cover
Contact Name
Maria
Contact Email
-
Phone
+628161961710
Journal Mail Official
jmbkmm@untar.ac.id
Editorial Address
Program Studi MM Untar, Kampus 1, Gedung Utama, Lantai 14 Jl. Let. Jen. S. Parman No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
ISSN : -     EISSN : 25980289     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmbk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (E-ISSN: 2598-0289) is a peer-reviewed journal, which provides a forum for publishing scientific articles in management and business field, including genuine research result, novel scientific review, and critics or comments about management nowadays. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan published by Magister Manajemen Universitas Tarumanagara. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan accepts articles or manuscript in the management and business field from various source, academics and researchers, both national and international.
Articles 994 Documents
Pengaruh kualitas layanan kesehatan terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di RSUD Ciawi Abellia Abellia; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37556

Abstract

The quality of healthcare services plays a crucial role in determining patient satisfaction and loyalty, particularly in regional hospitals that operate as public service institutions. This research aims to examine how service quality influences patient satisfaction and loyalty at Ciawi Regional Hospital. Employing a quantitative research design, the study involved 200 respondents who had received treatment at least twice. Data were analyzed using Variance-Based Structural Equation Modeling supported by SmartPLS software. The findings reveal that (1) Service quality positively impacts patient satisfaction; (2) Service quality positively affects patient loyalty; and (3) Patient satisfaction positively contributes to patient loyalty. Among the service dimensions, care and assurance emerged as the strongest predictors of patient loyalty. These results reinforce the SERVQUAL framework and theories of service loyalty by highlighting that loyalty arises not only from satisfaction with functional service elements but also from emotional bonds and trust in the healthcare institution. Practically, the study offers guidance for Ciawi Regional Hospital’s management to enhance service quality by implementing empathetic communication training and strengthening feedback mechanisms to foster long-term patient loyalty. Kualitas pelayanan kesehatan merupakan elemen krusial dalam membentuk kepuasan serta kesetiaan pasien, khususnya pada rumah sakit daerah yang berfungsi sebagai penyedia layanan publik. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana kualitas layanan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien di RSUD Ciawi. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 200 responden yang pernah menjalani perawatan setidaknya dua kali. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis varian dengan dukungan perangkat lunak SmartPLS. Temuan penelitian mengungkap bahwa (1) Kualitas layanan memberikan dampak positif terhadap kepuasan pasien; (2) Kualitas layanan juga berpengaruh positif pada loyalitas pasien; dan (3) Kepuasan pasien turut meningkatkan loyalitas mereka. Di antara berbagai dimensi kualitas layanan, aspek kepedulian dan jaminan menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk loyalitas pasien. Hasil ini memperkuat model SERVQUAL dan teori loyalitas layanan dengan menunjukkan bahwa loyalitas tidak hanya terbentuk dari kepuasan terhadap aspek fungsional, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan rasa percaya terhadap rumah sakit. Secara praktis, temuan ini menjadi acuan bagi manajemen RSUD Ciawi untuk meningkatkan mutu layanan melalui pelatihan komunikasi empatik serta penguatan mekanisme umpan balik pasien demi mendorong loyalitas jangka panjang.
Pengaruh entrepeneurial leadership, innovative work behavior , creative self efficacy terhadap employee performance dengan organizational culture sebagai variabel mediasi Mawar Ratih Kusumawardani; Brahma Wahyu Kurniawan; Ahmad Faisal Saputro
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37557

Abstract

This study examines the influence of entrepreneurial leadership, innovative work behavior, and creative self-efficacy on employee performance, with organizational culture as a mediating variable. The research was conducted among MSME employees in Kediri City, specifically at Tenun Ikat Bandar. The number of respondents was 60 employees. The study adopted a quantitative, positivist approach, utilizing saturated sampling that encompassed all employees of Tenun Ikat Bandar. Data were collected using questionnaires and analyzed with Partial Least Squares (PLS). The novelty of this study lies in incorporating organizational culture as a mediating variable. The results show that entrepreneurial leadership, innovative work behavior and creative self-efficacy do influence employee performance. However, organizational culture does not mediate the effects of the three independent variables—entrepreneurial leadership, innovative work behavior, and creative self-efficacy—on employee performance. This research is limited by the use of questionnaires and not conducting in-depth interviews with all employees. As a result, there is less insight into the alignment between questionnaire responses and employees’ actual statements. Time constraints were another limitation of this study. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh entrepeneurial leadership, innovative work behavior , creative self efficacy terhadap employee performance dengan organizational culture sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan pada karyawan UMKM di Kota Kediri yaitu Tenun Ikat Bandar. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 60 karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan prinsip positivisme, melalui teknik sampel jenuh terhadap karyawan Tenun Ikat Bandar. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Kebaruan dalam penelitian ini adalah dengan memasukkan variabel organizational culture sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entrepeneurial leadership, innovative work behavior dan creative self efficacy memiliki pengaruh terhadap employee performance. Sedangkan organizational culture ternyata belum mampu memediasi ketiga variabel yaitu entrepeneurial leadership, innovative work behavior , creative self efficacy terhadap employee performance. Penelitian ini terbatas pada pengisian kuisioner dan kurangnya wawancara langsung dengan keseluruhan karyawan, sehingga belum mampu memberikan gambaran secara detail mengenai kesesuaian antara informasi yang didapatkan pada kuisioner dengan pernyataan dari karyawan. Selain itu keterbatasan waktu juga menjadi keterbatasan pada penelitian ini.
Pengaruh kualitas argumen dan daya tarik terhadap keputusan pembelian produk Harlette dengan mediasi niat beli Evelyne Alycia; Sarwo Edy Handoyo
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37570

