cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
Melacak Pembentukan Prinsip-Prinsip Hidup Komunitas Blat?r dan Justifikasi dalam Ajaran Agama Islam Muniri
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i1.108

Abstract

Pada tahapan-tahapan pembentukan prinsip hidup komunitas Blatér, yang meliputi ketauhidan, hormat kepada Embho’ (Ibu), hormat kepada ghuru (Guru), ajhegeh téngka (menjaga etika), dan ajhegeh harga diri. Lima prinsip hidup Blatér ini, dimapankan dalam berbagai kesempatan, utamanya dalam momentum remoh. Remoh menjadi momentum ideal dalam menyesuaikan diri antara Blatér satu dengan Blatér lainnya. Modal imitasi yang didapatkan dari lingkungan terdekat tentang kosakata dan kehidupan Blatér, melahirkan proses sugesti pengalaman kebelat?ran kepada dirinya. Dari sugesti ini, berlanjut pada proses identifikasi diri dengan karakteristik Blat?r, hingga pada upaya menemukan figur penting yang dijadikan rujukan dalam sepak terjangnya di dunia kebelat?ran. Adapun bahasan tentang lima prinsip hidup komunitas Blat?r ditinjau dari ajaran agama Islam, ternyata hanya empat prinsip hidup, yaitu ketauhidan, hormat kepada Embho’ (Ibu), hormat kepada ghuru (Guru), ajhegeh téngka (menjaga etika), yang ada justifikasinya dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits, sedangkan yang satu lagi; yaitu ajhegeh harga diri tidak ada justifikasinya dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Power Point dan Filmora Melalui in House Training Heru Aliwardhana
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i1.109

Abstract

keterampilan guru membuat Video Pembelajaran berbasis PowerPoint dan Filmora melalui In House Training di UPTD SMP Negeri 1 socah. Penelitian ini menggunakan pendekatan scaffolding dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan alur rencana, tindakan, pengamatan dan evaluasi, refleksi. Penelitian ini menggunakan informan yang terdiri dari guru. In House Training ini menggunakan model ADDIE terdiri dari tahap analisis, merancang, mengembangkan, implementasi dan evaluasi program pelatihan. Hasil penelitian menunjukan. Pertama, rata-rata pre-test yang diperoleh keterampilan guru dalam membuat Video Pembelajaran berbasis PowerPoint dan Filmora sebelum melaksanakan In House Training adalah 47,7% kategorinya kurang. Kedua, setelah diadakan pendekatan Scaffolding peningkatan yang diperoleh adalah keterampilan guru membuat Video Pembelajaran berbasis PowerPoint dan Filmora melalui In House Training pada siklus I masih ada 14 guru yang belum mencapai target dan masuk kriteria kurang baik, sehingga perlu diberikan tindakan kembali pada siklus II, setelah siklus II dilaksanakan indikator keterampilan guru membuat Video Pembelajaran berbasis PowerPoint dan Filmora mencapai target. Ketiga, rata-rata post test yang diperoleh 76,6 % kategorinya sangat baik. Artinya kemampuan secara materi dapat diukur dan ada peningkatan sebesar 28,9%.
Pengunaan Metode Ummi dalam Pembelajaran Al-Qur’an Junaidin Nobisa; Usman
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i1.110

Abstract

Metode Ummi merupakan metode membaca Al-Qur’an yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Dalam pengajarannya, metode Ummi memiliki perbedaan jilid untuk anak-anak dan untuk orang dewasa. Untuk anak-anak, metode Ummi mengajarkan dengan 6 jilid sedangkan untuk orang dewasa diajarkan dengan menggunakan 3 jilid dan langsung diteruskan dengan Al-Qur’an.Tujuan tujuan yaitu 1. Mendeskripsikan pelaksanaan metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an, (2) mengetahui pengaruh metode Ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. Hasil penelitian mengungkapkan (1) Dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi sudah sistematis dan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang ditetapkan. Metode penyampaian yang digunakan adalah metode Klasikal Baca Simak, metode penyampaian ini mempunyai kelebihan dalam penyampaian materi. Kelebihan tersebut terletak pada realisasi untuk mewujudkan peningkatan kemampuan siswa dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. (2) Pengaruh metode Ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an adalah bahwa dalam proses pembelajaran metode sangat berpengaruh dalam keberhasilan atau tidaknya suatu pendidikan. Oleh karena itu, maka pengunaan metode yang tepat sangatlah penting. Setelah diterapkan kepada siswa bahwa, siswa mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid yang benar (tartil), siswa merasa senang dan semangat dalam belajar Al-Qur’an, siswa mampu membaca bacaan dengung dan jelas, bacaan panjang dan pendek, serta mampu membedakan lafadz Allah (tafkhim dan tarqiq), siswa mampu mengoreksi kesalahannya sendiri dan menghafal juz 30 juz 29 bahkan lebih dari 2 juz.
Tradisi Pemberian Belehan Perspektif ‘Urf di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro Diana Nur Safitri; K. Daud, Fathonah; Muhammad Aziz
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i1.111

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap tradisi belehan di desa Megale Kedungadem Bojonegoro. Metode penulisan ini berupa deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) melalui metode wawancara mendalam terhadap subyek untuk mendapatkan informasi secara langsung. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pemberian belehan di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro merupakan pemberian hewan ternak dari pihak laki-laki kepada perempuan asli Megale yang akan dinikahi. Hal ini bukan merupakan suatu kewajiban dalam pernikahan, tetapi sudah menjadi tradisi sehingga jika tradisi ini tidak dilaksanakan maka si pelaku akan dikenai sanksi sosial berupa gunjingan dari masyarakat sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi belehan yang dilaksanakan di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro termasuk kategori ‘urf shahih sehingga tradisi ini boleh dilaksanakan karena tidak melanggar ajaran Islam. Jika dilihat dari segi bentuknya tradisi belehan di Desa Megale termasuk kategori ‘urf ‘amali, karena merupakan tradisi yang berupa perbuatan. Sedangkan jika ditinjau dari segi cakupannya tradisi belehan di Desa Megale termasuk kategori ‘urf khusus karena hanya berlaku di Desa Megale.
Konsep Pendidikan Islam Perspektif Az-Zarnuji sebagai Wawasan dalam Pembelajaran Mubarok, Hayyul
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i1.113

Abstract

lImu merupakan pengetahuan yang berasal dari pengamatan panca indera, juga bisa disebut empirik, lImu juga dapat berawal dari cara berfikir manusia dengan menggunakan rasio. Tapi ada istilah mengatakan lImu yang paling utama adalah lImu alam dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga hal atau kondisi diri. Pendidikan lsIam merupakan usaha dalam membangun dan meningkatkan sumber daya manusia (human resources), bersama dengan kesehatan (health) dan kesejahteraan sosial (welfare) melalui konsep lsIami. Pendidikan lsIam perspektif Az-Zarnuji merupakan rancangan kegiatan yang paling banyak berpengaruh terhadap perubahan perilaku manusia dan suatu masyarakat, serta menjadi model pembelajaran dalam pendidikan yang efektif untuk menyiapkan masyarakat di masa depan. Sedangkan ruang lingkup Pendidikan Agama lsIam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan ketiga hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya. Pada ruang lingkup inilah konsep Az-Zarnuji memiliki peran besar, sehingga melalui konsep yang ditawarkannya ada wawasan khusus di dalam pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5