cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
Respons of Giberellic Acid and Salicylic Acid Under Salt Stress on Roselle (Hibiscus sabdarifa L.) aisar novita
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salinity in the soil have a devastating effect on plant metabolism, disrupting cellular homeostasis and uncoupling major physiological and biochemical processes. This research was conducted in a greenhouse of Agriculture Faculty, North Sumatra University, Medan, from February until June 2014. The research used completely randomized design with three factors. The first factor was giberellic acid were giberellic acid (5 mg L-1) and without giberellic acid. The second factor was salicylic acid were 0 mM, 0,5 mM and 1 mM. The third factor was salinity were 0 dsm-1 and 4-5 dsm-1. The interaction of giberellic acid and salicylic acid indecate significant effect on parameter such as chlorophyll a and b and betacarotene. Interaction between giberellic acid and salt stress indicated significant effect on chlorophyll a and b and betacarotene. Interaction between salicylic acid and salt stress indicated significant effect on growth and production such as chlorophyll a and b and betacarotene. Interaction three factors of giberellic acid, salicylic acid and salt stress indicated significant effect on chlorophyll a and b and betacarotene. Thus, evaluate the respons of giberellic acid and salicylic acid under salt stress on roselle (Hibiscus sabdariffa L) helped in the tolerance of plants to salt stress.
PENGARUH JENIS ZPT DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET STUM MATA TIDUR (Hevea brasilliensis Muell, Arg) Cut Mulyani; Syukri Syukri; denny fachriza
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan bibit karet stum mata tidur (Hevea brasilliensis muell. Arg) serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan Pemberian jenis ZPT berpengaruh sangat nyata terhadap lama mata tunas melentis, panjang tunas umur 30, 60 dan 90 HST, diameter tunas umur 60 dan 90 HST, jumlah daun umur 30, 60 dan 90 HST, luas daun dan bobot akar lateral. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan Z3 (ZPT Growtone). Perlakuan Pemberian jenis pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas umur 60 dan 90 HST, diameter tunas umur 60 dan 90 HST, jumlah daun umur 60 dan 90 HST, luas daun dan bobot akar lateral. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan H2 (pupuk hayati Herbafarm). Interaksi antara ZPT dan pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap luas daun stum mata tidur tanaman karet. Luas daun tertinggi dijumpai pada kombinasi perlakuan Z3H2 (ZPT Growtone dan pupuk hayati Herbafarm). Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stum mata tidur karet dalam polybag yang baik, disarankan menggunakan ZPT Growtone dan pupuk hayati Herbafarm secara bersamaan.
The Effect of Expiry time and Soaking Duration in Coconut Water on Watermelon Seed Invigoration (Citurullus lunatus Thunb. Matsum. et Nankai) Boy Riza Juanda; Cut Mulyani; sofiyana sofiyana
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect of expiry time and soaking duration in coconut water on watermelon seed invigoration and the interaction of the two treatments to invigorate watermelon seed. The results showed that the expiration treatment had a very significant effect on the observation parameter of sprout height but did not significantly affect other parameters. The best treatment was found on the 1 month expiration M1. The soaking of duration treatment in coconut water ZPT had a significant effect on growth potential, germination, growth rate, vigor index but no significant effect on the height of sprout and root length. The best treatment was found at a concentration of 250 cc / liter of water. The interaction of the two treatments had no significant effect on all observed parameters observed. Based on the results of the research, the seeds of expired watermelon can still be increased germination provided that expiry time used does not exceed 1 month, other than that the soaking of duration in coconut water as much as 250 cc / liter of water done separately can also increase the germination of expired watermelon.
