JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan pertama kali pada Volume 1 No 1 November 2019. Jurnal Penelitian Perawat Profesional terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Artikel penelitian yang dikirimkan ke jurnal online ini akan di-peer-review setidaknya 2 (dua) reviwer. Artikel penelitian yang diterima akan tersedia online setelah proses peer-review jurnal. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah bahasa Inggris atau Indonesia
Articles
1,568 Documents
Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Nicu
Estri Wulansari;
Ikit Netra Wirakhmi;
Indri Heri Susanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2179
Bayi yang lahir dengan berat badan rendah biasanya memiliki fungsi sistem organ yang belum matur sehingga dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Penatalaksanaan untuk BBLR juga memiliki kekhususan tersendiri yang selanjutnya akan mengakibatkan kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada ibu yang memiliki bayi dengan perawatan BBLR di ruang NICU Bulan April – Juni tahun 2023 bedasarkan usia, pendidikan dan paritas ibu. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif dengan jumlah responden 60 ibu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang dibagi kepada 60 responden. Tingkat kecemasan responden paling banyak adalah kecemasan tingkat berat berjumlah 41 orang (68,3%). Analisis data menunjukan sebagian besar umur responden adalah dewasa awal 30 orang (50%), pendidikan responden pendidikan menengah berjumlah 34 orang (56,7%), paritas responden primipara berjumlah 39 orang (65%). Tingkat kecemasan responden paling banyak adalah kecemasan tingkat berat berjumlah 41 orang (68,3%).
Asuhan Keperawatan Hipotermia pada Bayi. T dengan Berat Lahir Rendah
Putri Bunga Lestari;
Noor Yunida Triana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2181
BBLR adalah bayi yang lahir dengan kondisi berat badan lahir kurang dari 2.500 gram. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan hipotermia pada By. T dengan Berat Lahir Rendah. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek satu pasien Bayi BBLR dengan masalah Hipotermia. Terapi farmakologis yang diberikan adalah penggunaan inkubator untuk menstabilkan suhu badan bayi. Terapi non farmakologis yang digunakan untuk asuhan keperawatan hipotermia yaitu dengan metode Kangoroo Mother Care (KMC). Hasil pemberian tindakan dengan metode Kangoroo Mother Care (KMC) mampu menghangatkan tubuh bayi karena Kehangatan tubuh ibu merupakan sumber panas yang efektif untuk bayi baru lahir termasuk BBLR. Kesimpulan : Metode Kangoroo Mother Care (KMC) efektif untuk membantu menghangatkan tubuh bayi dari hipotermia. Maka dari itu diharapkan bahwa tindakan asuhan keperawatan Kangoroo Mother Care (KMC) intermitten dapat dilakukan setidaknya minimal 1 jam karena bayi menggunakan bantuan alat, KMC dilakukan jika ibu berkunjung.
Hubungan Burnout dengan Motivasi Kerja Perawat
Eri Nugraheni;
Indri Heri Susanti;
Noor Yunida Triana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2182
Motivasi kerja perawat yang rendah akan berdampak negatif pada kualitas pelayanan yang akan diberikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi perawat yang menurun yaitu burnout. Burnout ditandai dengan perasaan yang disertai menurunnya energi, perasaan negatif pada pekerjaan seseorang dan menjadi kurang professional terhadap pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat di RSUD Panti Nugroho Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan metode studi analitik observasional dengan jenis desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden 75 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner baku dari MBI (Maslach Burnout Inventory) dan kuesioner motivasi kerja yang sudah di uji menggunakan uji chi-square dengan hasil lebih besar dari 0,421 dan uji reliabilitas dengan nilai r-alpha 0,867. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mengalami burnout berat dengan jumlah 48 perawat (64%) dan responden mengalami motivasi kerja kurang baik dengan jumlah 58 perawat (77,3%). Analisis data menggunakan analisa deskriptif chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat di RSUD Panti Nugroho Purbalingga (p-value 0,026).
