cover
Contact Name
Maria
Contact Email
-
Phone
+628161961710
Journal Mail Official
jmbkmm@untar.ac.id
Editorial Address
Program Studi MM Untar, Kampus 1, Gedung Utama, Lantai 14 Jl. Let. Jen. S. Parman No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
ISSN : -     EISSN : 25980289     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmbk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (E-ISSN: 2598-0289) is a peer-reviewed journal, which provides a forum for publishing scientific articles in management and business field, including genuine research result, novel scientific review, and critics or comments about management nowadays. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan published by Magister Manajemen Universitas Tarumanagara. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan accepts articles or manuscript in the management and business field from various source, academics and researchers, both national and international.
Articles 1,003 Documents
Peran prosedur administrasi, waktu tunggu, hubungan pasien-dokter, dan kepercayaan pasien terhadap kepuasan pasien di RSUD Ciawi Faizah Salsabila Kurniawan; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37578

Abstract

Unclear administrative procedures make it difficult for patients to secure appointments. The administration department at the Ciawi Regional Hospital is sometimes open and sometimes closed, hindering procedures that should be running smoothly. In addition to the aforementioned issues, the Ciawi Regional Hospital has long wait times due to doctors arriving late or not on schedule. The relationship between patients and doctors at Ciawi Regional Hospital is well-established. Doctors provide clear information about patients' illnesses, and if any immediate action is required, they promptly provide guidance for patients to receive treatment as soon as possible. This study used quantitative methods, the results of which can be presented in the form of data. The data was then processed using SmartPLS with 240 patients at Ciawi Regional Hospital. The results indicate that administrative procedures, waiting times, patient-doctor relationships, and patient trust have a positive impact on patient satisfaction at Ciawi Regional Hospital. The contribution of this study lies in providing the latest empirical evidence regarding the factors influencing patient satisfaction in the context of regional hospitals, particularly regarding the variables of administrative procedures and waiting times which are rarely tested comprehensively in public health facilities. Prosedur Administrasi yang kurang jelas sehingga membuat pasien kesusahan dalam mendapatkan waktu periksa. Bagian administrasi pada RSUD terkadang buka dan terkadang tutup, sehingga prosedur yang harusnya berjalan dengan baik menjadi terhambat. Selain fenomena diatas, RSUD memiliki waktu tunggu yang lama dikarenakan dokter praktek yang datang terlambat atau tidak sesuai jadwal. Mengenai hubungan pasien dan dokter di RSUD Ciawi terjalin dengan baik. Dokter memberikan informasi mengenai penyakit pasien dengan jelas, dan apabila ada tindakan yang harus segera dilakukan, dokter segera memberikan arahan pasien untuk mendapatkan penanganan yang sesegera mungkin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang dimana hasilnya dapat disajikan berupa data. Kemudian, data tersebut diolah menggunakan SmartPLS dengan jumlah responden sebanyak 240 pasien RSUD Ciawi. Hasilnya menyatakan bahwa prosedur administrasi, waktu tunggu, hubungan pasien-dokter, dan kepercayaan pasien berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien di RSUD Ciawi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemberian bukti empiris terbaru mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien dalam konteks rumah sakit daerah, khususnya terkait variabel prosedur administrasi dan waktu tunggu yang jarang diuji secara komprehensif pada fasilitas kesehatan publik.
Pengaruh seller reputation, risk reduction, warranty, dan electronic word of mouth, terhadap niat pembelian impulsif secara online dengan kepercayaan konsumen sebagai variabel mediasi (Studi pada usaha pakaian batik di Jakarta) Bella Paulina Romintang; Haris Maupa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37579

