cover
Contact Name
Wa Mina La Isa
Contact Email
p3m@stikesnh.ac.id
Phone
+6281393755979
Journal Mail Official
wamina@stikesnh.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII, No. 24, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23021721     EISSN : 23022531     DOI : https://doi.org/10.35892/dijk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan pISSN : 2302-1721 dan eISSN : 2302-2531 yang terbit 4 Kali dalam satu tahun setiap Februari, Mei, Agustus dan November. Nursing Inside Community merupakan jurnal akses terbuka, peer-review yang mempertimbangkan artikel tentang aspek tertentu dari penelitian, pendidikan dan praktek keperawatan serta kesehatan pada umumnya. Scope jurnal ini yaitu bidang ilmu kesehatan pada umumnya, baik itu keperawatan, kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, farmasi dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 499 Documents
Dampak Pengetahuan dan Sikap Terhadap Praktik Penggunaan Obat di Kalangan Mahasiswa: Studi Kasus Indrayani, Ferna; Sakka, La
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i1.2138

Abstract

Penggunaan obat yang benar dan aman adalah hal penting dalam praktikkefarmasian. Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi, sebagai calontenaga kesehatan, memiliki kewajiban untuk memahami cara pemakaianobat dengan tepat. Pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terkaitpenggunaan obat dapat berdampak pada mutu pelayanan kesehatan yangakan mereka berikan di masa depan. Oleh karena itu, penelitian tentangpengaruh pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap penggunaan obat dikalangan mahasiswa sangatlah penting untuk dilakukan. Tujuan untukmengetahui dampak pengetahuan dan sikap terhadap praktik penggunaanobat di kalangan mahasiswa program studi D3 Farmasi di STIKES NaniHasanuddin. Metode Penelitian ini akan menggunakan pendekatankuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian iniadalah mahasiswa Program Studi D3 Farmasi di STIKES NaniHasanuddin. jumlah mahasiswa 197 responden yang terdiri dariAngkatan 2019 sebanyak 61 mahasiswa, Angkatan 2020 sebanyak 78mahasiswa dan Angkatan 2021 sebanyak 58 mahasiswa. Data akandikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkatpengetahuan, sikap, dan perilaku terkait penggunaan obat. Analisis dataakan dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untukmenentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Penelitiandilakukan dengan cara membagikan kuisioner melalui google form yangdidapatkan hasil diketahui bahwa responden didominasi oleh mahasiswayang berusia lebih dari 20 tahun dengan persentase 69.54%, Sedangkanberdasarkan jenis kelamin didapatkan perempuan lebih banyak denganpersentase 51% berdasarkan angkatan yang terbanyak adalah angkatan2020 dengan persentase 39.60% diikuti oleh angkatan 2019 denganpersentase 30.96% dan angkatan 2021 dengan persentase 29.44%.Tingkat pengetahuan dan sikap bahwa mayoritas mahasiswa memilikipengetahuan pada tingkat sedang, yaitu sebanyak 152 mahasiswa(77.16%). Kesimpulan Dampak pengetahuan dan sikap terhadappenggunaan obat pada mahasiswa Program Studi D3 Farmasi dapatdisimpulkan dengan kategori sedang dimana mahasiswa bisamempersiapkan diri untuk menjalankan peran sebagai tenaga vokasifarmasi yang kompeten di masa depan.
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Manajemen Hipertensi Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Bontomarannu Kab.Gowa Fajriansih, Andi; Nurbaya, Sitti; Nurafriani, Nurafriani
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v19i2.2139

