cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 209 Documents
Karakterisasi Biodiesel Produk Reaksi Interesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Dengan Katalis Natrium Hidroksida Daryono, Elvianto Dwi
Majamecha Vol. 7 No. 2 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i2.4396

Abstract

Proses transesterifikasi dalam pembuatan biodiesel kurang efektif karena ada tahap pemisahan produk samping gliserol. Proses interesterifikasi lebih efektif karena produk samping triasetin tidak perlu dipisahkan dan berfungsi sebagai antioksidan pada biodiesel. Waktu reaksi dan konsentrasi katalis merupakan factor yang sangat penting untuk terjadinya suatu reaksi. Menyelidiki bagaimana reaksi interesterifikasi antara metil asetat dan minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh waktu reaksi dan konsentrasi katalis NaOH merupakan tujuan utama penelitian ini. Parameter-parameter berikut digunakan: 250 g minyak, perbandingan molar metil asetat terhadap minyak 1:6, kecepatan pengadukan 400 rpm, konsentrasi katalis NaOH berkisar antara 0,25 hingga 0,75 persen, suhu reaksi 60 derajat Celsius, dan durasi reaksi 15 hingga 75 menit. Reaksi antara minyak, metil asetat, dan NaOH dilakukan dalam labu tiga leher sesuai dengan parameter operasi. Setelah melewati corong pemisah, hasil reaksi dicuci dengan air suling untuk menyesuaikan pH-nya menjadi netral. Setelah mendestilasi fase atas, bahan sisa dianalisis dengan kromatografi gas (GC) untuk pengujian konsentrasi dan sifat fisik. Pada periode reaksi 60 menit dengan katalis NaOH 0,5%, proses interesterifikasi minyak kelapa sawit ditemukan optimal, menghasilkan 68.504 mg/L FAME, nilai asam 0,224 mg KOH/g, serta densitas 0,888 g/mL, selaras SNI 7182:2015.
Analisis Peramalan Kebutuhan Caustic Soda (NaOH) Dengan Metode Single Exponential Smoothing dan Double Exponential Smoothing Putri, Dewi Portuna Ananda; Parji, Parji; Syamtinningrum, Maeka Dita Puspa
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4599

Abstract

Caustic Soda (NaOH) merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai regeneran resin anion pada proses demineralisasi air di Demin Plant. Ketersediaan Caustic Soda perlu dikelola secara optimal karena kekurangan persediaan dapat mengganggu kelancaran proses produksi, sedangkan kelebihan persediaan berpotensi meningkatkan biaya penyimpanan dan pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode peramalan yang mampu memperkirakan kebutuhan Caustic Soda berdasarkan data historis pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan kebutuhan Caustic Soda menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) dan Double Exponential Smoothing (DES), serta membandingkan kinerja kedua metode berdasarkan tingkat akurasinya. Data yang digunakan merupakan data historis konsumsi Caustic Soda selama periode Januari hingga Desember 2024, yang menunjukkan adanya fluktuasi pemakaian antar bulan. Proses analisis dilakukan dengan menentukan parameter pemulusan terbaik pada masing-masing metode, kemudian mengevaluasi hasil peramalan menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode SES menghasilkan nilai MAPE sebesar 13%, sedangkan metode DES memperoleh nilai MAPE sebesar 14%. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kedua metode masih berada dalam tingkat akurasi yang dapat diterima untuk meramalkan kebutuhan Caustic Soda pada data penelitian. Namun demikian, perbedaan nilai akurasi menunjukkan bahwa karakteristik fluktuasi data memengaruhi kinerja masing-masing metode. Berdasarkan hasil perbandingan, metode SES memberikan hasil peramalan yang sedikit lebih baik dibandingkan DES. Meskipun demikian, kedua metode masih layak digunakan sebagai dasar perencanaan kebutuhan Caustic Soda. Untuk penelitian selanjutnya, metode peramalan lain seperti ARIMA atau Holt-Winters dapat dipertimbangkan agar karakteristik data dapat ditangkap dengan lebih baik.
Peramalan Kebutuhan Oxygen Dan Acetylene Di Bengkel Las Dengan Metode Simple Moving Average PT. XYZ Ferdyan, Hezron; Iskandar, Raden Andang; Lukman, M
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4601

