Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Special event Humas Yayasan Cinta Anak Bangsa (Studi Evaluatif Pelaksanaan Event Becak Terus) Nursita, Anisa; Winangsih, Rahmi; Sagita, Darwis
Jurnal Riset Komunikasi Vol 7, No 2 (2016): JRK Vol 7 No 2 Desember 2016
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.627 KB)

Abstract

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memiliki peran untuk berkontribusi kepada masyarakat, salah satunya adalah untuk memperbaiki kondisi sosial masyarakat. Special event Becak Terus merupakan aksi fundraising yang diselenggarakan oleh Humas Yayasan Cinta Anak Bangsa yaitu mengayuh becak untuk beramal selama 21 hari melintasi 7 provinsi oleh Scott Thompson, seorang warga negara Skotlandia. Tujuan dari kegiatan fundraising Becak Terus ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu sosial juga dukungan terhadap 4 NGO untuk misi mereka dan juga untuk memperingati 10 tahun Tsunami Aceh. Special event ini tentunya memiliki langkah-langkah penyelenggaraan event yang matang oleh PR organisasi tersebut, yaitu divisi partnership and communication. Dalam penelitian ini Konsep Kinerja Public relations Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom, dan konsep penyelenggaraan Special event Philip Lesly merupakan pedoman peneliti yang digunakan untuk merancang kerangka penelitian dalam mengolah analisis temuan dengan paradigma post positivisme. Pada wawancara yang dilakukan dengan 5 orang anggota PR YCAB yaitu divisi partnership dan komunikasi diperoleh hasil bahwa kegiatan pengumpulan fakta informasi sesuai kebutuhan dijalankan oleh masing-masing panitia sesuai dengan keahliannya, lalu kegiatan perencanaan dan pengorganisasian dilakukan untuk menentukan rincian kegiatan dan publik yang akan diajak bekerjasama,lalu tahap pelaksanaan dilakukan dengan maksimal meskipun masih ada kekurangan yang harus diperbaiki dan PR mampu memunculkan publisitas positif sebelum dan setelah acara. Pada tahap evaluasi PR YCAB mengklaim bahwa tujuan-tujuan telah tercapai secara keseluruhan.
PENGARUH TERPAAN TAYANGAN EURO 2016 RCTI TERHADAP MINAT MENONTON SEPAK BOLA Sagita, Darwis; Winangsih, Rahmi; Mutaqin, Ihsan
Jurnal Riset Komunikasi Vol 7, No 2 (2016): JRK Vol 7 No 2 Desember 2016
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.627 KB)

Abstract

Tayangan Euro 2016 RCTI merupakan kejuaraan sepak bola empat tahunan yang mempertemukan antara negara di Benua Eropa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan tayangan Euro 2016 RCTI terhadap minat menonton sepak bola masyarakat yang tinggal di Taman Ciruas Permai. penelitian ini menggunakan teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatif, dengan data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada 98 responden. Penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara variabel terpaan tayangan Euro 2016 RCTI terhadap minat menonton sepak bola pada masyarakat Taman Ciruas Permai sebesar 0,854 yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel sangat kuat. Dari hasil analisis koefisien determinasi menandakan bahwa 73% minat menonton sepak bola masyarakat Taman Ciruas Permai dipengaruhi oleh terpaan tayangan Euro 2016 RCTI. sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain
MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK USAHA MIKRO MELALUI DESAIN KEMASAN KELOMPOK USAHA PRODUSEN DAN RETAILER MAKANAN “KUE SUBUH” Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Winangsih, Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 1 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.414 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i1.1495

