cover
Contact Name
Jurnal CWE
Contact Email
jurnal@cwe.ac.id
Phone
(021) 82603550
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Gapura No 8 Rawa Banteng, Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI
ISSN : 20860412     EISSN : 26866307     DOI : -
Jurnal Citra Widya Edukasi merupakan jurnal ilmiah yang sangat terkait dengan ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian dan perkebunan, teknologi pengolahan serta manajemen logistik. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi ilmiah bagi para pakar, peneliti dan praktisi yang bergerak di ketiga bidang ilmu tersebut.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012" : 8 Documents clear
Teknik Penanganan Kehilangan (Losses) Brondolankelapa Sawit Pada Areal Berbukit di Perkebunan Kelapa Sawit PT Tintin Boyok Sawit Makmur Propinsi Kalimantan Barat Aang Kuvaini
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.748 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Februari - Mei 2010 bertempat di perkebunan kelapa sawit PT. Tintin Boyok Sawit Makmur di desa Tingting Boyok, kecamatan Sekadau Hulu, kabupaten Sekadau, propinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah : Menentukan besarnya losses brondolan kelapa sawit di areal datar dan berbukit, Mengidentifikasi faktor penyebab losses brondolan kelapa sawit, dan Membuat strategi penanganan losses brondolan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified sampling untuk menentukan lokasi sampel. Sedangkan pengambilan data menggunakan metode SKBS atau Sensus Kerapatan Buah Semester langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Losses brondolan terbanyak terjadi pada daerah piringan kelapa sawit, terutama pada areal yang berbukit yaitu sebesar 6.652 buah (brondolan) dari total losses brondolan sebesar 9.997 pada 99 pokok kelapa sawit yang dipanen pada 239 sampel pokok. Untuk areal datar losses yang terjadi di piringan sebesar 3.568 buah (brondolan) dari total losses brondolan sebesar 5.295 buah (brondolan) pada 91 pokok kelapa sawit yang dipanen pada 234 sampel pokok.
Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit dengan Menggunakan Burung Hantu (Tyto Alba) Sylvia Madusari
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.956 KB)

Abstract

Hama tikus merupakan hama utama pada perkebunan kelapa sawit. Pada tanaman kelapa sawit yang baru ditanam, hama tikus dapat menyebabkan kematian hingga 20 – 30 %, dan kerusakan yang ditimbulkan adalah pelepah sampai titik tumbuh pada tanaman muda, bunga dan buah pada tanaman yang menghasilkan. Pengendalian hama tikus secara biologis telah berhasil dikembangkan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan burung hantu sebagai pengendali hama tikus di perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi di lapangan secara langsung yang diperkuat dengan data sekunder, diantaranya dokumen perusahaan dan pustaka, serta diskusi yang mendalam dengan petani terkait di lapangan. Hasilnya kemudian dianalisis dan dievaluasi secara deskriptif. Hasil dari kajian ini adalah (1). Pengendalian hama tikus dengan menggunakan burung hantu dapat secara efektif menurunkan serangan tikus dari serangan tikus berat (>20%) menjadi serangan ringan (10-20%), (2). secara ekonomi penggunaan predator burung hantu dapat menghemat biaya pengendalian hama tikus sebesar Rp. 38.900/ha/tahun, jika dibandingkan dengan penggunaan umpan (campaign) baik pada tanah mineral maupun tanah gambut, (3). Secara manajemen, mudah dilakukan dan untuk mempermudah pengawasan dapat dibuat tabel monitoring dalam botol air mineral bekas yang ditempelkan di tiang gupon.
Kajian Pengaruh Pembukaan Blower Damper pada Dry Separation System Ahmad Mahfud
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.276 KB)

