cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN DAN KISAH NABI TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN MAHASISWA PAI UIN SALATIGA 2021 Badrus Zaman, Muhamad Kholil
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 8, No 2 (2024): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v8i2.660

Abstract

Tujuan dari penelitian yang dilakukan kali ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dan kebiasaan membaca kisah nabi terhadap perilaku keagamaan mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Negeri Salatiga. Jenis penelitian yang dilakukan pada kali ini adalah penelitian kuantitatif (field research). Kemudian teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian kali ini adalah penyebaran kuesioner dan disertai dengan dokumentasi. Teknik dan metode yang digunakan dalam mengolah data yang telah didapat yaitu dengan statistik inferensial, uji signifikansi regresi, kemudian uji linieritas regresi, pengujian terhadap hipotesis, uji t dan f serta penarikan Kesimpulan dari beberapa pegujian yang telah dilaksanakan. Hasil analisis yang didapatkan dalam penelitian kali ini adalah hasil perolehan perhitungan dari thitung adalah 9,731, kemudian nilai dari ttabel untuk n: 29 adalah 2,056. Dengan data yang telah diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa thitung lebih besar daripada ttabel (9,731>2,056), hingga dari rumus diatas didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara membaca al-Qur’an dan kisah nabi terhadap perilaku keagamaan mahasiswa. Kedua variabel tersebut bisa disebut sebagai prediktor dalam mengukur perilaku keagamaan mahasiswa dikarenakan koefisien determinasi (R Square) menunjukkan adanya keterkaitan atau mempengaruhi terhadap variabel Y yaitu sebesar 0,428 sehingga variabel X1 dan X2 memiliki pengaruh sebesar 42,8% sedangkan 57,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.The aim of the research carried out this time is to determine whether there is a significant influence between the habit of reading the Al-Qur'an and the habit of reading the stories of the prophet on the religious behavior of Islamic Religious Education students at Salatiga State University. The type of research carried out this time was quantitative research (field research). Then the technique used in collecting data in this research was distributing questionnaires and accompanied by documentation. The techniques and methods used in processing the data that have been obtained are inferential statistics, regression significance tests, then regression linearity tests, hypothesis testing, t and f tests and drawing conclusions from several tests that have been carried out. The results of the analysis obtained in this research are that the calculation results from tcount are 9.731, then the value from ttable for n: 29 is 2.056. With the data that has been obtained, it can be concluded that tcount is greater than ttable (9.731>2.056), so that from the formula above we get the result that there is an influence between reading the Koran and the stories of the prophet on students' religious behavior. These two variables can be called predictors in measuring student religious behavior because the coefficient of determination (R Square) shows that there is a relationship or influence on variable Y, namely 0.428 so that variables X1 and X2 have an influence of 42.8% while the other 57.2% is influenced by other factors.
PENGARUH PENGAJIAN KITAB ADABUL ALIM WAL MUTAALIM TERHADAP AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN BAITURRAHMAT KRETEK LEREP KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2023/2024 Ayep ROsidi, Siti Anisah
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 8, No 2 (2024): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v8i2.650

Abstract

ANALISIS KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT SYEKH TAQIYUDDIN AN NABHANI DAN KH IMAM ZARKASYI DALAM MEMBENTUK SYAKHSHIYAH ISLAM Tri Widarti, Imam Anas Hadi
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 8, No 2 (2024): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v8i2.659