Abstract

This study aims to analyze the effects of seller reputation, risk reduction, warranty, and electronic word of mouth (e-WOM) on online impulsive buying intention, with consumer trust as a mediating variable. A quantitative approach was employed using a survey method involving 250 respondents who had previously purchased batik apparel online in Jakarta. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that seller reputation, risk reduction, and e-WOM contribute to the formation of consumer trust, while warranty does not directly influence impulsive buying intention. Furthermore, consumer trust mediates the relationships between seller reputation, risk reduction, and e-WOM and online impulsive buying intention. These results suggest that online batik businesses should focus on strengthening seller reputation, managing customer reviews, and reducing perceived risks in order to build consumer trust and stimulate impulsive purchasing behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reputasi penjual, pengurangan risiko, garansi, dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap niat pembelian impulsif secara online dengan kepercayaan konsumen sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 250 responden yang pernah melakukan pembelian pakaian batik secara online di wilayah Jakarta. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi penjual, pengurangan risiko, dan e-WOM berkontribusi dalam membentuk kepercayaan konsumen, sementara garansi tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap niat pembelian impulsif. Selanjutnya, kepercayaan konsumen berperan sebagai variabel mediasi pada hubungan antara reputasi penjual, pengurangan risiko, dan e-WOM terhadap niat pembelian impulsif secara online. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pelaku usaha batik online perlu memprioritaskan pembangunan reputasi, pengelolaan ulasan konsumen, serta strategi pengurangan risiko untuk meningkatkan kepercayaan dan mendorong pembelian impulsif.
Pengaruh kualitas pelayanan, persepsi harga dan kesadaran merek terhadap minat beli ulang yang dimediasi oleh kepuasan pelanggan di bengkel Astra Otoservice Randy Randy
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37580

Abstract

The purpose of this study is to examine the influence of several variables—service quality, price perception, and brand awareness—on repurchase intention, mediated by customer satisfaction. The study was conducted in the automotive sector, specifically on non-authorized car service workshops operating under the Astra Otoservice brand. The increasingly competitive environment within Indonesia’s automotive service industry requires companies to maintain customer loyalty by improving service quality, setting competitive prices, ensuring transparency in service cost calculations, and strengthening brand awareness. This research adopts a quantitative approach using cross-sectional descriptive statistics. Data were analyzed using the PLS-SEM method. A non-probability sampling technique, specifically convenience sampling, was employed by distributing online questionnaires (via Google Form) to respondents. A total of 293 customers of Astra Otoservice workshops in the Jakarta area participated in this study. The findings indicate that service quality, price perception, and brand awareness have a positive influence on customer satisfaction; moreover, service quality, price perception, brand awareness, and customer satisfaction positively affect repurchase intention (loyalty); and customer satisfaction mediates the relationship between service quality and repurchase intention (loyalty). Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh dari beberapa variabel yaitu: kualitas pelayanan, persepsi harga dan kesadaran merek terhadap variabel minat beli ulang yang dimediasi oleh variabel kepuasan pelanggan. Studi ini dilakukan pada sektor otomotif, khususnya pelayanan bengkel mobil non-authorized dengan merek dagang Astra Otoservice. Fenomena ketatnya persaingan industri serupa di Indonesia menuntut perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan, penentuan harga yang kompetitif, transparansi kepada pelanggan mengenai perhitungan biaya layanan, serta penguatan kesadaran merek. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan memanfaatkan statistik deskriptif cross-sectional. Analisa data dilakukan dengan metode PLS-SEM. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik non-probability sampling khususnya dengan metode convenience sampling di mana kuesioner dibagikan kepada responden secara daring (mengisi google form). Sebanyak 293 responden yang merupakan pelanggan bengkel Astra Otoservice di wilayah Jakarta menjadi sampel pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kualitas pelayanan, persepsi harga dan kesadaran merek berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan; kualitas pelayanan, persepsi harga, kesadaran merek dan kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap minat beli ulang (loyalty); kepuasan pelanggan memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dan minat beli ulang (loyalty).
Nilai perusahaan consumer non-cyclical di Indonesia: Peran ESG, likuiditas, konsentrasi kepemilikan, dan leverage Ida Ida
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37581

