cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI SIFAT KUANTITATIF DOMBA DORPER JANTAN GENERASI PERTAMA YANG DIBERI PAKAN KOMPLIT DI PT. AGRO INVESTAMA Dinah Sholikhah; Nena Hilmia; Rahmat Hidayat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.36315

Abstract

Domba Dorper merupakan ternak penghasil daging yang berasal dari wilayah Afrika Selatan. Kemampuan adaptasi Domba Dorper terhadap lingkungan baru dapat dilihat pada perubahan hasil produktivitas maupun performanya. Penelitian dilaksanakan di PT. Agro Investama menggunakan data sekunder pada bulan Agustus 2021 dengan objek penelitian Domba Dorper berumur 4 bulan sebanyak 22 ekor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui produktivitas Domba Dorper generasi pertama yang diberi pakan komplit selama pemeliharaan di PT. Agro Investama. Parameter yang diukur yaitu bobot lahir, bobot badan umur 1-4 bulan, dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bobot lahir Domba Dorper di PT. Agro Investama adalah 3,3±0,80 kilogram, dan pada bobot badan umur 1 sampai 4 bulan berturut-turut sebesar 10,52±3,09 kilogram, 14,25±2,87 kilogram, 17,95±4,83 kilogram, dan 21,91±5,20 kilogram.Pertambahan bobot badan selama 1 sampai 4 bulan sebesar 0,241±0,095 kilogram/hari, 0,182±0,043 kilogram/hari, 0,163±0,044 kilogram/hari dan bulan ke-4 sebesar 0,155±0,04 kilogram/hari.
STATUS IMUNITAS AYAM RAS PETELUR YANG DIBERI KITOSAN IRADIASI Dede Randian Lubis
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.29238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kitosan iradiasi terhadap status imunitas ayam ras petelur.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 di peternakan ayam petelur Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.  Pengujian sampel darah dilakukan di Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.  Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan uji polynomial orthogonal.  Terdapat 50 ekor ayam ras petelur fase layer sebagai objek penelitian dengan 5 jenis perlakuan yaitu P0 = tanpa pemberian kitosan, P1 = diberi kitosan 150 ppm, P2 = diberi kitosan 200 ppm, P3 = diberi kitosan 250 ppm dan P4 = diberi kitosan 300 ppm.  Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu sel darah putih/leukosit (limfosit dan neutrofil) dan protein darah (protein total, albumin dan globulin) ayam ras petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitosan iradiasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah sel leukosit, limfosit dan neutrofil.  Begitupula dengan pengaruh kitosan iradiasi terhadap kadar protein darah (protein total, albumin dan globulin), yang secara umum berbeda nyata (P<0,05).  Namun terdapat inkonsistensi pengaruh kitosan pada masing-masing parameter protein darah, baik protein total, albumin maupun globulin.Kata kunci : ayam petelur; kitosan iradiasi; leukosit; protein darah
KUALITAS FISIK PAKAN PELLET BERBAHAN AMPAS SAGU DENGAN PENAMBAHAN INDIGOFERA MENGGUNAKAN LEVEL TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA Anwar Efendi Harahap; Wieda Nurwidada Haritsah Zain; Ahmad Fauzi; Bakhendri Solfan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.30589

Abstract

This study aims to determine the physical quality of water content, specific gravit, stack angle, pile density, pile compaction density, and collision resistance pellet product with sago pulp utilization and indigofera leaves. This research used CRD Factorial. Factor A consist of 5 treatments  A4 = 40% Sago Pulp (SP) + 60% Indigofera Leaves (IL), A3 = 30% SP + 70% IL, A2 = 20% (SP) + 80% (IL), A1 = 10% (SP) + 90%, (IL),  A0 = 100% (IL) and Factor B consisting of 2 treatments B1 = 5% Tapioca Flour B2 = 10% Tapioca Flour with 3 replications each. The results showed that the interaction between sago pulp feed ingredients with the addition of indigofera leaves used adhesive material at different levels. It was concluded that the combination of sago and indigofera dregs (40% SP + 60% IL) levels can improve the quality of pellets in terms of density, pile angle, and pellet stack density
Pengaruh Kombinasi Probiotik terhadap Berat Basah dan Berat Kering Gizzard sebagai Antisipasi Stres Transportasi Broiler rini apriani; Diding Latipudin; Kurnia A. Kamil
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.31887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi probiotik mana yang memberikan pengaruh baik terhadap berat basah dan berat kering gizzard pasca transportasi. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang diaplikasikan secara oral dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak. Penelitian dilakukan secara eksperimental selama 35 hari dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan P0 = (kontrol), P1 = (L. plantarum + L. acidophilus), P2 = (L. plantarum + T. beigelii), P3 = (L. acidophilus + C. humicolus), P4 = (T. beigelii + C. humicolus) dan empat ulangan, sehingga total terdapat 20 unit percobaan. Hasil analisis berat basah dan berat kering rata-rata perlakuan (P0 = 12,85%; P1 = 13,72%; P2 = 15,6%; P3 = 11,59%; P4 = 14,65%), (P0 = 2,82%;  P1  =  3,02%; P2  = 3,73%; P3  =  2,63%; P4  =  3,42%).  Hasil analisis uji Duncan menunjukan P2 memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) diantara semua perlakuan terhadap bertar basah dan berat kering gizzard pasca pemeliharaan. Kesimpulan, pemberian bakteri dan yeast L. plantarum + T. beigelii berpengaruh nyata terhadap antisipasi stres broiler pada berat basah dan berat kering gizzard. Pengaruh pemberian probiotik pasca transportasi tidak memberikan pengaruh terhadap berat basah dan berat kering gizzard. Kata kunci : Ayam broiler, probiotik, stres transportasi, berat basah gizzard, berat kering gizzard.
PENINGKATAN KANDUNGAN VITAMIN C TELUR AYAM ARAB SILVER DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KUNYIT DAN VITAMIN C DALAM RANSUM Eli Sahara
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v3i2.34163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas internal telur  dengan mengamati kandungan lemak, protein dan vitamin.  Penelitian menggunakan ayam Arab betina fase produksi sebanyak 56 ekor selama 7 minggu.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 2 ekor ayam.  Perlakuan yang digunakan adalah R0 = Ransum Basal kontrol,  R1 = Ransum Basal + 150 mg vitamin C, R2 = Ransum Basal + 1% serbuk kunyit, R3 = Ransum Basal  + 150 mg vitamin C dan 1% serbuk kunyit.  Parameter yang diukur adalah kadar vitamin C telur (%/mg), asam lemak bebas (%), kadar lemak (%), kadar protein (%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi penambahan serbuk kunyit dan vitamin C dalam ransum (perlakuan R3)  mampu meningkatkan asupan kandungan vitamin C telur ayam Arab paling tinggi yaitu 45, 64% %/mg atau menunjukkan peningkatan 29,84% lebih tinggi dari kontrol,  dan penambhan kunyit dalam ransum juga terindikasi dapat menunrunkan  kandungan asam lemak bebas dalam telur.

Page 1 of 1 | Total Record : 5