cover
Contact Name
Atika Dini Savitri
Contact Email
atika.dini.savitri.20@gmail.com
Phone
+6285232734788
Journal Mail Official
ubtsaintek@gmail.com
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 3, Jl. Amal lama No 1. Universitas Borneo Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Borneo Saintek
ISSN : 2615434X     EISSN : 25993313     DOI : http://dx.doi.org/10.35334/borneo_saintek
Jurnal Borneo Saintek diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Borneo Tarakan (LPPM UBT). Jurnal Borneo Saintek merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, diadopsi dari berbagai aktivitas penelitian dosen. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Borneo Saintek LPPM UBT terbit setahun 2 (dua) kali pada bulan April dan Oktober (E-ISSN 2599-3313 dan P-ISSN 2615-434X) meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah bersifat baru, atau komentar dan kritik terhadap tulisan maupun dalam terbitan berkala ilmiah bersifat baru, atau komentar dan kritik terhadap tulisan maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 135 Documents
VIABILITAS DAN AKTIVITAS BAKTERI PELARUT FOSFAT INDIGENUS PADA BEBERAPA BAHAN PEMBAWA CAIR Eko Hary Pudjiwati; Nuraida Binti Hamid
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1862

Abstract

Phosphor (P) merupakan unsur yang ketersediaannya bagi tanaman tergolong rendah akibat terikat oleh unsur Al dan Fe pada tanah masam dan pada tanah basa terikat oleh unsur Ca. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P tanah menggunakan bakteri pelarut fosfat (BPF) sebagai pupuk hayati. Kualitas pupuk hayati salah satunya ditentukan oleh jenis BPF dan bahan pembawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bahan pembawa cair yang dapat mempertahankan viabilitas dan aktivitas bakteri pelarut fosfat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 perlakuan yaitu jenis bahan pembawa dan jenis isolate BPF diulang 3 kali. Jenis bahan pembawa terdiri dari Nutrien Broth (NB), air kelapa dan ekstrak tauge. Jenis isolat terdiri dari isolat B5(6), isolate B1(17) dan konsorsium isolat (B5(6) + B1(17)). Hasil penelitian menunjukkan ketiga bahan pembawa memiliki nilai pH yang masuk dalam kisaran pH yang diperlukan BPF untuk hidup, jumlah isolate yang memenuhi baku mutu  pupuk hayati dan nilai indeks kelrutan fosfat yang tergolong tingi. Rata-rata jumlah koloni BPF tunggal dan konsorsium tertinggi diperoleh pada bahan pembawa ekstrak tauge yaitu untuk isolat B5(6) adalah 8,5X1010  CFU/ml, isolate B1(17) 4,94X1010 CFU/ml, dan isolat B5(6)+ B1(17) 1,49X1010 CFU/ml. Nilai rata-rata indeks kelarutan fosfat tertinggi untuk isolat B5(6) dan konsorsium isolate B5(6)+ B1(17) dicapai pada bahan pembawa ekstrak tauge, yaitu 2,42 dan 2, 28, sedangkan untuk isolate B1(17) diperoleh dari bahan pembawa NB dengan nilai indeks kelarutan fosfat sebesar 2,5.
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN HEALTH EDUCATION PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA Ika Yulianti
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1668

Abstract

Gangguan kecemasan pada ibu hamil berisiko terjadinya solusio plasenta, berat badan lahir rendah, keterlambatan motorik dan mental janin serta prematuritas dapat terjadi apabila kecemasan tidak dikelola dengan baik. Health education adalah upaya yang digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mempersiapkan proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan health education pada ibu hamil primigravida. Desain penelitian adalah quasy eksperiment secara purposive dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang. Kelompok perlakuan diberikan health education. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida sesudah diberikan health education dibandingkan sebelum diberikan health education dengan p= 0,000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penurunan tingkat kecemasan pada ibu primigravida setelah diberikan health education dibandingkan dengan sebelum diberikan health education.
Potensi Pengembangan Air Buah Kelapa Menjadi Nata de coco Di Kabupaten Sumba Timur Vidriana Oktoviana Bano
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i2.1989

