cover
Contact Name
Tri Cahyono
Contact Email
tricahyonoubt@gmail.com
Phone
+6282252730211
Journal Mail Official
jbkb.borneo@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama, No 1, Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo
ISSN : 26850753     EISSN : 26852039     DOI : -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB), mempublikasikan kajian dan hasil penelitian pada ruang lingkup Bimbingan dan Konseling serta pendidikan yang berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling. Setiap naskah yang dikirimkan akan ditinjau menggunakan metode peninjauan ganda. Scope Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB): Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Mental Hygiene Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
PROBLEMATIKA BIMBINGAN DAN KONSELING BIDANG AKADEMIK PESERTA DIDIK SMA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Ma’rifatin Indah Kholili; Duta Akbar Nugroho; Dwi Nur Khasanah; Imas Ayu Inggil Pangestuti
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika akademik serta upaya penangannya pada peserta didik di SMA. Metode yang digunakan yaitu Systematical Literatur Review (SLR) dengan mengumpulkan referensi dari berbagai jurnal dalam rentang waktu dari 2010-2020. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif  metode meta sintesis, yaitu metode yang berupaya mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi keseluruhan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian, topik, ataupun fenomena yang menjadi kajian. Hasil temuan penelitian ini yaitu terdapat berbagai macam problematika bidang akademik yang dialami oleh peserta didik SMA, seperti: prokrastinasi akademik, hasil belajar rendah,  keterampilan berbicara rendah, cyberloafing, self-efficacy, stres akademik, student truancy, meningkatkan student engagement, tanggungjawab belajar rendah, kemandirian belajar rendah, regulasi diri rendah, capaian akademik rendah, dan motivasi belajar rendah. Sedangkan strategi penanganan yang ditawarkan diantaranya adalah: cognitive behavior modification teknik self-control, teknik self management dengan aplikasi any.do, cooperrative learning, modeling simbolik, konseling kelompok teknik self-control, cinema therapy, progressive muscle relaxation, video tutorial strategi problem focused coping, kelompok behavioral teknik self-manajement dan reinforcement, clasical format mindfulness deep breathing, strategi self-manajement, bimbingan kelompok metode problem solving, contextual teaching and learning dengan pendekatan ahli, konseling behavioral teknik self-manajemen, teknik relaksasi, konseling kelompok teknik problem solving, bimbingan kelompok teknik stimulus, konseling kelompok berbasis solusi, strategi coping, dan quantum learning.  Kata kunci: Bimbingan dan Konseling, Peserta didik SMA, Problematika Akademik
KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MEREDUKSI PERILAKU KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA Ahmad Jawandi; Eko Adi Putro; Ferisa Prasetyaning Utami
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1759

Abstract

Keberadaan internet khususnya jejaring sosial telah mampu menjadikan dunia sebagai small village (desa kecil) yang melampaui batas-batas jarak dan waktu. Media sosial yang digunakan secara berlebihan dan menimbulkan kecanduan akan berdampak negatif bagi perkembangan remaja. Alternatif solusi yang bisa dilakukan dalam mereduksi kecanduan media social adalah dengan menggunakan pendekatan secara kognitif dan perilaku melalui teknik Self Instruction. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mereduksi kecanduan media sosial pada mahasiswa melalui teknik teknik self instruction. Metode penelitan menggunakan eksperimen dengan rancangan nonequivalent group pretest-postest control design. Populasi penelitian adalah mahasiswa FKIP UNISRI, sedangkan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala perilaku kecanduan media sosial. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,002 0,05, artinya teknik self instruction efektif untuk mereduksi perilaku kecanduan media sosial pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang menghasilkan prinsip dasar dari teknologi, formulasi konsep dan aplikasi teknologi, hingga pembuktian konsep penelitian dengan indikator TKT 3. Kata Kunci : perilaku, kecanduan media sosial, self insruction
TINJAUAN PERILAKU KEJAHATAN BERDASARKAN PERSPEKTIF TIGA DIMENSI KEPRIBADIAN P-E-N DALAM TEORI ANALISIS FAKTOR HANS J. EYSENCK Bambang Setiawan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1765