Abstract

Companies within the consumer non-cyclical sector are typically characterized by relatively stable demand for their products. Nevertheless, data on the movement of the consumer non-cyclical index indicate considerable price fluctuations across a broad range. This study aims to examine the effects of ESG, current ratio, ownership concentration, and leverage on firm value, as well as to investigate the moderating role of leverage in the relationship between ESG and firm value among consumer non-cyclical firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Employing panel data regression using the Random Effects Model (REM), this research analyzes seven sample companies over the period from 2015 to 2024. The results reveal that ESG and the debt-to-equity ratio (DER) have a negative and significant effect on firm value. Conversely, the current ratio exhibits a positive and significant effect. Moreover, leverage significantly and positively moderates the relationship between ESG and firm value. Ownership concentration, however, does not have a significant effect on firm value. Practically, these findings suggest that management should prioritize maintaining liquidity and adopting an optimal leverage strategy through moderate use of debt. Under such conditions, ESG can act as a positive signal to the market, thereby enhancing firm value. Perusahaan-perusahaan di sektor konsumen non-siklikal memiliki karakteristik berupa permintaan yang relatif stabil terhadap produknya. Namun demikian, data pergerakan indeks konsumen non-siklikal menunjukkan adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan dalam rentang yang lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ESG, rasio lancar, konsentrasi kepemilikan, dan leverage terhadap nilai perusahaan, serta menginvestigasi peran moderasi leverage dalam hubungan antara ESG dan nilai perusahaan pada perusahaan konsumen non-siklikal yang terdaftar di BEI. Dengan menggunakan regresi data panel melalui model Random Effects Model (REM), penelitian ini menganalisis tujuh perusahaan sampel selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG dan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, rasio lancar menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu, leverage secara positif dan signifikan memoderasi hubungan antara ESG dan nilai perusahaan. Konsentrasi kepemilikan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa manajemen sebaiknya memprioritaskan pemeliharaan likuiditas dan menerapkan strategi leverage yang optimal dengan menggunakan utang pada tingkat yang moderat. Dalam kondisi tersebut, ESG dapat berfungsi sebagai sinyal positif bagi pasar, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Pengaruh kompensasi dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja perawat melalui beban kerja sebagai mediasi di rumah sakit swasta Jakarta Barat Alice Pratiwi; Mohammad Agung Saryatmo
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38422

Abstract

Background: Nurse job satisfaction is an important factor in improving the quality of hospital services and reducing the high turnover rate of nursing staff. Compensation, teamwork among nurses, and workload are suspected to be factors that influence nurse job satisfaction. Purpose: To determine the effect of compensation and teamwork on nurse job satisfaction through workload in a West Jakarta Private Hospital. Methods: Quantitative research with a cross-sectional design. The sample of the study was 180 nurse respondents working in a West Jakarta Private Hospital, with a work period of more than 1 year. The research instrument used a questionnaire, the collected data were analyzed using the Partial Least Squares method. Findings: Compensation and teamwork have a positive effect on nurse job satisfaction, while workload has a negative effect on nurse job satisfaction. There is no effect of compensation or teamwork on job satisfaction through workload mediation. Conclusion: Teamwork, compensation, and workload influence nurses’ job satisfaction. Nurses’ job satisfaction is more directly influenced by the compensation they receive and good teamwork than by changes in their perception of workload. Latar Belakang: Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit serta menekan tingginya angka turnover tenaga keperawatan. Kompensasi, kerjasama tim antar perawat, dan beban kerja diduga menjadi faktor yang memengaruhi kepuasan kerja perawat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan kerjasama tim terhadap kepuasan kerja perawat melalui beban kerja di Rumah Sakit Swasta Jakarta Barat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 180 responden perawat yang bekerja di RS Swasta Jakarta Barat, dengan masa kerja di atas 1 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares. Penemuan: Kompensasi dan kerjasama tim berpengaruh secara positif terhadap kepuasan kerja perawat, sedangkan beban kerja berpengaruh secara negatif terhadap kepuasan kerja perawat. Tidak terdapat pengaruh kompensasi maupun kerjasama tim terhadap kepuasan kerja melalui mediasi beban kerja Kesimpulan: Kerjasama tim, kompensasi, dan beban kerja memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja perawat. Kepuasan kerja perawat lebih dipengaruhi secara langsung oleh kompensasi yang diterima dan kerjasama tim yang baik dibandingkan melalui perubahan persepsi terhadap beban kerja.
Pengaruh kredibilitas dan citra influencer terhadap intensi partisipasi layanan edukasi investasi daring: Efek mediasi perceived trust Wikyi Wahyudi; Miharni Tjokrosaputro
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38424