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Konsep Pendidikan Islam menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam membentuk syakhshiyah Islam 2) Konsep Pendidikan Islam menurut KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk syakhshiyah Islam 3) Persamaan dan perbedaan konsep pendidikan Islam menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dan KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk syakhshiyah Islam 4) Kelemahan dan kelebihan konsep pendidikan Islam menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dan KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk syakhshiyah Islam. Kelebihan Syekh Taqiyuddin an Nabhani Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang dapat ditemukan dalam buku-buku pegangan (hand book) metodologi penelitian. Namun, pembahasannya masih dalam tataran pragmatis belum mengkaji tentang penelitian kepustakaan secara komprehensif, terutama tentang kedudukan penelitian kepustakaan (library research) dalam ragam penelitian, kemudian bagaimana mendesain dan melaksanakannya. Hasil penelitian ini adalah: 1) Konsep Pendidikan Islam menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam membentuk syakhshiyah Islam secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu: menamkan aqidah Islam, menanamkan tsaqofah Islam, membangun keterikatan pola akal (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) dengan aqidah Islam. 2) Konsep Pendidikan Islam menurut KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk syakhshiyah Islam menerapkan metode 6 P: peneledanan, pembentukan lingkungan, pelatihan dan pembiasaan, pembimbingan, perhatian, penghukuman. 3) Persamaan Syekh Taqiyuddin an Nabhani dan KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk Syakhshiyah Islam yang Pertama, terdapat pada tujuan pendidikan dalam pembentukan kepribadian Islam. Pembentukan syakhshiyah Islam tidak bisa dilepaskan dari pola pikir dan pola sikap yang Islami pula. Kedua, Metode sistem yang digunakan sama-sama memadukan sistem klasikal dan pesantren, serta memadukan ilmu pengetahuan umum dengan tsaqofah Islam. Ketiga, Kurikulum yang berlandaskan aqidah Islam. Perbedaan Syekh Taqiyuddin an Nabhani dan KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk Syakhshiyah Islam terdapat pada yang Pertama, terdapat pada tujuan pendidikan, yakni output syakhshiyah Islam. Kedua, Metode pembentukan syakhshiyah Islam syekh Taqiyuddin menerapkan 3 tahap yakni: menanamkan Aqidah Islam, Menanamkan tsaqofah Islam, Membangun keterikatan aqliyah dan nafsiyah dengan aqidah Islam dan Tsaqofah Islam, sedangkan KH. Imam Zarkasyi ada 3 yakni: Integrasi Keilmuan, Sistem Klasikal dan Hidden Curriculum. Ketiga, Kurikulum pendidikan syekh Taqiyuddin, mata Pelajaran serta metodologi penyampaian pelajaran seluruhnya disusun atas aqidah Islam. Tsaqofah Islam dijadikan tatsqif dan ta’lim, serta syakhshiyah Islam sebagai poros hasil dari tsaqofah. Sedangkan, KH. Imam Zarkasyi, tidak memisahkan pengetahuan agama dengan pengetahuan umum, keduanya harus seimbang. 4) Kelemahan dan kelebihan konsep pendidikan Islam menurut Syekh Taqiyuddin an Nabhani dan KH. Imam Zarkasyi dalam membentuk syakhshiyah Islam. Kelebihan Syekh Taqiyuddin an Nabhani: Semua yang berkaitan Pendidikan distandarkan dengan aqidah Islam serta berporos pada hasil syakhshiyah Islam. Kelemahan Syekh Taqiyuddin an Nabhani konsep Pemikirannya merupakan pendidikan kritisme dan rekontruksimisme yang menggunakan paradigma fundamentalis. Kelebihan KH. Imam Zarkasyi Konsep Integrasi keilmuan, pendidikan agama dan umum harus diberikan secara seimbang dan tidak dikotomis, perpaduan antara sistem klasikal dan sistem asrama, tetapi tidak menghilangkan satu elemen penting dalam tradisi sistem Pendidikan pesantren. Kelemahan KH. Imam Zarkasyi sistem pengajaran pembentukan syakhshiyah Islam yang diterapkan hanya terpusat pada pondok pesantren yang dipimpinnya. Konsep pendidikan Islamnya merupakan konsep rekontruksionisme yang menggunakan paradigma liberalisasi pendidikan.
ANALISIS KOMPARATIF FAKTOR PENYEBAB FENOMENA KESURUPAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI ISLAM DAN PSIKOLOGI : STUDI KASUS DI SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN Siti Mumun Muniroh, Alaika Akmal Zidan
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 8, No 2 (2024): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v8i2.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap faktor penyebab kesurupan dari perspektif teologi Islam dan psikologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap siswa yang mengalami kesurupan dan guru pendidikan agama Islam yang sekaligus peruqyah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kesurupan lebih sering terjadi pada siswa perempuan, terutama dalam konteks kegiatan yang menuntut fisik dan psikologis, di mana tekanan tersebut sebagai faktor penyebab terjadinya kesurupan. Dalam perspektif teologi Islam, kesurupan dipahami sebagai manifestasi gangguan makhluk ghaib, di mana penanganannya dilakukan melalui praktik ruqyah syar'iyyah yang berbasis pada ayat-ayat Al-Qur'an. Sebaliknya, dari sudut pandang psikologi, kesurupan dikategorikan sebagai gangguan disosiatif, khususnya disosiative trance disorder (DTD), yang dipicu oleh stres akut dan pengaruh sosial seperti histeria kolektif. Analisis komparatif ini menegaskan bahwa kedua perspekti, teologis Islam dan psikologis saling melengkapi dalam memberikan penjelasan menyeluruh mengenai fenomena kesurupan.
DAMPAK KEGIATAN EXTRAKURIKULER PRAMUKA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI SISWA KELAS VII SMPIT ADA KRINCING SECANG MAGELANG Zulkarnain, Rina Isnaini
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 8, No 2 (2024): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v8i2.657

