cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
Pendampingan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Di Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Zuhrotun Nisak; Teguh Budi Utomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2940

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemerintah desa di desa Tunggul dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Untuk melihat kemampuan pemerintah desa dalam pengelolaan ADD maka penulis merujuk pada pengelolaan yaitu mulai dari tahap  perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Metode yang digunakan untuk merealisasikan program pengabdian masyarakat ini adalah pemaparan materi, pendampingan, evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan bahwa kemampuan pemerintah desa Tunggul sebenarnya dari segi aspek kemampuan dalam administratif itu sudah membaik dari tahun ke tahun, tetapi dari segi penentuan program kerja dalam penggunaan ADD itu masih minim.Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ; (1) Masyarakat Desa Tunggul telah mempercayai pihak pemerintah desa dalam segala urusan permerintah desa, dan (2) Pengawasan oleh tim pengawas belum maksimal. 
IbM BAGI KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PENERAPAN PERTANIAN ORGANIK UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Kustiawati Ningsih , SP., MP Halimatus Sakdiyah , MM Lia Kristiana , SP., MP
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.180

Abstract

Program Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) kami laksanakan pada dua KelompokWanitaTani di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Hal ini berdasarkan padapermasalahan kelompok wanita tani yaitu permasalahan faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal meliputi peningkatan pengetahuan dan skill ibu-ibu dalamrangkapemberdayaan ibu-ibu anggota kelompok wanita tani, sedangkan faktor eksternal meliputioptimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur di Desa Polagan KecamatanGalis Kabupaten Pamekasan. Metode pendekatan yang akan digunakan dalam kegiatan IbMini adalah metodependekatan partisipasi kelompok atau Partisipatory Rural Apprasial (PRA),yaitu melibatkan masyarakat dalam kegiatan. Hasil pelaksanaan IbMmenunjukkan bahwa (1)Secara umumanggota Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan I dan Tunas Harapan IItelahmemahami arti pentingpertanian organik,konsumsi sayuran organik dan mulai memahamipemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan budidaya sayuran organik, (2)AnggotaKelompok Wanita Tani Tunas Harapan I dan Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan IIsebagian besar telah menguasai dan menerapkan teknik budidaya sayuran organik dipekarangan rumah masing-masing, meskipun ada sebagian yang belum maksimal dalammelakukan praktek budidaya sayuran dikarenakan latar belakang keluarga yang berbeda-beda,(3)Anggota Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan I dan Kelompok Wanita Tani TunasHarapan IItelah menguasai teknik pembuatan pupuk organik baik skala lahan maupun skalarumahan dengan baik melaluipemanfaatan kotoran ternak sapi maupunkotoran ayamyangadadi sekitar rumah mereka,(4) Anggota Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan I danKelompok Wanita Tani Tunas Harapan IItelah menguasai teknik pembuatanpestisida organikdengan memanfaatkan tanaman yang ada disekitar lingkungan mereka,(5) Anggota KelompokWanita Tani Tunas Harapan I dan Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan II telah menyadariarti penting screen house sebagai wadah sebagai sarana praktek budidaya sayuran organikserta screen house menjadi sarana berbagi informasi antar anggota kelompok wanita tanisehingga kendala-kendala yang mereka hadapi selama melakukan praktek budidaya sayuranorganik dapat diatasi dengan baik, (6) Anggota Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan I danKelompok Wanita Tani Tunas Harapan IImulai menyadaribahwa kegiatan budidaya sayuranorganik memberikan dampak ekonomi dan menambah pendapatan bagi keluarganya sertatermotivasi untuk melanjutkan kegiatan usahatani sayuran organik dan (7)Anggota KelompokWanita Tani Tunas Harapan I dan Kelompok Wanita Tani Tunas Harapan IItelah melakukanpencatatan dan penghitungan sederhana terhadap usahatani sayuran organik sebagairangkaian dalam menjalankan kegiatan pra koperasi
Sosialisasi Menumbuhkan Semangat Toleransi di Tengah Pandemi Pada Siswa SMK Maitreyawira Tanjungpinang Robby Kurniawan; Abdurrakhman Alhakim; Angeline Aurellia; Shevia .; Stephanie .
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i2.4843

