cover
Contact Name
Bambang Subiyakto
Contact Email
-
Phone
+625113304415
Journal Mail Official
magister.pendips@ulm.ac.id
Editorial Address
Master of Social Studies Study Program Postgraduate Program at Lambung Mangkurat University, Jl. Brigadier General Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik)
ISSN : 20899661     EISSN : 2089967X     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius
Core Subject : Education, Social,
The Socius Journal compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning, but also the description of local wisdom, the value of tradition and social phenomena that exist in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS" : 10 Documents clear
PEREMPUAN MADURA DALAM PERSPEKTIF STATUS SOSIAL, LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA DAN ORIENTASI PENDIDIKAN DI KAMPUNG GADANG KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH Siti Fatimah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3351

Abstract

Based on the observations made on particular women from Madurese ethnics living in Kampung Gadang, there are many changes on perspectives towards social-status, social-cultural environment and education orientation. The method used in this study was a qualitative method. The data collection techniques were observation, interviews and documentation. The analysis of the data used in the qualitative analysis include data reduction, data presentation and draw conclusions. The results of this study were: (1) the social status of Madurese women in Kampung Gadang was not different from the social status of Madurese women in general. All women who lived inone house got the same duties. Madurese women were allowed to work when they were in the teen years,even mostly just graduated from junior high schools. Madurese women suffered from limitations in terms of education. (2) Madurese women’s social environment such as the languages used were Indonesian, Madurese and Banjarese language. An attitude of helping has been maintained, they obeyed Islamic principles well and respect the powerful figure of clerics (preacher). These women in terms of clothing looked simple but they liked wearing jewelry. (3) they had varied orientation of education. The conclusion from this study was that school was important for the women but it was more important to study religion (faith) of Islam. Reasons fornot attending school were ranging from laziness, economy condition and parent’s beliefs that schools were not important. Though they had a desire to pursue education.Key Word : Social-Status, Social-Cultural Environment, Education Orientation Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada wanita tertentu dari etnis Madura yang tinggal di Kampung Gadang, ada banyak perubahan pada perspektif terhadap status sosial, lingkungan sosial-budaya dan orientasi pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam analisis kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) status sosial perempuan Madura di Kampung Gadang tidak berbeda dari status sosial perempuan Madura pada umumnya. Semua wanita yang tinggal rumah inone mendapat tugas yang sama. perempuan Madura diizinkan untuk bekerja ketika mereka berada di usia remaja, bahkan kebanyakan hanya lulusan SMP. perempuan Madura menderita keterbatasan dalam hal pendidikan. (2) lingkungan sosial perempuan Madura ini seperti bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, Madura dan bahasa Banjar. Sikap membantu telah dipertahankan, mereka menaati prinsip-prinsip Islam dengan baik dan menghormati tokoh kuat dari ulama (pendeta). Perempuan ini dalam hal pakaian tampak sederhana namun mereka suka memakai perhiasan. (3) mereka memiliki beragam orientasi pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sekolah adalah penting bagi perempuan tapi itu lebih penting untuk mempelajari agama (iman) Islam. Alasan fornot menghadiri sekolah yang mulai dari kemalasan, kondisi ekonomi dan kepercayaan orang tua bahwa sekolah tidak penting. Meskipun mereka memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.Kata Kunci: Sosial-Status, Lingkungan Sosial-Budaya, Orientasi Pendidikan
MUSEUM LAMBUNG MANGKURAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Tri Hayat Ariwibowo
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3356

Abstract

This paper aims to determine the role of Museum Mangkurat as a source of teaching history. The method used in this paper is reinforced circuitry historical method of observation and literature. The survey results revealed that the Museum Mangkurat have a major role to education development. Especially in teaching and learning history. Museums and history simply can not be separated, because the election of the museum as a source of teaching history is very precise.Learners can learn firsthand by seeing, understanding and direct experience so that learning becomes enjoyable and meaningful. The learning process in this museum can be done using methods trips and CTL (Contextual Teaching and Learning). With the use of methods trips and CTL make history teaching more accepted by learners, leaving the impression of monotonous, boring and rote.Keywords: Museum, History, Field Trips, and CTL.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran Museum Lambung Mangkurat sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah yang diperkuat dnegan observasi dan studi pustaka.Dari hasil penelitian diketahui bahwa Museum Lambung Mangkurat mempunyai peran besar terhadap perkembangan pendidikan. Terutama dalam proses belajar mengajar sejarah. Museum dan sejarah memang tidak dapat dipisahkan, karena itu pemilihan museum sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah sangat tepat.Peserta didik dapat belajar secara langsung dengan melihat, memahami, dan mengalami langsung sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna. Proses belajar mengajar di museum ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode karya wisata dan CTL (Contextual Teaching and Learning). Dengan penggunaan metode karya wisata dan CTL menjadikan pembelajaran sejarah lebih diterima oleh peserta didik, meninggalkan kesan monoton, membosankan dan hapalan.Kata Kunci: Museum, sejarah, karya wisata, dan CTL.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH THINK PAIR SHARE PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA 2 MAN 1 BANJARMASIN Nazarwaty Nazarwaty
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3352