Pengelolaan Sumberdaya Lahan Gambut di Kubu Raya Kalimantan Barat Menuju Lahan Tanpa Bakar Tri Tiana Ahmadi Putri
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki gambut tropis terluas di dunia, dengan prakiraan luas 21 juta hektar. Pembakaran di lahan gambut memberikan dampak sifat fisik dan kimia yang baik untuk tanaman pertanian, tetapi berdampak buruk terhadap kerusakan tanah gambut yang berkaitan dengan kebakaran lahan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah kebakaran lahan, diantaranya melalui kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar. Pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan pada areal perusahaan perkebunan dan kehutanan relatif lebih mudah. Aturan pelaksanaannya jelas sehingga segala bentuk penyimpangan akan mudah dikontrol dan pemberian sanksi dapat diterapkan dengan lebih tegas. Pengelolaan lahan tanpa pembakaran dapat dilakukan dengan membina masyarakat dari metode pembakaran liar ke pembakaran terkendali, dari pembakaran terkendali dibina lagi menjadi tanpa pembakaran lahan untuk mencapai pengelolaaan lahan gambut yang berkelanjutan.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ROOTONE F TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK JAMBU AIR (Syzygium semaragense) PADA MEDIA OASIS Cut Mulyani; julian ismail
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman Rootone-F terhadap pertumbuhan stek pucuk jambu air pada media oasis serta interaksi keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Penelitian ini berlangsung dari bulan April sampai dengan Juni 2015. Ketinggian tempat penelitian 3 meter dari permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor konsentrasi Rootone-F dan Faktor lama perendaman. Faktor Konsentrasi terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 = Control, K1 = 100 mg/liter air. K2 = 200 mg/liter air dan K3 = 300 mg/liter air dan faktor lama perendaman yang terdiri dari 3 taraf yaitu L1 = 1 jam, L2 = 2 jam dan L3 = 3 jam. Untuk menggambarkan pertumbuhan Stek pucuk jambu air dilakukan pengamatan panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar dan berat akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pemberian konsentrasi Rootone-F berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang tunas dan jumlah daun stek pucuk jambu air pada umur 21, 28 dan 35 hari sesudah tanamdan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang akar, jumlah akar dan berat akar stek pucuk jambu air pada umur 35 hari sesudah tanam. Taraf perlakuan kosentrasi Rootone-F terbaik yaitu K2 (200 mg/liter) untuk pertumbuhan panjang tunas dan jumlah daun. Dan Perlakuan konsentrasi K3 (300 mg/liter air) terbaik untuk panjang akar, jumlah akar dan berat akar. Lama perendaman memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap berat akar pada umur 35 hari sesudah tanam, memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan jumlah akar serta memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan panjang tunas dan jumlah daun. Taraf perlakuan lama perendaman yang terbaik yaitu L3 (Perendaman selama 3 jam) untuk parameter panjang akar, jumlah akar dan berat akar. Interaksi antara konsentrasi Rootone-F dan Lama Perendaman memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang tunas stek pucuk jambu air. Taraf interaksi perlakuan konsentrasi Rootone dan lama perendaman yang terbaik yaitu K2L3 (Konsentrasi 200 mg/liter air dan perendalam 3 jam) untuk parameter panjang tunas. Dalam melakukan kegiatan pembibitan stek pucuk jambu air disarankan untuk menggunakan Rootone-F dengan Konsentrasi 200 mg/liter air yang direndam selama 3 jam untuk mempercepat pertumbuhan dan keluarnya akar.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN KOLKISIN PADA BENIH SEMANGKA (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. et Nankai) TERHADAP KERAGAAN TANAMAN Rosmaiti Rosmaiti; Julian Dani
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kolkisin pada benih semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. et Nankai) terhadap keragaan tanaman, serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Cot Keh Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur, yang berlangsung dari bulan November 2014 sampai bulan Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Kolkhisin 0,2% dan perendaman selama 24 jam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman semangka.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PUPUK HAYATI AGROBOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo, L.) DALAM POLYBAG Syukri Syukri; nur ainun
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam yang sesuai dan konsentrasi pupuk hayati Agrobost yang optimal untuk budidaya tanaman melon dalam polybag. Penelitian dilaksanakan di Desa Keutapang Dua, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada bulan Agustus sampai Desember 2014. Percobaan didesain dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan dua ulangan, faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari : top soil, top soil + pupuk kandang + arang sekam, top soil + pupuk kandang + cocopeat dan topsoil + pupuk kandang + pecahan batu bata (dengan perbandingan bedasarkan volume 1:2:3), faktor kedua yaitu kosentrasi pupuk hayati agrobost yang terdiri dari : 0 ml/l air, 2,5 ml/l air, 5 ml/l air dan 7,5 ml/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam sangat nyata meningkatkan panjang tanaman umur 10 dan 20 HST, diameter batang umur 10, 20 dan 30 HST dan nyata meningkatkan panjang tanaman umur 30 HST, panjang tanaman 25 ruas (saat toping), bobot buah, panjang buah dan diameter buah pada media tanam top soil + pupuk kandang + cocopeat. Perlakuan pupuk hayati agrobost hanya nyata meningkatkan panjang tanaman umur 30 HST, diameter batang umur 30 HST dan bobot buah pada kosentrasi 7.5 ml/l air. Sedangkan interaksi antara media tanam dan kosentrasi pupuk hayati agrobost tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua komponen pertumbuhan dan hasil.
