cover
Contact Name
Maria
Contact Email
-
Phone
+628161961710
Journal Mail Official
jmbkmm@untar.ac.id
Editorial Address
Program Studi MM Untar, Kampus 1, Gedung Utama, Lantai 14 Jl. Let. Jen. S. Parman No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
ISSN : -     EISSN : 25980289     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmbk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (E-ISSN: 2598-0289) is a peer-reviewed journal, which provides a forum for publishing scientific articles in management and business field, including genuine research result, novel scientific review, and critics or comments about management nowadays. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan published by Magister Manajemen Universitas Tarumanagara. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan accepts articles or manuscript in the management and business field from various source, academics and researchers, both national and international.
Articles 994 Documents
Firm performance: Pengaruh supply chain finance dan asset utilization di perusahaan fast moving consumer good di Indonesia Lea Nia; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37546

Abstract

This study looks at how Supply Chain Finance (SCF) and Asset Utilization (AU) affect Firm Performance (FP) in Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. The research responds to the drop in firm performance and the inefficiencies in cash flow management and asset utilization that many companies faced during and after the COVID-19 pandemic. These issues pressured firms to improve both their external financing methods and the efficiency of their internal resources to maintain profitability. The study is based on two related theories. Resource Dependence Theory (RDT) explains how firms rely on external resources to manage uncertainty and secure what they need to survive. In this study, Supply Chain Finance (SCF) acts as external financial support that helps firms lessen dependency risks and enhance liquidity by managing working capital efficiently, which is measured using the Cash Conversion Cycle (CCC). On the other hand, the Resource-Based View (RBV) highlights the strategic value of internal capabilities and resource efficiency in gaining a competitive edge. Asset Utilization, measured by Total Asset Turnover (TATO), shows how well firms convert their internal assets into revenue, emphasizing the importance of operational efficiency in maintaining performance. Together, Resource Dependence Theory (RDT) and Resource Based View (RBV) provide a combined perspective on how external financial methods and internal resource management influence Firm Performance, which in this study uses Return on Assets (ROA) as the proxy. Penelitian ini melihat bagaimana Supply Chain Finance (SCF) dan Asset Utilization (AU) memengaruhi Firm Performance (FP) pada perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan kinerja perusahaan dan munculnya ketidakefisienan dalam pengelolaan arus kas serta pemanfaatan aset yang dialami oleh banyak perusahaan selama dan setelah pandemi COVID-19. Kondisi tersebut menekan perusahaan untuk meningkatkan metode pembiayaan eksternal dan efisiensi sumber daya internal demi mempertahankan profitabilitas. Kajian ini didasarkan pada dua teori yang saling berkaitan. Resource Dependence Theory (RDT) menjelaskan bagaimana perusahaan bergantung pada sumber daya eksternal untuk mengelola ketidakpastian dan memenuhi kebutuhan agar tetap bertahan. Dalam penelitian ini, Supply Chain Finance (SCF) berperan sebagai dukungan keuangan eksternal yang membantu perusahaan mengurangi risiko ketergantungan dan meningkatkan likuiditas melalui pengelolaan modal kerja yang efisien, yang diukur menggunakan Cash Conversion Cycle (CCC). Di sisi lain, Resource-Based View (RBV) menekankan nilai strategis dari kapabilitas internal dan efisiensi sumber daya dalam memperoleh keunggulan kompetitif. Asset Utilization, yang diukur melalui Total Asset Turnover (TATO), menunjukkan seberapa baik perusahaan mengonversi aset internal menjadi pendapatan, menegaskan pentingnya efisiensi operasional dalam mempertahankan kinerja. Secara keseluruhan, Resouce Dependence Theory (RDT) dan Resource Based View (RBV) memberikan perspektif terpadu mengenai bagaimana metode pembiayaan eksternal dan pengelolaan sumber daya internal memengaruhi Firm Performance, yang dalam penelitian ini menggunakan Return on Assets (ROA) sebagai proksi.
Pengaruh career growth opportunities, work life balance, occupational stress terhadap turnover intention pada karyawan bank swasta di Jakarta dengan organizational commitment sebagai mediasi Nikita Nathania Siahaan; Carunia Mulya Firdausy
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37547