Abstract

Pendidikan merupakan proses pembentukan pola pikir (mindset) berdasarkan budaya dan teknologi yang berkembang, maka pendidikan mempunyai peran penting dalam mencerdaskan bangsa. Pendidikan kepramukaan mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian agar memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Pramuka memiliki hubungan yang seirama dengan pendidikan agama Islam dikarenakan keduanya memiliki misi yang unggul untuk menciptakan generasi yang bermartabat (ber-akhlaq karimah) yang dapat menuntun untuk lebih bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dampak kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap pendidikan agama Islam bagi siswa kelas VII SMP IT ADA Krincing Secang Magelang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berlokasi di SMPIT ADA Secang Magelang. Variabel dalam penelitian ini yaitu kegiatan ektrakurikuler pramuka (x) dan Pendidikan Agama Islam (y). Sampling dalam penelitian ini berjumlah 37 responden. Dalam pengumpulan data menggunakan metode angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kegiatan ektrakurikuler Pramuka memperoleh prosentase sebesar 35,14%. Sehingga masuk dalam kategori tinggi; (2) Hasil Pendidikan Agama Islam memperoleh hasil prosentase sebesar 62,16% Sehingga masuk dalam kategori tinggi; (3) Kegiatan ektrakurikuler Pramuka mempunyai dampak terhadap pendidikan agama Islam bagi siswa dengan bukti hasilr xy 0,368. Hasil yang didapat dari r hitung lebih besar dari r tabel maka Ha diterima. Dengan demikian koefisien korelasi itu signifikansi. Education is the process of forming a mindset based on developing culture and technology, so education has an important role in educating the nation. Scouting education has a big role in forming personalities so that they have self-control and life skills to face challenges in accordance with the changing demands of local, national and global life. Scouting has a harmonious relationship with Islamic religious education because both have a superior mission to create a generation with dignity (akhlaq karimah) which can lead them to be more devoted to God Almighty. The aim of this research is: To determine the impact of scout extracurricular activities on Islamic religious education for class VII students at SMP IT ADA Krincing Secang Magelang. This research is quantitative research located at SMPIT ADA Secang Magelang. The variables in this research are scout extracurricular activities (x) and Islamic Religious Education (y). The sampling in this research amounted to 37 respondents. In collecting data using the questionnaire method. The results of this research show that: Scout extracurricular activities obtained a percentage of 35.14%. So it is included in the high category; (2) The results of Islamic Religious Education obtained a percentage result of 62.16% so that it was included in the high category; (3) Scout extracurricular activities have an impact on Islamic religious education for students with evidence of r xy results of 0.368. The results obtained from the calculated r are greater than the r table, so Ha is accepted. Thus the correlation coefficient is significant
INOVASI PEMBELAJARAN PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI MA NURUL ISLAM TENGARAN Ida Zahara, Purwoko
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 9, No 1 (2025): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v9i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan pembelajaran PAI sekaligus inovasinya dalam membentuk karakter peserta didik di MA Nurul Islam Tengaran. PAI sebagai mata pelajaran yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam mempunyai tanggung jawab yang besar bagi terwujudnya generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur dan berakhlakul karimah. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Teknik analisis data menggunakan analisis fenomenologi, yaitu menarik kesimpulan berdasarkan pada data yang diperoleh dan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kurikulum yang sekarang ini berjalan memberikan sejumlah peluang bagi guru PAI untuk merancang pembelajarannya secara lebih fleksibel dan kontekstual, guru juga dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara lebih leluasa, (2) Tantangannya adalah masih sulitnya mengubah mindset guru terhadap paradigma pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku, motivasi guru dalam meng-upgrade diri dalam meningkat kompetensi masih lemah, guru dalam pembelajarannya masih dibayang-banyangi dengan tugas administrasi yang selalu berubah ubah, dan (3) Inovasi pembelajaran PAI di MA Nurul Islam Tengaran mencakup aspek; kebijakan kurikulum, penyiapan SDM, proses pembelajaran dan penilaian. The purpose of this research is to analyze the opportunities and challenges of PAI learning as well as its innovations in shaping the character of students at MA Nurul Islam Tengaran. PAI as a subject that aims to instill Islamic values has a big responsibility for creating a generation of people with noble character and good morals. The research method uses descriptive research. The data analysis technique uses phenomenological analysis, namely drawing conclusions based on the data obtained and the research objectives. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The research results show that: (1) The current curriculum provides a number of opportunities for PAl teachers to design their learning more flexibly and contextually, teachers can also formulate learning objectives more freely. The challenges are that it is still difficult to change the teacher's mindset towards educational paradigms according to the applicable curriculum, teacher motivation to upgrade themselves to increase competence is still weak, teachers in their learning are still overshadowed by administrative tasks that are always changing, and (3) PAl learning innovation at MA Nurul Islam Tengaran includes aspects; curriculum policy, human resource preparation. learning and assessment processes.
INTEGRASI KURIKULUM DAN PENGETAHUAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 9, No 1 (2025): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v9i1.686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengertian kurikulum 2) pengertian  pengetahuan. 2) Hubungan kurikulum dan pengetahuan. Metode penelitian ini dengan metode Kajian Pustaka (Literature Review) yaitu dengan teknik penelitian yang dilakukan dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen relevan lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang suatu topik.Hasil penelitian ini adalah kurikulum merupakan suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas atau ciri-ciri yang penting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk yang demikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh guru disekolah sedangkan pengetahuan adalah sekumpulan informasi yang tersimpan didalam otak (memori) dalam bentuk arti dan konsep.  Kurikulum dan pengetahuan memiliki hubungan yang sangat erat karena kurikulum itu sendiri merupakan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari siswa untuk memperoleh pengetahuan. Kurikulum dan pengetahuan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi, dimana konseptualisasi kurikulum berpijak atau mengacu kepada konsepsi pengetahuan. Artinya konsep kurikulum disusun sesuai dengan konsep pengetahuan yang ada. This study aims to determine (1) the definition of curriculum, (2) the definition of knowledge, and (3) the relationship between curriculum and knowledge. This research employs the Literature Review method, which is a research technique conducted by examining and analyzing various sources of literature such as books, journals, scientific articles, and other relevant documents to gain an in-depth understanding of a particular topic.The findings of this study indicate that the curriculum is an effort to convey the fundamental principles or key characteristics of an educational plan in such a way that it can be implemented by teachers in schools. Meanwhile, knowledge is a collection of information stored in the brain (memory) in the form of meanings and concepts.The curriculum and knowledge have a very close relationship because the curriculum itself consists of subjects that must be taken and studied by students to acquire knowledge. The curriculum and knowledge influence each other, as the conceptualization of the curriculum is based on or refers to the conception of knowledge. This means that the curriculum is designed in accordance with the existing concept of knowledge.
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI PADA PROGRAM KEJAR PAKET C DENGAN METODE "SAMI" DI PKBM BUSTANUL MUSLIMIN KALITANGI DESA GENTING KEC. JAMBU KAB. SEMARANG Imron, Ali
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 9, No 1 (2025): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v9i1.708

