kelompok varietas padi Nasional (V10),
Adaptasi Empat Genotip Kedelai (Glycine max (L) Merril) pada Pertanaman Tumpangsari dengan Jagung Yulia Alia; Nerty Soverda
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk peningkatan produksi tanaman pangan khususnya kedelai sebagai tanaman sela adalah dengan perakitan kultivar yang toleran terhadap naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi adaptasi empat genotip kedelai hasil seleksi untuk sifat toleran naungan pada beberapa pola tumpangsari dengan jagung serta untuk mendapatkan genotip-genotip kedelai yang beradaptasi baik pada pola tumpangsari antara kedelai dan jagung. Percobaan lapang dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi dengan jenis tanah ultisol dan ketinggian tempat + 35 meter dpl pada bulan Desember 2015-Maret 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial 2 faktor, faktor pertama adalah genotip, yang terdiri dari g1= ptxpdm-5–196–4–3 (MDL-01), g2= ptxpdm-5–196–9–3 (MDL-02), g3= ptxpdm-5–196–9–11 (MDL-03) dan g4= ptxpdm=5–196–9–12 (MDL-04), faktor kedua adalah pola tumpang sari, yang terdiri p1=1:1, p2=2:1, dan p3=3:1 Masing-masing kombinasi perlakuan diulang dua kali sehingga terdapat 24 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Sidik Ragam kemudian dilanjutkan dengan DMRT pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah polong total per tanaman dan jumlah polong berisi per tanaman genotip-genotip kedelai yang diuji bergantung kepada pola tanam. Genotip-genotip kedelai yang diuji berbeda nyata dalam tinggi tanaman dan hasil. Pola tanam berpengaruh nyata terhadap bobot 100 biji dan hasil kedelai. Genotip ptxpdm-5-196-4-3 (MDL-01) beradaptasi baik pada pola 2:1, sedangkan genotip ptxpdm-5-196-9-3 (MDL-02), ptxpdm-5-196-9-11 (MDL-03), dan genotip ptxpdm-5-196-9-12 (MDL-04) beradaptasi baik pada pola 3:1.
EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia mahogani Jacq.) TERHADAP MORTALITAS DAN RATA-RATA WAKTU KEMATIAN LARVA Plutella xylostella PADA TANAMAN SAWI Maria Heviyanti; Husni Husni; Alfian Rusdy
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plutella xylostella L. (Lepidoptera; plutellidae) merupakan hama yang sering menyerang tanaman sawi dan kubis. Larva P. xylostella ini meyerang tanaman yang masih muda di persemaian maupun tanamana yang ada di lapangan sehingga dapat mengakibatkan kerugian hingga 100%. Pestisida botani merupakan salah satu alternative pengandalian hama Plutella xylostella secara hayati. Penelitian ini bertujuab untuk mengetahui efektifitas ekstrak biji mahoni terhadap perkembangan dan mortalitas hama Plutella xylostella di pertanaman sawi. Pengujian yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu pengujian laboratorium dan pengujian lapangan. Pengujian di laboratorium merupakan pengujian pendahuluan ekstrak biji mahoni terhadap kematian larva Plutella xylostella. Kisaran konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0,00; 0,25; 0,50; 0,75; 1,00 ml/ 100 ml larutan. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, dan jumlah larva uji yang mati dari setiap konsentrasi ekstrak di hitung. Pengujian di lapangan dilakukan untuk mengetahui efektifitas penggunaan ekstrak biji mahoni terhadap perkembangan dan mortalitas hama Plutella xylostella. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan enam kisaran konsentrasi ekstrak dan control, dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Kisaran konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 0,00; 0,13; 0,26; 0,39; 0,52; 0,65; dan 0,78 ml/ 100 ml larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak biji mahoni memberikan pengaruh terhadap mortalitas dan rata-rata waktu kematian larva. Pengaruh kematian tertinggi yaitu 80,00%. Pada konsentrasi rendah 0,13 ml/ 100 ml larutan ekstrak biji mahoni sudah menunjukkan sifat racun dengan tingkat kematian terhadap larva rendah yaitu 20,00 %, selain itu terlihat juga bahwa larva yang mampu bertahan hidup mempunyai kegagalan dalam memebentuk pupa dan imago
EVALUASI KETAHANAN PANGAN DALAM MENGATASI KRISIS PANGAN DI KABUPATEN ACEH UTARA Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkurangnya luas sawah karena tingginya laju konversi lahan merupakan faktor utama yang dapat mengurangi produksi padi yang dapat mengancam ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Utara. Konversi lahan sawah boleh dikatakan bersifat multidimensi. Oleh karena itu, upaya pengendaliannya tidak mungkin hanya dilakukan melalui satu pendekatan saja. Mengingat nilai keberadaan lahan sawah bersifat multifungsi, maka keputusan untuk melakukan pengendaliannya harus memperhitungkan berbagai aspek yang melekat pada eksistensi lahan itu sendiri. Hal tersebut mengingat lahan yang ada mempunyai nilai yang berbeda, baik ditinjau dari segi jasa yang dihasilkan maupun beragam fungsi yang melekat didalamnya. Sehubungan dengan isu tersebut, direkomendasikan tiga pendekatan secara bersamaan dalam kasus pengendalian konversi lahan sawah untuk mewujudkan ketahanan pangan, yaitu melalui kebijakan penetapan lahan sawah abadi, peningkatan produktivitas padi dan pemberian intensif kepada petani padi
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) TERHADAP PEMBERIAN TANAH MINERAL DAN BIO 7 PADA MEDIA GAMBUT DI POLIBAG Murdhiani Murdhiani
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tanah mineral sebagai bahan amelioran tanah terhadap media gambut di polibag terhadap peubah amatan tinggi tanaman umur 2 MST pada media tanah gambut 100% (M4) dengan tinggi tanaman 27 cm, sedangkan untuk pH media tanam yang tertinggi terdapat pada penambahan tanah mineral sebanyak 75% dari berat media (M3) yaitu 6,71. Pemberian pupuk Bio 7 sebagai pupuk tanaman jagung manis terhadap peubah amatan berat tongkol tanpa klobot per tanaman sampel diperoleh pada pemberian pupuk Bio 7 sebanyak 4% (B2) dengan produksi 318,75 g, produksi tongkol berklobot per plot yang tertinggi terdapat pada pemberian pupuk Bio 7 sebanyak 4% (B2) yaitu 1,56 kg, sedangkan untuk pH media tanam yang tertinggi terdapat pada pemberian pupuk Bio 7 sebanyak 4% (B2) yaitu 6,55. Interaksi antara pemberian tanah mineral dan pupuk Bio 7 terhadap peubah amatan berat tongkol tanpa klobot per plot yang tertinggi adalah 1,37 kg yang terdapat pada perlakuan M4B2 dan M2B1. Produksi tongkol berklobot per plot yang tertinggi adalah 1,75 kg yang terdapat pada perlakuan M2B1.

Page 10 of 16 | Total Record : 155