PERTUMBUHAN BIBIT JABON (Anthocephalus cadamba Miq) PADA MEDIA TANAH TOP SOIL DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK DAN KOMPOS Rosmaiti Rosmaiti; muhammad nur
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertumbuhan Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq) Pada Media Tanah Top Soil Dengan Pemberian Pupuk NPK Dan Kompos serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk NPK berpengaruh terhadap tinggi bibit pada (umur 30, 60 dan 90 HST), diameter pangkal batang (umur 60 dan 90 HST), Jumlah helaian daun (umur 60 HST), panjang helaian daun, diameter pangkal batang, jumlah helaian daun dan luas helaian daun (umur 30 HST). Pemberian pupuk NPK yang terbaik yaitu 5 gram/tanaman. Pemberian pupuk kompos memberikan pengaruh terhadap jumlah helaian daun dan tinggi bibit (umur 90 HST). Perlakuan pemberian pupuk kompos terbaik yaitu 30 gram/tanaman. Terdapat Interaksi antara pemberian pupuk NPK dan kompos terhadap diameter pangkal batang (umur 90 HST). Interaksi terbaik dijumpai pada perlakuan pemupukan NPK dengan dosis 5 gram/tanaman dan pemberian pupuk kompos dengan dosis 30 gram/tanaman.
EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI PADA PADI (Oryza sativa, L) YANG DISIMPAN TERHADAP HAMA BUBUK PADI (Sitophilus oryzae, L) Cut Mulyani; dwi widyawati
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas insektisida nabati pada padi (oryza sativa, l) yang disimpan terhadap hama bubuk padi (Sitophilus oryzae, L)”. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial, dengan perlakuan insektisida nabati (P) yang terdiri dari 10 (sepuluh taraf) sebagai berikut: P0 (Tanpa insektisida/control), P1(Daun sirsak), P2 (Daun serai), P3 (Umbi bawang merah), P4 (Umbi bawang putih), P5 (Daun srikaya), P6 (Biji pinang), P7 (Rumput paitan), dan P8 (Lengkuas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati memberikan efektivitas yang nyata terhadap mortalitas serangan, efektifitas pengendalian, dan persentase kehilangan berat yang disebabkan hama penggerek padi Sitophilus oryzae, L. Dimana perlakuan terbaik ditemukan pada insektisida nabati jenis umbi bawang putih (P4) (dengan dosis 5 gram/20 gram padi) yang mampu memberikan keefektifan sebesar 100 % terhadap seluruh parameter di akhir pengamatan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa, L) TERHADAP PERSENTASE PENGEMBALIAN JERAMI KE LAHAN DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK Syukri Syukri; fajri fajri
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produktivitas padi sawah terus dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras. Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi sawah adalah melalui anjuran pemupukan berimbang dan pemanfaatan potensi bahan organik setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa, L) terhadap persentase pengembalian jerami ke lahan dan dosis pupuk anorganik. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Sebagai faktor pertama yaitu persentase pengembalian jerami (J) yang terdiri dari : J1 (50% atau 2,5 ton/ha), J2 (75% atau 3,75 ton/ha) dan J3 (100% atau 5 ton/ha), faktor kedua yaitu dosis pupuk anorganik (D) yang terdiri dari : D0 (Kontrol), D1 (50% dari rekomendasi yaitu Urea 100 kg/ha, SP-36 50 kg/ha, KCl 25 kg/ha), D2 (75% dari rekomendasi yaitu Urea 150 kg/ha, SP-36 75 kg/ha, KCl 37,5 kg/ha) dan D3 (100% dari rekomendasi yaitu Urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembalian jerami ke lahan sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan padi pada umur 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam (MST), serta jumlah anakan produktif dan nyata meningkatkan berat gabah kering giling (BGKG). Pengembalian jerami 100 % (5 ton/ha) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Perlakuan dosis pupuk anorganik sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman padi pada umur 4 MST serta jumlah anakan produktif, dan nyata meningkatkan tinggi tanaman padi pada umur 2, 6, dan 8 MST, jumlah anakan pada umur 2, 4, 6 dan 8 MST serta berat gabah kering giling (BGKG). Perlakuan terbaik ditemukan pada pemupukan anorganik 75 % dari rekomendasi (Urea 150 kg/ha, SP-36 75 kg/ha,KCl 37,5 kg/ha). Sedangkan interaksi antara persentase pengembalian jerami ke lahan dan dosis pupuk anorganik tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua komponen pertumbuhan dan produksi.

Page 8 of 16 | Total Record : 155