Abstract

Permasalahan terkait dengan tingginya losses dan kadar kotoran kernel produksi di Pabrik Kelapa Sawit merupakan permasalahan yang sering terjadi, hampir di sebagian besar Pabrik Kelapa Sawit yang terdapat di Indonesia. Kondisi umpan yang tidak sesuai dengan kapasitas yang tidak stabil memperparah kualitas keluaran dari alat pemisah kering antara kernel dan cangkang, yang biasa disebut sebagai Light Tenera Dry Separation (LTDS). Penguasaan akan karakteristik kerja dari LTDS sangat diperlukan dalam mendukung pengawalan sebuah operasional pabrik agar diperoleh hasil yang maksimal dengan kualitas yang terbaik. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam proses penyesuaian pembukaan damper LTDS berimbas kepada kecepatan angin yang tidak sesuai terhadap umpan yang harus dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu kernel dan cangkang. Kesulitan yang cukup tinggi diantaranya disebabkan karena belum diketahuinya secara pasti bagaimana karakteristik kerja alat dalam hal ini adalah pengaruh pembukaan damper yang efektif terhadap pola perubahan kecepatan angin di kolom pemisah. Ditambah lagi dengan jarak yang cukup jauh antara letak Damper yang akan disesuaikan pembukaan maupun penutupannya, terhadap titik pengambilan sampel, sehingga hal ini sangat mempersulit proses penyetelan damper tersebut. Pengaruh besarnya pembukaan ataupun penutupan damper LTDS diteliti oleh peneliti dengan tujuan untuk memberikan gambaran pola efek perubahan kecepatan angin di ex blower, ducting dan cyclone. Sedangkan untuk efek yang terjadi didalam kolom pemisah akan dilanjutkan dalam penelitian tersendiri. Penelitian yang dilakukan menghasilkan data primer sebanyak 648 data yang dianalisis dengan analisa sederhana melalui grafik. Diperoleh gambaran bahwa pengaruh yang cukup signifikan pada saat pengujian penutupan Damper dari 15 cm hingga 25 cm atau antara 60 % hingga 98%. Hal ini menunjukkan bahwa penutupan Damper dari 0 cm hingga 15 cm tidaklah memberikan pengaruh yang berarti terhadap perubahan kecepatan angin di ducting maupun cyclone, sedangkan untuk setting diatas 15 cm memberikan efek yang cukup dominan.
Strategi Pengadaan Fresh Fruit Bunch (FFB) dengan Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) (Studi kasus di PT Cisadane Sawit Raya) Sulistyanto .
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.809 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2011 sampai dengan 7 April 2011 yang bertempat di PMKS PT Cisadane Sawit Raya, Sei Siarti, kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat strategi pengadaan FFB dengan analisis SWOT di PMKS PT CSR. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi lapangan, depth interview dan studi pustaka. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif serta diperkuat dengan tinjauan pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa faktor-faktor strategis eksternal memiliki rating yang cukup baik (2.53), sama halnya dengan IFAS yang memiliki rating 2.52. Sebenarnya dengan melihat rating yang sama ini, dapat disimpulkan bahwa faktor strategi eksternal dan faktor strategi internal memiliki peluang yang sama dalam mempengaruhi PT CSR dimasa yang akan datang. Melihat opportunities dan threats yang begitu besar dalam industri kelapa sawit akhirnya akan bermuara pada win win solution, sedangkan strengths dan weaknesses yang ada di PT CSR akan bermuara pada pertimbangan harga pembelian.
Teknik Minimalisasi Kernel Losses di Claybath Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Ari Saraswati
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.61 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal tanggal 22 Februari 2011 hingga 4 Mei 2011. Bertempat di Pabrik Kelapa Sawit PT. BKB, Jalan Alamunda Km 14, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalisasi kernel losses di claybath Pabrik pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: A. Menguji kapasitas aktual Ripple mill, B. Menguji persentase output LTDS 1& LTDS 2, C. Menguji persentase umpan yang masuk ke Claybath, D. Mengukur Specific gravity suspensi Claybath, dan E. Melakukan analisa kernel losses di Claybath. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa Pengaturan material balance dan penggunaan Hydrocyclone 2 stage belum bisa menurunkan kernel losses di Claybath dibawah standar yang telah ditetapkan. Penyebab tingginya kernel losses dapat diatasi dengan cara memperbaiki sistem perebusan, Cake Breaker Conveyor serta Polishing drum. Karena banyaknya fibre yang melekat pada cangkang mengindikasikan bahwa sistem perebusan kurang baik, sehingga setelah proses press, masih banyak nut yang mengandung fibre. Polishing drum juga harus dikondisikan untuk membersihkan fibre yang masih melekat pada nut yang didukung dengan hisapan angin dari Fibre cyclone.
Analisa Penentuan Ketinggian Keluaran Air Pada Pompa Hydram Istianto Budhi Rahardja
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.968 KB)