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan semangat toleransi di tengah pandemi. Covid-19 menciptakan berbagai normalisasi baru dalam kehidupan kita, bahkan komunikasi secara langsung pun terhambat dan tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan secara langsung dalam skala besar. Normalisasi baru ini memungkinkan terjadinya peningkatan rasa individualis di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan keseimbangan dengan pemahaman dan penanaman sikap toleransi. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada para siswa SMK Maitreyawira Tanjungpinang. Tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi, yaitu untuk meningkatkan wawasan para siswa mengenai sikap toleransi di tengah masa pandemi. Tujuan ini sudah tercapai dengan adanya penyampaian materi dan sesi evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan persentase pemahaman siswa dalam hasil evaluasi yang dilakukan mencapai lebih dari 70%. Maka dari itu, SMK Maitreyawira Tanjungpinang mampu menjadi contoh bagi pihak lain dalam upaya menanamkan dan  meningkatkan toleransi dalam diri. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator, yaitu seberapa jauh pemahaman mengenai toleransi, bentuk implementasi nilai-nilai toleransi antar sesama, serta manfaat yang dirasakan dalam mengamalkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. 
APLIKASI MESIN VACUUM FRYING DAN MESIN SPINNER UNTUK INOVASI PRODUK TAPE SINGKONG KUNING MENJADI KERIPIK TAPE SINGKONG KUNING DI DESA KEDAWUNG KIDUL KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER Dewi Lusiana; Agung Nilogiri
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i2.1479

Abstract

Salah satu unggulan Kabupaten Jember adalah tape singkong kuning. Sayangnya masa simpan tape singkong kuning tidak lama sehingga apabila tidak habis terjual tape singkong kuning menjadi membusuk, mengakibatkan kerugian produsen tape dan kerugian petani pemasok singkong. Maka untuk menjaga kelangsungan produk tape singkong kuning Jember perlu dilakukan inovasi produk. Dalam melakukan inovasi produk dilakukan pengembangan produk membuat snack keripik tape singkong. Dipilihnya produk snack karena faktor-faktorseperti tahan lama, rasa yang unik, kerenyahan, harga yang terjangkau, kemasan yang menarik, membuat produk snack diminati masyarakat dan mempunyai peluang pasar yang baik. Dengan inovasi tape singkong kuning menjadi keripik tape membuat masa simpan tape singkong kuning menjadi lebih lama sehingga mempunyai prospek ekonomi yang bagus. Juga dengan kemasan keripik tape yang menarik membuat nilai jual produk dapat ditingkatkan. Masyarakat yang dinamis mudah tertarik dengan produk-produk unik, maka dengan adanya keripik tape singkong kuning yang masih jarang dipasaran menjadi peluang pasar yang menjanjikan. Dengan di produksinya keripik tape singkong yang menjadi cirri khas kota Jember menjadi pilihan oleh-oleh khasJember. Diperlukan pelatihan dalam pembuatan produk keripik tape yang memenuhi persyaratan agar dapat diterima pasar, pelatihan menggunakan mesin vacuum frying, mesin spinner, kemasan yang menarik dengan mesin vacuum sealer. Juga pelatihan bagaimana memasarkan produk keripik tape secara on line. Pada kegiatan pengabdian Ipteks bagi Masyarakat ini diusulkan empat kegiatan  utama, yaitu :(1)Potensi ketersediaan bahan baku singkong kuning, tape singkong kuning, sehingga dibuat program pendampingan pembuatan keripik tape singkong kuning (2) Aplikasi mesin vacuum frying dan mesin spinner untuk menggoreng secara vacuum dan mesin spinner untuk mengurangi kadar minyak (3) mengemas dengan kemasan yang menarik menggunakan mesin vacuum sealer (4) Merancang web toko online sebagai media pemasaran dan pelayanan order produk secara langsung baik konsumen dan reseller.Jenis kegiatan yang  pertama dimaksudkan untuk memberikan keterampilan kepada mitra tentang cara pembuatan keripik tape singkong  yang memenuhi persyaratan. Beberapa materi  yang akan disampaikan pada kegiatan yang pertama adalah :(1) Cara mengiris tape singkong untuk menghasilkan keripik tape yang renyah, tidak menghilangkan rasa aslinya. Sedangkan kegiatan yang kedua dilakukan dengan pelatihan menggunakan mesin vacuum frying dan mesin spinner. Implementasi mesin vacuum untuk menggoreng vacuum dan mesin spinner untuk meniriskan minyak. Kegiatan yang ketiga diberikan keterampilan membuat kemasan yang menarik menggunakan mesin vacuum sealer. Kegiatan keempat diberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan perangkat komunikasi mobile, internet, administrasi toko online, cara pembayaran, pengemasan dan pengiriman produk. Model pemasaran berbasis Teknologi Informasi dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pemasaran produk. Diharapkan kegiatan IbM ini dapat memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi mitra.Kata Kunci : Facuum Frying, Spinner, vacuum sealer, system informasi, pemasaran
Proses Desain Rekayasa Pada Perancangan Purwarupa Absensi Siswa Menggunakan RFID Guna Meningkatkan Efektifitas Di Sekolah Menuju Revolusi Industri 4.0 Deny Nusyirwan; Ilham Habibi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2163