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan potensi pengembangan air buah kelapa tua menjadi Nata de coco di Kabupaten Sumba Timur. Metode penelitian menggunakan metode survey, analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesukaaan masyarakat terhadap produk olahan Nata de coco sebesar 76%, namun berbanding terbalik dengan pengetahuan masyarakat dalam membuat produk olahan makanan ini. Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi yang baik dalam pengembangan air buah kelapa tua (limbah) menjadi produk olahan makanan Nata de coco yang bermutu tinggi.AbstractThe purpose of this study was to describe the potential for developing old coconut water into Nata de coco in East Sumba Regency. The research method used survey method, data analysis used quantitative descriptive. Data collection techniques: interviews, observation and questionnaires. The results showed that the level of public preference for Nata de coco processed products was 76%, but it was inversely proportional to people's knowledge in making this processed food product. East Sumba Regency has good potential in developing old coconut water (waste) into high quality Nata de coco food processing products.
FAKTOR-FAKTOR DALAM PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA DI PESISIR BARAT KOTA TARAKAN Iif Ahmad Syarif; Eko Prihartanto; Efraim Bavo Priyana
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i1.1902

Abstract

Pengembangan sarana dan prasarana di Kota Tarakan, menjadikan daya tarik masyarakat untuk bermukim khususnya di wilayah pesisir. Dimana wilayah pesisir menjadi tempat bermukim yang memiliki faktor-faktor yang menarik untuk dikaji. Prasarana dan sarana diwilayah tersebut akan diteliti untuk dikembangkan sehingga lebih dapat mensejahterakan masyarakat dalam memperoleh fasilitas dari pemerintah Kota Tarakan. Objek penelitian ini adalah kelurahan Selumit pantai yang berada di pesisir barat  Kota Tarakan propinsi Kalimantan Utara, dengan responden sebanyak 100 orang dan menggunakan metode Deskriptif untuk membahas data-data yang berhubungan dengan keadaan sebenarnya. Hasil yang diperoleh didapat 8 faktor yang terdapat dalam pengembangan sarana dan prasarana dengan 16 variabel di wilayah pesisir barat kota Tarakan.
KOMPARASI DESAIN TEBAL PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 DAN METODE AASHTO 1993 Muhammad Djaya Bakri
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1669

Abstract

Pada tahun 2019, Universitas Borneo Tarakan merencanakan membangun jalan lingkungan baru dalam kawasan kampus. Mengingat keterbatasan kemampuan anggaran dalam pemeliharaan sarana dan prasarana pasca kontruksi, maka jalan lingkungan baru ini di desain berupa kontruksi perkerasan kaku pelat beton, dengan mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan, umur keawetan kontruksi lebih lama  dan biaya pemeliharaan yang relatif rendah sepanjang umur rencana (discounted lifecycle cost). Digunakan dua metode desain, yaitu metode MDPJ 2017 dan metode AASHTO 1993, sebagai instrumen komparasi untuk mendapatkan tebal pelat beton yang ekonomis berdasarkan beban lalulintas yang direncanakan. Studi ini memberikan dimensi pelat beton perkerasan hasil analisis dengan metode MDPJ 2017 setebal 170 mm, dan hasil analisis dengan metode AASHTO 1993 setebal 200 mm. Perbedaan hasil pada kedua metode relatif kecil (1,4%), meskipun terdapat perbedaan beberapa parameter, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan.
UKURAN PERTAMA MATANG GONAD DAN TERTANGKAP IKAN SENAGIN (Eleutheronema sp.) DAN IKAN ARUT (Lutjanus sp.) DI PERAIRAN TARAKAN Muhammad Firdaus
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i2.2032

