cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BERBASIS PELAPORAN SAK ETAP DI PIMPINAN DAERAH AISYIYAH JEMBER Probowulan, Diyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 3, No 2 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.962 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v3i2.1484

Abstract

Pelatihan  Manajemen  Usaha  Berbasis  Pelaporan  SAK  ETAP? Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam penyusuanan laporan keuangan bagi usahanya dan mengembangkan usaha yang telah dirintis agar para pengusaha di kalangan ibu-ibu ?Aisyiyah bisa berkarya dan tidak lagi menjadi beban keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan kegiataan ini direncanakan hari Ahad/Minggu, tanggal 5 Shafar  1438  H  atau  6  November  2016  di  Aula  PDM  Kabupaten  Jember  Jl Bondoyudo no 7 Jember. Target dan Luaran yang diharapankan dari pelatihan manajemen usaha berbasis pelaporan SAK ETAP di PDA Jember ini yaitu: 1.Peserta dapat  membuat  laporan  keuangan  untuk  usahanya.2.  Peserta  mengetahui  SAK ETAP. 3. Membuat aplikasi sederhana mengenai pelaporan usaha peserta. Diharapkan ibu-ibu peserta pelatihan mahir dalam menyusun laporan keuangannya. Selain itu laran dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu berupa jurnal. Aisyiyah sebagai komponen perempuan Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dibidang sosial keagamaan telah menunjukkan kiprahnya untuk pencerahan, pemberdayaan, dan kemajuan yang memberikan kemaslahatan bagi umat sebagai manifestasi dakwah amar ma?ruf nahi mungkar. Dengan gerakan Qoryah Thayyibah berbasis Jama?ahdiharapkan pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan melalui suatu proses perubahan sosial, dari kurang sejahtera menjadi lebih sejahtera dan mandiri dengan Pemberdayaan Ekonomi melalui Bina Usaha Keluarga Aisyiyah (BUEKA).Kata Kunci: Manajemen usaha, SAK ETAP, Aisyiyah
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK SYARIAH 109 KHUSUSNYA PENGELOLAAN DANA INFAK/SEDEKAH PADA SMAN 1 PAKUSARI JEMBER Aspirandi, Rendy Mirwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.846 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i1.1497

Abstract

Salah satu yang melatarbelakangi pentingnya dilakukan pelatihan pelaporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Syariah adalah kurangnya pengetahuan para pengelola masjid mengenai pencatatan dan pelaporan keuangan dana masjid berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Syariah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Metode tersebut digunakan untuk menyampaikan materi tentang penyusunan laporan keuangan berbasis SAK Syariah 109 khususnya pengelolaan dana infak/sedekah pada SMAN 1 Pakusari Jember. Kegiatan pelatihan untuk penyusunan laporan keuangan berbasis SAK Syariah 109 pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pakusari Kabupaten Jember. Faktor pendukung terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: (1) adanya motivasi dari pihak SMAN 1 Pakusari Jember untuk mengetahui lebih dalam mengenai SAK Syariah 109, (2) tingginya antusias dari pihak siswa/siswi SMAN 1 Pakusari Jember untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK Syariah 109 yang terlihat pada sesi tanya jawab dan diskusi siswa/siswi SMAN 1 Pakusari Jember, dan (3) dukungan dari pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember.Kata Kunci :SAK Syariah 109, SMAN 1 Pakusari Jember, dan Infak/Sedekah
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI DASAR DAN PELAPORAN KEUANGAN KPRI “KENCANA” Widaninggar, Nanda; Sari, Nurshadrina Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.263 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1842

Abstract

Koperasi Pegawai Republik Indonesia?KENCANA? Situbondo memiliki fungsi bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya. Akan tetapi, bekal kemampuan pengelolaan keuangan, terutama pembukuan belum dimiliki secara mumpuni oleh pengurus KPRI, sehingga muncullah banyak pertanyaan dari anggota mengenai proses pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga dikawatirkan muncul rasa tidak percaya terhadap pengurus, mengingat setiap kali Rapat Anggota Tahunan pertanyaan-pertanyaan yang mencuat adalah tidak jauh dari masalah pengelolaan keuangan. Tujuan khusus kegiatan PKM ini adalah: (1) Unit Simpan Pinjam (USP) dan Unit Usaha KPRI ?KENCANA? mampu mengimplementasikan sistem akuntansi dasar, dan (2) Mampu melakukan pelaporan keuangan secara lebih baik. Target jangka panjang kegiatan PKM ini adalah ?kemampuan memperoleh bantuan pinjaman modal dari lembaga keuangan formal?. Target jangka pendek (1) USP dan Unit Usaha  memiliki sistem dalam siklus akuntansinya, (2) USP dan Unit Usaha melakukan pelaporan keuangan secara lebih baik. Metode untuk mencapai target dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus. Pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penerapan dasar-dasar akuntansi menggunakan sistem terkomputerisasi sederhana serta penyusunan laporan keuangan. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk memperkuat kemampuan pengurus USP dan Unit Usaha dalam pembukuan, penerapan siklus akuntansi dasar, dan penyusunan laporan keuangan. Pada program ini telah berhasil dibangun suatu sistem pelaporan keuangan berbasis web yang bernama Aplikasi Akuntansi dengan alamat kprikencana.com. Kata Kunci: Penerapan Sistem Akuntansi Dasar, Pelaporan Keuangan, Aplikasi Akuntansi
PENGENALAN DAN PELATIHAN MP-ASI WHO DI POSYANDU Umilasari, Reni; A?yun, Qurrota
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.975 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1847

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan bayi. Pemberian MP-ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang sangat pesat pada periode ini. Di lingkungan pedesaan bayi sejak lahir sudah diberikan makanan pendamping ASI. Umumnya mereka diberikan pisang yang dihaluskan bahkan adapula yang memberikan nasi dan bubur instan. Hal ini dikarenakan para orang tua masih meyakini jika MP-ASI  bisa diberikan kapan saja tanpa menunggu usia 180 hari. Mereka juga masih khawatir memberikan bahan makanan yang bervariasi meskipun kandungan gizinya sangat dibutuhkan serta kurangnya edukasi jika makanan MP-ASI yang diolah sendiri tidak rumit dan lebih sehat dari pada bubur instan. Dari hasil pelatihan menunjukkan para ibu yang memiliki bayi mulai memahami bagaimana pentingnnya memberikan MP-ASI dengan memperhatikan unsur AFATVAH (Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active Responsive, Hygine). Mereka senang karena ada tambahan edukasi mengenai MP-ASI yang kaya energi, protein, mikronutrien, mudah dimakan anak, disukai anak, berasal dari bahan makanan lokal dan terjangkau, serta mudah disiapkan. Kata Kunci : MP-ASI WHO, Pengenalan dan Pelatihan, Prinsip AFATVAH 
8 IbM PETERNAK SAPI LOKAL Ir. Wiwit Widiarti, MP, Ir. Bejo Suroso, MP.
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.538 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.168

Abstract

Tujuan utama kegiatan IbM ternak sapi lokal ini adalah meningkat kualitas dan kuantitas beratbadan sapi lokal mencapai berat badan yang ideal.Metode pendekatan yang digunakan meliputitahapan : (a) Sosialisasi program teknologi feed supplement hayati sebagai upaya untukmengatasi gangguan berat badan sapi lokal; (b) Persiapan prakondisi sosial, yakni penguatankelompok tani sapi lokal, baik kelompok maupun forum sebagai media bertemu dan pemecahanmasalah-masalah yang dihadapi peternak sapi lokal dipinggiran hutan; (c) Pelaksanaan programteknologi feed supplement hayati baik teknis maupun non teknis bagi masyarakat peternak sapilokal di pinggiran hutan, yang didukung oleh lembaga terkait (Perhutani Jember, PTPN XII,Pemda dan Perguruan Tinggi (Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember); (d)Pemantauan, evaluasi dan pelaporan.Hasil kegiatanProgram IbMdi Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember selama 5bulan dengan menekankan pada penggunaan mesin pengolah pakan ternak menunjukkan bahwa(1) Daya saing sapi lokalmeningkat mencapai Standar Nasional Indonesia Indonesia :SNI No.01-2907-199; (2)Berat badan sapi lokal umur 2?3 tahun meningkat dari 373 kg/ekor menjadi415/ekor dengan teknologi feed suplemen hayati dalam waktu4 bulan; (3) Pendapatan peternakdari hasil sapi lokal meningkat dariRp 720.000 per bulan (di bawah UMR Jember) menjadiRp1.640.000 per bulan (dimana UMR Jember Rp 1.460.000 per bulan).Kata kunci : daya saing sapi lokal, pendapatan peternak meningka
Perubahan Paradigma Orangtua Dalam Kesadaran Pendidikan Anak Usia Dini Setyawati, Vincentia Devina; Kresentia K, Margareta
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.448 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2156

Abstract

Tujuan pengabdian masyarahat ini adalah untuk membantu meningkatkan kesadaran penduduk yang masih kurang peduli akan pendidikan anak di usia dini dan membantu para tenaga pengajar dalam mengolah administrasi di PAUD Melati. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan studi lapangan. Studi lapangan yang dilakukan dengan melalui data observasi, wawancara dan dokumentasi serta studi kepustakaan untuk mendukung permasalahan yang diteliti oleh penulis. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode kualitatif yang hasil penelitiannya berupa narasi atau teks. Dan dari hasil pengabdian masyarakat  yang dilakukan oleh penulis kesadaran penduduk di RW 02 dan orang tua murid di PAUD Melati ini sangat kurang. Dan masih butuhnya bimbingan tenaga pengajar dibidang administrasi. Sehingga dengan adanya parenting seminar yang menargetkan para penduduk di RW02 dan orang tua murid di PAUD Melati serta pelatihan guru PAUD menjadi solusi untuk kemajuan dan perkembangan anak serta PAUD Melati di RW 02 yang berada didaerah Kenjeran. Kata Kunci : Kesadaran pendidikan anak usia dini, pelatihan administrasi, parenting seminar.
PENINGKATAN PRODUKSI DOMBA LOKAL (LOCAL PRODUCTION INCREASE IN SHEEP) Dr. Nurul Qomariah , MM, Ir. Muhammad Chabib Iksan , MP Ir. Henik Prayuginingsih , MP
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.356 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.173

Abstract

Tujuan utama kegiatan KKN-PPM iniadalah mengatasi masalah utama yang dihadapi peternakdomba lokal yaitu : (1) Berat domba lokal yang dipelihara umumnya belum mencapai berat ideal(berat kurang dari 24 kg per ekor).Hal ini terlihat daribanyaknya lekukan yang terdapat padatubuh domba, dan laju pertumbuhan berat badan domba yang lambat. Untuk standar domba umur1,5-2 tahun berat idealnya adalah rata-rata 24 kg. (2) Kesehatan domba potong yang kurangdiperhatikan, sehingga usaha penggemukan domba kurang memperoleh hasil yang optimal, danharga domba tidak mencapai harga yang optimal (Rp 1.000.0000?Rp 1.500.000 per ekor domba).Metode yang digunakan dalam pelaksanaan KKN-PPM selama 2 bulan (21 Juli?19 September2015) dan diikuti 20 mahasiswa serta 1 dosen pembimbing ini adalah : (1) Persiapan danpembekalan;(2) Pelaksanaan kegiatan; 3) Rencana keberlanjutan program.Hasil yang dicapai : (1) Total volume kegiatan KKN?PPM ini dalam bentuk Jam Kerja EfektifMahasiswa (JKEM) yang dilakukan selama 2 bulan (7 April?10 Juni2015) dengan melibatkan 20mahasiswa = jumlah mahasiswa (n) x total JKEM = 20 x 192 JKEM = 3.840 JKEM; (2)Indikator capaian produk Program KKN-PPM yang dituju adalah : (a) Peningkatan pendapatanpeternak domba lokal menjadi lebih baik (rata-rata Rp 1.250.000/bulan), (b) Peningkatan kualitasdomba lokal menjadi lebih baik (ukuran lebih besar, kebersihan dan kesehatan ternak), (c)Peningkatan kuantitas berat badan domba lokal menjadi lebih baik (rata-rata 24 kg/ekor), (d)Peningkatan partisipasi masyarakat (misal pertemuan kelompok peternak domba lokal) menjadilebih baik (2 x per bulan), (e) Peningkatan swadana dari mitra dari tidak ada menjadi ada; (3)Pengelolaan Program KKN-PPM ini dalam jangka panjang akan dilanjutkanoleh LPPMUniversitas Muhammadiyah Jember melalui kerja sama dengan Mitra (Pemerintah DesaSidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember) yakni dengan menurunkan mahasiswa KKN padalokasi yang sama dengan pendanaan dari Mitra, dan LPPM Universitas Muhammadiyah Jemberserta mahasiswa dalam rangka pembinaan, monitoring dan evaluasi program; (4) Selainmelibatkan Mitra, juga melibatkan masyarakat melalui kerja sama antar kelompok peternakdomba lokal, kerja sama antara kelompok peternak domba lokal dengan Mitra dan Pemda sertadengan jejaring penerima hasil penjualan domba lokal; (5) Menambah Mitra lain, seperti LSMLingkungan Hidup, Lembaga Ekonomi Mikro (Bank Perkreditan Rakyat), BRI, Dinas Koperasi danUMKM, Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam rangka menguatkan ekonomi di lokasi kegiatan.Kata kunci : peningkatan produksi domba lokal, pendapatan peternak meningkat
Sosialisasi Peningkatan Usaha Tahu Pada UD. Tagor Gebang Jember Yuliarti, Norita Citra; Budiono, Budiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.542 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2161

Abstract

UD. Tagor merupakan perusahaan keluarga dengan bidang usaha mengolah kacang kedelai menjadi tahu. Tahu merupakan makanan yang digemari masyarakat, baik masyarakat golongan bawah hingga atas. Tahu di buat oleh para pengrajin rumah tangga dimana teknologi dan peralatannya pun masih sangat sederhana. Namun tahu yang dibuat oleh semua pabrik tahu selalu monoton, tidak ada inovasi baru yang membuat tahu tersebutlebih  menarik  dan  memiliki  nilai  jual  yang  lebih  tinggi.  Pembuatannya  pun terkadang  masih  menggunakan  cara  tradisonal  seperti  pada  proses  pencucian kedelai   yang   biasanya   dilakukan   di   sungai   terdekat,   lalu   pada   proses penghancuran  kedelai   menjadi  sari  kedelai  juga  masih  menggunakan  cara tradisonal  yaitu  dengan  cara  diinjak-injak.  Bertolak  dari  cara  pembuatan  yang masih menggunakan cara tradisional seperti itulah tahu jarang dikonsumsi oleh para pejabat sebagai jamuan dalam makan malam atau dalam rapat-rapat penting yang biasanya menyuguhkan makanan yang berkelas tinggi. Untuk itu tahu sebagai salah  makanan tradisional perlu dilakukan usaha-usaha pembinaan yang mengarah kepada : a). Menciptakan inovasi tahu yang menarik dan tasteful sehingga membuat nilai jual menjadi lebih tinggi, b). Peningkatan usaha memasyarakatkan dan memperluas cakupan konsumen pangan tradisional di daerah lain di luar daerah asal makanan yang bersangkutan, c). Mengemas tampilan tahu agar dapat menjadi makanan ?berkelas tinggi? namun dengan harga yang ekonomis.Kata Kunci : tahu, pemasaran, brand
IbM MAN AGER KASUS PENDERITA HIV/AIDS Komarudin , S.Kep., M.Kep, Cipto Susilo , S.Kep., M.Kes
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.119 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.178

