cover
Contact Name
Wa Mina La Isa
Contact Email
p3m@stikesnh.ac.id
Phone
+6281393755979
Journal Mail Official
wamina@stikesnh.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan VIII, No. 24, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23021721     EISSN : 23022531     DOI : https://doi.org/10.35892/dijk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan pISSN : 2302-1721 dan eISSN : 2302-2531 yang terbit 4 Kali dalam satu tahun setiap Februari, Mei, Agustus dan November. Nursing Inside Community merupakan jurnal akses terbuka, peer-review yang mempertimbangkan artikel tentang aspek tertentu dari penelitian, pendidikan dan praktek keperawatan serta kesehatan pada umumnya. Scope jurnal ini yaitu bidang ilmu kesehatan pada umumnya, baik itu keperawatan, kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, farmasi dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles 499 Documents
Evaluasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Kulit Batang Jambu Mete (Anacardium Occidentale) B, Muthmainna; Usman, Yusnita; Andira, Ayu
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/dijk.v20i3.2801

Abstract

Kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) merupakan salah satu jenis tanaman dari familia Anacardiaceae yang telah menyebar di Indonesia dan merupakan bahan obat tradisional yang memiliki multi khasiat. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan Masyarakat sebagai obat kumur adalah kulit batang jambu mete. Kulit batang jambu mete mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, asam fenolik, dan saponin merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) menjadi sediaan obat kumur (Mouthwash) sebagai obat kumur. Formulasi obat kumur dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi kulit batang jambu mete yang berbeda yaitu 1%, 3% dan 5%. Namun mengandung Sodium Lauryl Sulfate dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F1 (0,5%), F2 (1,25%), F3 (2,5%). Evaluasi obat kumur yang dilakukan adalah uji organoleptic (bentuk, bau, warna, dan aroma), uji pH, dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian ini, dengan adanya variasi ekstrak dan kadar pelarut kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale L.) mempengaruhi sifat fisik dari sediaan obat kumur pada uji organoleptic dan uji pH.
Gambaran Penyebab Kematian Lansia Di Ruang Perawatan Intensive Rsud Andi Makkasau Parepare 2024 Bahriah, Bahriah; Tena, Andreas; Selvia, Heni; Asri, Muhammad
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2259

Abstract

Lansia adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada orang dengan usia diatas 60 tahun dan termasuk kelompok manusia yang memerlukan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan. Penyebab kematian pada lansia adalah suatu keadaan yang terjadi pada proses kematian 3 keadaan yaitu gagal fungsi otak (Central Nervous System), gagalnya fungsi jantung (Circulatory System), dan gagalnya fungsi paru-paru (Respiratory System. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan instrument berupa lembar observasi. Subyek penelitian sebanyak 161 kasus kematian. Hasil penelitian dari kategori usia mengambarkan bahwa jumlah responden yang berusia 45- 59 tahun sebanyak 71 orang ,60- 74 tahun sebanyak 69 orang, 75 – 90 tahun sebanyak 18 orang dan >90 tahun sebanyak 3 orang. Berdasarkan data usia menunjukkan yang tertinggi adalah usia 45-59 tahun yaitu 71 orang. Dari data yang telah di peroleh menggambarkan bahwa jumlah responden yang berjenis kelamin laki laki 78 dan perempuan 83. Berdasarkan data jenis kelamin menunjukkan yang tertinggi adalah jenis perempuan dengan jumlah 83 orang. Dari data yang diperoleh mengambarkan bahwa penyebab kematian yang di sebabkan gagal fungsi otak sebanyak 63 kasus, gagal fungsi jantung 73 kasus, dan gagal fungsi paru sebanyak 25 kasus kematian. Berdasarkan data penyebab kematian tertinggi disebabkan oleh gagal funsi jantung sebanyak 73 kasus kematian. Kesimpulan penyebab kematian lansia tergolong 3 penyebab utama yaitu gagal fungsi otak, gagal fungsi jantung, dan gagal fungsi paru
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Respons Time Perawat Dalam Penanganan Pasien Di IGD RSUD Sawerigading Palopo Tahun 2025 Fitriyani, Eka; Fadli, Fadli; Eka Sari, Erni; Hastuty, Dewi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2518

