cover
Contact Name
Rahmi Hidayati
Contact Email
rahmihidayati54@gmail.com
Phone
+6282322515697
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Ringroad Selatan Blado Potorono Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)
ISSN : -     EISSN : 27157431     DOI : https://dx.doi.org/10.32504
Core Subject : Health,
Humanism: Journal Of Community Empowerment adalah Jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini fokus pada karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang Ilmu Kesehatan Masayrakat, Ilmu Keperawatan dan farmasi serta ilmu-ilmu yang sebidang dengan kesehatan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2024)" : 5 Documents clear
PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN REMAJA MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK PENGELOLAAN KEUANGAN Kurniasari, Chanif; Pandowo, Hedi; Anggoro, Sarni; Isnaningsih, Tantiana; Khamid, Ahmad
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1031

Abstract

Perkembangan pola konsumsi yang mudah diakses saat ini menjadikan literasi keuangan sebagai hal yang serius dan penting untuk diterapkan pada setiap kalangan remaja. Remaja harus mulai mampu mengelola keuangan untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam kehidupan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat dilakukan dalam bentuk edukasi dan praktik pengelolaan keuangan. Kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktik pengelolaan keuangan. Kegiatan dilakukan di SMK Bintama. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMK Bintama Yogyakarta telah terlaksana edukasi dan praktik pengelolaan keuangan sebagai upaya peningkatan literasi keuangan remaja. Hasil kegiatan tampak peserta antusias mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi sebelum dilakukan edukasi mayoritas peserta belum mengetahui tentang cara pengelolaan keuangan (20%) dan seluruh peserta belum melakukan pengelolaan keuangan pribadinya (100%). Evaluasi setelah kegiatan didapatkan hasil seluruh peserta mempraktekkan pengelolaan keuangan pribadinya dan hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan 91% peserta memiliki pengetahuan kategori baik tentang pengelolaan keuangan. Melihat hasil yang ada maka tujuan dalam kegiatan ini yaitu upaya peningkatan literasi keuangan remaja berhasil dengan baik yang ditunjukkan dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan.
EDUKASI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA Ispandiyah, Woro; Khotimah, Anis
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1125

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dan pertumbuhan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional dan psikologis. Masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat tentunya sulit dihindari atau dihilangkan. Permasalahan sosial seperti kenakalan remaja disebabkan oleh faktor budaya yang sulit dihilangkan. Salah satu masalah sosial yang muncul di lingkungan masyarakat adalah kenakalan remaja. Misalnya bullying, narkoba, tawuran dan tindak kekerasan seksual, sex bebas dan isu sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral serta perilaku menyimpang, ilegal, dan destruktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MA Annur, Sewon, Bantul, yang menyasar para santri pondok pesantren. Mereka menghadapi tantangan dalam memperoleh informasi kesehatan yang akurat serta keterbatasan pengawasan yang memadai, sehingga rentan terhadap kenakalan remaja, seperti bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan perilaku menyimpang lainnya. Metode yang digunakan yaitu edukasi berbasis penyuluhan dalam mencegah kenakalan remaja sebagai cara pemasaran sosial kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam rangka pencegahan kenakalan remaja pada sejumlah 50 partisipan. Adapun tahapan dalam intervensi adalah pretest, diskusi dengan snowball, ceramah, tanya jawab dan postest. Peserta sangat antusias pada setiap tahapan yang dilaksanakan dan memberikan respon positif berupa keaktifan dalam diskusi snowball maupun pada sesi tanya jawab. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi santri terutama pada pengetahuan tentang informasi kesehatan.
EDUKASI INTERAKSI SOSIAL PADA KELUARGA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA Setyowati, Sri; Iskandar, Edi; Supatmi, Supatmi; Tursilowati, Sri Yuni; Suyatno, Suyatno
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1196

