cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL(Pb) DALAM AIR MINUM DAN DEDAK DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI RANSUM, BOBOT BADAN DAN KONVERSI RANSUM PADA ITIK MASA TUMBUH AKHIR Kurnia A. Kamil
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.28572

Abstract

Tingginya polusi cemaran logam berat seperti timbal (Pb) mempengaruhi buruknya kualitas air lingkungan sehingga memberikan andil terhadap bidang peternakan khususnya performan itik. Teknologi yang bisa dikembangkan untuk mereduksi kadar logam berat timbal pada unggas khususnya itik yaitu antara lain dengan cara pemberian fitat dalam ransum karena fitat mampu mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan dan konversi ransum pada itik Cihateup yang diberi perlakuan timbal (Pb) dalam air minum dan kandungan fitat dalam ransum. Sebanyak 64 ekor itik dengan ulangan 4 kali digunakan pada penelitian ini. Adapun rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 x 4. Faktor pertama adalah kadar timbal yang diberikan dalam air minum dengan tingkat 0 (R0), 30 (R1), 60(R2) dan 90 (R3) ppm. Faktor kedua adalah kandungan dedak dalam ransum dengan masing-masing 0, 15, 30 dan 45%. Persentase dedak ini akan menentukan pula kadar fitat yang dikandung oleh perlakuan ransum sehingga tiap ransum perlakuan berturut-turut mempunyai fitat 0,88; 1,22; 1,50; dan 1,59%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan dedak sampai 30% tergolong optimal untuk meningkatkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan, sedangkan konversi ransum yang optimal diperoleh pada perlakuan dedak 15% dalam ransum.Kata Kunci: itik, timbal,  performans
PENGARUH BERBAGAI VARIETAS JAGUNG MANIS ( Zea mays saccharata Sturt ) TERHADAP TINGGI TANAMAN, JUMLAH DAUN DAN KANDUNGAN LIGNIN TANAMAN JAGUNG Widiati Oktaviani; Lizah Khairani; Nyimas Popi Indriani
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.27568

Abstract

ABSTRAK Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt ) merupakan salah satu jenis pakan hijauan  yang merupakan sumber serat kasar bagi ternak ruminansia. Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) memiliki beberapa varietas yang berbeda. Setiap varietas memiliki keunggulannya masing-masing baik dalam segi produktivitas maupun kandungan nutrisi dan anti nutrisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) terhadap  tinggi tanaman, jumlah daun dan kandungan lignin tanaman jagung, mengetahui varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) yang memberikan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, serta untuk mengetahui varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) yang memberikan hasil terendah terhadap kandungan lignin Tanaman Jagung. Penelitian ini dirancang dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat lima jenis perlakuan varietas berbeda tanaman jagung manis, P1= Varietas Talenta, P2 = Varietas Manise, P3 = Varietas Asia, P4 = Varietas Bonanza, dan P5 = Varietas Paragon dengan 4 kali ulangan. Hasil analisis statistik  menunjukkan bahwa perlakuan berbagai varietas jagung manis (Zea mays saccharata Sturt)  memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan kandungan lignin tanaman jagung dan menghasilkan tinggi tanaman tertinggi serta jumlah daun terbanyak pada varietas talenta dengan rataan tinggi tanaman jagung manis varietas talenta yaitu  116,78 cm dan rataan jumlah daun varietas talenta yaitu 11,75 helai sedangkan kandungan lignin yang terendah didapatkan pada varietas bonanza yaitu dengan persentase kandungan lignin 10,04 %. Kata kunci : Varietas, jagung manis, tinggi tanaman, jumlah daun, lignin.
PENGARUH IMBANGAN RUMPUT LAPANGAN DENGAN LIMBAH KOL (Brassica oleracea var capitata L.) TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN PROTOZOA PADA CAIRAN RUMEN DOMBA (IN VITRO) pungky marantika
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.28577

Abstract

Budidaya sayuran kol menyisakan limbah yang dapat digunakan sebagai pakan sumber hijauan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengunaan limbah kol untuk mengantikan rumput lapangan terhadap populasi bakteri dan protozoa rumen. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri 5 macam ransum percobaan yaitu perbandingan rumput lapangan dengan limbah kol 100:0 (T1), 75:25 (T2, 50:50 (T3), 25:75 (T4), dan 0:100 (T5), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Data yang terkumpul sebelum dianalysis dengan sidik ragam, dilakukan transformasi logaritma dan jika terjadi perbedaan yang nyata dianalisis dengan uji Dunnets. Sebagai ransum kontrol adalah T1 yaitu 100% rumput lapangan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap populasi bakteri, namun tidak pada populasi protozoa. Perlakuan T2 dan T5 berbeda nyata (P<0,05) dibandingan ransum control (T1). Populasi protozoa tertinggi diperoleh pada perlakuan T5 yaitu 14,26 x 1011 sel/mL, sedangan populasi protozoa untuk semua perlakuan pada kisaran 5,25-9,75 x 105 sel/mL. Kesimpulan, penggunaan 100% limbah kol sebagai hijauan menghasilkan populasi bakteri yang maksimal.
KANDUNGAN ASAM LAKTAT DAN PH SILASE PELEPAH PISANG DENGAN PENAMBAHAN LUMPUR KECAP SEBAGAI ADITIF Mohamad Haris Septian
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.27692