Abstract

This study examines the influence of argument quality and influencerattractiveness on the purchase decisions of Harlette Beauty products by positioning purchase intention as a mediating variable. The research is motivated by the low conversion rate experienced by this local brand despite its strong digital exposure. A quantitative approach is employed to explain how message quality and communicator characteristics shape consumer responses within digital marketing contexts. The study focuses on consumers residing in the Greater Jakarta area who have interacted with Harlette’s promotional content through social media. The research method applies SEM-PLS to test both direct and indirect relationships among variables. The results show that argument quality plays a significant role in strengthening purchase intention and exerts a positive influence on actual purchase decisions. Influencerattractiveness also contributes to shaping positive consumer perceptions, although its impact depends on the relevance and clarity of the message delivered. Purchase intention is found to be a key mediator linking marketing communication variables with real consumer behavior, emphasizing that the effectiveness of digital strategies relies not only on visual exposure but also on the substance and clarity of information received by the audience. These findings contribute to the development of digital consumer behavior theory and offer practical implications for local brands in crafting communication strategies that are more persuasive and aligned with consumer expectations. Practically, the study highlights the importance of enhancing educational content, selecting appropriate influencers, and ensuring message consistency to strengthen purchase conversion for local Beauty brands. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas argumen dan daya tarik influencer terhadap keputusan pembelian produk Harlette Beauty dengan menempatkan niat beli sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya konversi pembelian merek lokal ini meskipun eksposur digital cukup tinggi. Pendekatan digunakan untuk menjelaskan bagaimana kualitas pesan dan karakteristik komunikator membentuk respons konsumen dalam konteks pemasaran digital. Penelitian dilakukan pada konsumen di wilayah Jabodetabek yang pernah berinteraksi dengan konten promosi Harlette melalui media sosial. Metode yang digunakan berbasis quantitative approach dengan teknik SEM-PLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumen memiliki peran penting dalam meningkatkan niat beli dan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Daya tarik influencer juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif konsumen, meskipun kekuatannya bergantung pada kesesuaian pesan yang disampaikan. Niat beli terbukti menjadi penghubung penting antara variabel komunikasi pemasaran dan perilaku aktual konsumen, sehingga memperkuat pemahaman bahwa efektivitas strategi digital tidak hanya bergantung pada eksposur visual, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima audiens. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori pada ranah digital consumer behavior serta memberikan implikasi praktis bagi merek lokal dalam merancang strategi komunikasi yang lebih persuasif dan relevan. Secara aplikatif, penelitian menegaskan perlunya penguatan konten edukatif, pemilihan influencer yang tepat, serta konsistensi pesan untuk meningkatkan konversi pembelian pada merek kecantikan lokal.
Pengaruh social media marketing dan corporate social responsibility terhadap brand image dan word-of-mouth dengan mediasi brand trust: Studi pada perusahaan telekomunikasi Indonesia Elisha Sanjaya; Miharni Tjokrosaputro
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37571