Abstract

Manajemen perawatan hipertensi yang baik diperlukan pengetahuan yang adekuat dan dukungan keluarga baik secara formal maupun infromal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetauan dan dukungan keluarga dengan manajemen hipertensi pada lansia penderita hipertensi di Puskesman Bonttomarannu. Metode penelitian jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional study, teknik sampling Purposive Sampling didapatkan sampel sebanyak 54 responden, instrumen penelitian pada kuesioner pengetahuan diadopsi dari peneliti sebelumnya Romli (2021), kuesioner dukungan keluarga menggunakan kuesioner The Family Support Scala (FFS) dan kuesioner m anajemen hipertensi menggunakan Hypertension Self Management Behavior Quesioner (HSMBQ), uji analisa yang digunakan pada pengetahuan mengunakan uji Chi-Square dan dukungan keluarga menggunakan uji Spearman. Hasil: ada hubungan antara pengetahuan dengan manajemen hipertensi pada lansia penderita hipertensi diperoleh nilai p=0,005 dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen hipertensi pada lansia penderita hipertensi diperoleh nilai p=0,187. Kesimpulan semakin baik pengetahuan tentang hipertensi pada lansia penderita hipertensi maka semakin baik pula manajemen perawatan hipertensinya tetapi hal ini berbeda dengan dukungan keluarga, dukungan keluarga kurang tapi lansia penderita mampu melakukan manajemen perawatan hipertensi secara baik.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa DIII Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Tentang Pelayanan Kefarmasian Indrayani, Ferna; Sakka, La
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i4.2144

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tenaga Kefarmasian dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku dalam berinteraksi dengan pasien dan pemberian informasi yang lengkap mengenai cara pemakaian dan penggunaan, efek samping hingga memonitoring penggunaan obat untuk meningkatkan kehidupan pasien. Tujuan untuk untuk menganalis tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa program studi D3 Farmasi di STIKES Nani Hasanuddin tentang pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Permenkes No. 72 Tahun 2016. Metode Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi D3 Farmasi di STIKES Nani Hasanuddin. jumlah mahasiswa 185 responden yang terdiri dari Angkatan 2020 sebanyak 78 mahasiswa, Angkatan 2021 sebanyak 55 mahasiswa dan Angkatan 2022 sebanyak 52 mahasiswa. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap terkait pelayanan kefarmasian. Analisis data akan dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuisioner melalui google form. Kesimpulan Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa DIII Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Tentang Pelayanan Kefarmasian baik dari segi pengetahuan maupun sikap tentang pelayanan kefarmasian dapat dikategorikan baik.
Hubungan Senam Nifas Dengan Penurunan Tinggi Fundus Uteri Pada Ibu Post Partum Di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare Tahun 2024 kasmayani, kasmayani; Indah Pertiwi, Aulia; Hamid, Hasnaini; Tahir, Dyah; Adeliana, Adeliana; Hastuty, Dewi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2140

Abstract

Involusio uteri adalah kembalinya uterus ke keadaan sebelum hamil baik dalam bentuk maupun posisi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas salah satunya adalah dengan melakukan senam nifas karena dapat membantu penyembuhan tubuh ibu lebih cepat setelah melahirkan, mengurangi masalah nifas, memperkuat otot panggul dan perut, memperlancar peredaran darah, membantu involusi rahim dimana senam nifas dapat meningkatkan kontraksi dan retraksi serat myometrium yang kuat, sehingga membantu membatasi perdarahan dari lokasi plasenta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan senam nifas dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare tahun 2024. Penelitian ini menggunakan Quasi Experiment. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara senam nifas dengan penurunan tinggi fundus uteri dengan nilai (p=0,000). Kesimpulan: Hampir seluruhnya ibu postpartum yang melakukan senam nifas sebanyak 81,8% mengalami penurunan tinggi fundus uteri cepat, dan sebagian besar dari ibu postpartum yang tidak melakukan senam nifas sebanyak 54,5% mengalami penurunan tinggi fundus uteri yang lambat sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara senam nifas dan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare.
Effectiveness Of Benson Therapy On Reducing Pain In Menstrual Adolescents : A Case Study Hermawan, Hermawan; Susmita Sari, Apriani
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v19i3.2733

