cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN JARAK TANAM TERHADAP KACANG HIJAU(Vigna radiata, L) Cut Mulyani; m daud
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh jenis pupuk hayati dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, serta interaksi yang dimunculkan oleh kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Faktor jenis pupuk hayati dengan notasi (H) terdiri dari 4 taraf yaitu H0 (Kontrol atau tanpa pupuk), H1 (Pupuk hayati Biobost), H2 (Pupuk hayati Bio Super Aktif), dan H3 (Pupuk hayati Petrobio). Faktor jarak tanam dengan notasi (J) terdiri dari 3 taraf : yaitu J1 (20 x 10 cm), J2 (20 x 20 cm), dan J3 (20 x 30 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa jenis pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji kering per plot dan berat 100 butir biji kering, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan pupuk hayati Petrobio (H3). Jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 45 HST, berat biji kering per plot, serta berat 100 butir biji kering. Perlakuan terbaik ditemukan pada jarak tanam 20 x 20 cm (J2). Interaksi antara jenis pupuk hayati dan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea, L.) DENGAN PEMBERIAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) DAN PEMBUMBUNAN Rosmaiti Rosmaiti; Juliandi Juliandi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah (Arachis Hypogaea, L.) dengan Pemberian Mikro Organisme Lokal (Mol) Dan Pembumbunan serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mol dari bonggol pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 30, 45 HST, jumlah polong per rumpun, berat kering per plot dan produksi per hektar. Perlakuan MOL bonggol pisang ambon dapat meningkatkan produksi sebesar 22,98 % bila dibandingkan tanpa MOL bongol pisang. Waktu pembumbunan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada umur 45 HST, berat biji kering per plot, dan produksi per hektar. Perlakuan terbaik adalah pembumbunan pada umur 21, 35 dan 49 HST. Interaksi antara kedua kombinasi perlakuan Mol dari Bonggol Pisang dan Waktu Pembumbunan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter berat kering biji per plot dan berat kering biji per hektar dan tidak berpengaruh pada parameter yang lainnya. Interaksi terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan pembumbunan 21, 35 dan 49 HST dan ketiga jenis MOL dari bonggol pisang yang berbeda .
EFISIENSI PEMUPUKAN NPK YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN BIOBOOST PADA TANAMAN SELADA (Lactuca sativa, L) Syukri Syukri; Baihaqi Eru
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani dalam budidaya tanaman selada adalah faktor keadaan tanah yang kurang subur. Pemupukan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan hasil selada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi dari penggunaan pupuk NPK yang dikombinasikan dengan pupuk bioboost pada tanaman selada (Lactuca sativa, L). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Non Faktorial dengan tiga ulangan, faktor yang dicobakan adalah kombinasi berbagai dosis pupuk NPK dan pupuk hayati Bioboost (P) yang terdiri dari : P0 (NPK 0 kg/ha dan Bioboost 0 cc/liter air), P1 (NPK 0 kg/ha dan Bioboost 7.5 cc/liter air), P2 (NPK 100 kg/ha dan Bioboost 0 cc/liter air), P3 (NPK 100 kg/ha dan Bioboost 7.5 cc/liter air), P4 (NPK 200 kg/ha dan Bioboost 0 cc/liter air), P5 (NPK 200 kg/ha dan Bioboost 7.5 cc/liter air), P6 (NPK 300 kg/ha dan Bioboost 0 cc/liter air) dan P7 (NPK 300 kg/ha dan Bioboost 7.5 cc/liter air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK yang dikombinasi dengan Pupuk Hayati Bioboost sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman umur 15 dan 30 HST, jumlah daun umur 15, 30 dan 45 HST, panjang daun umur 15 dan 30 HST, lebar daun umur 30 dan 45 HST serta berat tanaman per plot dan nyata meningkatkan lebar daun pada umur 15 HST. perlakuan P7 (NPK 300 kg/ha dan Bioboost 7.5 cc/liter air) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Sedangkan tingkat efisiensi pemupukan NPK paling tinggi diperoleh pada penggunaan NPK 100 kg/ha yang dikombinasikan dengan Pupuk hayati bioboost 7,5 cc/liter air, yaitu setiap penambahan 1 kg NPK dapat meningkatkan bobot hasil selada seberat 26,66 kg/ha.