Abstract

Produk makanan yang dikenal sebagai jajanan pasar banyak dijajakan di pasar tradisional. Industri produk tersebut di atas masih berskala mikro, dan bersifat rumahan. Pemasok produk kue di pasar subuh berasal dari berbagai lokasi di Jakarta, Tangerang, Serang Kota dan sekitarnya. Sistem pemasaran produk meliputi 3 cara yaitu: (1) menjual produk ke pasar kue subuh, (2) menjual ke toko, dan (3) menerima pesanan dari kantor/pribadi. Mereka memproduksi dalam skala besar untuk dijual di pasar subuh, sisa produk tidak habis dijual di toko kue. Retailer adalah para pengecer pembeli produk kue subuh untuk dijual kembali ke segmentasi dan target pasar berbeda. Para retailer memesan kue untuk dipasarkan pada perkantoran, komunitas tertentu seperti arisan, pesta perkawinan/ulang tahun, maupun acara-acara lainnya, bahkan ada yang telah menjalin kerjasama dengan industri penerbangan untuk melayani kebutuhan catering. Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan, ada korelasi positif antara bentuk dan kualitas kemasan produk dengan minat konsumen untuk membeli produk. Sementara itu, dari hasil wawancara awal dengan pelaku usaha mikro produk makanan, baik produsen maupun retailer mengakui bahwa kemasan produk mempengaruhi citra produk. Namun pemahaman mereka tentang kemasan produk masih sangat minim. Menurut mereka kemasan hanya sekedar wadah dan pembungkus makanan agar tidak rusak. Permasalahan lain yaitu mereka tidak mempunyai kemampuan dana untuk mengemas produknya dengan baik. Dengan situasi persaingan semakin tajam, desain sebuah kemasan merupakan suatu nilai tambah, dapat berfungsi sebagai media promosi dan untuk menjaring konsumen.Kata Kunci: Daya saing UKM, Kemasan produk UKM, Kue Subuh
Membangun Kemandirian Pangan Melalui Manajemen Komunikasi Pemasaran Sate Bandeng Sebagai Produk Unggulan Kota Serang Winangsih, Rahmi; Widyastuti, Nurprapti Wahyu; Widyastuti, Yeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.868 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2268

Abstract

Kuliner sate bandeng memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas pasar. Kuliner ini awalnya hanya dapat dikemas dalam bentuk kemasan dus yang hanya bertahan selama 2-3 hari saja. Namun saat ini, sate bandeng dapat dikemas untuk jangka waktu yang lebih lama, yakni 10 bulan dengan kemasan foil melalui proses penggunaan mesin vacum. Dengan adanya metode pengemasan ini, sate bandeng memiliki potensi yang lebih luas sebagai komoditas pasar sebagai oleh-oleh karena lebih tahan lama. Kota Serang dapat mengembangkan kuliner yang satu ini karena memiliki potensi pasar, daya jual beli, dan komoditas pasar lebih luas sebagai oleh-oleh. Pelaku UKM sate bandeng akan diberikan pengetahuan mengenai branding. Pengetahuan dan pendidikan mulai dari kemasan produk, sampai pada cara memasarkan produk, baik yang konvensional maupun yang online. Sesuai dengan perkembangan ilmu komunikasi pemasaran, saat ini media sosial, Media sosial mampu memberikan solusi bagi permasalahan tingginya biaya pemasaran Peningkatan kualitas dan kuantitas produk sate bandeng yang tetap terjaga, selain dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, juga publikasi yang cukup untuk membantu perluasan pasar. Promosi seefisien mungkin, dengan biaya promosi yang tidak mahal namun mampu menyentuh pasar dengan jumlah yang tak terhingga banyaknya. Era sekarang cara ini sudah menjadi model komunikasi pemasaran yang banyak digunakan penguasaha, murah dan menguntungkan. Oleh karena itu, metode komunikasi pemasaran digital atau online perlu menjadi pendekatan yang dapat diaplikasikan oleh para pengusaha, dengan catatan tetap menjamin kualitas dan kuantitas produk, agar konsumen tidak kecewa.
STRATEGI MEDIA VISIT PT PLN (PERSERO) DALAM MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN PERS (Studi Kasus Pada PT PLN (PERSERO) Distribusi Banten) Robiyani Yulia Utami; Rahmi Winangsih
Jurnal Riset Komunikasi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v8i2.6025

