cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 201 Documents
Analisis Mesin Dust Collector Untuk Meminimalisir Terjadinya Break Down Agar Tidak Mengganggu Proses Produksi Rahmad Anton Triwijaya; Achmad Rijanto; Lutfia Puspa Indah Arum
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.731

Abstract

Mesin dust collector adalah mesin penghisap debu yang di gerakan oleh energi motor listrik. Mesin dust collector ibaratnya seperti vacum, yang difungsikan sebagai penghisap debu mesin produksi. Di dalam mesin dust collector terdapat berbagai jenis kerusakan yang muncul, tetapi kerusakan yang membutuhkan waktu lama perbaikan yaitu diantara bag filter differential pressure, hisapan motor dust collection rendah, serta screw conveyor macet. Untuk mengetahui penyebab kerusakan tersebut perlu dilakukan analisa pada break down tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini agar masalah break down pada mesin dust collector tidak muncul kembali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Setelah dilakukan uji coba maka di dapat hasil bahwa kerusakan bag filter differential pressure dapat dilakukan dengan cara menseting regulator angin dengan tekanan 0,6 bar. Sedangkan pada kerusakan hisapan motor dust collection fan dapat ditangani dengan cara mengencangkan V-belt < 3 cm, serta pada kerusakan screw conveyor macet dapat dilakukan penanganan dengan cara mengganti seal hopper yang baru.
Analisis Amplitudo Getaran Terhadap Jenis Kerusakan Unbalance, Looseness, Dan Kerusakan Bearing Pada Motor Induksi 3 Phase Andika Mardian Setiono; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.734

Abstract

Getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan seimbang. Aplikasi ilmu getaran telah banyak diterapkan. Diantaranya adalah untuk mengetahui jenis kerusakan pada motor induksi 3 phase dengan menganalisa besar amplitudo getarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara menganalisa perbandingan getaran pada saat motor induksi dalam keadaan mengalami masalah setelah penangannya. Hal ini dilakukakan dengan menempatkan sensor vibrator meter pada posisi vertikal dan horizontal terhadap sumbu pusat putaran motor, untuk mendapat nilai amplitudo yang dianalisa, lalu disimpulkan apakah jenis kerusakannya. Kerusakan motor induksi pada umumnya yaitu unbalance, kerusakan pada bearing, dan looseness. Dengan data yang diperoleh, kemudian menganalisa penanganan yang tepat dengan bahan yang sesuai, dengan harapan mampu memudahkan langkah awal yang akan diambil pada saat memperoleh kerusakan yang dipicu oleh tingginya vibrasi, sehingga dapat meredam gejolak vibrasi yang timbul, agar tidak berpengaruh pada komponen motor yang lain. Setelah dilakukan uji coba maka diperoleh hasil bahwa motor dengan kondisi unbalance bisa diredam dengan plat kuningan dengan ukuran 0,25 mm, sedangkan pada keadaan looseness bisa ditangani dengan mengeraskan ulang baut support yang longgar atau bisa diganti, dan pada keadaan bearing rusak bisa dilakukan perawatan seperti regrease.
Analisis Variasi Hambatan Dan Tegangan Listrik Terhadap Uji Koil Cara Kerja Motor Bensin Mukhammad Alifudin; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.735

Abstract

Dalam meningkatkan performa mesin dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan mengganti salah satu komponen mesin, mengubah dan memvariasikan antara koil standar dan koil racing. Ignition coil berfungsi mengubah arus listrik 12V yang diterima dari baterai/generator AC menjadi tegangan tinggi (10 KV atau lebih) untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pembesaran kapasitas silinder dengan cara penggantian koil terhadap unjuk kerja mesin 4 langkah 1 silinder dengan variasi besar hambatan dan tegangan listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu metode yang digunakan untuk menguji dan menemukan variasi yang tepat terhadap penelitian yang sudah dilakukan dengan menambahkan beberapa perlakuan variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variasi koil menunjukkan daya lebih baik dikarenakan semakin besarnya spark (loncatan bunga api), maka campuran bahan bakar dan udara yang dibakar lebih banyak sehingga, ledakan dalam ruang bakar semakin besar. Semakin besar gulungan dan luas penampangnya maka semakin besar pula hasil spark (loncatan bunga api).
Analisis Laju Korosi Pipa Baja Karbon ST 30 Dan Stainless Steel 304 Terhadap Limbah Anaerobic Bioethanol Alfi Rohman; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.736