Abstract

The development of technology encourages companies to build stronger relationships with consumers through effective communication activities, including corporate social responsibility (CSR) and social media marketing. This study aims to analyze the influence of CSR and social media marketing on brand trust as a mediating variable, as well as on brand image and WOM. The research employed a quantitative approach using the PLS-SEM analysis. The findings indicate that CSR and social media marketing significantly affect brand trust, and brand trust itself is proven to have a significant impact on brand image and WOM. However, neither CSR and social media marketing has a direct significant effect on brand image or WOM. The key finding of this research is the mediating role of brand trust, which significantly strengthens the relationship between CSR and social media marketing with brand image and WOM. Theoretically, these results align with Relationship Marketing Theory, which positions trust as a fundamental element in establishing long-term relationships between companies and consumers. Perkembangan teknologi mendorong perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen melalui kegiatan komunikasi yang efektif di mana di dalamnya termasuk CSR dan social media marketing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CSR dan social media marketing terhadap brand trust sebagai mediasi, brand image serta WOM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR dan social media marketing berpengaruh signifikan terhadap brand trust dan brand trust sendiri terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand image dan WOM. Namun, baik CSR maupun social media marketingtidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap brand image maupun WOM. Temuan dari penelitian ini adalah peran mediasi brand trust yang secara signifikan memperkuat hubungan CSR dan social media marketing terhadap brand image serta WOM. Secara teoritis, hasil penelitian selaras dengan Relationship Marketing Theory yang menempatkan kepercayaan sebagai elemen fundamental dalam hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen.
Business plan jasa ekspedisi local shipment Erwin Teddy Setiawan
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37572

Abstract

This business plan aims to provide a detailed explanation of the current supply chain management processes implemented at J&T Express as a reference for developing an improved supply chain management model. The goal is to shorten package delivery lead times, reduce operational costs, minimize the risk of package delays, increase courier and operator productivity, and reduce the likelihood of lost or damaged parcels in order to achieve higher customer satisfaction based on the evaluation of J&T Express key performance indicators in Central Jakarta as a reference. Business Plan ini bertujuan untuk menjelaskan secara terperinci proses Supply Chain Management yang sudah ada saat ini di JNT Express sebagai acuan untuk mengembangkan proses Supply Chain Management baru sehingga dapat, memperpendek waktu Lead Time pengiriman paket, menurunkan biaya operasional, mengurangi resiko paket stuck , meningkatkan produktifitas kurir serta operator dan juga mengurangi resiko Lost and Damage demi mencapai kepuasan pelanggan berdasarkan evaluasi Key Performance Indikator JNT Express di Jakarta Pusat sebagai acuan.
Kunci meningkatkan komitmen Generasi Z di dunia kerja modern Tirza Aprilina; Rezi Erdiansyah
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37573

Abstract

The purpose of this study is to examine the influence of transformational leadership and organizational culture on organizational commitment, with job satisfaction as a mediating variable among Generation Z employees working in manufacturing companies located in Karawang, Cikarang, and Bekasi. Generation Z has become a dominant group in today’s workforce, characterized by distinct values, behaviors, and expectations that differ from previous generations. This generational shift requires organizations to adapt their leadership approaches and organizational culture in order to maintain high levels of employee commitment and engagement. This research employs a quantitative approach using the Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) method with the SmartPLS 4.0 application. Data were collected from 164 respondents belonging to Generation Z through a structured questionnaire designed to measure transformational leadership, organizational culture, job satisfaction, and organizational commitment. The findings reveal that transformational leadership has a positive and significant effect on organizational commitment, and organizational culture also positively and significantly influences organizational commitment. However, job satisfaction, although showing a positive relationship, does not have a significant effect on organizational commitment and does not significantly mediate the influence of transformational leadership and organizational culture on organizational commitment. These results emphasize that strengthening transformational leadership practices and fostering an adaptive organizational culture are essential strategies for enhancing the organizational commitment of Generation Z employees in the manufacturing sector. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan Generasi Z yang bekerja di perusahaan manufaktur yang berlokasi di Karawang, Cikarang, dan Bekasi. Generasi Z telah menjadi kelompok dominan dalam dunia kerja saat ini, yang ditandai dengan nilai, perilaku, dan ekspektasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Pergeseran generasi ini menuntut organisasi untuk menyesuaikan pendekatan kepemimpinan dan budaya organisasinya agar dapat mempertahankan tingkat komitmen dan keterlibatan karyawan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Data dikumpulkan dari 164 responden yang merupakan bagian dari Generasi Z melalui kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengukur variabel kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, serta budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Namun, kepuasan kerja, meskipun menunjukkan hubungan positif, tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dan tidak memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan praktik kepemimpinan transformasional dan pengembangan budaya organisasi yang adaptif merupakan strategi penting untuk meningkatkan komitmen organisasi pada karyawan Generasi Z di sektor manufaktur.
Pengaruh e-service quality terhadap customer satisfaction pada TikTok Shop Indonesia: Peran online shopping experience sebagai variabel moderasi Talitha Syahda; Haris Maupa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37574

