cover
Contact Name
Medi Yanuarto
Contact Email
-
Phone
+6281905518567
Journal Mail Official
integratedlab.journal@gmail.com
Editorial Address
Laboratorium Terpadu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adi Sucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Integrated Lab Journal
ISSN : 23390905     EISSN : 26553643     DOI : -
Integrated Lab Journal published by Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta as a media for scientific paper about educational laboratories. The focus and scope of journal is about : 1. Educational Laboratories Tools, Equipment, or Machine : Maintenace and safety Procedures and instalation Engineering and design Instrumentation and control Mechanism and construction 2. Material, Stuff, Ingredient, Component, Spare parts for educational laboratories : Storage and inventories Data and specification Purification Compound Mixture 3. Methods for educational Laboratories
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
METODE PEMBUATAN PLANKTON NET SEDERHANA Nunung Komalawati
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.878 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Plankton nets are used for planktonic aquatic organism collection. It has been widely used for long time on research and education at higher education, especially in the field of aquatic biology, fisheries and marine biology, and aquatic ecology. Therefore, manufactured and standard plankton nets are available. However, some laboratories have limited number of such manufactured plankton nets due to its high price. Handmade plankton nets are good alternative to provide reasonable number of plankton nets for research and education. Qualified handmade plankton nets are needed to ensure that qualified data are obtained. The aim of producing of plankton nets was to obtain handmade plankton nets with data quality similar to the data from manufactured plankton nets. Handmade plankton nets were designed to have a similar mesh size to common manufactured plankton nets that was No. 25. However, it has different specification to other manufactured plankton nets such as ORI and MDH plankton nets. Field examination has proven that data quality resulted by handmade plankton nets were not significantly different. This was due to that both handmade and manufactured plankton nets had a same mesh size. Data quality for plankton collections are depends on mesh size and plankton abundance in the water ecosystem, rather than depend on hand made or manufactured.
PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA (STUDI KASUS : UD.REKAYASA WANGDI W) Trio Yonathan Teja Kusuma; Muhammad Farid Salafudin Firdaus
Integrated Lab Journal Vol. 7 No. 2 (2019): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.419 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2019.20197203