Abstract

Revolusi Industri 4.0 tidak hanya menitik beratkan kepada penguasaan teknologi, namun juga mendorong untuk terbentuknya kepribadian yang siap bekerja sama, disiplin, berpikiran luas dan kritis. Selain tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, sekolah juga merupakan tempat siswa membentuk kepribadian yang siap menghadapi revolusi industri. Dari hasil observasi telah didapatkan permasalahan utama yaitu siswa terlambat masuk ke ruangan kelas dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan absensi oleh tenaga pengajar secara manual. Untuk mengatasi ini diusulkan sebuah solusi berupa absensi mempergunakan RFID yang akan di integrasikan dengan Microsoft Exel. Sistem bekerja pada kartu yang sudah diprogram pada Arduino Uno. Masing-masing siswa mendapatkan kartu yang dapat di pergunakan ketika masuk dan keluar ruangan kelas. Dari hasil pengujian kegunaan, didapatkan hasil yang positif dari siswa dan guru, dimana kedepannya guru dapat lebih efektif dalam memanfaatkan waktu untuk mengajar dan merekap absensi siswa nantinya. Kata Kunci : absensi, arduino,  industri, siswa, teknologi
IbM KELOMPOK BURUH NELAYAN Anwar, M.Sc Drs. Rudi Kusubagio, MM
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.171

Abstract

Pemilihan makanan yang bergizi dan higienis akan menentukan tingkat kesehatan keluarga.Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan tentang makanan yang bergizi.Pemahaman makanan bergizimerupakan wujud dari Gerakan Pembangunan BerwawasanKesehatan. Bentukpemilihan makanan bergiziyang mempunyai kontribusi dalam GerakanPembangunan Berwawasan Kesehatan adalahproses pembuatan makanan secara higienis danbergizi.Pemahaman masyarakatkitatentang pemilihan makanan bergizidapat dikatakan masihjauh dari sehat. Artinya, masyarakat kita masih banyakbelum memahami tentang makananbergizi. Fenomena tingginyakurangnya pemahaman tersebutdipicu oleh karena masih rendahnyatingkat pengetahuan masyarakat tentangpemilihan makan bergizi,.Hasil penggalian data tingkatpengetahuan di kedua mitra sebelum dilakukan penyuluhan tentang pemilihan makanan bergiziadalah pengetahuannya kurang baik.Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbMKelompok Buruh Nelayanadalah meningkatkanpengetahuan dan pemahaman mitra tentang pemelihan yang tepat jenis–jenis makanan bergizi;terwujudnya masyarakat yang mandiri dengan cara mampu mengolah dan memanfaatkan hasiltangkapan ikan yang diperoleh, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat buruhnelayan.Metode yang digunakan pada kegiatan IbMini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahappersiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalahmengurus perijinan danmelakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalahmelakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan abon ikan tongkol, sedangkan tahapevaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak.Kegiatan IbM yangdilakukan adalah1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dankooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan abon ikan tongkol;3)pembuatanabon ikan tongkol; dan 4)evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan.Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhantentang pemilihan makanan yang bergizi,pengetahuanMitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin poin sedangkan Mitra 2 meningkatsebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga membuatabon ikan tongkoldikedua mitra. Selama masaevaluasi, ada perubahankeahlian dan keterampilandikedua mitra.Masing–masing ibu rumahtangga yang mengikuti pelatihan mampu membuat abon ikan tongkol sesuai dengan intruksi yangtelah diberikan.Saran, melihat kenyataan ini,warga harusmempunyai kemauan untuk berubah perilakunyamenjadi lebih baik dengan lebih mengerti tentang pemilihan makan yang bergizi dan bisamengembangkan usaha pembuatan abon ikan tongkol.Kata kunci:Makanan bergizi, Abon ikantongkol
UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN PADA ANAK DI PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Hendra Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i1.993

Abstract

Jumlah anak di Indonesia rata-rata 20-30% dari jumlah penduduk Indonesia yaitu sekitar 237.556.363 Jiwa (Malinta, 2012). Anak merupakan aset suatu bangsa yang harus dijaga dan dirawat agar dapat memberikan kemanfaatan dalam pengembangan peradaban suatu bangsa. Kualitas dari anak-anak suatu bangsa merupakan miniatur bagi keberlangsungan bangsa itu sendiri. Anak harus dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal agar dapat mempersiapkan dirinya dalam mengemban tanggungjawab di masa yang akan datang. Kenyataanya masih banyak anak yang hidup dibawah standard kesejahteraan dan harus bertahan dalam lingkungan dan kondisi yang tidak kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Wijaya (2010) melaporkan bahwa 40-60 anak yang berada di usia sekolah mengalami kecacingan, 23% mengalami anemia, 74,4% mengalami gangguan karies gigi, dan sebanyak 100.000 anak Indonesia harus meninggal karena diare setiap tahunnya. Kondisi diatas diakibatkan oleh perilaku hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan untuk menangani masalah tersebut diatas, salah satunya dengan melakukan promosi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Panti Asuhan merupakan salah satu wadah non profit yang berfungsi sebagai tempat penampungan anak yatim dan atau piatu dengan menyandarkan pendanaan dari donasi masyrakat secara sukarela sehingga tingkat kesejahteraannyapun tidak terjamin. Selain itu pengetahuan tentang PHBS juga tidak pernah didapatkan oleh anak asuh karena tidak banyak yang peduli dengan kondisi ini. PHBS juga sering kali berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan. Panti asuhan Nurul Manan merupakan asalah satu panti asuhan yang terletak di pinggiran kota Jember dengan tingkat kesehahteraan menengah dan belum pernah dilalukan pengkajian PHBS di panti ini. Target pengabdian ini adalah anak asuh sejumlah 60 orang. Metode pelaksanaanya dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Oleh karena itu penulis menggangap perlu dilaksanakan promosi kesehatan PHBS untuk meningkatkan kesejahteraan anak asuh dip anti Nurul Mannan Kecamatan Sukowono. Kata kunci: Perilaku hidup bersih, PHBS
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program tersebut adalah pemcegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dialakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita di RW 2 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai propram pencegahan stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang program pencegahan stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.Kata Kunci: stunting, balita, pemberdayaan
Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada SMP Negeri 1 Tikung Lamongan Indah Kurniawati; Aa’ Batara Suganda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 2 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v5i2.2945