Abstract

This study aims to examine the influence of e-service quality on customer satisfaction among TikTok Shop users in Indonesia and to assess the moderating role of online shopping experience. The research employs a quantitative approach with purposive sampling involving 250 respondents residing in DKI Jakarta. Data were analyzed using Partial Least Squares (PLS) through SmartPLS version 4.1.0.0. The findings indicate that e-service quality, reflected through its six dimensions—responsiveness, credibility, ease of use, accessibility, assurance, and personalization—positively affects customer satisfaction. The moderation analysis further reveals that online shopping experience strengthens the relationships of responsiveness, ease of use, and accessibility with customer satisfaction. Conversely, it shows no moderating effect on credibility and assurance, and exhibits a negative moderating effect on the relationship between personalization and customer satisfaction. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-service quality terhadap customer satisfaction pada pengguna TikTok Shop Indonesia serta menguji peran online shopping experience sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 250 responden yang berdomisili di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.0.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa e-service quality, yang direfleksikan melalui enam dimensinya yaitu responsiveness, credibility, ease of use, accessibility, assurance, dan personalization, berpengaruh positif terhadap customer satisfaction. Hasil uji moderasi juga menunjukkan bahwa online shopping experience memperkuat hubungan responsiveness, ease of use, dan accessibility terhadap customer satisfaction. Sebaliknya, variabel moderasi ini tidak memengaruhi hubungan credibility dan assurance, serta menunjukkan efek negatif pada hubungan personalization terhadap customer satisfaction.
Faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan gigi di Kabupaten Karangasem Kayla Aletha; Keni Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37575

Abstract

Indonesia is a broad country with very diverse geographical conditions, causing disparity of its economic potential where less strategic regions had inadequate resources. This causes a gap in dental services quality that may affect patient satisfaction. Research in this field has been conducted in Java, but further analysis is required to determine factors influencing patient satisfaction outside Java. The aim of this study was to determine the influence of service quality, health literacy level, and service location on patient satisfaction who received dental care. The samples included were patients who receive dental treatment in healthcenter (puskesmas) in Karangasem Regency, selected using consecutive sampling techniques. Patients were asked to fill a questionnaire. In this study, a quantitative descriptive method using cross-sectional data collection is used and the obtained data were then processed using SmartPLS software. Service quality, health literacy level, and service location significantly influenced patient satisfaction. Patient satisfaction increases along with high quality of service, high levels of patient health literacy and participation, ease of access, and short travel distances to receive dental care. Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang beragam, menyebabkan adanya perbedaan potensi ekonomi dimana daerah yang kurang strategis memiliki sumber daya yang kurang memadai. Hal ini berdampak pada perbedaan kualitas layanan di bidang kedokteran gigi yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian terkait sudah pernah dilakukan di Pulau Jawa, namun diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di luar Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan, tingkat literasi kesehatan, serta lokasi layanan terhadap kepuasan pasien yang menerima perawatan gigi. Sampel merupakan seluruh pasien yang mendapatkan perawatan gigi di beberapa puskesmas di Kabupaten Karangasem dan dikumpulkan dengan teknik consecutive sampling menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan pengumpulan data secara cross-sectional dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan, tingkat literasi kesehatan, dan lokasi layanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien meningkat seiring tingginya mutu layanan yang diberikan, tingkat literasi kesehatan pasien dan partisipasi pasien yang tinggi, akses yang mudah, serta jarak tempuh pendek untuk mendapatkan perawatan.
Peran work engagement dalam memediasi pengaruh work environment dan work-life balance terhadap turnover intention tenaga ahli anggota DPR RI Eka Fitri Suryani; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37576