Abstract

This study aims to examine the influence of career growth opportunities, work life balance, and occupational stress on turnover intention among employees of private banks in Jakarta, with organizational commitment as a mediating variable. The sample size in this study was 239 respondents who worked at two private banks in Jakarta, selected using non-probability sampling sampling. The data was analysed by employing SmartPLS 4.0. The analysis results show that Career Growth Opportunities, Occupational Stress, and Work Life Balance have a significant positive effect on Turnover Intention and Organizational Commitment. However, Organizational Commitment also has a significant positive effect on Turnover Intention, so it cannot reduce employee intention to change jobs. In the mediation test, Organizational Commitment actually strengthens the influence of these three variables on Turnover Intention. This means that in the competitive context of private banking, employee commitment is not yet able to be a restraining factor for remaining in the company. Overall, the results of this study confirm that work stress is the main factor that increases turnover intention in private bank employees. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh career growth opportunities, work life balance, dan occupational stress terhadap turnover intention pada karyawan bank swasta di Jakarta dengan organizational commitment sebagai mediasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 239 responden yang bekerja di dua bank swasta di Jakarta melalui teknik purposive sampling. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil analisis menunjukan bahwa career growth opportunities, occupational stress, dan work life balance berpengaruh positif signifikan terhadap turnover intention maupun organizational commitment. Namun, organizational commitment juga berpengaruh positif signifikan terhadap Turnover Intention, sehingga belum dapat menurunkan niat karyawan untuk berpindah kerja. Dalam pengujian mediasi, organizational commitment justru menguatkan pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap turnover intention. Artinya, dalam konteks perbankan swasta yang kompetitif, komitmen karyawan belum mampu menjadi faktor penahan untuk tetap bertahan di perusahaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa stres kerja merupakan faktor utama yang meningkatkan turnover intention pada karyawan bank swasta. Sementara itu, career growth opportunities dan work life balance terbukti dapat meningkatkan organizational commitment, namun belum cukup kuat untuk secara langsung menekan niat berpindah. Dengan demikian, perusahaan perlu memprioritaskan pengelolaan stres kerja dan penguatan organizational commitment sebagai strategi penting dalam mengurangi turnover karyawan.
Pengaruh work motivation, work-life balance, dan career development terhadap organizational commitment melalui mediasi job satisfaction pada karyawan PT XYZ di Jakarta Selatan Callista Vanessa Xenia; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37548

Abstract

This study aims to determine the effect of work motivation, work-life balance, and career development on organizational commitment through the mediation of job satisfaction among employees of PT XYZ in South Jakarta. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach. The respondents of this study consisted of 125 employees working at PT XYZ in South Jakarta as respondents. Data analysis was conducted using SmartPLS version 4.1. The results revealed that work motivation and work-life balance did not have a significant effect on organizational commitment, while career development had a positive and significant effect on organizational commitment. Job satisfaction was also found to have a positive and significant influence on job satisfaction. Furthermore, job satisfaction was found to mediate the relationship between work motivation and organizational commitment. The managerial implications of this study suggest that PT XYZ should strengthen career development program through regular training, mentoring, and clear promotion paths to strengthen employee commitment. The company also needs to review its compensation and incentive systems, involve employees in decision making to enhance a sense of ownership and provide recognition for achievements and collaborative activites to enhance meaning and engagement at work. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work motivation, work-life balance, dan career development terhadap organizational commitment melalui mediasi job satisfaction pada karyawan PT XYZ di Jakarta Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 125 karyawan yang bekerja di PT XYZ Jakarta Selatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work motivation dan work-life balance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap organizational commitment, career development memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment, job satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment, work motivation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, serta job satisfaction dapat memediasi pengaruh antara work motivation terhadap organizational commitment. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah perlu meningkatkan program pengembangan karir melalui pelatihan berkala, mentoring, dan jalur promosi yang jelas demi komitmen karyawan. PT XYZ perlu melakukan evaluasi kembali terkait sistem kompensasi dan insentif, melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan agar rasa memiliki meningkat, serta perlu memberikan apresiasi atas hasil kerja dan kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan makna dan keterlibatan dalam bekerja.
Pengaruh kompetensi kerja, motivasi dan keterlibatan karyawan terhadap kinerja karyawan James Jonathan Pinarto; Rezi Erdiansyah
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37549