Abstract

Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar dalam   pengelolaan  dana Bantuan Operasional  Sekolah  (BOS)  di  SMP  Negeri 1  Tikung  Lamongan.  Dalam kegiatan ini disampaikan poin penting tahap pengelolaan dana BOS yang efektif dan efisien yaitu: (1) Perencanaan dana BOS di SMP Negeri 1 Tikung Lamongan tahun ajaran dilakukan dengan menyusun RKAS oleh tim anggaran sekolah dengan diketahui  oleh  komite  sekolah,  guru,  karyawan,  dan  orangtua  atau  wali  murid. Penyusunan  RKAS  di  laksanakan  bersama  dengan  penyusunan  RAB  BOS (2) Pelaksanaan penggunaan dana BOS di SMP Negeri 1 Tikung Lamongan, dimana sekolah menerima dana bos secara triwulan. Pengunaan dana BOS di alokasikan dalam 2 komponen yaitu belanja langsung terkait dengan ke delapan Standar Nasional Pendidikan dan belanja tidak langsung terkait dengan gaji dan tunjangan para guru (3) Pengawasan dana BOS di SMP Negeri 1 Tikung Lamongan pertama-tama dilakukan oleh kepala sekolah secara langsung dengan cara rutin memeriksa laporan keuangan sekolah pada akhir bulan, berkomunikasi dengan bendahara serta melihat langsung penggunaan dana BOS.
PELATIHAN MEMBACA AL-QUR’AN YANG BAIK Agus Milu Susetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i1.375

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu kegiata catur dharma dari wujud keprofesionalan dosen. Kegiatan PKM (Pengamdian Kepada Masyarakat) ini dilaksana di TPQ Baitul Rhakim Desa Bangorejo, Kab. Banyuwangi. Kegiatan utamanya adalah pelatihan penambahan materi ajaran agama Islam melalui gubahan lirik lagu anak-anak. Kegiatan PKM ini dilaksanakan berdasarkan pada pemahaman penulis atas konsep pembelajaran apapun haruslah fun / menyenangkan. hal itu bertujuan agar peserta didik atau santri merasakan dan tidak jenuh selama pembelajaran. Selain itu,  kecerdasan musikal berfungsi antara lain sebagai berikut (a) meningkatkan kreativitas dan imajinasi. (b) Meningkatkan intelektualitas. (c) Memperngaruhi kecerdasan lainnya. (d) Terapi psikologis. Latar belakang inilah yang oleh pelaksanaan PKM berusaha menggabungkan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan musik untuk meningkatkan pembelajaran agama di TPQ Baitur Rhakim. Kegiatan PKM ini memiliki solusi yang diberikan sebagai berikut. a. Mengenalkan kembali lagu anak-anak dengan gubahan lirik untuk kepentingan pendidikan agama. b. Menggunakan lagu anak-anak yang sudah diubah liriknya untuk pananaman nilai karakter yang berkaitan dengan agama atau Ketuhanan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung pada Bulan Mei-Jun Kegiatan berupa penyuluhan dan pengarahan kepada ketua TPA (Taman Pendidikan Al Quran) Baitul Rakhim Ustz. Tatik, beserta anggota lain. Isi kegiatan ini berupa penyuluhan tentang pemanfaatan gubahan lirik lagu anak-anak menjadi lagu yang berisi penanaman karakter terkait nilai-nilai agama Islam. Hasil dari kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (a) santri dan pengelola menyukai metode dari Pelaksana PM, (b) suasana tempat santri mengaji lebih variasi dan menarik serta menyenangkan, (c) pengetahuan siswa tentang ajaran agama Islam semakin bertambah, (d) menjadikan kegiatan ini melestatikan lagu anak-anak yang ada di Indonesia. (e) tidak menutup kemungkikan pengelola TPQ mengembangkan lagu yang lagi yang lebih variatif yang sesuai dengan pelajaran di TPQ