Abstract

PT Perusahaan Listrik Negara merupakan salah satu perusahaan BUMN berada di Indonesia yang bergerak dibidang ketenagalistrikan, dan bergerak dalam sektor pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik di Indonesia. Banyaknya pelanggan PLN yang tersebar di seluruh Indonesia maka menimbulkan beberapa masalah untuk PLN berkaitan dengan pelayanan, pemadaman, dan biaya listrik. Untuk mengatasi persoalan tersebut PLN membuka layanan call center 123, i-sms, dan melalui aplikasi mobile PLN yang bisa diunduh oleh masyarakat, selain itu peran PR juga dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan melalui kerjasama dengan media massa dalam membantu memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Media massa merupakan mitra perusahaan yang memiliki peran penting dan harus dibina hubungannya melalui kegiatan media relations salah satunya media visit. Media visit adalah kunjungan perusahaan kekantor media dalam upaya untuk membina hubungan baik antara perusahaan dan pihak pers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori stakeholders dan Image restorations. Hasil dari penelitian ini adalah humas PT PLN (Persero) telah melaksanakan kegiatan media visit dengan baik dan sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu untuk membina hubungan baik agar hubungan yan telah dijalin tetap harmonis dengan rekan pers dan juga untuk mencapai tujuan perusahaan PT PLN (Persero) Distribusi Banten dalam rangka perbaikan citra perusahaan. Kata Kunci : PT PLN (Persero) Distribusi Banten, Media Visit, Hubungan Baik, Pers.
Komunikasi Pembangunan Terintegrasi Kota Serang Berbasis Bale Sandi Maya Syifa Mutiara Ummah; Ail Muldi; Rahmi Winangsih
Jurnal Riset Komunikasi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v11i2.10058

Abstract

Bale Sandi maya merupakan ruang pengawasan yang memanfaatkan teknologi digital berupa layar yang menampilkan segala bentuk informasi pada proses kegiatan pembangunan Kota Serang. Pemerintah Kota Serang mengimplemantasikan Bale Sandi Maya sebagai upaya pembangunan menuju smart city. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Serang dalam mewujudkan pembangunan kota cerdas dengan memanfaatkan Bale Sandi Maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi wawancara, dokumemntasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan Komunikasi terintegrasi yang terdapat di Bale Sandi Maya Kota Serang terlaksana melalui penyaluran jaringan internet melalui OPD hingga kelurahan dengan pedekatan top down planning. Konvergensi media yang dikelola pemerintah Kota Serang terpusat pada Bale Sandi Maya. Media komunikasi pemerintah Kota Serang melalui Bale Sandi Maya merupakan penerapan sistem pemerintahan elektronic government. Umpan balik Masyarakat Kota Serang terjadi dalam bentuk aduan, laporan, saran, dan pendapat yang diberikan pada aplikasi Rabeg, website PPID, media sosial, dan siaga 112. Kata Kunci: Bale Sandi Maya, Komunikasi Pembangunan, Smart City
PERILAKU KOMUNIKASI MAHASISWI MUSLIM BERCADAR DI UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Rahmi Winangsih; Darwis Sagita
Jurnal Riset Komunikasi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v9i2.6001