Abstract

Pengelolaan persediaan gas oxygen dan acetylene merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas pengelasan di bengkel las PT. XYZ Field G. Ketidakpastian kebutuhan bulanan sering menimbulkan permasalahan berupa kekurangan stok yang dapat menghambat proses kerja, maupun kelebihan persediaan yang berdampak pada meningkatnya biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan kebutuhan oxygen dan acetylene dengan memanfaatkan metode Simple Moving Average (SMA) serta mengevaluasi akurasi dari berbagai periode perhitungan. Data yang digunakan berupa data historis pemakaian gas pada rentang waktu Januari–Desember 2024. Perhitungan dilakukan menggunakan SMA dengan periode M2 hingga M11, dan hasil setiap model dianalisis melalui tiga indikator akurasi, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peramalan paling optimal untuk oxygen terdapat pada periode MA8 dengan MAPE sebesar 27%, sedangkan untuk acetylene model terbaik adalah MA2 dengan MAPE 40%. Hasil tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengadaan dan pengendalian persediaan. Temuan penelitian ini diharapkan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan manajemen stok gas, meminimalkan risiko operasional, dan meningkatkan kelancaran kegiatan pengelasan di lapangan.
Pengendalian Proses Air Polisher Exchange No.3 Menggunakan Statistical Process Control di Demin Plant PT XYZ Kurniawan, Eliaser Rizal; Lukman, M; Sarungu, Selvia
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4602