Abstract

Korosi merupakan kerusakan material logam yang disebabkan reaksi antara logam dengan lingkungannya yang menghasilkan oksida logam, atau reaksi kimia lainnya yang lebih dikenal dengan sebagai pengkaratan. Dalam penelitian ini material yang digunakan adalah pipa baja carbon st 30 dan stainless steel (ss) 304 pada media korosi terhadap limbah anaerobic bioethanol, masing-masing selama 168 jam dan 366 jam secara anaerobic. Metode yang digunakan adalah metode weight loss. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah anaerobic bioethanol terhadap laju korosi baja karbon st 30 dan stainless steel 304, dan mengetahui perbedaan laju korosi antara kedua meterial tersebut. Hasil pengujian laju korosi pada baja karbon st 30 dengan waktu 168 jam di dapat nilai 6,08416 mm/y, sedangkan laju korosi terhadap baja karbon st 30 dengan waktu 366 jam 5,55965mm/y. Untuk hasil laju korosi pada stainless steel 304 dengan waktu 186 jam dan 366 jam adalah 0 mm/y, hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi pengkorosian pada spesimen stainless steel 304.
Analisis Laju Produktivitas Mesin Jahit Typical Pada Proses Produksi Upper Sepatu Mayoret Abdulloh Achmad Danial; Achmad Rijanto; Lutfia Puspa Indah Arum
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.737

Abstract

Revolusi di bidang industri telah berkembang pesat untuk memenuhi segala kebutuhan produk konsumen. Salah satu pendukungnya melibatkan mesin-mesin canggih seperti, cutting, skiving, stitching, emboss logo. Pada proses produksi di home industri terdapat berbagai jenis aktifitas, terutama proses produksi upper sepatu mayoret. UD. WARDANA adalah salah satu perusahaan home industri di bidang persepatuan, khususnya sepatu mayoret. Perusahaan ini baru saja memperbarui teknologinya, terutama dalam memperbarui mesin jahitnya, yang sebelumnya menggunakan mesin jahit klasik/ trdisional ke mesin jahit high speed. jika sebelumnya menggunakan mesin jahit klasik/ tradisional dan hasil produksi sepatunya tidak terlau banyak, namun setelah menggunakan mesin jahit high speed sejak awal tahun 2016, jumlah produksi sepatu mayoret semakin meningkat, dan permintaan dari konsumen semakin bertambah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk memproduksi upper sepatu mayoret. Dan hasil dari penelitian adalah untuk mengetahui laju mesin jahit high speed.
Analisis Pengaruh Putaran Mesin Terhadap Tegangan Pengisian Baterai Pada Vario 150 cc Ali Mujib; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 2 No. 1 (2020): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v2i1.738

Abstract

Sistem pengisian adalah sistem yang menghasilkan energi listrik, agar bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik baterai tetap stabil. Sistem pengisian pada sepeda motor merupakan faktor utama pada motor vario 150 cc, faktor ini sangat penting, karena kelistirkan ini erat hubungannya dengan faktor keselamatan pengendara. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rpm terhadap sistem pengisian baterai pada honda vario 150 cc. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Setelah dilakukan uiji coba maka didapat hasil Bahwa perubahan rpm ( rotation per minute ) sangat berpengaruh terhadap sistem pengisian baterai. Dan dari uji coba tersebut pengisian baterai secara maksimal terdapat pada 3000 rpm dan 6000 rpm dengan menunjukkan angka 14,2 V DC, bahwa tegangan pada baterai tersebut sudah stabil.
Analisis Perbandingan Bahan Bakar Jenis Pertalite Dan Pertamax Terhadap Kinerja Motor 4 Langkah Miftahul Zamroni Dwi Sutrisno; Achmad Rijanto; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 langkah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat dynotest. Dalam penelitian ini ada tiga parameter yang akan diuji yaitu daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pada motor Honda Megapro tahun 2010 dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang diperoleh dari pengujian bahan bakar pertalite 15,62 Hp pada putaran mesin 9000 rpm sedangkan pada putaran mesin yang sama bahan bakar pertamax memperoleh daya maksimum 15,44 Hp. Torsi tertinggi yang dihasilkan dari pengujian menggunakan dynotest yaitu pada bahan bakar pertalite 18,77 N.m pada putaran mesin 4659 rpm sedangkan pada penggunaan bahan bakar pertamax torsi tertinggi yang didapat yaitu 12,64 pada putaran mesin 4330 rpm. Pada pengujian konsumsi bahan bakar dapat diketahui bahwa bahan bakar jenis pertamax cenderung lebih irit dibandingkan dengan bahan bakar jenis pertalite.
Pengaruh Jenis Pendinginan Terhadap Tingkat Kerataan Baja ST 42 Pada Mesin Bubut Agus Nur Salim; Dicki Nizar Zulfika; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1308