Abstract

This study aimed to describe the implementation model of teaching history of type Think Pair Share (TPS). Activities learners about analyzing the change of government of guided democracy until the birth of the New Order in class XI IPA 2 MAN 1 Banjarmasin with application-type learning model Think Pair Share (TPS). The study of students about analyzing the change of government of guided democracy until the birth of the New Order in class XI IPA 2 MAN 1 Banjarmasin. Teachers should implement a variety of active learning in the classroom that will further improve the activity and motivation of learners in the teaching of history. It is expected that the history teacher to make cooperative learning model Think Pair Share as an alternative in implementing the learning, particularly in the matter of democracy terpimin until the birth order Barudan other material that can be applied to this model, so as to improve the learning outcomes of students. Teachers should be able to provide guidance, oversight and guidance to students so that maximum activeness and creativity of learners in learning optimal. Learners should increase activity and learning outcomes, especially in the teaching of history.Keywords: learning model type of think pair share, guided democracy, the new orderPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran sejarah tipe Think Pair Share (TPS). Aktivitas peserta didik tentang menganalisis pergantian pemerintahan dari demokrasi terpimpin sampai lahirnya Orde Baru di kelas XI IPA 2 MAN 1 Banjarmasin dengan penerapan  model pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS). Hasil belajar peserta didik tentang menganalisis pergantian pemerintahan dari demokrasi terpimpin sampai lahirnya Orde Baru di kelas XI IPA 2 MAN 1 Banjarmasin. Guru sebaiknya menerapkan berbagai pembelajaran aktif di dalam kelas sehingga akan lebih meningkatkan keaktifan dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Diharapkan kepada guru sejarah untuk menjadikan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share sebagai alternatif dalam melaksanakan pembelajaran, khususnya pada materi demokrasi terpimin sampai lahirnya orde barudan materi lainnya yang dapat diterapkan dengan model pembelajaran ini, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Guru hendaknya dapat memberikan bimbingan, pengawasan dan pengarahan yang maksimal kepada peserta didik agar keaktifan dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran berjalan optimal. Peserta didik sebaiknya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar terutama pada pembelajaran sejarah.Kata Kunci: model pembelajaran tipe think pair share, demokrasi terpimpin, orde baru
PEMBELAJARAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI KELAS VIII SMP PANCASILA PALANGKA RAYA Herman Herman
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3359

Abstract

This study aims to identify lessons the values of Pancasila in Civic Education Subject at SMP Pancasila Palangka Raya that the learning plan of Pancasila values in the subjects of civic education, the implementation process of learning and assessment conducted byCivic Education teacher. This type of research is qualitative. The subjects were Headmaster, Teacher and Students Civic Education. Data collection techniques in this study using interviews, observation and documentation. The technique of validating data in this study using the extension of the observation time, increase persistence and triangulation. Data analysis using data reduction, data display and data verification. The results of this research are teachers’ prepared syllabus and lesson plans developed by MGMP. Implementation of learning activities are divided into three sections beginning, core and closing. Teacher usesmany variety of models in each lesson, such as teaching models the values in the form: 1) the direct teaching of such a discussion; 2) the inclusion of students such as role play, simulations and discussions; 3) critical pedagogy as expressing their opinions. Assessment conducted by the Civic Education teacher at SMP Pancasila Palangka Raya not written tests, oral tests, aspects of the assessment consists of attitude, liveliness, insight, discipline, the ability to express opinions and cooperation. Keywords: Learning, the values of Pancasila, Civic Education Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembelajaran nilai-nilai Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Pancasila Palangka Raya yaitu perencanaan pembelajaran nilai- nilai pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan, proses pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang dilakukan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, Guru Pendidikan Kewarganegaraan dan Siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan waktu, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian pembelajaran nilai-nilai Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Pancasila Palangka Raya dalam perencanaan pembelajaran guru Pendidikan Kewarganegaraan sudah menyiapkan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga bagian kegiatan awal, inti dan penutup. Guru menggunakan berbagai model yang bervariasi dalam setiap pembelajarannya, seperti model pengajaran nilai-nilai dalam bentuk 1) pengajaran langsung seperti diskusi 2) pelibatan siswa seperti bermain peran, simulasi dan berdiskusi 3) pedagogi kritis seperti mengemukakan pendapat. Penilaian yang dilakukan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Pancasila Palangka Raya bukan hanhya tes tertulis, tes lisan, aspek penilaian terdiri dari sikap, keaktifan, wawasan, kedisiplinan, kemampuan mengemukakan pendapat dan kerjasama. Kata Kunci :Pembelajaran, nilai-nilaipancasila, PendidikanKewarganegaraan
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI SEKECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Noor Hidayah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3353