Abstract

Dismenorea, atau nyeri haid, merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, dan bahkan berdampak pada aspek psikologis seperti mood swings dan stres. Nyeri haid ini seringkali disebabkan oleh kontraksi otot rahim yang kuat dan peningkatan produksi prostaglandin, suatu zat yang menyebabkan peradangan dan kontraksi otot. Terapi non-farmakologis seperti relaksasi telah menjadi alternatif yang menarik untuk mengatasi nyeri haid. Salah satu teknik relaksasi yang populer adalah Terapi Benson. Terapi ini melibatkan serangkaian langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan darah, dan memperlambat detak jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi Benson dalam mengurangi nyeri haid pada remaja. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Dari hasil implementasi yang sudah dilakukan peneliti pada An. M, evaluasi akhir didapatkan data bahwa nyeri menstruasi menurun setelah diberikan intervensi dengan menggunakan terapi benson. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terapi benson efektif menurunkan nyeri mentruasi.
Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Hastuty, Dewi; Mangallo, Agus
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i2.2726

Abstract

Anemia Merupakan salah satu isu gizi yang umum terjadi di berbagai belahan dunia. Sekitar satu dari tiga perempuan di seluruh dunia mengalami anemia, yang menunjukkan bahwa sebagian besar kasusnya terjadi pada wanita yang sedang dalam usia reproduktif, terutama selama hamil. Menurut WHO, diperkirakan sekitar 40% ibu yang tengah hamil di dunia menderita anemia. Berdasarkan informasi dari WHO pada tahun 2019, tingkat kejadian anemia di Indonesia masih sangat tinggi, yakni sekitar 44,2%, yang termasuk dalam kategori masalah kesehatan yang serius. Masalah gizi pada saat hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ibu maupun janin, sehingga memerlukan perhatian khusus. Asupan makanan yang tidak sehat dan seimbang pada saat hamil mengakibatkan kekurangan gizi, yang berujung pada terjadinya anemia. Tujuan untuk mengkaji keterkaitan antara kondisi sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada wanita hamil di Puskesmas Makale, Kabupaten Tana Toraja. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana peneliti mencari hubungan status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja.Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Makale sebanyak 94 orang dan sampel sebanyak 48 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil: berdasarkan uji chi square ada hubungan status social ekonomi (nilai p = 0,015 < α = 0,05) dan statua gizi (nilai p = 0,043 < α = 0,05) terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Kesimpulan: ada hubungan status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja.
Makna Sosial Dan Budaya Mahasiswi Terhadap Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan Di Era Digital: Studi Kualitatif Pada Mahasiwi Kebidanan Universitas Mega Buana Palopo Angraeni, Sinta; Adam, Arlin; Alim, Andi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i2.2736

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) adalah kehamilan yang terjadi pada saat tidak menginginkan anak atau mistimed pregnancy dan kehamilan yang tidak diharapkan sama sekali atau unwanted pregnancy. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna sosial dan budaya yang dimiliki oleh mahasiswi kebidanan dalam memaknai upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan (KTD) di era digital. Mahasiswi kebidanan, sebagai calon tenaga kesehatan, diharapkan mampu menjadi agen edukasi kesehatan reproduksi. Namun demikian, pemaknaan mereka terhadap pencegahan KTD tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan medis, tetapi juga oleh konstruksi sosial, nilai budaya lokal, dan paparan media digital yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, dan melibatkan mahasiswi aktif Program Studi Kebidanan Universitas Mega Buana Palopo sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan KTD dipahami sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dan profesional. Mahasiswi menginternalisasi nilai-nilai budaya yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan membatasi pergaulan, serta tetap mengandalkan pengetahuan akademik dalam praktik kesehariannya. Media digital menjadi sumber informasi penting, meskipun informan bersikap kritis terhadap keakuratan konten yang tersedia. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan mahasiswi terhadap pencegahan KTD terbentuk dari interaksi dinamis antara pendidikan akademik, budaya lokal, dan media digital. Oleh karena itu, pendekatan edukatif yang lebih kontekstual dan sensitif terhadap budaya sangat diperlukan untuk mendukung promosi kesehatan reproduksi di kalangan mahasiswa.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Dengan Keikutsertaan Dalam Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Puskesmas Masbagik Baru Ririnisahawaitun, Ririnisahawaitun; Suhaemi, Suhaemi; Susmita Sari, Apriani; Gonie Sukron, Abdul
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i3.2754