Abstract

UD. Rekayasa Wangdi W adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai mesin dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan sendiri. Berbagai mesin dengan tingkat kerumitan berbeda-beda dikerjakan dengan 49 orang pegawai. 49 orang pegawai tersebut teridiri dari 34 orang pada bagian produksi dan 15 orang pada bagian administrasi dan pemasaran. Permasalahan yang terjadi adalah UD. Rekayasa Wangdi W tidak mampu memenuhi semua permintaan di setiap tahunnya. Terhitung rata-rata permintaan per tahun adalah 176 unit mesin dan yang dapat diselesaikan hanya 136 unit. Dari hasil observasi yang dilakukan, didapat bahwa salah satu penyebab terjadinya masalah tersebut adalah semakin kompleksnya mesin-mesin yang dipesan oleh konsumen. Kompleksitas mesin tersebut menyebabkan waktu proses menjadi lebih lama, sehingga dengan jumlah karyawan yang ada saat ini tidak mampu untuk menyelesaikan proses produksi secara tepat waktu. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan perhitungan untuk menentukan jumlah karyawan yang optimal, agar dapat memenuhi permintaan. Perhitungan diawali dengan membagi tipe mesin dibagi kedalam 4 level, yaitu level Rumit Besar, Rumit Kecil, Tidak Rumit Besar, dan Tidak Rumit Kecil. Penentuan jumlah karyawan dilakukan dengan jalan menentukan waktu siklus, waktu normal , waktu standar dalam proses pembuatan mesin. Dari hasil perhitungan waktu standar selanjutnya ditentukan jumlah karyawan yang optimal. Jumlah karyawan yang optimal didapatkan sebesar 49 orang, sedangkan UD Rekayasa Wangdi W baru memiliki 34 orang. Oleh karena itu maka perlu ada penambahan sebanyak 15 orang. Dengan penambahan sejumlah 15 orang , diharapkan UD Rekayasa Wangdi W mampu meningkatkan produktifitas dan mampu memenuhi pesanan.
RANCANG BANGUN INSTRUMEN URINE ANALYZER SYSTEM BERBASIS RESISTANSI BAGI ANALISIS GANGGUAN FUNGSI GINJAL Frida Agung Rakhmadi; Karmanto Karmanto; Ika Nugraheni Ari Martiwi
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.579 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversibel yang berasal dari berbagai penyebab penyakit. Penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia memiliki angka prevalensi yang sangat tinggi. Monitoring fungsi ginjal secara teratur  penting untuk pencegahan dan deteksi dini penyakit gagal ginjal kronik. Monitoring fungsi ginjal dapat dilakukan dengan metode urinalisis. Metode urinalisis yang umum digunakan saat ini adalah metode urinalisis secara kimiawi dan biologi. Penggunaan sensor sebagai instrument analisis urin untuk mendeteksi kesehatan ginjal memiliki potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan mengingat keterbatasan-keterbatasan metode urinalisis secara kimiawi dan biologi yang ada saat ini, oleh karenanya penelitian ini difokuskan pada design atau rancang bangun sensor pembagi tegangan berbasis resitansi serta kajian sensitifitas dan presisi sensor. Secara garis besar penelitian rancang bangun instrumen urine analyzer system berbasis resistansi bagi keperluan analisis gangguan fungsi ginjal dilakukan dalam dua tahapan yakni tahap pembuatan sensor dan uji karakteristik sensor. Uji karakteristik sensor yang dilakukan berupa uji karakteristik statis yang meliputi fungsi transfer besarta faktor korelasinya, sensitifitas, akurasi, dan presisi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa fungsi transfer dari sensor yang telah dibuat adalah eksponensial  dengan faktor korelasi (r) sebesar -0,942. Uji sensitifitas sensor menunjukan bahwa sensor memiliki sensitifitas sebesar -2,58 x 10-7 V/Ω dengan kategori baik, sedangkan uji presisi sensor menunjukan angka presisi 92,01%.
RANCANG BANGUN MINI REAKTOR DAN UJI REAKTOR PADA PERENGKAHAN KATALITIK LEMAK SAPI MENJADI BAHAN BAKAR CAIR MENGGUNAKAN KATALIS MgO DAN ZEOLIT Adi Riyadhi; Syahrullah Syahrullah
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.361 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Animal fats such as beef fat/tallow widely available on the market and relatively cheap. Public awareness is high enough the importance of health by reducing the consumption of fatty foods, making animal fat is not utilized to the maximum, so the research was about catalytic cracking beef fat/tallow into liquid fuels with the opened reactor  using a  nature zeolite and MgO as catalyst. The colour of liquid that produced by the opened reactor and using natural zeolite catalyst was clear yellow liquid oils with the composition of the carbon chain were C12- C20. The results of GC - MS analysis showed that the composition of the group of compounds were 64.51% of alkanes, 27.37% of alkenes, 0.7% of aldehyde, 4.34% of ketone and 3.08% of fatty acids. The colour of liquid that produced by the opened reactor and using MgO catalyst was brownish yellow liquid oils. The results of GC-MS analysis showed that the composition of the carbon chain were 17.85% of C7-C11 and 82.15 % of C12-C19. The results of GC-MS analysis showed that the composition of the group of compounds were 57.6% of alkanes, 32.16% of alkenes and 10.24% of ketones. The composition of the cracking results tallow oil compounds using natural zeolite catalysts showed that the oil can be used as a diesel, while using MgO catalyst generated 17.85 % of liquid fuels equivalent of petrol and 82.15 % liquid fuels equivalent diesel.
IMPLEMENTASI BABY MONITOR UNTUK PENGAWASAN DAN PENGELOLAAN KEGIATAN DI LABORATORIUM MULTIMEDIA IAIN SURAKARTA Syahirul Faiz
Integrated Lab Journal Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.241 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2018.%x