Abstract

The aim of research to analyze the factors that affect the learning achievement with a quantitative approach. This type of research is a kind of field research (field research) with quantitative approach. The field research is a study to obtain the correct data in the field. So this research is quantitative research that is not only to obtain the data, but also to prove the existence of the effect of parental education and economic status of families with student achievement in social studies SMP se Alalak districts.Test results obtained by the value of R F or the value of the correlation coefficient of 0.901. This value can be interpreted that the relationship of education, economic status of parents, families and schools on student achievement considered strong. The result of the value of F (246.413)> F table (2.37), and sig. Smaller than the probability value 0.05 or value 0.000 <0.05. So P-value <α = 0.05, then Ho is rejected and Ha accepted.Thus the high and low achievement (based on the value of report cards) students of SMP Negeri se Alalak districts affected by the level of education, economic status of parents, families and school students. Parents guide their children is more important in the home in order to be motivated to learn in addition, it also did not escape the role of family support so that his diligent study and school. So is the teacher's role is very important role in educating (as second parents) and taught to students in the school. Schools as the main spearhead forward whether or not the next generation naturally always follow the development of educational progress.Keywords: Factor analysis, Achievement, IPSTujuan penelitian untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian lapangan merupakan suatu penelitian untuk  memperoleh data yang benar terjadi di lapangan. Jadi penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  yang tidak  sekedar untuk memperoleh data, akan tetapi juga untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan status ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS di SMP Negeri se kecamatan Alalak.Hasil Uji F diperoleh nilai R atau nilai koefisien korelasi sebesar 0,901. Nilai ini dapat diartikan bahwa hubungan pendidikan, status ekonomi orang tua, keluarga dan sekolah terhadap prestasi belajar siswa dikategorikan kuat. Hasil nilai Fhitung (246,413) > Ftabel (2,37), dan nilai sig. Lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000 < 0,05.  Jadi  P-value < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.Dengan demikian tinggi rendahnya prestasi belajar (berdasarkan nilai hasil raport) siswa SMP Negeri se kecamatan Alalak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, status ekonomi orang tua, keluarga dan sekolah siswa. Orang tua yang lebih utama membimbing anaknya di rumah agar termotivasi untuk belajar di samping itu juga tidak lepas peran keluarga yang mendukung agar anaknya rajin belajar dan sekolah. Begitu juga peran  guru sangatlah penting perannya dalam mendidik (sebagai orang tua kedua) dan mengajar bagi siswa di sekolah. Sekolah sebagai ujung tombak utama maju tidaknya generasi penerus bangsa sudah sewajarnya selalu mengikuti perkembangan kemajuan pendidikan.Kata Kunci : Analisis Faktor, Prestasi Belajar, IPS
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS POKOK BAHASAN KEBUTUHAN MANUSIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS VIIIE SMP NEGERI 3 KERTAK HANYAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Noraina Noraina
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3362