Keanekaragaman Predator Serangga Hama Pada Tanaman Padi Sawah (Oryzae sativa, L.) di Desa Paya Rahat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang Maria Heviyanti; Cut Mulyani
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia dan sangat banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia tidak terkecuali di Propinsi Aceh. Kebutuhan akan bahan pangan pokok ini jika tidak dapat terpenuhi maka berakibat menurunnya gizi masyarakat. Salah satu kendala utama dalam budi daya tanaman padi sawah adalah adanya serangan hama. Serangan hama di lahan persawahan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produksi yang cukup berarti. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan agen-agen pengendalian hayati diantaranya adalah predator. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman predator serangga hama di pertanaman padi sawah pada fase vegetative di Desa Paya Rahat Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Inventarisasi predator serangga hama dilakukan dengan dua metode yaitu metode pengamatan langsung (visual Method) yang ditentukan secara purposive sampling method dan metode jarring ayun (Sweep Net). Jenis-jenis predator yang teramati pada areal penelitian terdapat 7 family predator yaitu Coccinelidae, Gerridae, Gryllidae, Coenagrionidae, Lycosidae, Staphylinidae, dan Tetragnathidae. Nilai keragaman (H’) predator pada fase vegetative pertanaman padi sawah termasuk dalam kategori rendah yaitu H’= 0.76.
KONFLIK LAHAN DI HUTAN GAMBUT RAWA TRIPA PROVINSI ACEH Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Aceh termasuk daerah yang sangat rawan akan terjadi konflik, terutama konflik lahan yang melibatkan perusahaan dan masyarakat. Penyebab utama maraknya konflik ini berkaitan dengan formulasi kebijakan mengenai pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) terutama perkebunan kelapa sawit. Hutan gambut Rawa Tripa sebagian besar lahannya merupakan Kawasan Ekosistem Leuser yang merupakan kawasan strategis nasional, namun pada saat ini telah dirambah untuk pembukaan perkebunan sawit oleh perusahaan-perusahaan besar. Konflik lahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Hutan Gambut Rawa Tripa merupakan kondisi yang sengaja diciptakan. Sebelum diterapkan kebijakan Otonomi Daerah, para aktor birokrat pusat (lokal) dan partai politik berkolaborasi dengan pemilik modal dalam mengeksploitasi sumber daya perkebunan kelapa sawit. Caranya adalah dengan menerapkan berbagai kebijakan pembangunan yang menguntungkan pihak pemilik modal besar, birokrat dan para politisi dalam memperebutkan lahan dan akses ke pembuat keputusan perizinan. Sementara itu, para tokoh lokal tidak bisa berbuat banyak. Disini memberikan suatu gambaran kepada kita tentang lemahnya peran pemerintah dalam menyelesaikan konflik lahan. Peran aktif pemerintah sangat diperlukan dalam mengawal berbagai masalah yang berkaitan dengan tanah agar tidak terjadi perselisihan karena ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas kebijakan yang dibuat.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG KEDELAI (Glycine max (L) Merril) Murdhiani Murdhiani
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang ayam pada saat tanam menunjukkan variabel pengamatan yang tertinggi yaitu pada parameter tinggi tanaman umur 2 MST (8.57cm) terdapat pada perlakuan A3, tinggi tanaman umur 4 MST (38.46 cm) terdapat pada perlakuan A2, dan tinggi tanaman umur 6 MST (57.68 cm) terdapat pada perlakuan A3. Untuk parameter produksi pertanaman sampel, produksi yang tertinggi yaitu 131.76 g terdapat pada perlakuan A0. Untuk produksi brangkasan per plot yang tertinggi yaitu 4.40 kg terdapat pada perlakuan A3. Pemberian pupuk kalium pada saat tanam dengan dosis 25 g/plot (M2) menunjukkan variabel pengamatan yang tertinggi. Untuk parameter tinggi tanaman yang tertinggi umur 2 MST yaitu 38.43 cm terdapat pada perlakuan M2. Untuk parameter umur berbunga, yang paling cepat berbunga yaitu 65.58 hari terdapat pada perlakuan M­1 dan M2. Interaksi pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kalium terhadap tanaman kedelai memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter yang diamati. Tidak adanya interaksi pada kedua perlakuan ini diduga karena interaksi dari kedua perlakuan kurang saling mendukung satu sama lainnya.