Abstract

Pompa hydram adalah pompa yang bekerja berdasarkan atas tekanan kerja katup yang ditekan oleh aliran air dari ketinggian tertentu sampai nilai pengeluaran air (output) yang melebihi dari permukaan awal. Pompa hydram merupakan pompa yang tidak mempergunakan tenaga listrik atau tenaga BBM, sehingga penggunaan dari pompa hydram dapat bekerja selama 24 jam tanpa memerlukan energy listrik. Pompa hydram sangat cocok dipergunakan untuk daerah yang mempunyai topografi yang sangat signifikan dan daerah yang jauh dari sumber air.
Pengaruh Pemberian Pupuk Controlled-Release Fertilizer (Meister MX) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Rufinusta Sinuraya
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.355 KB)

Abstract

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik. Pemupukan yang baik apabila kandungan unsur hara di dalam pupuk bisa terserap dengan baik oleh tanaman. Efisiensi dan efektivitas pemberian pupuk sangat dipengaruhi oleh metode aplikasi pemupukan yang diterapkan. Pupuk Controlled-Release Fertilizer Meister Mx merupakan pupuk majemuk yang berbentuk bulat yang dilapisi dengan lilin pada bagian luarnya yang bersifat slow release. Dalam pemupukan, hal yang diperhatikan tidak hanya kepada peningkatan pertumbuhan bibit, melainkan juga besarnya biaya yang dibutuhkan selama pemupukan tersebut. Pemupukan yang baik dengan biaya yang minimal tetapi menghasilkan bibit yang berkualitas menjadi kunci utama kesuksesan pembibitan.
Analisis Keterlambatan Pembelian Barang (Purchasing) di Perusahaan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT Unggul Widya Teknologi Lestari Sulawesi Barat) Muhammad Sapruwan
JURNAL CITRA WIDYA EDUKASI Vol 4 No 1 (2012): JCWE Edisi Mei 2012
Publisher : Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.979 KB)

Abstract

Industrial oil palm plantations are ideal not only focus on the activities of oil palm plantation and processing fruit only, but must be able to have parts that function with optimum support. Supporting part has a role as budgeting, warehousing, purchasing, and others, should be managed and functioned with a maximum. One of the very big role and become an important part of the purchase. In the oil palm plantation industry purchases made for the procurement of all equipment and materials needed to run industry. Starting from raw materials such as seeds to support the smooth administration of goods such as stationery, all managed by the purchasing department.Research and Field Work Practice aims to analyze the case of Purchase At Factory oil palm plantation of PT. Unggul Widya Teknologi Lestari. The problem is often the case that the purchase of a mistake buying in quantity and quality of goods and delay. This problem also happened in PT. Unggul Widya Teknologi Lestari. Delays providers of goods needed by the company can inhibit the activities of production, so the authors suggest to improve the procurement system, namely by Memubat date Order Receipt to help control and avoid delays in procurement of goods, socialize Standard Operating Companies regarding compulsory purchase where known by the operational, use of facilities and purchase information technology (software) in the procurement process at the company's overall material.

Page 1 of 1 | Total Record : 8