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu isu gizi yang umum terjadi di Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan keikutsertaan dalam imunisasi dasar pada bayi di Puskesmas Masbagik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 0-12 bulan di Puskesmas Masbagik Baru. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 70 responden. Kuesioner menggunakan kueioner pengetahuan tentang imunisasi dan kuesioner keikutsertaan dalam imunisasi dasar lengkap. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian Terdapat hubungan Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar dengan Keikutsertaan Imunisasi Dasar pada Bayi di Puskesmas Masbagik Baru (p value 0,029 < nilai α 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan keikutsertaannya dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi di Puskesmas Masbagik Baru. Semakin baik pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi ibu dalam melengkapi imunisasi dasar bagi bayinya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar yang optimal.
Inovasi Produk Sediaan Sabun Cuci Tangan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Muin, Rahmatullah; Reosi, Karina; Usman, Yusnita
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/dijk.v20i3.2799

Abstract

Kelor merupakan jenis tumbuhan yang sangat berpotensi sebagai bahan tambahan pembuatan kosmetik karena memiliki aktivitas antibakteri khususnya pada bagian daunnnya.Kandungan bahan aktif daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah hasil metabolisme sekunder dari tanaman tersebut. Senyawa aktif flavaniod yang terkandung dalam daun kelor berperan sebagai zat antibakteri dengan merusak membran sel bakteri. Adanya kandungan yang terdapat dalam daun kelor maka dapat dikembangkan dalam sediaan kosmetik yaitu sabun cuci tangan. Sabun cuci tangan padat merupakan pembersih yang dibuat dari bahan aktif detergen sintetik melalui proses saponifikasi dengan atau tanpa penambahan zat lain serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan konsentrasi ekstrak etanol sabun cuci tangan dari daun kelor yang memenuhi syarat SNI. Jenis penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan metode maserasi untuk menghasilkan ekstrak kental daun kelor, sabun cuci tangan dibuat sebanyak 3 formula yang bervariasi yaitu FI (2,5%), FII (5%), FIII (7,5%). Pengujian sediaan sabun cuci tangan meliputi uji organoleptik, tinggi busa, homogenitas iritasi dan pH. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sabun cuci tangan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) F2 (5%) memenuhi persyaratan sesuai dengan standar yang ditetapkan (SNI 2797-8133) ialah uji organoleptik, uji tinggi busa, uji homogenitas, uji pH, uji iritasi.
Profil Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komorbid Hipertensi Di Rs X Kota Palopo Menggunakan Lexicomp Umar, Anugrah; Rahmayani, Tri; Mursyd, Murni
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/dijk.v20i3.2800

Abstract

Pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami komorbiditas hipertensi berisiko tinggi terhadap masalah terkait obat, terutama interaksi antar obat (Drug- drug Interactions/DDI). Interaksi ini dapat mengakibatkan terapi yang kurang efektif dan menimbulkan masalah baru dalam pengobatan. Komplikasi diabetes yang paling umum adalah hipertensi, dengan persentase mencapai 22,7%, yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular hingga 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat interaksi obat yang terjadi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional dengan menggunakan metode deskriptif dengan desain kohort retrospektif. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder (karakteristik pasien) diabetes melitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di RS X Kota Palopo menggunakan aplikasi Lexicomp. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien yang mengalami interaksi obat dengan tingkat keparahan minor yaitu 56% dan golongan obat yang paling banyak berinteraksi Biguanide dan ACEI sebanyak 23 pasien dengan persentase (25%). Tingkat keparahan moderate yaitu 44% golongan obat yang paling banyak berinteraksi yaitu sulfonilurea dan β- blocker yaitu 12 pasien dengan persentase (13,06%). Dengan demikian penelitian ini diharapkan menjadi informasi dalam meminimalkan potensi interaksi obat pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dengan komorbisitas hipertensi. Diperlukan evaluasi yang lebih mendalam mengenai kerasionalan pengobatan dan manajemen terapi obat untuk memastikan keselamatan dan efektivitas pengobatan bagi pasien.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 14 No 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2018): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 5 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 10 No. 6 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 10 No. 2 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue