cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
Desain Water Quality Control pada Otomatisasi Kincir Air dan Penggantian Air Tambak Udang Menggunakan Software Cx-Programmer yang Terintegrasi dengan Programmable Logic Controler (PLC) CPM1A Rimas Dwi Klarawati; Gurum Ahmad Pauzi; Arif Surtono
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.53297

Abstract

Telah direalisasikan Desain Water Quality Control pada Otomatisasi Kincir Air dan Penggantian Air Tambak Udang menggunakan Software Cx-One yang Terintegrasi dengan Programmable Logic Controler (PLC) CPM1A. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuisistemotomatisasiwater Quality Controlyang mengoperasikan relay output/aktuator yaitu pompa dan kincir. Sensor input (Dissolved Oxygen (DO), Salinitas, pH dan suhu) dari pembacaan sensor diubah kedalam bentuk relay, sehingga yang diterima PLC berupa nilai 0 dan 1. Kemudian diproses oleh PLC dan menghasilkan keputusan 0 dan 1 pada relay output. PLC akanmenerimasinyal input danmengendalikaninstrumentasi output sertamelaksanakantugassesuaidenganperintah program yang dibuat. Apabila nilai input mencapai referensi yang telah diberikan, maka PLC akan  mengeksekusi program  mengaktifkan relay output (pompa dan kincir). Hasil penelitian diperoleh bahwa  nilai Salinitas, pH dan suhu dalam keadaan normal sehingga aktuator pompa dalam keadaan OFF. Sedangkan pada nilai sensor input Dissolved Oxygen (DO) dalam keadaan ON ketika nilai Dissolved Oxygen<4 ppm  yaitu 3.39 ppm – 3.93 ppm sehingga aktuator kincir  bermode ON. 
Analisis Potensial Gravitasi Disebakan oleh Bodi Menyerupai Bola Ari Setiawan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.53340

Abstract

Ada perbedaan dalam menentukan bentuk spheroid referensi. Perataan bumi sudah ditemukan dan diukur pada akhir abad ke-18. Terlihat bahwa jarak antara derajat garis lintang yang diukur, misalnya dengan sextant, berbeda dari yang diharapkan dari bola. Pada 1743, Clairaut menunjukkan bahwa spheroid referensi juga dapat dihitung langsung dari medan gravitasi yang diukur g. Penurunannya didasarkan pada perhitungan potensial U pada titik P karena bentuk benda hampir bulat, dan hanya berlaku untuk titik di luar atau dalam batas pada permukaan benda. Bagaimana pengukuran gravitasi yang digunakan untuk menentukan spheroid referensi dikenal sebagai rumus MacCullagh. Penyelesaian perhitungan potensial dapat diselesaiakan dengan Persamaan Laplace ∆2U = 0, dalam koordinat bola. Bidang potensial di luar sumber memenuhi Persamaan Laplace, solusinya berikut:U(r,θ,φ) = R(r)O(θ)Q(φ). Solusi generik untuk U didapat dengan menggabungkan perilaku radial, longitudinal dan latitudinal pada persamaan yang dikenal dengan harmonik bola solid derajat l dan orde m. Dalam penelitian telah divisualisasikan perilaku harmonik bola berdasarkan nilai l dan m untuk mengidentifikasi tiga jenis harmonik yaitu harmonik zonal, sektoral, dan tesseral, dan visualisasi gravitasi di dalam dan diluar lembaran tipis massa sebuah bola.
Identifikasi Potensi Tanah Longsor Menggunakan Metode Mikrotremor Di Dusun Tegalsari Desa Ngargosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Ayu Syahputri; Sismanto Sismanto
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.53636