Abstract

The background of this research is based on poor learning outcomes of VIII-E Student in SMPN 3 Kertak Hanyar and also the wide gap between top and underachieving students. The objective of the research is to boost the learning outcomes of Social Science for Student of VIII-E SMPN 3 Kertak Hanyar through Implementing Two Stay Two Model. The research is done in two cycles including planning, implementation, observation, and evaluation. Performance indicator is if ≥ 80% students get Social Science scores ≥ 70 equivalent with KKM then the research is considered success. The first research cycle shows students with scores of Social Science above KKM is 13 students or 54, 17 %. Meanwhile student with scores below KKM is 11 students or 55, 83 %. This means the research must go to second cycle. Second cycle shows the result of students with scores above KKM is 20 students or 83,33%. Meanwhile students with scores below KKM is 4 students or 16,67%. This means total students with scores above the KKM is more than 80 % and meet the performance indicator. Te conclusion of the research is; the implementing of Two Stay Two Model is proven can boost the learning outcomes Student of VIII-E SMPN 3 Kertak Hanyar in Social Science topic Human Basic Needs. Specifically for class with wide gap and variety in students’ abilities where the top students can helps the underachieving students. It is suggested for Social Science teachers to using Two Stay Two Models in pedagogic activity for students who have wide gap capability where the top students can helps the underachieving students.Keywords: Learning Outcomes, Learning Model Two Stay Two Stray Latar belakang penelitian ini berdasarkan rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas VIIIE SMP Negeri 3 Kertak Hanyar dan bervariasinya hasil belajar siswa, dimana ada siswa yang berkemampuan sangat tinggi sebaliknya ada siswa yang berkemampuan kurang. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam 2 siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi dengan indikator kinerja, yaitu jika sebanyak ≥80% siswa berhasil memperoleh hasil belajar  IPS ≥70, sesuai dengan KKM yang ditetapkan maka penelitian dianggap berhasil.Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan siswa yang memperoleh nilai di atas KKM berjumlah 13 siswa atau 54,17%. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM sebanyak 11 orang atau 45,83%. Ini berarti banyaknya siswa yang tuntas KKM kurang dari 80% atau hanya 54,17% saja sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus 2. Hasil penelitian siklus 2 menunjukkan hasil siswa yang memperoleh nilai di atas KKM bertambah jumlahnya menjadi  20 siswa atau 83,33%. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM sebanyak 4 orang atau hanya 16,67%. Ini berarti banyaknya siswa yang tuntas KKM lebih dari 80% dan sudah memenuhi indikator kinerja. Dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIE SMP Negeri 3 Kertak Hanyar pada mata pelajaran IPS pokok bahasan Kebutuhan Hidup Manusia, khususnya pada kondisi kelas yang memiliki tingkat kemampuan kelas yang sangat bervariasi, sehingga siswa yang berkemampuan tinggi dapat diberdayakan untuk membimbing siswa yang berkemampuan kurang.Kata Kunci: Hasil Pembelajaran dan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 ALALAK Agus Suwarni Isyra
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3348

Abstract

Applying social awareness to others in everyday life can be interpreted as humans social beings. People who care with each other, interact with each other, respect for others in terms of differences of opinion, ethnicity, race, language and religion. In the context of learning required a strategy planned by teachers by promoting activity or creativity of learners in learning activities in order to shape the character of social awareness by learning model Problem Based Learning (PBL) using pictures as a medium.This type of research is used in a classroom action research (PTK). The study design refers to the model Kemmis & Mc. Taggart system uses a spiral of self-reflection that starts from the plan (plan), action (act), observation (Observe), reflection (Reflect), and re-planning is the basis for troubleshooting steps.The results show if the activity of the teacher in the learning process of 75% to 93.75%, Activities of students from 77.5% to 80.55%, and the provision of learning outcomes from 63.34% to 100%. Application of Problem Based Learning using media images can raise awareness of social class XI IPS in SMA Negeri 1 1 Alalak, with an indication of the value of the learning outcomes of> 70% above. Increased social awareness of learning needs to be realized in the form of student attitudes in interaction with fellow students, the teachers and staff employees at the school.Keywords: Problem-based learning, media image, social awareness Kesadaran sosial terhadap orang lain dalam kehidupan sehari-hari bisa dimaknai manusia sebagai makhluk sosial, yaitu manusia yang peduli dengan sesama, saling berinteraksi, menghargai orang lain dalam hal perbedaan pendapat, suku, ras, bahasa dan agama. Dalam konteks pembelajaran dituntut suatu strategi yang direncanakan oleh guru dengan mengedepankan keaktifan atau kreativitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar untuk bisa membentuk karakter kesadaran sosial dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan gambar sebagai media.Jenis penelitian yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada model Kemmis & Mc. Taggart yang menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana (plan), tindakan (act), pengamatan (observe), refleksi (reflect), dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk langkah pemecahan masalah.Hasil penelitian menunjukkan jika aktivitas guru dalam proses pembelajaran   dari 75% menjadi 93,75%, Aktivitas siswa dari 77,5% menjadi 80,55%, dan ketentuan hasil belajar dari 63,34% menjadi 100%. Penerapan Problem Based Learning menggunakan media gambar dapat meningkatkan kesadaran sosial siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Alalak, dengan indikasi nilai hasil belajar > 70% di atas KKM. Peningkatan kesadaran sosial dalam pembelajaran perlu diwujudkan dalam bentuk sikap siswa dalam berinteraksi dengan sesama siswa, dewan guru serta staf karyawan di sekolah.Kata Kunci : Problem based learning, media gambar, kesadaran sosial
GOTONG ROYONG SEBAGAI WUJUD INTEGRASI LOKAL DALAM PERKAWINAN ADAT BANJAR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI DESA HAKIM MAKMUR KECAMATAN SUNGAI PINANG Nurlatifah, Nurlatifah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3354