Abstract

Dalam observasi awal yang peneliti lakukan, masyarakat cenderung memiliki pandangan bahwa perempuan bercadar cenderung tertutup dengan lingkungan sekitar, kecuali dengan komunitasnya. Berbagai macam argumen dikeluarkan untuk mendukung dan berbagai kontroversi pandangan tentang hijab pun banyak dilontarkan. Para muslimah yang mengenakan acadar berani mempertahankan pendapatnya tidak takut dan gentar melawan perbedaan pendapat dimana mereka hidup dikalangan yang minim menggunakan cadar seperti kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Dapat terlihat secara langsung bahwa secara dominan mahasiswi yang menggunakan hijab di kampus ini tidak menggunakan cadar. Hal ini menarik untuk dicermati lebih jauh, maka peneliti melakukan dan memfokuskan penelitian pada cara perilaku komunikasi mahasiswi muslim bercadar yang berada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan dituliskan secara deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data mewawancarai tiga orang mahasiswi bercadar (narasumber utama), seorang dosen Pendidikan Agama Islam (narasumber pendukung) dan seorang aktivis mahasiswa muslim (narasumber pendukung). Hasil penelitian ini adalah pada konsep diri narasumber tidak cukup bisa menjelaskan rujukan Al-Qur’an atau Hadist yang digunakan sebagai dasar hukum bercadar. Sementara itu, faktor kelompok rujukan seperti halnya kelompok pengajian yang diikuti pun tidak banyak dalam penentuan keputusan menggunakan cadar. Pengalaman kurang menyenangkan seperti diganggu atau digoda oleh lawan jenis yang bukan muhrim menjadi factor pendorong narasumber mengenakan cadar. Perilaku komunikasi dalam bentuk verbal yang terjadi pada komunikasi mahasiswa muslim bercadar tidak mengalami gangguan berarti. Hal ini terkonfirmasi oleh lingkungan sekitar, seperti pihak dosen pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun teman – teman kuliah narasumber dalam komunikasi formal dan informal. Kata Kunci: Perilaku Komunikasi, Mahasiswi Muslim, Cadar
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO INDUSTRI GARMEN DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Dirlanudin Dirlanudin; Rahmi Winangsih; Naniek Afrilla Framanik
Jurnal Administrasi Publik Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.416 KB) | DOI: 10.31506/jap.v5i1.2394

Abstract

Upaya pengembangan usaha mikro garmen terutama ditujukan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha para pengusaha mikro tersebut. Keterlibatan dinas instansi terkait sangat dibutuhkan, dalam pelaksanaannya perlu didasarkan pada payung hukum yang jelas seperti peraturan daerah maupun keputusan kepala daerah. Faktor pendorong yang membentuk kemampuan wirausaha pengusaha mikro industri garmen adalah: 1) Tingkat pendidikan; 2) Sifat keuletan dalam menjalankan usahanya; 3) Pergaulan dalam menjalin hubungan dengan pihak lain; 4) Kepekaan dalam melihat perkembangan pasar dan perubahan situasi ekonomi; 5) Kejelian dalam mencari sumber-sumber permodalan; 6) Sikap mental terhadap resiko yang akan dihadapi; 7) Sikap optimistic dengan pertimbangan yang masuk akal. Sedangkan ukuran perkembangan usaha mikro adalah: (1) terciptanya kepuasan berbagai pihak yang berkepentingan dengan usaha mikro; (2) meningkatnya kesetiaan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan. (3) mampu meningkatkan dan memperluas pangsa pasar. (4) memiliki kemampuan bersaing di bidang usahanya. (5) terjadi peningkatan pendapatan.
Komunikasi Pemberdayaan dalam Program Urban Farming di Kampung Lukis Ramanuju Kecamatan Citangkil Kota Cilegon Banten Rahmi Winangsih; Rahmi Mulyasih; Marthalena; Rethorika Berthanilla; Ahmad Sururi
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2021): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v3i2.4055

Abstract

Program komunikasi pemberdayaan dalam program urban farming, merupakan program pemberdayaan yang dikhususkan untuk kaum perempuan Kampung Lukis Ramanuju. Tujuan dari program pemberdayaan ini adalah agar kaum perempuan di Kampung Ramanuju dapat berdaya untuk keluarga dan masyarakat sekitar dengan cara menanam tanaman seperti sayuran dan buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat. Hasil dalam program pendampingan ini, kelompok mampu menghasilkan tanaman yang dapat dikonsumsi secara pribadi dan kedepan akan dirancang untuk menghasilkan tanaman yang dapat diperjualbelikan pada masyarakat luas.
Peran Komunikasi Ibu Muslimah Pada Kegiatan Belajar di Rumah Anak di Masa Pandemi Covid-19 Darwis Sagita; Burhanudin Mujtaba; Rahmi Winangsih
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Issue 1 Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.684 KB) | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v1i1.11674