Abstract

Berdasarkan sudut pandang teori kepribadian analisis faktor Hans J. Eysenck, mengemukakan penjelasan yang kontroversial mengenai penyebab perilaku kejahatan yang dapat dipengaruhi oleh faktor kepribadian. Tinjauan empiris mengenai konsep yang dikemukakan Eysenck tentang perilaku kejahatan memunculkan beragam dukungan. Para tokoh menyetujui bahwa psychoticism yang tinggi memiliki kecenderungan berhubungan dengan perilaku kejahatan, neuroticism lebih tinggi pada kelompok kriminal daripada populasi normal, serta extraversion-introversion berkaitan dengan under-socialized. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research untuk mengkaji mengenai perilaku kejatahatan ditinjau berdasarkan sudut pandang tiga dimensi kepribadian Psychoticism, Extraversion-Introversion, dan Neuroticism dalam teori analisis faktor Hans J. Eysenck. Ditemukan hasil bahwa, konsep mengenai korelasi antara tiga dimensi kepribadian Eysenck, yaitu Psychoticism, Extraversion-Introversion, dan Neuroticism terhadap perilaku kejahatan atau kriminalitas memiliki korelasi yang signifikan. Kata Kunci : Perilaku Kejahatan, Psychoticism, Extraversion-Introversion, Neuroticism, Analisis Faktor.
KONSELING PERNIKAHAN BERBASIS BUDAYA SINOMAN JAWA Sesya Dias Mumpuni; Dita Efani; Winahyu Destyarti; Indra Tirto Aji
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1760

Abstract

Semakin semaraknya tren yang banyak menjadikan remaja atau dewasa dengan usia siap menikah menjadi rentan dan kehilangan diri untuk lebih mengetahui wawasan berumah tangga, dukungan lingkungan yang memudar membuat individu tersebut menjadi tidak menyadari adanya budaya yang nilainya dekat dengan hal – hal berkaitan dengan pernikahan. Melalui penelitian ini, bertujuan untuk mengembalikan budaya yang sejatinya sudah ada di lingkungan untuk dapat di aplikasikan bagi mereka yang melangsungkan ikatan yang lebih sakral sebagai solusi dari stigmasisasi lajang dan kerentanan terhadap kekerasan yang diterima oleh orang – orang dengan risiko kehamilan tidak di inginkan serta membantu untuk pihak terkait mempromosikan untuk memiliki keluarga terencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dimana data dikumpulkan menggunakan google form terdiri dari 50 responden dengan dominasi jenis kelamin perempuan. Responden berasal dari domisili beberapa wilayah di pulau Jawa dengan perolehan tiga tertinggi dari Pemalang sebesar 17.1%, Kabupaten Tegal sebesar 22,9% dan Kabupaten Brebes sebesar 24,3% serta total kesiapan pernikahan masih lama dari 50 responden memberikan hasil 55,7% hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya informasi menjelang pernikahan yang perlu dipersiapkan. Tingkat kevalidan data yang dikumpulkan merujuk pada indikator variable kondisi hubungan, cinta remaja, persiapan pernikahan, pager ayu, ladhen wedhang serta rewang pada 50 responden dari beberapa daerah khususnya wilayah Jawa, usia 21 tahun keinginan menikah tertinggi memiliki tingkat kevalidan yang kuat sebanyak 41 item dan satu item tidak valid pada nomor tiga dengan bunyi item berikut “Kami dikenalkan oleh rekan kerja”  serta reliabilitas menunjukan koefisien reliabilitas sebesar α = 0.943. Item tertinggi dengan kesesuaian indikator utama dari Sinoman Jawa yakni pada pernyataan pernikahan sebagai gerbang utama dari perjalanan yang panjang sehingga harus dibarengi dengan limpahan kesabaran untuk mampu menerima apapun kondisi pasangan yang memperoleh layanan terbaik juga terhadap orang tua hal tersebut didukung dengan komunikasi atau tukar pendapat bersama pasangan sebagai kunci terhindari dari permasalahan. Kata Kunci : Budaya Jawa, Bimbingan, Konseling, Kuantitatif, Pernikahan
PELAKSANAAN KONSELING TERHADAP PECANDU NARKOBA (STUDI KASUS DI YAYASAN SEKATA KOTA TARAKAN) Riska Putri Septiyani; Siti Rahmi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1761