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan lumpur kecap terhadap kandungan asam laktat dan pH silase pelepah pisang, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Terdapat empat perlakuan, yaitu tingkat penambahan lumpur kecap : P1 = penambahan lumpur kecap 1%, P2 = penambahan lumpur kecap 3%, P3 = penambahan lumpur kecap 5%, dan P4 = penambahan lumpur kecap 7%, masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali.  Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Peubah yang diamati adalah konsentrasi asam laktat dan pH silase pelepah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lumpur memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan asam laktat dan pH silase pelepah pisang. Penambahan aditif lumpur kecap sebanyak 5% dapat menghasilkan kandungan asam laktat silase pelepah pisang tertinggi dan penggunaan aditif lumpur kecap sebanyak 3% menghasilkan kandungan pH silase pelepah pisang terendah.Kata Kunci: lumpur kecap, pelepah pisang, silase.
KADAR ENZIM TRANSAMINASE (SGPT, SGOT) DAN GAMMA GLUTAMYL TRANSPEPTIDASE (γ -GT) PADA AYAM PETELUR FASE LAYER YANG DIBERI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) Aila jiwandini
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.27389

Abstract

Hepar sebagai organ kelenjar terbesar memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa dan lipid, membantu proses pencernaan, absorbsi lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, serta detoksifikasi tubuh terhadap zat toksik. Mengingat pentingnya fungsi hati dalam tubuh maka perlu dilakukan control terhadap fungsi hati untuk mengoptimalisasi produktivitas ternak . Penurunan produktivitas ayam petelur salah satunya dapat dipengaruhi oleh penurunan fungsi hati . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak  pegagan (Centella asiatica) sebagai hepatoprotektor dengan menurunkan kadar enzyme SGOT,SGPT dan γ-GT dalam darah ayam petelur sebagai indicator kesehatan fungsi hati . Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam petelur umur 120 minggu dengan metode RAL (rancangan acak lengkap ) 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 kontrol ransum basal tanpa penambahan ekstrak pegagan ; P1 ransum basal + 0,04% ekstrak pegagan ; P2 ransum basal + 0,08% ekstrak pegagan, P3 ransum basal + 0,12% ekstrak pegagan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan memberikan berbeda nyata (p<0,05) pada jumlah SGOT  SGPT dan γ-GT.
KONSEP BAHAN PAKAN PENGGANTI BEKATUL DALAM PAKAN ITIK HIBRIDA DENGAN TEPUNG BONGGOL PISANG (Musa paradiciasa L.) TERHADAP PENINGKATAN PERSENTASE KARKAS, ORGAN DALAM, DAN LEMAK ABDOMINAL Osfar Sjofjan; Danung Nur Adli; Farela Adhana Muflikhien
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.28561

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase karkas, organ dalam, dan lemak abdominal itik pedaging. Materi penelitian adalah 100 ekor itik pedaging tanpa dibedakan jenis kelaminnya (umur 20 hari) dengan strain (Peking x Khaki Campbell) dengan rataan bobot badan yang digunakan adalah 410,52 ± 95,25 g dengan koefisien keragaman sebesar 23,20 %. Metode dalam penelitian ini adalah percobaan lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 kali ulangan. Masing-masing ulangan 5 ekor itik pedaging. Perlakuan yang digunakan adalah P0: 10 % bekatul, P1: 7,5 % + 2,5 % tepung bonggol pisang, P2: 5 % + 5 % tepung bonggol pisang, P3: 2,5 % + 7,5 % tepung bonggol pisang dan P4: 10 %  tepung bonggol pisang. Variabel meliputi persentase karkas (dada, paha, sayap dan punggung), organ dalam (hati, jantung, limpa dan gizzard) dan persentase lemak abdominal. Data dianalisis menggunakan analisis kovarian (ancova). Apabila hasil penelitian menunjukan perbedaan nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil menunjukan bahwa tepung bonggol pisang memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkass, dan lemak abdominal tetapi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase gizzard. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bonggol pisang sebagai pengganti bekatul sampai dengan 10 % dalam pakan memberikan hasil positif terhadap penampilan persentase karkas, serta mampu menguarangi kandungan lemak abdominal
PENGARUH PEMBERIAN RASIO RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Matt) DAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) PADA SAAT KEMARAU TERHADAP TINGKAT STRES DOMBA DI BPPTDK MARGAWATI GARUT Salsabilla Nazhari; Kurnia A. Kamil; Ronnie Permana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i2.28575

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rasio rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan Kaliandra (Calliandra calothyrsus) pada saat kemarau terhadap tingkat stres Domba Garut. Penelitian ini dilaksanakan di BPPTDK Margawati Garut dan Analisis darah di Multitest Lab, Bandung pada tanggal 2 Januari 2020 sampai 16 Januari 2020. yang Objek dalam penelitian ini adalah 25 ekor Domba Garut dengan bobot badan 20-40 kg yang diambil secara acak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Perlakuan berupa P0= Tanpa perlakuan, P1= 100% Rumput Gajah, P2= 75% Rumput Gajah + 25% Calliandra calothyrsus, P3= 50% Rumput Gajah + 50% Calliandra calothyrsus, dan P4= 25% Rumput Gajah + 75% Calliandra calothyrsus. Data analisis dengan uji sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rasio Rrumput Oodot dan Kka   liandra berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) jumlah neutrofil, jumlah limfosit, maupun rasio neutrophil dan limfosit pada Domba Garut, namun ternyata domba-domba di BPPTDK Margawati Garut mengalami rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia).

Page 1 of 1 | Total Record : 7