Abstract

The increasing demands of innovation in learning methods led to an increase in the intensity of computer usage, including in multimedia laboratory at IAIN Surakarta. It is characterized by the increased amount of usages, not only for regular activities, such as practicum but also for non-regular activities such as training and computer-based test. Supervision for such activities is necessary because of the limited human resources to oversee the activity and a large number of computers and electronic devices which have to be watched. In addition to surveillance, an audio-visual tool is required to manage these activities remotely to replace human roles due to the limited human resources. One solution to overcome these problems is to install a baby monitor in the laboratory to monitor the computers and to manage certain activity remotely. This is done by implementing baby monitor and controlling it through an app called CMSClient (for desktop) and Yoosee (for Android). Based on the results of the experiments conducted, it can be concluded that the tools and applications can help the human to supervise and manage activities in the laboratory. Some of the functions provided by such devices and apps are live streaming, video playback, two-way audio, motion detector, and alarm notification.
ANALISIS NITRAT REDUKTASE SECARA “IN-VIVO” PADA TANAMAN JAGUNG, KACANG HIJAU, TEBU, UWI DAN CABAI Edy Suryono
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.692 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Nitrate Reductase (NR) is an enzyme that catalyzes the nitrate to nitrite and are inducible because its activity can be enhanced by the addition of substrate. Plants obtain nitrogen by absorbing nitrate or ammonia ions present in the soil, the absorption of ionic compounds are used to form various nitrogen compounds such as proteins. The purpose of this study are : (1) measure, analyze the activity of nitrate reductase (ANR) maize plant leaves, green beans, sugar cane, chili, uwi and chili in “in-vivo”, (2) determining the value of ANR with the manufacture of standard curve NO2 (compound product) from the leaves of corn plants, green beans, sugar cane, uwi and chili, (3) learn Nitrate Reductase Activity (ANR) pepper plants were not cultivated, and fertilized with (NaNO3): 0.1, 0.2 and 0.4, and (5) determining the value of ANR with the manufacture of standard curve NO2 (compound product) from pepper plants were fertilized and not fertilized and the chilli plant organs. The tools used in the study of measurement ANR in vivo, the distribution of nitrate reductase and the physiologic effects of plants on the ANR is: a razor blade, the base to create a wedge, scales semi- analytic, tubes dark (movie), test tubes, micropipette, pipettes measure (5 ml), vortex and spectrophotometers.  Materials used in the study in vivo measurement of ANR is a chili plant leaves, maize, uwi, sugarcane, green beans, 5M NaNO3, NaNO2 0,6M, 0.1 pH 7.5 phosphate buffers; 0.02 % NED (Napthyediamine), 1 % SA (sulfanilamide) in 3N HCl and distilled water.  Materials used to study the distribution of nitrate reductase and plant physiological effect to ANR is the chili plants before flowering, during flowering and fruiting moment, while khemikalia ANR together with lab measurements in vivo.  The results showed that: (1) The pepper plant is a plant that has activity Nitrate Reductase highest among five tested plants, while the plants uwi have nitrate reductase activity low, (2) long incubation can reduce the activity of Nitrate Reductase from five plant species tested, (3) based on the organs of plants, the highest measurements on leaves, based on the plant age measurements the ANR highest at seedling, (4) based on  the leaf position, the ANR measurment of  highest  at section near the base, and (5) based on fertilization of NaNO3, the ANR measurement of  highest  at a concentration of 0.2 M.
PENENTUAN NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR INLET LABORATORIUM PENGUJIAN FISIS POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA Eko Nuraini; Tantri Fauziah; Fajar Lestari
Integrated Lab Journal Vol. 7 No. 2 (2019): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.356 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2019.20197206

Abstract

Kegiatan di laboratorium salah satunya menghasilkan hasil samping berupa limbah baik itu padatan, cairan ataupun bentuk gas. Laboratorium pengujian fisis dalam kegiatannya menghasilkan limbah tidak hanya betuk padatan akan tetapi menghasilkan limbah cair dari hasil pengujian Shrinkage Leather dan Pengujian Kemasakan Kulit. Selama ini limbah hasil praktikum langsung dibuang di tempat bak pencucian sehingga dengan berjalannya waktu akan mencemari lingkungan sekitar. Sebagai pranata laboratorium yang bekerja di laboratorium bertugas untuk mengolah sebelum limbah di buang, akan tetapi sebelum dilakukan pengolahan limbah inlet perlu diketahui karakteristiknya sehingga nantinya bisa diketahui metode yang akan digunakan untuk mengolah. Penulis memilih parameter BOD dan COD  digunakan untuk pengujian sampel limbah inlet hal ini karena pengujian BOD dan COD bisa digunakan sebagai penduga adanya pencemaran dalam limbah walaupun bukan sebagai penentu. Metode yang digunakan  menggunakan yodometri untuk BOD dan reflux untuk pengujian COD. Hasil pengujian mendapatkan 64,36 mg/L dan 195127,2 mg/L. Dengan melihat nilai hasil uji yang masih tinggi sebaiknya limbah inlet diolah secara kimia sebelum dibuang.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT PADA EDIBLE FILM UMBI GANYONG DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KUALITAS BUAH TOMAT Mariyana Kusumawati; Endaruji Sedyadi; Irwan Nugraha; Karmanto Karmanto
Integrated Lab Journal Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.868 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2018.%x