PENENTUAN PARAMETER SELEKSI TIDAK LANGSUNG TANAMAN PADI PADA TANAH SULFAT MASAM MELALUI ANALISIS LINTAS Muhammad Syahril
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter untuk seleksi secara tidak langsung pada tanah sulfat masam berdasarkan nilai pengaruh langsung dan tidak langsung komponen hasil terhadap daya hasil. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok satu factor dengan faktor yang diteliti adalah 18 varietas padi. Data yang diperoleh dianalis dengan menggunakan regresi linier berganda dan dilanjutkan dengan analisis lintas untuk mendapatkan pengaruh langsung dan tidak langsung parameter komponen hasil terhadap daya hasil. Hasil analisis lintas menunjukkan parameter seleksi tidak langsung pada tanah sulfat masam yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah gabah permalai dan % gabah berisi.
Efek Dosis Pupuk Nitrogen dan Varietas terhadap Efisiensi Pemupukan, Serapan Hara N dan Pertumbuhan Padi Lokal Aceh Dataran Iwan Saputra
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi tentang respon masing-masing varietas padi lokal Aceh dan pemupukan nitrogen terhadap efisiensi pemupukan nitrogen, serapan hara N serta pertumbuhan padi. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot design. Parameter yang diamati yaitu : (1) kandungan nitrogen tanaman, (2) serapan hara nitrogen, (3) efisiensi penggunaan nitrogen, dan (3) pertumbuhan tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk nitrogen berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 28, 42 dan 56 hari setelah tanam (HST), serapan N dan efisiensi penggunaan N. Tanaman padi varietas lokal Aceh berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada setiap tahapan pengamatan, bobot berangkasan kering dan serapan hara N. Bobot tanaman tertinggi pada tingkat kemajuan tertinggi 5 % terdapat pada cluster 4 yaitu varietas Sigeudop dan Pandan Wangi, sedangkan serapan hara N pada tingkat kemajuan 5 % terdapat pada cluster 4 yaitu varietas Aweh dan Simireik. Interaksi perlakuan pemupukan nitrogen pada berbagai varietas lokal aceh berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan serta kandungan N tanaman padi. Varietas lokal Aceh yang terbaik terhadap pertumbuhan, bobot berangkasan kering dan serapan hara N adalah Sigeudop, Rasi Bubun, Pandan Wangi, Pulot Simarik, Aweh, Ketan Hitam, dan Simireik.
PENGARUH PUPUK SP36 TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DALAM SISTEM TANPA OLAH TANAH DAN OLAH TANAH SEMPURNA Maria Heviyanti; Hasanuddin Hasanuddin; Hasnah Hasnah; Syafrizal Syafrizal
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju tumbuh tanaman () dan indeks luas daun () dua mingguan semakin tinggi dengan meningkatkan dosis pupuk SP36 pada sistem tanpa olah tanah dan olah tanah sempurna. Sistem olah tanah mempengaruhi bobot kering gulma, bobot biji kering per tongkol, bobot biji kering per plot dan pupuk SP36 pada tanaman jagung mempengaruhi jumlah biji per tongkol. Sistem olah tanah sempurna dapat menurunkan bobot kering gulma serta meningkatkan bobot biji kering per tongkol, dan bobot biji kering per plot. Pupuk SP36 dengan dosis 669,99 kg ha-1 dapat meningkatkan bobot kering gulma, bobot biji kering per tongkol, jumlah biji per tongkol dan bobot biji kering per plot.
PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU PEMBERIAN EM-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN. Adnan Amin
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh konsentrasi dan waktu pemberian EM-4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Faktor konsentrasi EM-4 berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3 dan 4 MST, jumlah cabang produktif pada umur 5 MST, panjang buah, jumlah buah, diameter buah, produksi per plot dan produksi per hektar. Pengukuran parameter tertinggi terdapat pada perlakuan K2 (dengan konsentrasi 10 cc/liter air). Fakor waktu pemberian EM-4 berpengaruh nyata pada diameter buah dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman pada umur 2, 3 dan 4 MST, jumlah cabang produktif pada umur 4 dan 5 MST, panjang buah, jumlah buah, produksi per plot dan produksi per hektar. Pengukuran parameter tertinggi terdapat pada perlakuan W2 (diberikan 8 hari sekali). Faktor interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian EM-4 berpengaruh sangat nyata pada jumlah buah per plot dan berpengaruh nyata pada diameter buah.

Page 9 of 16 | Total Record : 155