Abstract

Ikan senangin (Eleutheronema sp.) dan ikan arut (Lutjanus sp.) termasuk jenis ikan hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan yang memiliki nilai ekonomis. Salah satu variabel data/informasi ilmiah dalam lingkup dinamika populasi ikan yang diperlukan dalam kebijakan pengelolaan lestari sumberdaya ikan adalah nilai – nilai ukuran panjang pertama matang gonad (Lm) dan tertangkap (Lc). Penelitian dilakukan di Kota Tarakan pada bulan Januari- Maret 2021 dengan tujuan mengetahui sex ratio, nilai Lm dan nilai Lc dari Eleutheronema sp. dan Lutjanus sp.. Hasil penelitian didapatkan sex ratio ikan sampel jantan dan betina adalah 1 : 4 (Eleutheronema sp.) dan 1 : 2 (Lutjanus sp.). Nilai Lm Lutjanus  sp. 30,6 cm dan Eleutheronema sp. 40,4 cm. Nilai Lc Lutjanus sp. 30,9 cm dan Eleutheronema sp. 34,7 cm. Hasil riset menunjukkan nilai Lc Lm pada sampel Eleutheronema sp. dan nilai Lc hampir sama dengan nilai Lm pada sampel Lutjanus sp.. Hal ini bermakna bahwa ikan senangin yang tertangkap oleh perikanan gillnet di perairan Tarakan diduga belum mengalami matang gonad (immature) dan pada ikan arut yang tertangkap diduga adalah ikan periode matang gonad (mature). Hal ini perlu perhatian dalam kebijakan pemanfaatan sumberdaya ikan demi menjaga kelestarian ikan senangin dan ikan arut di perairan Tarakan
ANALISIS PEMANFAATAN KECEPATAN RENDAH ENERGI ANGIN DIWILAYAH TARAKAN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PSCAD/EMTDC Linda Sartika; Fitriani Said
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i2.1051

Abstract

Wilayah Tarakan merupakan sebuah pulau yang dikelilingi lautan, melihat letak geografis Tarakan yang strategis dimana kecepatan angin pada jam-jam tertentu disinyalir memungkinkan dimanfaatan kecepatan angin sebagai penggerak turbin pembangkit listrik tenaga angin. Namun berdasarkan hasil penelitian sebelumnya kecepatana angin di wilayah Tarakan bervariasi dititik-titik tertentu. Adapun hasil data survei dan data BMKG menunjukan adanya kecepatan angin yang memungkinkan untuk dianalisi kecepatannya sebagai pembangkit listrik tenaga angin. Ada dua daerah yaitu wilayah Juwata laut dan Pantai amal. Data hasil penelitian sebelumnya menunjukan kecepatan itu berkisar 2-5 meter/detik. Kecepatan angin yang rendah ini menurut hitungan analisis awal dari penelitian sebelumnya dinyatakan kecepan ini tidak produktif atau masih dibawah standar. Namun dengan kemajuan teknologi hal itu dapat diatasi dengan menyesuaikan model dari turbin dan generator yang akan di kombinasikan. Berdasarkan itu maka dalam penelitian ini dilakukan analisis pemanfaatan kecepatan angin yang rendah ini sebagai suplai gerak bagi turbin angin yang terkoneksi dengan generator. Dalam penelitian ini memanfaatkan perangkat lunak PSCAD/EMTDC dalam mendesain suatu control converter pada generator yang digunakan.
LAND RESOURCE CAPABILITY PULAU SEBATIK UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN WILAYAH PERBATASAN Nur Indah Mansyur
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i1.1903

Abstract

Pengembangan pertanian wilayah perbatasan Kalimantan Utara merupakan strategi membangun  ketahanan pangan masyarakat perbatasan. Salah satu faktor penting dalam  pengembangan pertanian wilayah perbatasan adalah sumberdaya lahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemampuan lahan dan daya dukung lahan berdasarkan neraca bioproduk, yang diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan pertanian  kawasan perbatasan khususnya di pulau Sebatik.  Data karakteristik lahan dan komponen bioproduk  diperoleh  melalui  survey lapangan. Penentuan kemampuan lahan dengan metode matching, sedangkan status daya dukung lahan dengan membandingkan ketersediaan lahan dengan kebutuhan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegalan 1 termasuk kelas IVl3e2, tegalan 2, sawah 1, sawah 2 dan hutan primer termasuk kelas IIIk2, dan perkebunan termasuk kelas IIIk212. Untuk memaksimalkan kemampuan lahan dapat dimanfaatkan untuk tanaman semusim, pertanian konservatif, agroforestry, hutan lindung, dan cagar alam. Status daya dukung lahan di pulau Sebatik adalah surplus.
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN Galih Yogi Rahajeng; Khotimah Khotimah
Jurnal Borneo Saintek Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v3i2.1670