Abstract

This study examines the influence of work environment and work-life balance on turnover intention among expert staff members of the Indonesian House of Representatives (DPR RI), with work engagement as a mediating variable. The turnover intention construct used in this study includes indicators reflecting the tendency to stay (retention); therefore, higher TI scores indicate a stronger intention to remain in the organization. A quantitative causal cross-sectional design was employed, involving 215 expert staff respondents, and the data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The findings reveal that both work environment and work-life balance significantly enhance employees’ tendency to stay, which substantively reduces turnover intention. Work environment demonstrates the strongest effect on work engagement, indicating that supervisory support, clarity of roles, and a supportive work climate function as critical job resources within the high-pressure political environment of DPR RI. Work engagement also significantly affects turnover intention and mediates the relationship between work environment and turnover intention. These results align with the motivational mechanism of the Job Demands–Resources (JD-R) Theory, suggesting that job resources strengthen engagement and ultimately reduce employees’ intention to leave. Theoretically, this study contributes to the limited body of research on work behavior in public–political sectors. Practically, it highlights the importance of improving the work environment, implementing flexible work-life balance policies, and developing engagement-enhancing programs to strengthen the retention of expert staff at DPR RI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work environment dan work-life balance terhadap turnover intention tenaga ahli anggota DPR RI, dengan work engagement sebagai variabel mediasi. Konstruk turnover intention dalam penelitian ini memuat indikator yang mencerminkan kecenderungan bertahan (retention), sehingga peningkatan skor TI menunjukkan meningkatnya keinginan untuk tetap bekerja. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausal cross-sectional digunakan pada 215 responden tenaga ahli, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work environment dan work-life balance secara signifikan meningkatkan kecenderungan bertahan tenaga ahli, yang secara substantif menurunkan turnover intention. Work environment memiliki pengaruh paling kuat terhadap work engagement, menegaskan bahwa dukungan atasan, kejelasan peran, dan iklim kerja yang kondusif merupakan job resources penting dalam konteks kerja legislatif. Work engagement juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan terbukti memediasi hubungan antara work environment dan turnover intention. Temuan ini konsisten dengan mekanisme motivasional dalam Job Demands–Resources (JD-R) Theory, di mana job resources meningkatkan engagement dan pada akhirnya menekan niat keluar. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian perilaku kerja di sektor publik-politik yang masih terbatas diteliti. Secara praktis, penelitian ini menekankan perlunya perbaikan lingkungan kerja, kebijakan work-life balance yang lebih fleksibel, serta program pengembangan engagement untuk meningkatkan retensi tenaga ahli DPR RI.
Faktor-faktor yang memengaruhi niat beli kendaraan listrik: Peran moderasi insentif pemerintah Anastasia Ria Utami; Keni Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37577

Abstract

This study is motivated by environmental pollution, with the transportation sector contributing significantly to global emissions. Electric vehicles (EVs) are considered an environmentally friendly solution, yet their adoption remains low in Indonesia. The main barriers include high prices, limited charging infrastructure, and consumer resistance to new technology. Psychological factors such as attitudes, personal norms, and environmental concern influence purchase intention, particularly among consumers with high environmental awareness. Government incentives are believed to strengthen consumers’ intention to purchase electric vehicles. This study aims to examine the effect of attitudes, personal norms, and environmental concern on the purchase intention of electric vehicles among potential consumers in Jakarta and Tangerang, with government incentives as a moderating variable. The sampling method used in this study is non-probability sampling with a convenience sampling approach. The study involved 225 respondents residing in Jakarta and Tangerang who have the potential to purchase electric vehicles within the next five years. Data were analyzed using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that attitudes and personal norms have a positive and significant effect on the intention to purchase electric vehicles, while environmental concern has a positive but non-significant effect. Additionally, government incentives do not moderate the influence of attitudes, personal norms, or environmental concern on purchase intention. The findings are expected to enrich the literature and serve as a reference for governments, producers, and consumers in supporting the adoption of electric vehicles. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah pencemaran lingkungan, di mana sektor transportasi berkontribusi signifikan terhadap emisi global. Kendaraan listrik dipandang sebagai solusi ramah lingkungan, tetapi adopsinya masih rendah di Indonesia. Hambatan utama meliputi harga yang tinggi, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, serta resistensi konsumen terhadap teknologi baru. Faktor psikologis seperti sikap, norma pribadi, dan kepedulian lingkungan memengaruhi niat beli, terutama bagi konsumen dengan kesadaran lingkungan tinggi. Namun, insentif pemerintah diyakini dapat memperkuat niat beli kendaraan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sikap, norma pribadi, dan kepedulian lingkungan terhadap niat beli kendaraan listrik pada calon konsumen di Jakarta dan Tangerang, dengan insentif pemerintah sebagai variabel moderasi. Metode pemilihan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling dengan pendekatan convenience sampling. Penelitian ini melibatkan 225 responden yang merupakan individu yang berdomisili di wilayah Jakarta dan Tangerang yang memiliki potensi untuk membeli kendaraan listrik dalam 5 tahun ke depan. Penelitian ini menganalisis data dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan norma pribadi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli kendaraan listrik, sedangkan kepedulian lingkungan memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap niat beli kendaraan listrik. Selain itu, insentif pemerintah tidak terbukti memoderasi pengaruh sikap, norma pribadi, maupun kepedulian lingkungan terhadap niat beli kendaraan listrik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur sekaligus menjadi acuan bagi pemerintah, produsen, dan konsumen dalam mendukung adopsi kendaraan listrik.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 6 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 5 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 4 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 6 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 5 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 6 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 5 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 4 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 6 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 5 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 4 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan More Issue