Abstract

Abstrak Peran Komunikasi orang tua dalam berinteraksi dengan keluarga menjadi sangat penting, karena pada dasarnya komunikasi merupakan hal sangat penting bagi pembentukan dan pengembangan pribadi seorang individu dalam melakukan kontak sosial. Pendekatan komunikasi menjadi hal penting dalam menjaga interaksi dengan anak. Proses belajar melalui adaptasi dan interaksi dapat membentuk konsep diri seseorang dipengaruhi lingkungannya. Komunikasi Ibu muslimah pada anak, dalam prosesnya sedang dihadapkan pada sebuah tantangan besar. Ketika masyarakat dunia sedang berusaha bertahan melawan wabah penyakit berupa virus bernama Corona (belakangan disebut COVID-19). Salah satu dampaknya pada dunia pendidikan harus mengambil kebijakan belajar di rumah. Konsep belajar di rumah pada umumnya dilakukan sekolah dengan cara belajar melalui fasilitas daring. Dengan kondisi seperti ini tentu peran orang tua sangat berarti dalam pendidikan anak di masa belajar di rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Pengabdian Pada Masyarakat UNTIRTA ikut aktif memberikan solusi terkait peran komunikasi ibu sebagai Ibu muslimah dalam kegiatan Belajar di Rumah selama masa pandemi COVID-19. Dengan membuat target kegiatan (1) Membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dengan memberi pemahaman tentang urgensinya peran Ibu Muslimah pada kegiatan Belajar di Rumah. (2) Meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain dibutuhkan Ibu Muslimah pada kegiatan Belajar di Rumah. Metode penyampaian melalui teknik penyampaian materi tentang model komunikasi efektif dengan pesan keagamaan dan Focus Group Discussion (FGD). Selain peran tim pengusul sebagai pemateri ahli dari aspek komunikasi efektif, kedua sesi ini juga akan melibatkan pakar keagamaan Islam yaitu seorang Ustadz, demi memberi rujukan dalil-dalil keagamaan.Kata kunci : Ibu Muslimah, Komunikasi orang tua, pandemi Covid-19, belajar daring  Abstract The role of parental communication in interacting with the family is very important, because basically communication is very important for the formation and personal development of an individual in making social contacts. The communication approach is important in maintaining interaction with children. The learning process through adaptation and interaction can form a person's self-concept influenced by his environment. The communication of Muslim mothers to their children is in the process of being faced with a big challenge. When the world community is trying to defend against an outbreak of a disease in the form of a virus called Corona (later called COVID-19). One of the impacts on the world of education must take a policy of studying at home. The concept of learning at home is generally carried out by schools by learning through online facilities. With conditions like this, of course, the role of parents is very meaningful in the education of children while studying at home. Based on these problems, the UNTIRTA Community Service team actively participated in providing solutions regarding the role of mother communication as Muslim mothers in Studying at Home activities during the COVID-19 pandemic. By setting activity targets (1) Help create peace and comfort by providing an understanding of the urgency of the role of Muslim women in Home Study activities. (2) Improving thinking skills, reading and writing or other skills needed by Muslim women in Home Study activities. The method of delivery is through the technique of delivering material on effective communication models with religious messages and Focus Group Discussions (FGD). In addition to the role of the proposing team as expert speakers from the aspect of effective communication, these two sessions will also involve an Islamic religious expert, namely a Ustadz, in order to provide references to religious arguments. Keywords: Muslim women, parental communication, Covid-19 pandemic, online learning