Abstract

Pecandu narkoba di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Mulai dari aparatur negara, ibu rumah tangga hingga pelajar. Pecandu narkoba yang ingin pulih harus mengikuti program rehabilitasi. Dalam proses pemulihan konselor akan menggali permasalahan dan penyebab penyalahgunaan dari para pecandu narkoba. Dalam proses penggalian masalah tersebut konselor akan menggunakan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba. Jenis penelitian ini adalah  penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang konselor yang berkerja di Yayasan Sekata Kota Tarakan.  Teknik  pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verification (conclusion drawing). Hasil penelitian bahwa proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba di Yayasan Sekata Kota Tarakan ada dua yaitu, konseling individu dengan teknik motivational interviewing (MI) dan cognitive behavior therapy (CBT) dan konseling kelompok. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan kedepannya peneliti selanjutnya dapat lebih mendalam membahas mengenai teknik konseling dalam penyelesaian terhadap pecandu narkoba.Kata Kunci : Konseling, Pecandu Narkoba
EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAGEMEN WAKTU BELAJAR SISWA SMA IT GRANADA SAMARINDA Dwi Sona; Ulfa Dwi Yanti
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1756

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management untuk meningkatkan manajemen waktu belajar peserta didik SMA IT Granada Samarinda. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Su mber data dari penelitian yaitu dari guru BK, wali kelas, dan peserta didik SMA Granada Samarinda. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian dan analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan yaitu, bahwa permasalahan kurangnya kemampuan peserta didik dalam mengelola waktu belajar di rumah ataupun di sekolah tidak efektif dan efisien. Permasalahan kurangnya kemampuan peserta didik untuk memanajemen waktu belajarnya merupakan permasalahan kemandirian, kedisiplinan, dan motivasi dari peserta didik itu sendiri. Kesimpulannya adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengelola waktunya dalam belajar. Saran terhadap permasalahan ini yaitu, guru bimbingan dan konseling agar lebih memperhatikan permasalahan yang seperti ini dan menindak lanjutinya dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management.Kata Kunci: Efektivitas Bimbingan Kelompok, Teknik Self Management, dan Kemampuan Manajemen Waktu Belajar
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SISWA (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS X-IPS 4 SMA NEGERI 3 AMBON) Djahra Fataruba
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1762