Abstract

The values contained in the stages of marriage Banjar Adat be a source of learning social studies in the phase prior or pre-marital and post-marital Banjar Adat and used as a source of learning that can integrate learners. Banjar customary marriage has several processes that basasuluh, batatakun or apply, bapapayuan or bapatut honesty, dishonesty or maatar maatar patalian, bakakawinan or walimah, batamat Qur'an, Batimung, badudus or bapapai, salamat badua bride, Bahías or bridal makeup, bridal Maarak , Batatai or basanding, bajajagaan bride, and prostration. The forms of activities cooperativeness community in the village of Hakim Makmur Sungai Pinang The values of mutual cooperation as a source of social studies lesson that can be taught to students of junior high/equivalent Sungai Pinang Banjar Regency in nuptial customs Banjar be a character suggested in the curriculum SBC 2006, which relates to the values of mutual cooperation is tolerance, cooperation, and social care.Keywords: Values of Mutual Cooperation, Marriages Banjar, Learning Resource of IPS Nilai-nilai yang terkandung dalam tahapan perkawinan Adat Banjar menjadi sumber pembelajaran IPS dalam tahapan sebelum atau pra perkawinan dan sesudah perkawinan Adat Banjar dan dijadikan sumber pembelajaran yang dapat mengintegrasi peserta didik. Perkawinan adat Banjar mempunyai beberapa proses yaitu basasuluh, batatakun atau melamar, bapapayuan atau bapatut jujuran, maatar jujuran atau maatar patalian, bakakawinan atau walimah, batamat Qur’an, batimung, badudus atau bapapai, badua salamat pengantin, bahias atau merias pengantin, maarak pengantin, batatai atau basanding, bajajagaan pengantin, dan sujud. Bentuk-bentuk kegiatan kegotong-royongan masyarakat di Desa Hakim Makmur Kecamatan Sungai Pinang Nilai-nilai gotong royong sebagai sumber pembelajaran IPS yang dapat diajarkan kepada peserta didik tingkat SMP/sederajat Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar dalam upacara perkawinan adat Banjar berupa karakter yang disarankan dalam kurikulum KTSP 2006 yang berhubungan dengan nilai-nilai gotong royong adalah toleransi, kerjasama, dan peduli sosial.Kata Kunci: Nilai, Gotong Royong, Perkawinan Adat Banjar, Sumber Pembelajaran IPS
URGENSI PEMBELAJARAN PKn DALAM PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DI SMP NEGERI 1 BANJARABARU Dewi Sukarni
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3350