Abstract

Kerataan merupakan hal yang mutlak untuk sebuah pemesinan atau alat dalam hal komponen, khususnya mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin dengan variabel kontrol kedalaman pemakanan (0,7 mm, 1,4 mm, dan 2,1 mm) terhadap tingkat kerataan permukaan pada benda kerja baja ST.42 pada mesin bubut konvensional. Proses manufaktur atau pemesinannya dilakukan di PT Daun Kencana Sakti sedangkan penelitian untuk pengujian kerataan dilakukan di Universitas Brawijaya Malang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pengujian kerataan adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini didapat dengan hasil pengujian tingkat kerataan bahwa coolant air radiator dengan kedalaman (0,7mm : 1.023µm, 1,4mm : 1.086µm, 2,1 mm : 1.158µm), coolant oli dengan kedalaman (0,7mm : 1.165µm, 1,4mm : 1.043µm, 2,1mm: 1.129µm), coolant solar dengan kedalaman (0,7mm : 1.050µm, 1,4mm : 1.252µm, 2,1mm : 1.829µm). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perbandingan coolant dan kedalaman pemakanan yang menghasilkan nilai kerataan terendah yaitu coolant air radiator dengan kedalaman 0,7mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.023µm, sedangkan nilai kerataan tertinggi yaitu coolant solar dengan kedalaman pemakanan 2,1 mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.829µm.
Analisis Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Menggunakan Dinamo ZYT-70-05 Arif Syahruddin; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tegangan dan arus listrik yang dihasilkan PLTMH, untuk mengetahui daya maksimal yang dihasilkan PLTMH pada saat diberi pembebanan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metodologi eksperimental. Uji eksperimental ini dilakukan dengan cara mengukur setiap komponen yang digunakan dalam PLTMH yang berupa tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Dengan menggunakan generator Zyt-70-05, buck-boost converter, dan inverter taffware 500 watt sebagai komponennya. Maka hasil dari pengujian menggunakan beban lampu 3 watt daya yang masuk hanya 2,25 watt, kipas kecil 25 watt daya yang diterima 20,25 watt, kipas besar 50 watt daya yang diterima 29,25 watt, bor 550 watt daya yang masuk 112,29 watt. Dilihat dari grafik hasil penelitian semakin besar beban yang diterima maka tegangan yang dihasilkan inverter semakin menurun sedangkan kuat arus listrik yang mengalir semakin tinggi. Dengan hasil pencapaian ini maka  dapat disimpulkan, PLTMH ini masih belum sempurna dikarenakan hanya mampu menyuplai beban yang berdaya kecil saja sehingga belum mampu untuk menggantikan listrik PLN untuk menyuplai listrik rumah.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Dengan Mengunakan Generator Dinamo ZYT-70-5 Mohamad Khasif; Achmad Rijanto; Luthfi Hakim
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1310

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah proses rancang bangun pembangkit listrik tenaga microhydro dengan mengunakan generator dinamo ZYT-70-5. Dengan latar belakang air sungai sangat melimpah didesa tempat saya, tinggal lebih tepatnya di Ds. Sampang Agung Kec. Kutorejo baik aliran sungai kecil hingga yang besar. PLTMH dipilih karena pembuatannya yang sederhana dan cocok digunakan pada perdesaan. Metode yang digunakan adalah metode perancangan pengembangan ialah sebuah cara tersistem atau teratur suatu rancangan untuk melakukan analisa pengembangan suatu sistem agar sistem tersebut dapat hasil yang maksimal. Hasil rancang bangun pada PLTMH ini jenis turbin yang digunakan adalah turbin pelton vertikal (impuls) dengan media aliran sungai secara langsung tanpa adanya nosel yang menyemprotkan air. Generator yang digunakan adalah dinamo ZYT-70-5 dengan spesifikasi 120 volt DC, 50 watt dengan kecepatan yang dibutuhkan 1800 rpm/menit. Kemudian output listrik generator dikontrol dengan mengunakan buck boost sehingga tegangan yang dihasilkan dapat stabil. Setelah itu output dari buck boost akan diubah dari tegangan DC menjadi 220-230 volt AC oleh inverter dengan daya maksimal yang dihasilkan mencapai 500 watt.

Page 6 of 21 | Total Record : 201