Abstract

Tanah longsor adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Banyak faktor yang menyebab tanah longsor terjadi antara lain curah hujan yang tinggi, topografi yang curam, lapisan sedimen yang tebal dan pergerakan tanah. Salah satu daerah yang sering mengalami tanah longsor adalah Kecamatan Samigaluh. Oleh karena itu, pengambilan data mikrotremor dilakukan di Dusun Tegalsaari Desa Ngargosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengetahui nilai frekuensi dominan dan amplifikasi di daerah tersebut yang diperoleh dari metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Selanjutnya, nilai frekuensi dominan dan amplifikasi diolah untuk mengetahui indeks kerentanan seismik, ketebalan lapisan sedimen, peak ground acceleration dan ground shear strain yang digunakan untuk mengetahui daerah yang berpotensi mengalami tanah longsor. Berdasarkan hasil analisis data mikrotremor diperoleh nilai frekuensi dominan antara 2,1 Hz – 18,7 Hz, nilai amplifikasi berkisar antara 1,4 sampai 8,1, indeks kerentanan seismik antara 0,27 – 26,04 s2/cm, nilai PGA berkisar antara 81,36  – 245,42 gal, ground shear strain antara 2,39 x 10-5 – 2,30 x 10-3 dan ketebalan sedimen berkisar antara 9,06 – 89, 55 meter. Daerah dengan potensi tanah longsor yang tinggi ditentukan dengan menganalisis persebaran nilai amplifikasi, indeks kerentanan seismik, ketebalan lapisan sedimen, peak ground acceleration, dan ground shear strain sehingga diperoleh daerah yang memiliki potensi tanah longsor tinggi berada di area 16, 46, 92, 100, 101, 103, 104, 105, 113, dan 114.
Pemasangan Sistem Telemetri Untuk Pemantauan Aktivitas Gunungapi (Studi Kasus Pemantauan Suhu G. Kelud, Jawa Timur) Imam Suyanto; Wahyudi Wahyudi; Eddy Hartantyo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.53900

Abstract

Seringkali pemantauan gunungapi yang dilakukan secara langsung sangat berbahaya, terutama pada saat ada kenaikan aktivitas. Untuk itu diperlukan upaya agar pemantauan gunungapi dapat dilakukan dari jarak yang aman. Untuk maksud tersebut telah dibuat rancang bangun sistem telemetri, yang untuk langkah pertama digunakan untuk memantau perubahan suhu kawah Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Propinsi Jawa Timur. Sistem telemetri yang telah terpasang diharapkan dapat digunakan dalam jangka waktu lama, minimal dalam 1 tahun mendatang akan terus dievaluasi. Pemantauan bisa dilakukan 24 jam sehingga jika terjadi keadaan kritis dapat segera diketahui.Penelitian dimulai dengan merancang sistem telemetri yang praktis, berbiaya rendah, dan mudah dalam perawatannya. LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) dipilih karena dapat mendukung tujuan tersebut. Parameter suhu dipilih untuk diamati karena tidak memerlukan pencacahan tinggi dan dapat mencerminkan adanya dinamika dari Gunung Kelud.
Analisis Densitas Pada Citra Mammograph Diagnost AR Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Rosa Melinda; Amir Supriyanto
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.54124

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kinerja pesawat mamografi dalam menganalisis perbedaan densitas rata-rata pada sampel A, B, C, D, E, dan F dengan objek pasien normal, phantom, dan jaringan jeruk berdasarkan hasil radiograf pesawat mammograph Diagnost AR. Metode yang dilakukan dalam pengambilan data diantaranya pengamatan secara tidak langsung dengan mengambil data pasien, pengamatan secara langsung dengan objek phantom dan jaringan jeruk menggunakan pesawat mamografi, serta pengamatan untuk menganalisis densitas menggunakan alat densitometer. Pengambilan data dilakukan menggunakan dua proyeksi yaitu proyeksi cranio caudal (CC) dan mediolateral oblique (MLO) Densitas rata-rata pada sampel A dan B (pasien) menggunakan proyeksi CC sebesar 0,48 dan proyeksi MLO sebesar 0,76. Pada sampel C dan D (phantom) menggunakan proyeksi CC sebesar 0,60. Pada sampel E dan F (jaringan jeruk) menggunakan proyeksi CC sebesar 0,76.
Pengaruh Stack Berbahan Alami (Serat Nanas) dan Non-Alami (Benang Wool) Pada Sistem Pendingin Termoakusti Qonitatul Hidayah; Putih Asmara; Ikhsan Setiawan; Agung Bambang Setio Utomo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.54333