Abstract

The shift towards digital learning post-pandemic has led society to use social media platgorms like Instagram and TikTok for financial education. However, the high rate of investment scams has increased public fear and vigilance. This expalanatory research aims to examine the effect of influencer credibility and image on the intention to enroll in online investment classes, both directly and mediated by perceived trust. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied to 370 respondents selected via purposive sampling. Data were analysed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results prove that influencer credibility and image positively affect perceived trust. Both factors, along with trust, also directly drive public intention to enroll. The main finding confirms that influencer credibility is the strongest driver of consumer intention, while trust acts as a partial mediator in this high-risk service. This research provides theoretical benefits by confirming the applicability of Source Credibility Theory and the S-O-R Model in the digital financial education business. A practical recommendation for education providers is the necessity to select promotional figures who are proven competent and have transparent financial track records to reduce prospective participants’ doubts. Perubahan preferensi metodologi pembelajaran ke arah digital pasca-pandemi mendorong masyarakat beralih menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk memperoleh literasi keuangan. Namun, tingginya prevalensi kasus penipuan investasi meningkatkan skeptisisme dan kewaspadaan publik. Penelitian eksplanatori ini bertujuan untuk menguji pengaruh kredibilitas dan citra influencer terhadap intensi partisipasi layanan edukasi investasi daring, baik secara langsung maupun melalui mediasi perceived trust. Pendekatan kuantitatif dengan desain penampang lintang (cross-sectional) diterapkan pada 370 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian membuktikan bahwa kredibilitas dan citra influencer berpengaruh positif terhadap perceived trust. Kedua faktor tersebut, bersama dengan kepercayaan, juga terbukti secara langsung menstimulasi intensi pendaftaran audiens. Temuan utama menegaskan bahwa kredibilitas influencer merupakan determinan pendorong paling kuat bagi niat konsumen, sedangkan kepercayaan bertindak sebagai mediator sebagian (partial mediation) pada layanan berisiko tinggi ini. Riset ini memberikan manfaat teoretis berupa konfirmasi keterpakaian Source Credibility Theory dan model S-O-R pada sektor edukasi keuangan digital. Rekomendasi praktis bagi penyedia kelas adalah keharusan menyeleksi tokoh promotor yang memiliki sertifikasi kompetensi dan rekam jejak finansial yang transparan guna menekan keraguan calon peserta.
Peran mediasi kepuasan dan kepercayaan pasien dalam hubungan kualitas layanan dan loyalitas: Studi komparatif pasien BPJS dan non-BPJS di rumah sakit swasta tipe C Semarang Albert Frido Hutagalung; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38425