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara rinci bagaimana Upaya tutor PAI dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar Kejar Paket C di PKBM Bustanul Muslimin . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberi makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan dari makna itulah ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi belajar PAI warga belajar paket C di PKBM bustanul Muslimin dapat dikategorikan sedang. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dilihat absensi kehadiran siswa sekitar 75%. Sebagian besar warga belajar mencatat apa yang dijelaskan oleh tutor PAI saat pelajaran. Tetapi ada juga warga belajar yang tidak memperhatikan tutor saat menjelaskan materi pelajaran, mereka lebih memilih bercerita, ngobrol sendiri dan kadang mainan hp. Kata kunci: motivasi belajar, metode sami This study aims to describe in detail how the PAI tutor's efforts in increasing the learning motivation of Kejar Paket C learners at PKBM Bustanul Muslimin. This study uses a qualitative approach. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out by giving meaning to the data that was successfully collected and from that meaning conclusions were drawn. The results of the study showed that the PAI learning motivation of package C learners at PKBM Bustanul Muslimin can be categorized as moderate. Based on the results of interviews and observations, student attendance was around 75%. Most learners took notes on what the PAI tutor explained during the lesson. But there were also learners who did not pay attention to the tutor when explaining the lesson material, they preferred to tell stories, chat by themselves and sometimes play with their cellphones. Keywords: learning motivation, sami method
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENUJU MASYARAKAT MADANI Uswatun Khasanah, Nadia Abidatun Nuronia Anisa Dina Lestari
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 9, No 1 (2025): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v9i1.703