Abstract

Internal problems within a company related to human resources (HR) are crucial for improving production quality. This relates to employee competency, motivation, and engagement, which are crucial indicators for measuring employee performance. PT Interbat, a pharmaceutical company, faces significant internal employee-related issues. The purpose of this study is to measure the influence of employee competency, motivation, and engagement on employee performance at PT Interbat. This study employed a quantitative approach by applying the Slovin formula to determine sample probability. The sample size was 304 employees of PT Interbat. SmartPLS version 4.1.0.0 was used for data analysis. The study showed that employee work skills, motivation, and engagement had a positive and significant impact on employee performance. Simultaneously, employee competency, motivation, and engagement had a strong impact on employee performance. Permasalahan internal dalam perusahaan terkait sumber daya manusia (SDM) menjadi persoalan penting guna meningkatkan kualitas produksi. Hal ini berkaitan dengan kompetensi karyawan, motivasi, dan keterlibatan karyawan yang menjadi indikator penting dalam pengukuran kinerja karyawan di sebuah perusahaan. PT Interbat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, memiliki permasalahan internal terkait karyawan yang cukup riskan. Tujuan penelitian ini berfokus untuk mengukur pengaruh dari kompetensi kerja, motivasi, dan keterlibatan karyawan terhadap kinerja karyawan di PT Interbat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan rumus Slovin guna menentukan probabilitas sampel. Sampel yang diperoleh adalah 304 karyawan PT Interbat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah SmartPLS versi 4.1.0.0. Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kerja karyawan, motivasi, dan keterlibatan karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, secara simultan kompetensi karyawan, motivasi, dan keterlibatan karyawan memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja karyawan.
Apakah firm growth memengaruhi pengaruh CSR terhadap firm value? Studi kasus pada perusahaan sektor pengolahan di Indonesia periode 2019-2024 Brigitha Nungkirahmawati; Ignatius Roni Setyawan
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37550

Abstract

This study aims to identify the effect of corporate social responsibility (CSR) on firm value among manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019–2024 period. It also examines the role of firm growth as a moderating variable. The study employs a quantitative research method with a purposive sampling technique. The data were analyzed using panel data regression (unbalanced panel data). The research covers a six-year period, involving 21 companies and a total of 99 observations. The findings reveal that, partially, CSR has a significant and positive effect on firm value, while firm growth does not fulfill its role as a moderating variable. However, the results also show that, simultaneously, CSR and firm growth significantly influence firm value. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan yang masuk dalam sektor pengolahan yang terdaftar di BEI pada periode 2019 sampai 2024. Penelitian ini juga menguji peran pertumbuhan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan regresi data panel (unbalanced data panel). Periode penelitian ini adalah 6 tahun, dengan 21 perusahaan, dan data yang diobservasi adalah 99. Penelitian ini menemukan bahwa secara parsial CSR mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan dan positif, tetapi secara parsial pertumbuhan perusahaan tidak memenuhi peran sebagai moderator. Namun, penelitian ini menemukan bahwa secara simultan CSR dan pertumbuhan perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan.
Mengoptimalkan dental tourism: Studi kepuasan dan kesetiaan pasien dalam hubungan dengan kualitas pelayanan, akses informasi, dan penghematan biaya klinik gigi Agatha Rania Candra Elvareta; Keni Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37551