Abstract

Character education is defined as education that develops cultural values and national character in the self-learners so that they have value and character as the character himself to be a responsible person in life of being a member of society and citizens are religious, nationalist, productive, creative and responsible. By instilling character education learners in learning, especially civics students will be able to develop an effective potential as a citizen who has their cultural values and national character and develop habits and attitudes commendable and in line with universal values, and religioustraditions of Indonesians. This research is conducted in SMP Negeri 1 Banjarbaru for 3 months (from March to May 2016). This study uses a qualitative description, data collection by using observation, documentation and interview (purposive sampling), data analysis with data reduction, data presentation and verification, testing validity of the data was done by triangulation and the examination by colleagues.This study aims to analyze the planning, implementation and assessment of the character of responsibility in teaching civics class VIII SMP Negeri 1 Banjarbaru. Result of the study decribes as follows: (1) Palanning, (2) Implementation and (3) Evaluation of character of responsibility in civics learning   is not optimal.Keywords : Character Education , Responsibility , Civics Lesson Pendidikan karakter didefinisikan sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya menjadi orang yang bertanggung jawab dalam kehidupan menjadi anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif , kreatif dan bertanggung jawab. Dengan menanamkan peserta didik pendidikan karakter dalam pembelajaran, khususnya PKn siswa akan mampu mengembangkan potensi yang efektif sebagai warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dan mengembangkan kebiasaan dan sikap terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal, dan religioustraditions dari Indonesia. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Banjarbaru selama 3 bulan (dari bulan Maret sampai Mei 2016). Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi (purposive sampling), analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi, pengujian validitas data dilakukan dengan triangulasi dan pemeriksaan oleh rekan-rekan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan penilaian karakter tanggung jawab dalam mengajar PKn kelas VIII SMP Negeri 1 Banjarbaru. Hasil penelitian decribes sebagai berikut: (1) Palanning, (2) Pelaksanaan dan (3) Evaluasi karakter tanggung jawab dalam pembelajaran PKn tidak optimal.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Tanggung Jawab, Pelajaran PKn
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Fitri Jamilah
JURNAL SOCIUS Vol 6, No 1 (2017): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v6i1.3355

Abstract

Social studies in junior high school implemented with integrated learning model, is one model of curriculum implementation are recommended to be applied at all levels of education, from elementary school (SD / MI) up to high school (SMA / MA). Currently the schools in the district of Banjar, especially junior high school teachers generally available Social Science consists of teachers, teachers' disciplines such as Geography, Sociology/Anthropology, Economics, and History. Teachers with that background would be difficult to adapt to the integration of the discipline of the social sciences, for example, teachers who have a background in geography does not have an optimal capacity in the economy and history, and also teachers set of economics does not have the ability to optimally on the history and geography , In connection with the need for research and innovation by teachers IPS against efforts to develop integrated social studies lesson for the learning process IPS on a junior high school in Banjar Regency, especially SMP Negeri 8 Martapura can take place effectively and efisiean in achieving the goal of learning itself.This study was designed with the Development Research (Research and Development) phase Define and Design that aims to develop learning Integrated Social Science in SMP Negeri 8 Martapura using a model-based approach major potential, a model-based approach problems, and a model-based approach topics. The technique of collecting data using interviews and documentation.The results showed the implementation of the Integrated Social Learning in SMPN 8 Martapura still not been implemented, learning today is still separately. The main limiting factor is the limited ability of teachers to develop learning devices Integrated IPS. Researchers developed a learning device Integrated IPS, the Define phase, carried out an analysis of competency standards and basic competencies has the potential to be combined, then all competency standards and basic competencies are integrated through themes. then made the development of the network competency standards and basic competencies. In the Design phase, to design the syllabus and lesson plan (RPP) Integrated Social science.Keywords: Learning Development, Integrated Social SciencePembelajaran IPS di SMP dilaksanakan dengan model pembelajaran terpadu, merupakan satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA). Saat ini pada sekolah-sekolah di Kabupaten Banjar, khususnya jenjang SMP umumnya guru-guru IPS yang tersedia terdiri atas guru-guru disiplin ilmu seperti guru Geografi, Sosiologi/Antropologi, Ekonomi, dan Sejarah. Guru dengan latar belakang tersebut tentunya sulit untuk beradaptasi ke dalam pengintegrasian disiplin ilmu-ilmu sosial. Sehubungan dengan itu perlu adanya kajian dan inovasi oleh para guru IPS terhadap upaya pengembangan pembelajaran IPS terpadu.Penelitian ini dirancang dengan Penelitian Pengembangan (Research and Development) model 4-D tahap Define dan Design yang bertujuan mengembangkan pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Martapura dengan menggunakan model pendekatan berdasarkan potensi utama, model pendekatan berdasarkan permasalahan, dan model pendekatan berdasarkan Topik. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 8 Martapura masih belum dilaksanakan, pembelajaran selama ini masih secara terpisah. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan kemampuan guru mengembangkan perangkat pembelajaran IPS Terpadu. Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran IPS Terpadu, pada tahap Define, dilakukan analisis terhadap SK-KD yang berpotensi untuk dipadukan, selanjutnya semua SK-KD tersebut terpadu melalui tema. kemudian dilakukan pengembangan jaringan SK-KD. Pada tahap Design, dilakukan perancangan silabus dan RPP pembelajaran IPS Terpadu.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, dan Pembelajaran IPS Terpadu

Page 1 of 1 | Total Record : 10