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat madani yang berakhlak, berkeadilan, dan berwawasan luas. Namun, implementasi pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh globalisasi, dikotomi antara ilmu agama dan sains, lemahnya pendidikan karakter, serta minimnya dukungan dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta strategi implementasi pendidikan Islam dalam membangun masyarakat madani. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai literatur terkini mengenai konsep pendidikan Islam, karakter madani, serta pendekatan integratif dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang mencakup integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum modern, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, penguatan karakter berbasis Islam, serta kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang inovatif dan adaptif, pendidikan Islam dapat tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi dalam pembentukan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus terus dikembangkan agar menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat madani yang harmonis dan berperadaban.Islamic education plays a strategic role in shaping a civil society (masyarakat madani) that is ethical, just, and knowledgeable. However, the implementation of Islamic education faces various challenges, including the influence of globalization, the dichotomy between religious and scientific knowledge, weak character education, and a lack of support from various stakeholders. This study aims to analyze the challenges and strategies for implementing Islamic education in building a civil society. The research method used is a library research approach, examining various recent literature on Islamic education concepts, civic character, and integrative approaches in education.  The findings indicate that to overcome these challenges, several strategies must be implemented, including integrating Islamic values into modern curricula, utilizing technology in education, strengthening character education based on Islamic principles, and fostering collaboration between educational institutions, the government, and society. With an innovative and adaptive approach, Islamic education can remain relevant in addressing contemporary challenges and contribute to shaping a generation that balances knowledge and spirituality. Therefore, Islamic education must continue to evolve as a fundamental pillar in realizing a harmonious and civilized society.   
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM Q.S AL-A’RAF:199 Imam Anas Hadi, Sirojul Baehaqi
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 9, No 1 (2025): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/inspirasi.v9i1.702

Abstract

AbstrakAl-Qur'an diyakini oleh umat Islam sebagai kitab suci berdasarkan janji Allah dalam Q.S. Al-A’raf ayat 199, yang menjamin kelestariannya. Jaminan ini mencerminkan kemahakuasaan dan kemahatahuan Allah, yang menekankan keterlibatan manusia dalam menjaga kemurniannya. Ulama seperti Sayyid Muhammad Husain Al-Thabathaba'i menegaskan bahwa keaslian Al-Qur'an terbukti dengan sendirinya, karena menantang siapa pun untuk meniru bentuknya. Pendidikan moral sangat penting untuk pengembangan karakter yang sukses, terutama bagi kaum muda selama tahun-tahun mereka yang mudah terpengaruh. Akhlak, atau karakter moral, merupakan dasar dalam Islam, yang membedakan manusia dari makhluk lain dan memastikan martabat sebagai hamba Allah yang terhormat. Penanaman akhlak pada remaja sangat penting untuk mencegah perilaku yang berpotensi merusak. Pendidikan Islam mencakup ajaran moral, dengan tujuan untuk menumbuhkan generasi yang berbudi luhur melalui penanaman Aqidah Akhlak di lembaga pendidikan. Surat Al-Qur’an Al-A’raf menekankan nilai-nilai moral, mendorong sikap memaafkan, kebaikan, dan menghindari kejahilan. Prinsip-prinsip ini membimbing individu menuju perilaku yang lebih baik dengan tetap berpegang pada ajaran Islam dan membangun masyarakat yang harmonis. Oleh karena itu, pendidikan moral yang dipandu oleh Al-Qur’an dan Sunnah sangat penting untuk menumbuhkan karakter yang berbudi luhur dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Al-Qur’an, Akhlak, PendidikanAbstract The Qur’an is believed by Muslims to be pure based on Allah’s promise in Q. S. Al-A’raf verse 199, which ensures its preservation. This assurance reflects Allah's omnipotence and omniscience, emphasizing human involvement in maintaining its purity. Scholars like Sayyid Muhammad Husain Al-Thabathaba’i assert that the Qur’an’s authenticity is self-evident, as it challenges anyone to replicate its form. Moral education is vital for successful character development, particularly for youth during their impressionable years. Akhlak, or moral character, is foundational in Islam, distinguishing humans from other beings and ensuring dignity as Allah's distinguished servants. The cultivation of akhlak in adolescents is crucial to prevent potentially destructive behaviors. Islamic education encompasses moral teachings, with the objective of fostering virtuous generations through the incorporation of Aqidah Akhlak in educational institutions. Al-Qur’an Surah Al-A’raf emphasizes moral values, promoting forgiveness, goodness, and the avoidance of ignorance. These principles guide individuals toward better behaviors while adhering to Islamic teachings and cultivating a harmonious society. Hence, moral education, guided by the Qur’an and Sunnah, is essential for nurturing virtuous characteristics and maintaining societal well-being.Keywords: Al-Qur'an, Morals, Education