Abstract

The cost of dental care has increased significantly in recent years in various countries, prompting people to seek quality yet affordable dental services. This situation is influenced by several factors, such as income inequality, limited access to health services, and inadequate insurance coverage. One strategy adopted by patients to overcome this problem is to take advantage of dental tourism services in Bali. Therefore, this study aims to analyze the effect of service quality, access to information, and cost savings on patient satisfaction, as well as how this satisfaction affects patient loyalty in the context of dental tourism experiences in Bali. Primary data was collected through a Google Forms questionnaire filled out by foreign and local patients who had experience with dental tourism in Bali. The sampling method was non-probability sampling using convenience sampling techniques with a total of 153 valid respondents. Data analysis techniques used the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the SmartPLS (ver. 4.0) application. The results show that the three independent variables, namely service quality, access to information, and cost savings, have a positive effect on patient satisfaction. In addition, it was also found that patient satisfaction also has a positive impact on patient loyalty in choosing Bali as a dental tourism destination. Peningkatan biaya perawatan gigi dalam beberapa tahun terakhir terjadi secara signifikan di berbagai negara, sehingga mendorong masyarakat mencari layanan kesehatan gigi yang berkualitas namun tetap terjangkau. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesenjangan pendapatan, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta cakupan asuransi yang belum memadai. Salah satu strategi yang ditempuh pasien untuk mengatasi persoalan tersebut adalah memanfaatkan layanan turisme dental di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan, akses informasi, dan penghematan biaya terhadap kepuasan pasien, serta bagaimana kepuasan tersebut berdampak pada loyalitas pasien dalam konteks pengalaman turisme dental di Bali. Data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner Google Forms yang diisi oleh pasien mancanegara maupun lokal dan pernah memiliki pengalaman mendapatkan pengalaman dental tourism di Bali. Metode sampling adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling dengan total 153 responden yang valid. Teknik analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi SmartPLS (ver. 4.0). Hasil menunjukan bahwa ketiga variabel independen yaitu kualitas pelayanan, akses informasi, dan penghematan biaya memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Selain itu, ditemukan juga bahwa kepuasan pasien juga memiliki dampak yang positif terhadap loyalitas pasien dalam memilih Bali sebagai destinasi dental tourism.
The impact of health literacy, decision making participation, self-efficacy on patient satisfaction at Bhayangkara Hospital Semarang Adeline Cornelia Phelps; Mohammad Agung Saryatmo
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37552