Abstract

Patient loyalty is a key determinant of hospital sustainability and is influenced by service quality, patient satisfaction, and patient trust. This study examines the mediating roles of patient satisfaction and patient trust in the relationship between service quality and patient loyalty, and compares these roles across BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) and non-BPJS inpatients at a private Type C hospital in Semarang. A quantitative cross-sectional approach was adopted with a sample of 200 respondents, 100 BPJS patients and 100 non-BPJS patients, selected using purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with an embedded two-stage approach, supplemented by PLS-Multi Group Analysis (PLS-MGA) following the MICOM procedure for measurement invariance testing. Results reveal that service quality has a positive and significant effect on both patient satisfaction and patient trust across both groups. Patient satisfaction significantly influences patient loyalty in both groups, while patient trust only significantly influences loyalty in the non-BPJS group. Patient satisfaction mediates the service quality–loyalty path in both groups, whereas patient trust mediates this relationship exclusively in the non-BPJS group. PLS-MGA results indicate no statistically significant differences between groups on any path. These findings highlight the universal role of satisfaction in loyalty formation and the distinctive trust-driven relational dynamics among non-BPJS patients. Loyalitas pasien merupakan determinan utama keberlanjutan rumah sakit yang dipengaruhi oleh kualitas layanan, kepuasan, serta kepercayaan pasien. Penelitian ini mengkaji peran mediasi kepuasan dan kepercayaan pasien dalam hubungan antara kualitas layanan dan loyalitas pasien, sekaligus membandingkan peran tersebut pada kelompok pasien BPJS dan non-BPJS rawat inap di rumah sakit swasta tipe C di Semarang. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan dengan sampel 200 responden, 100 pasien BPJS dan 100 pasien non-BPJS, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan embedded two-stage approach, dilengkapi PLS-Multi Group Analysis (PLS-MGA) setelah pengujian measurement invariance melalui prosedur MICOM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien pada kedua kelompok. Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pada kedua kelompok, sementara kepercayaan hanya berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pada kelompok non-BPJS. Kepuasan memediasi jalur kualitas layanan–loyalitas pada kedua kelompok, sedangkan kepercayaan hanya memediasi jalur tersebut pada kelompok non-BPJS. Hasil PLS-MGA tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok pada seluruh jalur. Temuan ini menegaskan peran universal kepuasan dalam pembentukan loyalitas serta dinamika relasional yang khas pada pasien non-BPJS yang digerakkan oleh kepercayaan.
Inovasi sebagai mediasi pengaruh integritas anti-korupsi terhadap kepuasan masyarakat di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Erwin Andriawan Putra Gonti; Rezi Erdiansyah
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38426

Abstract

This study aims to analyze the mediating role of innovation in the relationship between anti-corruption integrity and public satisfaction within post-trademark application services. The research is driven by the need to understand whether strengthening integrity in government institutions translates into improved intellectual property service experiences and subsequently increases public satisfaction, particularly in digital-based public services, specifically the Automatic Service Approval Trademark (POP Merek Apps) application system. A quantitative descriptive approach with a cross-sectional design was employed, using primary data collected through Likert-scale questionnaires administered to users of post-trademark application services. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SmartPLS v.3.2.9). The results show that anti-corruption integrity has a positive and significant effect on both public satisfaction and innovation. In addition, innovation positively and significantly affects public satisfaction. Innovation also serves as a significant mediator in the relationship between anti-corruption integrity and public satisfaction, although the direct effect of anti-corruption integrity on public satisfaction is relatively stronger than its indirect effect through innovation. These findings reinforce that anti-corruption integrity is not merely an ethical commitment but also a strategic foundation that drives innovation and enhances perceived public satisfaction in public services. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi inovasi dalam hubungan antara integritas anti-korupsi dan kepuasan masyarakat pada layanan pasca permohonan merek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami apakah penguatan integritas pada instansi pemerintah diimplementasikan menjadi pengalaman layanan kekayaan intelektual yang lebih baik dan mempengaruhi kenaikan tingkat kepuasan masyarakat, khususnya pada layanan publik berbasis digital, dalam hal ini yaitu aplikasi Persetujuan Otomatis Pelayanan (POP) Merek. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mekanisme cross-sectional melalui pengumpulan data primer menggunakan kuesioner skala Likert kepada pengguna layanan pasca permohonan merek. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SmartPLS v.3.2.9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas anti-korupsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dan inovasi, sementara itu inovasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Inovasi turut berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara integritas anti-korupsi dan kepuasan masyarakat, meskipun integritas anti-korupsi berpengaruh relatif lebih kuat terhadap kepuasan masyarakat secara langsung (direct effect) tanpa peran mediasi inovasi (indirect effect). Temuan ini menegaskan bahwa integritas anti-korupsi tidak hanya merupakan komitmen etis, tetapi juga fondasi strategis yang mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan yang dirasakan masyarakat terkait layanan publik.
Loyalitas pasien ditinjau dari pengalaman dan kepercayaan pasien pada rumah sakit di Depok, Jawa Barat Bella Chechelia Tambunan; Keni Keni; Shirly Gunawan
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38427