Abstract

Saat ini populasi lansia terdata terus mengalami peningkatan. Dalam proses peningkatan jumlah lansia memungkinkan juga terjadi peningkatan pada masalah kesehatan. Pada sisa akhir hidupnya lansia pasti menginginkan hidup yang berkualitas. Kualitas hidup yang memuaskan akan dirasakan lansia jika mereka dapat menikmati hidup dan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Lansia yang memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan dapat ditunjukkan dengan kesehariannya dalam berinteraksi sosial baik dengan lingkungan masyarakat maupun keluarga. Melihat hal tersebut maka dukungan keluarga sangat diperlukan untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Metode pengabdian menggunakan penyuluhan, diskusi dan tanya jawab. Pengabdian ini dilakukan di Posyandu Matahari Sewon Bantul Yogyakarta. Peserta adalah keluarga yang memiliki lansia dan lansia yang hadir dalam kegiatan posyandu. Jumlah peserta ada 40 orang. Hasil pengabdian menunjukkan adanya antusias peserta hadir mengikuti kegiatan ini sampai selesai, peserta aktif bertanya sehingga mereka komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan lansia dan hasil evaluasi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya interaksi sosial untuk kualitas hidup lansia. Melihat hasil yang ada maka disimpulkan program edukasi interaksi sosial pada keluarga lansia sebagai upaya peningkatan kualitas hidup lansia berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan.
BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA EDUKASI REMAJA CEGAH STUNTING Widayanti, Tri; Rahayu, Bety Agustina; Sutono, Sutono
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1210

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan bergizi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak yaitu panjang badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Permasalahan kesehatan pada remaja putri, seperti rendahnya kadar hemoglobin dan status gizi yang kurang dapat menjadi masalah apabila dibiarkan, karena akan menyumbang angka stunting di masa depan. Melihat masalah yang ada, maka generasi remaja memerlukan perhatian khusus terutama remaja putri, pada usia ini mereka akan mengalami masa menstruasi. Kondisi tersebut harus ditopang dengan kebutuhan gizi yang sehat dan cukup seimbang. Apabila asupan gizi kurang maka dapat menyebabkan status gizi yang kurang dan berakibat pada kejadian anemia. Kasus anemia apabila tidak diketahui secara awal dan dibiarkan terus menerus berdampak pada kualitas kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja melalui pemberian dan penjelasan buku saku stunting. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Padukuhan Pungkuran Pleret Bantul, dengan memberikan edukasi menggunakan media buku saku. Sebelum edukasi diberikan, dilakukan evaluasi awal untuk mengukur pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting. Selanjutnya, evaluasi akhir dilakukan tiga minggu setelah pemberian buku saku. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah menerima edukasi melalui buku saku.
EDUKASI STUNTING PADA REMAJA DI KELURAHAN COKRODININGRATAN KOTA YOGYAKARTA Kumalasari, Vita; Adnani, Hariza
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v6i3.1231

Abstract

Pada tahun 2022 prevalensi balita stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 16,4%, angka ini masih di atas target nasional yaitu di bawah 14%. Salah satu program pencegahan stunting di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta adalah pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang pendistribusiannya dilakukan ke wilayah dan sekolah (SMP, SMA/K). Namun program ini masih kurang efektif karena banyak remaja putri yang tidak meminum tablet penambah darah yang diberikan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan para siswi SMP dan SMA/K akan pentingnya mengkonsumsi tablet penambah darah untuk mencegah stunting. Tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi siswi SMP dan SMA/K mengenai stunting. Pengabdian ini dilaksanakan di Aula lantai 2 kantor Kelurahan Cokrodiningratan yang diikuti oleh perwakilan siswi SMP dan SMA/K seKelurahan Cokrodiningratan. Sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang stunting dan pada tahap evaluasi dibagikan kuesioner posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai stunting, faktor-faktor penyebab dan cara mencegah stunting mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari nilai posttest peserta yang mengalami peningkatan jika dibandingkan nilai pretestnya. Dengan ilmu yang didapatkan diharapkan peserta dapat mulai mengubah pola hidup dan rutin meminum tablet penambah darah yang diberikan Puskesmas Jetis sebagai salah satu upaya menuju Indonesia “zero stunting”, serta dapat menjadi role model dan turut berperan aktif dalam pencegahan stunting, sehingga kedepan semua dapat anak tumbuh sehat dan menjadi generasi muda yang berkarakter dan tangguh serta memiliki daya saing. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5