Abstract

Respons time adalah kecepatan pengobatan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai saat pengobatan diberikan. Waktu respons rata-rata pasien adalah ≤ 5 menit. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kinerja waktu respon perawat atau respons time dalam memberikan layanan darurat, Kedua hal tersebut bersifat internal dan eksternal. Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi respons time perawat dalam penanganan pasien di IGD RSUD Sawerigading Palopo Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional study. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh perawat yang bekerja di IGD dengan total responden sebanyak 22 perawat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner untuk mengukur variabel independen dengan variabel dependen. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS dengan analisis uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis uji statistik didapatkan pengaruh yang signifikan antara faktor internal tingkat pengetahuan (P = 0,014) serta faktor eksternal dukungan tim kerja (P = 0,014) dan beban kerja (P = 0,020) terhadap respons time perawat di IGD, sedangkan faktor internal tingkat pendidikan (P = 0,616), pelatihan (P = 1,000) dan pengalaman (P = 1,000) serta faktor eksternal kelengkapan sarana dan prasarana (P = 0,652) menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap respons time perawat. Respons time perawat dapat dipengaruhi oleh pengetahuan perawat, dukungan time kerja dan beban kerja, sedangkan tingkat pendidika, pengalaman, pelatihan dan kelengkapan sarana dan prasarana tidak mempengaruhi respons time perawat di IGD.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Keluarga Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Pontap Kota Palopo Tahun 2025 Angraeni, Rachmi; Fadli, Fadli; Supri, Aisyah; Papayungan, Sutrisno
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2520

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pencegahan penyakit ini sangat bergantung pada peran serta keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan sikap mereka dalam pencegahan penyakit DBD di Kelurahan Pontap, Kota Palopo. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian terdiri dari 95 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dalam pencegahan DBD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (88,4%) dan sikap yang positif (73,7%) dalam pencegahan DBD. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap keluarga terhadap pencegahan DBD (p < 0,001). Dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat pengetahuan keluarga tentang DBD, semakin positif sikap mereka dalam melakukan tindakan pencegahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih intensif mengenai pencegahan DBD agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan tindakan preventif lainnya.
Faktor Yang Mempengaruhi Masalah Mental Emosional Remaja Di SMP Negeri 9 Palopo Tahun 2025 Husri, Hasiwulansi; Fadli, Fadli; Eka Sari, Erni; Hastuty, Dewi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2521

Abstract

Masa remaja merupakan tahap transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Tahap ini banyak perubahan yang terjadi, baik dari segi fisik, biologis, maupun emosional. Ketidakstabilan kondisi mental dan emosional remaja dapat mempengaruhi perilaku mereka serta berpotensi menimbulkan masalah pada kesehatan mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi masalah mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Palopo Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 177 responden yang merupakan seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Palopo. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur tingkat masalah mental emosional dan kuesioner faktor-faktor yang mempengaruhi masalah mental emosional remaja. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS dengan analisis uji Pearson Chi Square (p<0.05). Berdasarkan hasil analisa uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara faktor internal jenis kelamin (p=0,039) dan jumlah saudara (p=0,037) serta faktor eksternal dukungan keluarga (p=0,007) dan lingkungan sekolah (p=0,011) terhadap masalah mental emosional remaja, sedangkan faktor internal urutan kelahiran (p=0,641) dan faktor eksternal teman sebaya (p=0,270) menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan: Masalah mental emosional pada remaja di SMP Negeri 9 Palopo dipengaruhi oleh faktor internal (jenis kelamin dan jumlah saudara) faktor eksternal (dukungan keluarga dan lingkungan sekolah). Oleh karena itu penting untuk meningkatkan dukungan keluarga dan tidak membedakan perhatian khusus bagi setiap anak, serta sekolah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif baik lingkungan fisik maupun non fisik guna mencegah dan mengatasi masalah mental emosional pada remaja.
Analisis Hubungan Dukungan Keluarga (Dukungan Instrumental) Dan Efikasi Diri Dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025 Hardiansyah, Hardiansyah; fadli, fadli; Eka Sari, Erni; Hastuty, Dewi
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v20i1.2522

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga dan efikasi diri memiliki peran penting dalam membantu pasien mengelola kondisi mereka dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif analitik untuk mencari hubungan diantara fenomena tersebut dengan variabel yang lain menggunakan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel penelitian menggunakan tehnik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 70 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk variabel independen dan variabel dependen Hasil: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value <0,001 serta efikasi diri dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value <0,001. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga dan efikasi diri pasien, semakin baik kualitas hidup yang mereka alami. Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025. Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mungkajang Kota Palopo Tahun 2025.
Gambaran Karakteristik Kejadian Fraktur Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Andi Makkasau Kota Parepare Taliabo, Petrus; Bahriah, Bahriah; Bintari Rahayu, Sri; Sartika, Sartika
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/dijk.v20i2.2734