Abstract

Increasing competition in the healthcare industry requires hospitals to strengthen patient loyalty as an essential factor for sustaining organizational performance. Patient experience and patient trust are considered important determinants of patient loyalty in healthcare services. This study aims to analyze the effects of patient experience and patient trust on patient loyalty at a Hospital in Depok, West Java. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. Primary data were collected through questionnaires administered to 100 outpatients selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with SmartPLS 4 software. The findings indicate that patient experience and patient trust have positive and significant effects on patient loyalty. These results suggest that improving patients' service experiences and strengthening their trust in the hospital are essential for fostering patient loyalty. Therefore, hospitals should continuously enhance service quality by delivering patient-centered care and improving the professional competence and interpersonal communication of healthcare personnel. Persaingan yang semakin ketat dalam industri pelayanan kesehatan mendorong rumah sakit untuk meningkatkan loyalitas pasien sebagai salah satu faktor penting dalam mempertahankan keberlangsungan layanan. Pengalaman pasien dan kepercayaan pasien merupakan dua faktor yang berpotensi memengaruhi loyalitas pasien dalam memanfaatkan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman pasien dan kepercayaan pasien terhadap loyalitas pasien di sebuah rumah sakit di Depok, Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien dan kepercayaan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pengalaman pasien serta penguatan kepercayaan terhadap rumah sakit berperan penting dalam membangun loyalitas pasien. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan melalui penyediaan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien serta penguatan kompetensi dan komunikasi interpersonal tenaga kesehatan.
Pembentukan niat pembelian ulang konsumen pada e-commerce: Peran kepuasan, kepercayaan, nilai yang dirasakan, dan pengalaman daring Windy Fasmita; Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i4.38428

Abstract

This study aims to examine the factors influencing repurchase intention in the e-commerce sector, with particular emphasis on the roles of e-satisfaction, e-trust, perceived value, and prior online experience. Despite the rapid expansion of e-commerce in Indonesia, maintaining consumer loyalty remains a significant challenge, as the growth in transaction value does not necessarily correspond with increased customer retention. Employing a quantitative research design, data were collected through an online questionnaire distributed to 331 respondents who had engaged in online shopping activities within the past six months. The data were subsequently analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach with the assistance of SmartPLS4 software. The findings reveal that e-trust and perceived value exert a significant positive influence on repurchase intention. In contrast, e-satisfaction was found to have no significant effect on consumers’ intention to repurchase. Furthermore, prior online experience was identified as a mediating factor that strengthens the relationship between e-trust, perceived value, and repurchase intention while no mediation effect was observed in the relationship involving e-satisfaction. These results suggest that, within the contemporary e-commerce environment, consumer trust and value perception play a more substantial role than satisfaction in encouraging repeat purchase behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan elektronik, kepercayaan elektronik, nilai yang dirasakan dan pengalaman daring sebelumnya terhadap niat pembelian ulang pada sektor e-commerce. Meskipun pertumbuhan e-commerce di Indonesia terus meningkat, mempertahankan loyalitas konsumen masih menjadi tantangan bagi perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 331 responden yang pernah berbelanja melalui e-commerce dalam enam bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan software Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan elektronik dan nilai yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang, sedangkan kepuasan elektronik tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, pengalaman daring sebelumnya terbukti memediasi hubungan antara kepercayaan elektronik dan nilai yang dirasakan terhadap niat pembelian ulang, namun tidak memediasi hubungan antara kepuasan elektronik dan niat pembelian ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen dan persepsi nilai memiliki peran yang lebih besar dibandingkan kepuasan dalam mendorong pembelian ulang pada e-commerce.

Page 100 of 101 | Total Record : 1003


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 4 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 6 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 5 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 4 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 6 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 5 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 6 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 5 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 4 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 6 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 5 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 4 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan More Issue