Abstract

Patient-centered health care underscores the essential roles of health literacy and self-efficacy, encouraging individuals to participate actively in making medical decisions related to their health conditions. This orientation reflects a significant transformation in contemporary healthcare delivery, where patients are no longer positioned as passive recipients of services but are viewed as partners capable of influencing their treatment outcomes. Implementing this approach requires clear communication, accessible and comprehensible health information, and a supportive institutional environment that promotes informed patient engagement. In public healthcare settings such as Bhayangkara Hospital Semarang, patient satisfaction still varies, particularly regarding communication quality, involvement in decision-making, and understanding of medical information. These variations suggest that patients may experience differing levels of support in managing their care. Therefore, this study examines the effects of health literacy, participation in decision-making, and self-efficacy on outpatient satisfaction. A quantitative cross-sectional research design was employed, involving 220 outpatients selected through purposive sampling. Data collection used a Likert-scale questionnaire adapted from the Health Literacy Questionnaire (HLQ), the Patient Activation Measure (PAM-13), the General Self-Efficacy Scale (GSE), and the Patient Satisfaction Questionnaire (PSQ). Data analysis utilized Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) in SmartPLS 4 to assess construct validity, reliability, and relationships among variables. The findings showed that all constructs met the required validity and reliability criteria, and the model explained 38.7% of the variance in patient satisfaction (R² = 0.387). Health literacy demonstrated a positive but nonsignificant effect, while participation in decision-making and self-efficacy exhibited positive and significant influences. Pelayanan kesehatan yang berorientasi pada patient-centered care menekankan pentingnya literasi kesehatan dan self-efficacy pasien agar berperan aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan medis yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai mitra bagi tenaga kesehatan, bukan sekadar penerima layanan. Meskipun demikian, pada rumah sakit pemerintah seperti RS Bhayangkara Semarang, tingkat kepuasan pasien masih beragam, terutama terkait aspek komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan, keterlibatan pasien dalam proses penentuan tindakan medis, serta pemahaman pasien terhadap informasi medis yang disampaikan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana literasi kesehatan, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan self-efficacy berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 220 pasien rawat jalan yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah dimodifikasi dari instrumen HLQ, PAM-13, GSE, dan PSQ. Proses analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4 untuk menilai validitas, reliabilitas, serta keterkaitan antarvariabel dalam model. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, dengan model penelitian mampu menjelaskan 38,7% variasi kepuasan pasien (R² = 0,387). Literasi kesehatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan (β = 0,084), sedangkan partisipasi keputusan (β = 0,412) dan self-efficacy (β = 0,240) memberikan dampak positif yang bermakna. Temuan studi ini menegaskan prinsip patient-centered care dan teori self-determination, bahwa kepuasan pasien tidak ditentukan oleh mutu layanan medis, tetapi dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan pasien dalam perawatan, kemampuan literasi kesehatannya, serta self-efficacy yang dimilikinya.
Pengaruh fasilitas ruang tunggu dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit Nanda Syah Alam; Agustinus Purna Irawan
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37553

Abstract

This study aims to analyze the influence of waiting room facilities and waiting time on outpatient satisfaction in a hospital. The focus of the study is directed at improving the quality of healthcare services by optimizing the physical and managerial factors that influence the patient experience while waiting for services. The novelty of this study lies in the combination of two main variables: waiting room facilities and waiting time, which are assessed simultaneously in the context of outpatient services. A quantitative approach with a cross-sectional design was used, with data collected through questionnaires on 100 outpatients at Ciawi Regional Hospital. The analysis results show that waiting room facilities have a positive and significant effect on patient satisfaction, while waiting time has a negative and significant effect on satisfaction. Simultaneously, both variables have a significant influence on the level of patient satisfaction. These findings confirm that the quality of the physical environment and time efficiency are important factors in shaping healthcare satisfaction. Practically, this study provides recommendations for hospital management to improve waiting room facilities and improve the waiting time management system to create a more optimal service experience. This study is limited to one hospital, so generalization to a broader context requires further study. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fasilitas ruang tunggu dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit. Fokus penelitian diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui optimalisasi faktor fisik dan manajerial yang memengaruhi pengalaman pasien selama menunggu pelayanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan dua variabel utama fasilitas ruang tunggu dan waktu tunggu yang dinilai secara simultan dalam konteks pelayanan rawat jalan. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada 100 pasien rawat jalan RSUD Ciawi. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas ruang tunggu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan waktu tunggu berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas lingkungan fisik dan efisiensi waktu merupakan faktor penting dalam membentuk kepuasan layanan kesehatan. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi manajemen rumah sakit untuk melakukan peningkatan fasilitas ruang tunggu dan memperbaiki sistem manajemen waktu tunggu guna menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih optimal. Penelitian ini terbatas pada satu rumah sakit, sehingga generalisasi pada konteks yang lebih luas memerlukan studi lanjutan.
Determinan perilaku pendaftaran sekolah orang tua TK di Jakarta: Peran intensi mendaftar sebagai variabel mediasi Fernando Fernando; Keni Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37554