Abstract

Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaan lalu lintas atau jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik kejadian fraktur di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Andi Makkasau Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis 38 pasien tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraktur paling banyak terjadi pada kelompok usia 25–44 tahun (32%) dan lebih banyak pada laki-laki (66%). Jenis fraktur terbanyak adalah fraktur tertutup (84%) dengan lokasi terbanyak pada tibia (32%), dan penyebab utama adalah kecelakaan lalu lintas (61%). Kesimpulan  kejadian fraktur dominan terjadi pada usia produktif, laki-laki, dengan jenis fraktur tertutup dan lokasi pada tulang panjang. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan edukasi dan pencegahan kecelakaan.  
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Riwayat Anemia dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2025 lisa magfirah; Hastuty, Dewi; Rosita, Rosita; Arfianty, Yenny
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v20i2.2741

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi dimana ibu mengalami kekurangan asupan makanan dalam jangka waktu yang lama atau menahun (kronis), yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil itu sendiri. Salah satu faktor risiko KEK adalah IMT yang rendah dan adanya riwayat anemia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara IMT dan riwayat anemia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2025. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, dimana semua data dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu hamil yang datang ke Puskesmas Benteng. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dan didapatkan 63 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 25, dianalisis dengan uji chi square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kejadian KEK terhadap kedua variabel yang diteliti, yakni IMT dengan nilai p value sebesar 0,000 dan riwayat anemia dengan nilai p value sebesar 0,004. Kesimpulan: KEK dipengaruhi oleh faktor IMT yang rendah dan riwayat anemia.
Hubungan status gizi ibu hamil dan dukungan keluarga dengan kejadian anemia Di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo Tahun 2025 Olivia, Olivia; Hastuty, Dewi; Rosita, Rosita; Arfianty, Yenny
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v20i4.2747

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil berada di bawah 11 g/dL. Jika tidak segera ditangani, anemia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang memengaruhi ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas, serta berdampak negatif pada janin yang dikandung. Dukungan keluarga, konsumsi kopi/teh, pengetahuan, kepatuhan, dukungan bidan, budaya, dan status gizi  merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dan dukungan keluarga dengan kejadian anemia di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh ibu hamil dari trimester I,II dab III yang bertempat tinggal di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo berjumlah 110 responden. Menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu ibu dari trimester I,II dan III yang bersedia menjadi responden berjumlah 32 responden. Lembar kuesioner dan lembar ceklis untuk mengumpulkan data. Data yang telah dikumpulkan kemudia diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat, uji bivariate yang digunakan adalah uji chi-quare menggunakan program Microsoft excel dan program terukur (SPSS). Hasil penelitian Di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo Tahun 2025 terdapat hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia dengan nilai p value 0,011 (<0,05), dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian anemia dengan nilai p value 0,000 (<0,05) Kesimpulan  Terdapat hubungan antara status gizi ibu hamil dan dukungan keluarga dengan kejadian anemia di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo Tahun 2025.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik Di Puskesmas Di Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2025 Yuris, Yuris; Hastuty, Dewi; Rosita, Rosita; Arfianty, Yenny
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v20i3.2748

Abstract

Kekurangan energi kronik (KEK) adalah salah satu masalah kehamilan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi. Kekurangan energi kronik (KEK) diketahui dengan mengukur lingkar lengan atas ibu hamil (LILA) yang <23,5 cm atau bagian pita merah LILA. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan langsung faktor internal (tingkat pengetahuan dan pemenuhan gizi ibu hamil) dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) di Puskesmas Benteng Kota Palopo. Metode : Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I, II dan III di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo berjumlah 172 orang. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan rumus slovin 10% sebanyak 63 ibu hamil yang bersedia menjadi responden. Lembar kuesioner dan pita LILA digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat, uji bivariat yang digunakan adalah uji Chi Suare dengan menggunakan Aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian : Di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo tahun 2025 terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian Kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan nilai p value 0,001 (<0,05), dan terdapat hubungan pemenuhan gizi ibu hamil dengan kejadian Kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan nilai p value 0,001 (<0,05).

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 4 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 3 (2025): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2025): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2024): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 3 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 14 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 2 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 13 No. 5 (2018): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 5 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 10 No. 6 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 9 No. 3 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2016): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan More Issue