Abstract

Di usia remaja, peserta didik berada pada masa pencarian identitas diri. Mereka sedang mencari-cari gambaran tentang siapa dirinya, atau penilaian tentang dirinya. Penilaian terhadap diri sendiri merupakan prediksi untuk mempersiapkan diri sendiri. Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan, bahwa pandangan individu terhadap dirinya sendiri sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Pandangan dan sikap individu terhadap dirinya inilah yang dikenal dengan konsep diri.Penelitian ini difokuskan kepada Penerapan Bimbingan Kelompok untuk mengembangkan Konsep Diri Siswa dalam rangka menjawab pertanyaan tentangbagaimana siswa pada kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Ambonmampu menerapkan bimbingan kelompok yang diberikan oleh Guru, guna mengembangkan konsep diri siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti benar-benar ikut serta (terlibat) dalam penerapan bimbingan kelompok untuk  mengembangkan konsep diri siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan bimbingan kelompok dapat mengembangkan konsep diri pada siswa kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Ambon. Oleh karena itu, bimbingan kelompok dapat direkomendasikan sebagai salah satu solusi dalam membantu mengembangkan konsep diri sisiwa. Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri
GAMBARAN TINGKAT KREATIVITAS GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI JAKARTA Happy Karlina Marjo; Ratno Tri Laksono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kreativitas guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dan menganalisis bagaimana proyeksi kreativitas mereka ditinjau dari indikator product, attitudes dan behaviour. Populasi penelitian ini guru yang mengajar di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 58 di provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Hasil perhitugan penelitian di SMKN 58 pada tanggal 6 September 2019 ini menggambarkan bahwa tingkat kreativitas guru SMK berada dalam kategori tinggi. Kata Kunci : tingkat kreativitas, guru, sekolah menengah kejuruan
PERMAINAN KATA BERANTAI “BELAJAR DARI COVID-19” SEBAGAI STRATEGI MODIFIKASI KONSELING MODEL KIPAS Nisa Ariantini; Sopianto Sopianto
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1763

Abstract

Konseling Model KIPAS menawarkan beberapa strategi modifikasi yang mengadopsi teknik-teknik dari permainan tradisional yang ada disuatu wilayah. Teknik-teknik dapat yang dapat digunakan konselor dalam pelaksanaan layanan konseling di sekolah, salah satunya dengan mengkonstruksi salah satu permainan tradisional di wilayah Kalimantan Utara. Permainan tradisional yang diangkat dalam penelitian tersebut, yaitu permainan kata berantai. Aplikasi online menjadi salah satu alternatif konselor dalam pemberian layanan dimasa pandemi seperti sekarang ini. Belajar dari Covid 19 dipilih sebagai tema permainan, agar para siswa dapat mengambil makna dari kegiatan pelayanan bimbingan konseling melalui study from home yang diberikan konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur hasil konstruksi dari beberapa permainan tradisional kata berantai, mendeskripsikan prototype panduan permainan tradisional sebagai strategi Konseling Model KIPAS. Penelitian ini menggunakan tipe riset interaksionisme simbolik, karena peneliti ingin memahami makna interaksi dalam permainan kata berantai. Penelitian akan dilaksanakan oleh beberapa siswa SMA di Kota Tarakan dari sekolah yang berbeda-beda. Teknik analisis data dilakukan melalui describing data, categorization data, dan connecting data. Kata Kunci : Permainan Kata Berantai, Konseling Model KIPAS
KECAKAPAN MAHASISWA MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Ni Made Diah Padmi; Hendry Marthen
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1758

Abstract

Teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan bagi semua kalangan dalam berbagai bidang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan, kebutuhan akan teknologi informasi juga melekat pada bidang-bidang pendidikan termasuk bidang bimbingan dan konseling pun dewasa ini tidak lepas dari penerapan fasilitas teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan sarana/alat  yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau sebagai media komunikasi. Dalam layanan bimbingan maupun konseling sangat erat kaitanya dengan penyampaian informasi maupun proses komunikasi, sehingga dalam eksistensinya bimbingan dan konseling sangat membutuhkan adanya teknologi yang mendukung pemberian layanan. Banyaknya fasilitas teknologi informasi yang dapat digunakan berdampak pada keharusan bagi praktisi bimbingan dan konseling untuk mampu memanfaatkannya, maka keterampilan dalam mengaplikasikan teknologi-teknologi tersebut harus senantiasa ditingkatkan. Penelitian ini tertarik untuk mengetahui kecakapan/keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi informasi yang mampu mendukung kegiatan bimbingan dan konseling, sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan angket online sebagai instrument utama dalam pengumpulan data. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis angket online skor rata-rata 69 dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Persentase dari keseluruhan subjek menunjukkan 51% memiliki skor dibawah rata-rata ≤ 69.Kata Kunci : Teknologi informasi, bimbingan dan konseling

Page 1 of 1 | Total Record : 10