Abstract

Kondisi saat ini menunjukkanbahwa masalah infeksi HIV terus meningkat terkait denganbanyaknya kasus perilaku seks tidak aman dan penggunaan NAPZA suntik. Di Indonesia, kasusmencapai 1.095 orang. Beberapa permasalahan yang dihadapi penderita HIV/AIDS adalahkondisi psikologis yang mencapai hampir 60% dan ketidaksiapan penderita dalam menerimadiagnosis tentang HIV/AIDS, hal ini menjadi beban yang cukup berat baik bagi penderita maupunkeluarganya. Permasalahan tersebut sangat berdampak terhadap penderita dalam melanjutkankehidupannya.Manajer Kasus merupakan seseorang yang bertanggung jawab menyelesaikan kegiatanmanajemen kasus, termasuk penilaian atas kebutuhan-kebutuhan, perencanaan layanan,implementasi rencana pelayanan, koordinasi layanan, monitoring dan tindak lanjut, konferensikasus, intervensi krisis dan terminasi kasus, serta pendokumentasian. Seorang manajer kasusmerupakan pekerja sosial yang professional dalam mengelola HIV/AIDS, kondisi ini menuntutpenguasaan skill dalam bidang komunikasi dan edukasi agar penderita mampu terbuka untukmenyampaikan permasalahannya.Kegiatan IbM ini melibatkan 2 kelompok manajer kasus HIV/AIDS di kabupaten Jembersebagai mitra. Analisis yang ditemukan dari 2 Mitra tersebut adalah : 50 % Mitra belum pernahmendapatkan pelatihan tentang pengelolan penderita HIV/AIDS, 20 % belum memahami perannyadalam mengelola kasus HIV/AIDS di lingkungan sosial atau rumah. Selain itu data menyebutkan45 % mitra yang ada juga belum pernah mendapatkan pelatihan menjadi konselor, edukator sertamanajemen komunikasi terapeutik bagi penderita HIV/AIDS.Hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh team pengusul IbM adalah manajer kasus melaluikegiatan: pelatihan menjadi manajer agar lebih percaya diri menghadapi pasien, pelatihanmenjadi konselor, edukator teurapeutik, serta pengelolaan kasus HIV/AIDS. Pengusul memberikanbantuan media edukasi berupa leafleat, booklet/panduan pengelolaan pasien HIV/AIDS sertapanduan menjadi manajer kasus penderita HIV/AIDS.Upaya meningkatkan pengetahuan bagi Manager kasus HIV/AIDSperlu pemahaman yangbenar tentang HIV/AIDS dengan menggunakan pendekatan yang mudah dipahami serta perludukungan dan kerjasama baik lintas sektor untuk meningkatkan pemberdayaan Manager kasusHIV/AIDS sehingga lebih percaya diri dala melakukan pendampingan terhadap ODHA.
Membangun Kemandirian Pangan Melalui Manajemen Komunikasi Pemasaran Sate Bandeng Sebagai Produk Unggulan Kota Serang Winangsih, Rahmi; Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Widyastuti, Yeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.868 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2268

Abstract

Kuliner sate bandeng memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas pasar. Kuliner ini awalnya hanya dapat dikemas dalam bentuk kemasan dus yang hanya bertahan selama 2-3 hari saja. Namun saat ini, sate bandeng dapat dikemas untuk jangka waktu yang lebih lama, yakni 10 bulan dengan kemasan foil melalui proses penggunaan mesin vacum. Dengan adanya metode pengemasan ini, sate bandeng memiliki potensi yang lebih luas sebagai komoditas pasar sebagai oleh-oleh karena lebih tahan lama. Kota Serang dapat mengembangkan kuliner yang satu ini karena memiliki potensi pasar, daya jual beli, dan komoditas pasar lebih luas sebagai oleh-oleh. Pelaku UKM sate bandeng akan diberikan pengetahuan mengenai branding. Pengetahuan dan pendidikan mulai dari kemasan produk, sampai pada cara memasarkan produk, baik yang konvensional maupun yang online. Sesuai dengan perkembangan ilmu komunikasi pemasaran, saat ini media sosial, Media sosial mampu memberikan solusi bagi permasalahan tingginya biaya pemasaran Peningkatan kualitas dan kuantitas produk sate bandeng yang tetap terjaga, selain dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, juga publikasi yang cukup untuk membantu perluasan pasar. Promosi seefisien mungkin, dengan biaya promosi yang tidak mahal namun mampu menyentuh pasar dengan jumlah yang tak terhingga banyaknya. Era sekarang cara ini sudah menjadi model komunikasi pemasaran yang banyak digunakan penguasaha, murah dan menguntungkan. Oleh karena itu, metode komunikasi pemasaran digital atau online perlu menjadi pendekatan yang dapat diaplikasikan oleh para pengusaha, dengan catatan tetap menjamin kualitas dan kuantitas produk, agar konsumen tidak kecewa.

Page 6 of 28 | Total Record : 274