Abstract

Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau pangan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Tarakan, masih memiliki pola pangan pokok yang kearah tunggal yaitu beras. Oleh karena itu, kajian terkait diversifikasi pangan non beras berbasis pangan lokal perlu dilakukan. Adapun tujuan khusus adalah menganalisis potensi sumber daya pangan lokal di Kota Tarakan, menganalisis pola konsumsi pangan dan tingkat diversifikasi pangan rumah tangga Di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik survey dengan sampel rumah tangga di empat kecamatan di Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik nonprobality sampling dengan metode quota sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif  kuantitatif dan household dietry diversity score (HDDS). Hasil analisis menunjukkan produksi padi di Kota Tarakan cenderung mengalami penurunan, sedangkan produksi ubi kayu dan ubi jalar menunjukkan tren meningkat yang mengindikasi potensi diversifikasi produksi pangan di Kota tarakan. Secara garis besar pola diversifikasi konsumsi pangan masyarakat di Kota Tarakan cukup beragam berdasarkan jumlah, kualitas dan variannya, hal ini ditunjukkan dari pengeluaran pangan sumber protein yang beragam. Namun diversifikasi pangan sumber karbohidrat yang perlu dikaji karena masih tingginya pengeluaran akan sumber karbohidrat beras. Tingkat diversifikasi konsumsi pangan di Kota Tarakan berdasarkan nilai skor keragaman pangan rumah tangga (HDDS) berada pada kategori tinggi yaitu telah mengkonsumsi lebih dari enam jenis sumber pangan dalam sehari.
KAJIAN PEMASARAN PRODUK PANGAN OLAHAN LOKAL DALAM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI WILAYAH PERBATASAN RAYHANA JAFAR
Jurnal Borneo Saintek Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Borneo Saintek
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v4i2.2163

Abstract

Produk pangan olahan lokal mempunyai prospek potensial untuk dikembangkan dalam mendukung kemandirian pangan di wilayah perbatasan. Namun upaya pengembangan produk pangan olahan memiliki kendala dalam aspek pemasaran, yaitu nilai marjin pemasaran yang relatif masih tergolong besar sehingga tidak didapatkan efesiensi pemasaran yang optimal, kurangnya kegiatan promosi, strategi pengembangan pemasaran, serta distribusi yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi produk pangan olahan lokal di Kota Tarakan, dan (2) mengkaji sistem pemasaran produk pangan olahan lokal di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui pendekatan Struktur Pasar dan Perilaku Pasar. Metode penentuan sampel secara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 15 UMKM yang masih aktif sebagai pelaku usaha dalam pengolahan produk pangan lokal yang berbahan baku utama produk tanaman pangan dan buah-buahan seperti padi, jagung, singkong, sukun, pisang, kedelai, dan jamur tiram.  Sistem pemasaran produk pangan olahan lokal di Kota Tarakan melalui pendekatan Struktur Pasar diperoleh bahwa perhitungan pangsa pasar produk olahan pangan lokal, MS (1) sebesar 18,13 persen MS (2) 14,29 persen, MS(3) sebesar 14,16 persen dan MS( 4) sebesar 11,07 persen. Rasio konsentrasi empat UMKM terbesar (CR4) adalah sebesar 57,65 persen sedangkan 11 UMKM menguasai pangsa pasar sebesar 42.35 persen. Rata-rata nilai Hambatan Masuk Industri (MES)  adalah sebesar 18,13 persen. Perilaku Pasar ditunjukkan melalui strategi harga, produk dan promosi yang digunakan oleh para pelaku usaha pengolahn produk pangan lokal sehingga diharapkan konsumen loyal dan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan.Kata Kunci: Pemasaran, Produk Pangan Lokal, Struktur dan Perilaku Pasar

Page 11 of 14 | Total Record : 135