Abstract

This study aims to analyze the impact of attitude toward school, subjective norm, and perception school quality on school enrollment, with intention to enroll as a mediating variable among parents of kindergarten students at Kindergarten X in Jakarta. This study using quantitative research method and data were collected through a survey using an online questionnaire with non-probability sampling and a purposive sampling technique. The respondents in this study were 167 parents of kindergarten students at School X in Jakarta. The data analysis technique in this study used the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method, processed using SmartPLS v4.1.1.5 software. The results showed that attitude toward school, subjective norm, and perception school quality had a significant and positive effect on intention to enroll. Attitude toward school, perception school quality, and intention to enroll had a significant and positive effect on school enrollment. Subjective norm had no significant effect on school enrollment. Intention to enroll can mediate the influence between attitude toward school and subjective norms on school enrollment, but intention to enroll cannot mediate the influence between perception school quality on school enrollment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak dari sikap terhadap sekolah, norma subjektif, persepsi kualitas sekolah terhadap pendaftaran sekolah, dengan intensi mendaftar sebagai variabel mediasi pada orang tua jenjang TK di sekolah TK X di Jakarta. Menggunakan metode kuantitatif dan data di kumpulkan melalui survey menggunakan kuesioner online dan non-probability sampling dengan pendekatan tehnik purposive sampling. Responden dari penelitian ini adalah 167 responden yaitu orang tua siswa jenjang TK di sekolah X Jakarta. Teknik Analisas data dalam peneltiain ini menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan diolah menggunakan software SmartPLS v4.1.1.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap sekolah, norma subjektif, persepsi kualitas sekolah berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi mendaftar. sikap terhadap sekolah, persepsi kualitas sekolah, intensi mendaftar berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendaftaran sekolah. norma subjektif tidak berpengaruh terhadap pendaftaran sekolah. Intensi mendaftar dapat memediasi pengaruh antara sikap terhadap sekolah dan norma subjektif terhadap pendaftaran sekolah, tetapi internsi mendaftar tidak dapat memediasi pengaruh antara persepsi kualitas sekolah terhadap pendaftaran sekolah.
Demografi dan pola penggunaan kartu kredit di Jabodetabek: Analisis berbasis persepsi dan psikografi Danu Prayoga; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37555

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the number of credit cards owned by consumers in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) by examining demographic, usage pattern, perception, and psychographic variables. A total of 305 credit card users were selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) algorithm to identify the variables that significantly contribute to the number of credit cards owned. The results indicate that age and annual income are significant demographic factors. In terms of usage patterns, payment methods and usage frequency are the primary factors that increase the likelihood of owning more than one credit card. For perception variables, perceived ease of use and the view of credit cards as a symbol of social status were found to influence the number of cards owned. Additionally, psychographic aspects—such as interest in installment facilities and a sense of security when using credit cards—also play an important role in increasing credit card ownership. These findings provide implications for the banking industry in designing more targeted credit card marketing strategies. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kepemilikan kartu kredit di Jabodetabek dengan mempertimbangkan variabel demografi, pola penggunaan, persepsi, dan psikografis. Sebanyak 305 pengguna kartu kredit dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan algoritma Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) untuk mengidentifikasi variabel yang memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah kartu yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan pendapatan tahunan merupakan faktor demografis yang berpengaruh signifikan. Dari sisi pola penggunaan, metode pembayaran dan frekuensi penggunaan menjadi faktor utama yang meningkatkan peluang memiliki lebih dari satu kartu kredit. Pada variabel persepsi, kemudahan penggunaan dan persepsi kartu kredit sebagai simbol status sosial terbukti memengaruhi jumlah kepemilikan kartu. Selain itu, aspek psikografis seperti minat pada fasilitas cicilan dan rasa aman bertransaksi turut berperan dalam meningkatkan jumlah kepemilikan kartu. Temuan ini memberikan implikasi bagi industri perbankan dalam merancang strategi penawaran kartu kredit yang lebih tepat sasaran.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 6 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 5 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 4 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 6 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 5 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 6 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 5 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 4 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 6 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 5 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 4 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan More Issue