Abstract

Aktifitas utama PT XYZ adalah mengelola minyak mentah menjadi produk siap dipasarkan. PT XYZ juga mengolah air di bagian Utilities tepatnya di demineralization plant. PT XYZ menggunakan air yang diolah untuk menunjang keberlangsungan proses produksi di kilang yang memerlukan air sebagai pendingin mesin, penggerak pembangkit listrik (Power Generation), dan akan didistribusikan ke perkantoran, perumahan juga tempat sosial. Dalam hasil observasi langsung peneliti menemukan bahwa sering terjadinya cacat produk air yang menyebabkan penurunan hasil produksi air tepatnya pada vessel polisher exchange no.3 sistem air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak membentuk endapan kerak (scaling) yang dapat menimbulkan masalah pada pengoperasian boiler, sehingga dapat menyebabkan turunnya efisiensi boiler. Untuk menjaga agar hasil produksi tidak mengalami penurunan diperlukan pencegahan agar dapat meminimalisir hal tersebut peneliti mengambil langkah dengan memberikan usulan pengendalian proses produksi polisher exchange no.3 dengan metode statistical process control. Berdasarkan hasil akhir diketahui faktor yang mempengaruhi penurunan hasil proses produksi air pada mesin polisher exchange no.3 adalah faktor material (pH out) dengan frekuensi tertinggi yaitu 50%. Dikarenakan kondisi resin pecah terhadap feed water yang terlalu panas, dengan nilai individual pH out tercatat sebanyak 13 kali tidak mendekati garis pusat atau center line dari 30 hari. Untuk menjaga kinerja boiler, pH Out harus sesuai standar 5,5-7 ph. Usulan pengendalian dari penurunan hasil produksi air polisher exchange 3 material yaitu operator diharapkan melakukan pemantauan terhadap kualitas resin yang akan dipakai dan melakukan pengecekan secara berkala terhadap feed water khususnya suhu air. Manusia yaitu memastikan operator memahami SOP yang telah ditetapkan, serta memberikan pelatihan rutin kepada operator mengenai prosedur yang benar dalam regenerasi resin.
Uji Kelayakan Pati Jagung dan Gandum sebagai Additive KCl Polymer pada Water Base Mud Abi Rabdi, Muhammad Zulfi; Risna, Risna; Mirza, Mirza
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan pati jagung dan pati gandum sebagai additive alami pada sistem lumpur pengeboran berbasis air dengan KCl polymer. Fokus penelitian diarahkan pada pengaruh penambahan kedua bahan tersebut terhadap karakteristik reologi lumpur yang meliputi mud weight, plastic viscosity, yield point, dan gel strength, serta terhadap nilai filtration loss dan ketebalan mud cake. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium dengan empat variasi formulasi lumpur, yaitu lumpur dasar KCl polymer, lumpur dengan penambahan pati jagung, lumpur dengan penambahan pati gandum, serta lumpur dengan kombinasi kedua additive tersebut. Seluruh pengujian dilakukan pada suhu 120°F menggunakan peralatan standar berupa Fann VG Meter, Mud Balance, dan API Filter Press. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan pati jagung dan pati gandum memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan lumpur pemboran secara keseluruhan. Pati jagung menunjukkan kinerja lebih baik dalam meningkatkan gel strength hingga 11 lb/100 ft² pada 10 detik dan 3 lb/100 ft² pada 10 menit. Sementara itu, pati gandum lebih efektif dalam menurunkan nilai filtration loss hingga 60 ml. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pati jagung direkomendasikan untuk peningkatan kestabilan reologi, sedangkan pati gandum lebih sesuai digunakan sebagai pengendali filtrasi sesuai kebutuhan operasi pengeboran lapangan.
Optimasi Kapasitas BESS Untuk Mendukung Cadangan Daya, Manajemen Energi, Dan Keandalan Sistem Kelistrikan Di IKN Zainuddin, Muhammad; Arham, Muhammad; Gino , Rahmat
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi baterai yang paling optimal sekaligus menganalisis kemampuan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 MWh dalam mendukung sistem backup power dan manajemen energi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis kuantitatif. Pemilihan jenis baterai dilakukan melalui metode pembobotan dengan mempertimbangkan beberapa parameter utama, seperti kepadatan energi, daya tahan siklus (cycle life), biaya investasi (CAPEX), dan efisiensi round-trip. Sementara itu, analisis kemampuan backup dilakukan menggunakan simulasi perhitungan, dengan memasukkan beban kritis sebesar 6,06 MW, Depth of Discharge (DoD), efisiensi sistem, serta faktor degradasi kapasitas baterai sekitar ±2% per tahun selama masa pakai 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai Lithium-ion (LFP/NMC) menjadi teknologi yang paling optimal karena mampu memberikan keseimbangan terbaik antara performa teknis dan aspek ekonomi dibandingkan alternatif lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan, BESS 8 MWh dapat menyediakan daya cadangan selama 1,32 jam pada kondisi awal operasi. Setelah memperhitungkan degradasi hingga tahun ke-10, sistem masih mampu memberikan durasi backup sebesar 0,90 jam atau sekitar 54,18 menit. Dengan demikian, implementasi BESS berbasis Lithium-ion dinilai layak dan andal untuk mendukung kebutuhan backup power jangka panjang serta menjaga stabilitas sistem energi di kawasan IKN.
Studi Eksperimental Turbin Archimedes Screw Tiga Pitch Dengan Variasi Sudut Elevasi (Elevation Angle Variations) pada Pico-Hidro Irman, Irman; Pasae , Yoel; Rantererung, Corvis L.; Buku, Atus
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4651