Abstract

Penelitian tentang pembuatan edible film dan karakteristik edible film telah dilakukan dengan mencampurkan umbi ganyong, lidah buaya, gliserol dan ekstrak kunyit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kunyit terhadap sifat mekanik edible film dan pengaruhnya terhadap masa simpan dari buah tomat. Tahapan yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik edible film yaitu dengan uji ketebalan, kuat tarik, elongasi, modulus young, dan laju transmisi uap air (WVTR) sedangkan untuk mengetahui masa simpan dari buah tomat dilakukan uji susut bobot dan uji tekstur. Variasi ekstrak kunyit yang ditambahkan ke dalam larutan edible film yaitu 0,5; 0,75; dan 1% (b/b total). Hasil sifat mekanik edible film terbaik kemudian diaplikasikan terhadap buah tomat. Penambahan ekstrak kunyit dengan hasil uji sifat mekanik terbaik yaitu 0,75% (b/b). Penambahan ekstrak kunyit mempengaruhi sifat mekanik dari edible film yaitu ketebalan edible film meningkat dari 0,03 menjadi 0,067mm, kuat tarik menurun dari 11,89 menjadi 8,19 Mpa, penurunan nilai elongasi dari 12,71 menjadi 7,95%, modulus young meningkat dari 0,94 menjadi 1,03 Mpa dan nilai WVTR mengalami kenaikan dari 7,45 menjadi 9 g/m2jam. Pemanjangan masa simpan buah tomat dapat ditinjau dari 50% penyusutan bobot buah tomat, perubahan masa simpan buah tomat yang tidak dilapisi edible film (kontrol) yaitu 45 hari menjadi 48 hari (buah tomat  dilapisi edible film tanpa ekstrak) dan buah tomat yang dilapisi edible film dengan penambahan ekstrak yaitu 60 hari. Sedangkan apabila ditinjau dari  prosentase penurunan tekstur 63%, masa simpan buah tomat dari 7 hari menjadi 7,5 hari (pelapisan edible film tanpa ekstrak) dan 186 hari (pelapisan edible film dengan penambahan ekstrak).
APLIKASI ALAT ELEKTRODEKOLORISASI DENGAN ELEKTRODE SENG DAN KARBON BEKAS UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH ZAT WARNA HASIL PRAKTIKUM DAN PENELITIAN (STUDI KASUS DI LABORATORIUM TERPADU UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Isni Gustanti; Indra Nafiyanto
Integrated Lab Journal Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.587 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2016.%x

Abstract

Integrated Laboratory UIN Sunan Kalijaga outline has three functions, namely as a service practice, research and public service (community service). As a function for practice and research using diverse materials to chemicals, one of which is a synthetic dye. If we observe, sewage waste dye lab work and research results are still stored in tanks of waste and waste have not been processed to become complex dye. Waste dye is then processed by means of elektrodekolorisasi using zinc and carbon electrodes former.Elektrodekolorisasi with zinc and carbon electrodes on the former waste dye lab results and research in the Laboratory of Integrated UIN Sunan Kalijaga, carried on the strong current of 2 A, voltage of 8 volts and 30 seconds. Waste dye in the Integrated Laboratory UIN Sunan Kalijaga can didekolorisasi with elektrodekolorisasi tool uses zinc and carbon electrodes in normal conditions, acidic (pH 2) and the addition of salt. In normal conditions, the percentage of samples elektrodekolorisasi to 1 at 13.09% and the samples to 2 at 14.09%. In acidic conditions (pH 2), the percentage of samples elektrodekolorisasi 3 to 63% and the samples to 4 of 82.25%. On the condition of adding salt (NaCl), the percentage of samples elektrodekolorisasi to 5 at 99.68% and the samples to 6 amounted to 99.60%. Based on the results elektrodekolorisasi, the most optimal conditions the addition of salt in waste mendekolorisasi dye.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK LIDAH BUAYA DENGAN PEMLASTIS SORBITOL TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN DEGRADASI PLASTIK BIODEGRAD Dahlia Rahima; Endaruji Sedyadi; Imelda Fajriati; Sudarlin Sudarlin
Integrated Lab Journal Vol. 7 No. 1 (2019): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.213 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2019.%x

Abstract

Plastik Biodegradabel yang dibuat dari campuran pati garut, sorbitol, asam asetat, dengan penambahan ekstrak lidah buaya telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya terhadap sifat mekanik dan sifat degradasi plastik Biodegradabel dalam tanah. Metode dalam pembuatan plastik Biodegradabel dengan penambahan ekstrak lidah buaya ada empat tahap, yaitu pembuatan ekstrak lidah buaya, pembuatan plastik Biodegradabel, karakterisasi plastik Biodegradabel, dan uji biodegradasi plastik. Berat ekstrak lidah buaya divariasikan masing-masing yaitu 0; 0,1; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1,4 gram. Plastik Biodegradabel kemudian dikarakterisasi dengan FTIR, untuk mengetahui gugus fungsi dalam plastik. Uji mekanik dilakukan untuk mengetahui ketebalan, kuat tarik, dan elongasi plastik. Uji biodegradasi kemudian dilakukan pada sampel tanah. Kelembapan, pH, dan temperatur tanah dijaga agar selalu konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak lidah buaya dapat meningkatkan nilai ketebalan plastik sampai 0,11 mm. Penambahan ekstrak lidah buaya dapat pula meningkatkan nilai elongasi hingga 16,99% pada penambahan 1,4 gram. Kuat tarik plastik mengalami penurunan menjadi 4,66 MPa pada penambahan 0,5 gram lidah buaya. Laju serapan air yang dihasilkan pada penambahan ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi 0,1 gram hanya menyerap 30% air. Uji biodegradasi plastik Biodegradabel menggunakan media tanah menunjukkan bahwa plastik dapat terdegradasi di tanah dalam waktu 12 hari.

Page 7 of 14 | Total Record : 132