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh stack bahan alami (serat nanas), dan bahan non-alami (benang wool) serta diberi penukar kalor tambahan yang dialiri air. Adapun Resonator yang digunakan berbentuk silinder dengan satu ujung tertutup, sedangkan ujung terbukanya dihubungkan dengan loudspeaker yang menyediakan gelombang bunyi (sistem standing wave). Hasil yang diperoleh adalah bahwa telah terjadi perubahan suhu pada tandon di kiri-kanan stack serat nanas (bahan alami), atau benang wool (bahan non-alami) yang kemudian disebut tandon panas dan dingin. Penurunan suhu tandon dingin terbesar menggunakan jenis stack serat nanas (6 cm) dengan penurunan suhu sebesar (11,2 ± 0,1) ◦C, dan stack benang wool sebesar (13,6 ± 0,1) ◦C. Dengan demikian telah terwujud sebuah pendingin termoakustik menggunakan stack serat nanas dan benang wool serta penukar kalor tambahan yang dialiri air dalam rangka meningkatkan kinerja sistem.
Pemantulan Dan Pembiasan Gelombang Elektromagnetik Terpolarisasi-p Pada Sisi Kiri Bahan Magnet FeF2 Dengan Konfigurasi Voigt Nanda Efbriyansyah; Roniyus Marjunus; Agus Riyanto
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.54337

Abstract

Telah dilakukan telaah teoretis tentang proses pemantulan dan pembiasan gelombang elektromagnetik terpolarisasi-p pada sisi kiri bahan magnet FeF2 dengan Konfigurasi Voigt. Telaah ini dilakukan dengan cara memformulasikan nilai dari gelombang datang, gelombang terpantul dan gelombang terbiasnya kemudian digunakan persamaan isotrop linier untuk membuktikan kebenaran dari persamaan yang didapat setelah itu digunakanlah persamaan tersebut untuk mengetahui grafik nilai dari reflektansi dan transmitansinya dengan bantuan software Matlab. Dari telaah teoretis ini didapatkan informasi bahwa reflektansi (R) dan transmitansi (T) pada bagian sisi kiri bahan magnet FeF2 bersifat resiprok yang berarti tidak terjadi perubahan nilai ketika terjadi perubahan tanda medan magnet dari luar (H0) maupun perubahan tanda sudut datang (θ).
Deteksi Karakteristik Peluruhan Radionuklida Medis 99Mo Untuk Memperoleh 99mTc Menggunakan Spektrometer Gamma dengan Sumber Standar Cair Campuran 133Ba dan 152Eu Mawar - Mawar; Sri Dewi Astuti; Siska Febriana
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.54405

Abstract

Technetium-99m (99mTc) is a subsidiary of metastable 99Mo with a half-life of 6 hours. The relatively short half-life, causing 99mTc widely used for diagnostic purposes in nuclear medicine, especially in bone scanning for a faster decay. This research aims to determine the optimal time to product formation of 99mTc until elution profiles have detected 99Mo energy. The instrument used is the 99Mo/99mTc generator with standard sources 133Ba and 152Eu liquid mixture. The results obtained showed that 99mTc radioisotope production is still good until the third day elution 99Mo, whereas in the fourth to ninth day 99Mo energy detected on the decline, so that the activity of the 99mTc resulting product cannot be used for diagnosis.
Perhitungan Burn Up pada Reaktor HCLWR Model Geometri Kotak Tiga Dimensi dengan Bahan Bakar Thorium Menggunakan Kode COREBN Hasni Handayani; Yanti Yulianti; Posman Manurung
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i2.57167

Abstract

Penelitian tentang perhitungan burn up pada reaktor HCLWR model geometri kotak tiga dimensi dengan bahan bakar thorium menggunakan kode Corebn telah dilakukan. Perhitungan dilakukan dengan simulasi komputasi menggunakan kode COREBN pada program System Reactor Atomic Code (SRAC). Parameter yang dianalisis pada penelitian ini meliputi pengayaan bahan bakar, periode, total power, dan konfigurasi. Hasil perhitungan memperoleh semakin besar persentase pengayaan pada U233, maka nilai keff akan semakin meningkat. Persentase yang optimal pada pengayaan bahan bakar U1 1% dan U3 4%. Semakin lama periode burnup (385 – 405 hari) dan besar total power (244-247 MWt), maka nilai keff  akan menurun dan nilai CR meningkat. Perubahan konfigrasi memperoleh rapat daya maksimum 336,0367 Watt/cm3dan nilai rapat daya yang konstan pada kolom x baris y, dan z. Desain reaktor yang dapat menghasilkan nilai rasio konversi 1 dengan keff dapat membuat reaktor menyala hingga akhir yaitu ketika pengayaan bahan bakar U1 1% dan U3 3%, periode 150 hari dan fraksi volume 45,0% bahan bakar, 11,3% selongsong, 43,7% moderator.

Page 1 of 1 | Total Record : 9