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi sudut elevasi poros (23°, 39°, dan 55°) dan debit aliran (0,00470446; 0,00705669; 0,00940892; 0,01176115; dan 0,01411338 m³/s) terhadap kinerja turbin Archimedes screw jenis multi pitch konfigurasi tiga pitch pada sistem pico-hidro. Pengujian dilakukan secara eksperimental melalui pengukuran putaran poros, daya keluaran, dan efisiensi sistem. Hasil menunjukkan bahwa daya meningkat secara konsisten seiring kenaikan debit pada seluruh variasi sudut. Daya maksimum tertinggi sebesar 56 W dicapai pada sudut 55° dengan debit 0,01411338 m³/s, sedangkan pada sudut 23° daya maksimum sebesar 34 W. Pada sudut 39°, daya meningkat proporsional terhadap debit dengan pergeseran titik optimum ke RPM yang lebih tinggi. Efisiensi maksimum tertinggi sebesar 70% diperoleh pada sudut 39° dan debit 0,00470446 m³/s. Pada sudut 55°, efisiensi maksimum mencapai 62% pada debit rendah dan menurun hingga sekitar 47% pada debit tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa sudut optimum untuk daya maksimum (55°) berbeda dengan sudut optimum untuk efisiensi maksimum (39°). Konfigurasi tiga pitch memungkinkan daya tinggi pada sudut curam, namun efisiensi terbaik dicapai pada sudut menengah dan debit rendah.
Evaluasi Penerapan Metode Buckley–Leverett pada Studi Kasus Displacement Fluida Dua Fasa di Reservoir “Jupiter” machrifah, Aici ichtiarizak; Megawati, Eka
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode Buckley–Leverett pada studi kasus Reservoir “Jupiter” berdasarkan data reservoir dan Special Core Analysis (SCAL). Data yang digunakan meliputi porositas sebesar 0,188, permeabilitas 86,5 mD, ketebalan reservoir 60 ft, luas area 3334 acre, serta data hubungan saturasi air (Sw), permeabilitas relatif (Krw dan Kro), dan tekanan kapiler (Pc). Analisis dilakukan melalui interpretasi kurva permeabilitas relatif, tekanan kapiler, serta perhitungan fractional flow. Hasil menunjukkan bahwa reservoir memiliki kualitas baik dengan sifat kebasahan slightly water-wet, ditunjukkan oleh titik perpotongan Kro dan Krw pada Sw sekitar 0,53. Analisis Buckley–Leverett menghasilkan SwBT sebesar 0.56 dan fwBT sebesar 0.884 yang mengindikasikan dominasi aliran air saat breakthrough. Perhitungan OOIP menghasilkan nilai sebesar 1602,88 MMSTB, dengan recovery factor sebesar 48,21% dan recoverable reserves sebesar 772,82 MMSTB. Studi ini menunjukkan bahwa metode Buckley–Leverett dapat digunakan sebagai pendekatan analitis awal dalam memahami perilaku displacement fluida pada data terbatas.
Perancangan Alat Pemotong Kertas Inklusif untuk meningkatkan Akurasi dan Keamanan Pengguna Low Vision Kartika , Rachmah Nanda; Pratama, Yoga Putra; Abid, Muamar; Agustiani, Dini
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4693

Abstract

Alat pemotong kertas konvensional masih menyulitkan pengguna dengan low vision karena sangat bergantung pada kemampuan visual, sehingga berdampak pada penurunan akurasi, keamanan dan efisiensi kerja. Low vision merupakan kondisi gangguan penglihatan di mana individu masih memiliki sisa penglihatan fungsional, namun mengalami keterbatasan dalam ketajaman visual dan kemampuan mengenali detail objek. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pemotong kertas inklusif yang mampu meningkatkan akurasi, keamanan, dan kemudahan penggunaan bagi pengguna low vision. Metode yang digunakan adalah pendekatan Human-Centered Design (HCD) yang melibatkan pengguna secara langsung dalam proses perancangan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengembangan prototipe, hingga evaluasi. Prototipe dikembangkan secara bertahap dan diuji melalui uji usability terhadap sepuluh responden dengan kondisi low vision. Parameter evaluasi meliputi kepuasan pengguna, persepsi keamanan, dan waktu penyelesaian pemotongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan mampu meningkatkan kepuasan pengguna dari 2,1 menjadi 4,6 dan persepsi keamanan dari 2,8 menjadi 4,7 (skala 1-5), serta menurunkan waktu pemotongan dari 54 detik menjadi 28 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desain yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan aspek usability, tetapi juga memberikan peningkatan kinerja alat secara signifikan. Dengan demikian, pendekatan HCD yang dipadukan dengan pertimbangan desain teknis terbukti efektif dalam menghasilkan alat pemotong kertas yang lebih aman, akurat dan inklusif bagi pengguna low vision.