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Risiko Tinggi tentang Kesehatan Mental
Rofiko Roli Priyanto;
Tin Utami;
Ema Wahyu Ningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2184
Kehamilan pada setiap perempuan memiliki risiko terjadi kehamilan dengan risiko tinggi. Salah satu sebab Angka Kematian Ibu (AKI) dan komplikasi pada janin disebabkan karena pengetahuan yang salah atau kurang pada ibu hamil risiko tinggi. Pentingnya kesehatan mental bagi ibu hamil risiko tinggi dalam mewujudkan kesehatan yang menyeluruh tidak lepas dari pengetahuan yang baik. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menekan terjadinya komplikasi pada ibu hamil risiko tinggi adalah dengan mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu hamil risiko tinggi tentang kesehatan mental. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil risiko tinggi tentang kesehatan mental di Puskesmas Cilacap Utara 1. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling yaitu 35 responden. Ibu hamil dengan risiko tinggi yang bersedia mengisi kuesioner pengetahuan ibu hamil risiko tinggi tentang kesehatan mental yang telah diuji validitas di Puskesmas Cilacap Utara 2 dengan hasil uji validitas 12 item pernyataan pada 30 responden yang mempunyai nilai r hitung >0,374 r tabel dan hasil uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan nilai sebesar 0,826. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar usia responden adalah 20-35 tahun sebesar 77%, Paritas pada responden adalah primipara sebesar 40%, dan multipara 40%, Usia kehamilan pada responden adalah masa kehamilan trimester 3 dengan angka 46%, Jenis kehamilan risiko tinggi yang ada di Puskesmas Cilacap Utara 1 mencapai angka sebesar 66%, Pengetahuan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Puskesmas Cilacap Utara 1 dengan kategori cukup sebesar 70%.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Pre Operasi pada Pasien Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi
Klareza Salsabilla;
Tophan Heri Wibowo;
Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2187
Persalinan merupakan suatu hal yang terjadi secara alamiah yanag akan dihadapi oleh ibu hamil, dimana terjadi pengeluaran hasil konsepsi yaitu bayi dan plasenta dari rahim. Ada dua cara persalinan yaitu persalinan normal dan persalinan secara operasi sectio caesarea. Sectio caesarea yaitu kelahiran janin melalui sayatan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metode: penelitian kuantitatif mengunakan metode pre experiment, dengan pendekatan one group pre test and post tets design. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur kecemasan Hamilton Axiety Rating Scale (HARS). Penelitian ini dilaksanakan selama lima minggu dengan jumlah responden yang tidak menentu, pengambilan sempel mengunakan consecutive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 21 responden. Data dianalisis mengunkan analisis univariat dan bivariat mengunakan Uji Wilcoxon. Hasil: penelitian ini didapatkan dari 21 pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi genggam jari yang mengalami kecemasan berat sebanyak 12 responden (57.1%), kecemasan sedang sebanyak 9 responden (42.9%). Setelah dilakukan relaksasi genggam jari terdapat 5 responden (23.8%) mengalami kecemasan ringan, 14 responden (66.7%) mengalami kecemasan sedang dan 2 responden (9.5%) mengalami kecemasan berat. Hasil uji Wilcoxon tets menunjukkan nilai p-value 0.000 yang berarti P<0,005 signifikan, artinya terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum atau sesudah relaksasi genggam jari. Kesimpulan: jadi terdapat pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSUD Cilacap.
Implementasi Edukasi Mobilisasi Dini terhadap Kekuatan Otot pada Anak dengan Gangguan Mobilitas Fisik
Raffi Dwi Kusuma;
Noor Yunida Triana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2188
Kejang berulang atau epilepsi merupakan gangguan pada pola aktivitas di otak yang menyebabkan hilangnya kesadaran pada orang yang mengalaminya. Meski seringkali disertai dengan hilangnya kesadaran, namun ada juga beberapa jenis kejang yang tidak menyebabkan hilangnya kesadaran. Aktivitas di neuronal di otak yang abnormal dam terus-menerus bisa menyebabkan terjadinya kejang epilepsi. Tujuan dari dilakukannya studi kasus ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan otot setelah dilakukan edukasi mobilisasi dini pada anak dengan epilepsi, studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan kualitatif, sedangkan pengumpulan data yang digunakan ada beberapa metode yang diantaranya merupakan pemeriksaan fisik, wawancara maupun pemantauan kondisi pasien. SOAP merupakan analisa data yang dilakukan dalam studi kasus ini. Penyajian data dan analisis dalam studi kasus ini berupa deskriptif naratif yang bertujuan untuk mengetahui output yang didapat dalam studi kasus. Klien di studi kasus ini yaitu An. C dengan diagnosa medis epilepsi dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa adanya perubahan berupa peningkatan kekuatan otot yang semula dengan skala 3 setelah dilakukan edukasi dan latihan mobilisasi dipatkan skala 5 pada anak dengan epilepsi.
Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Kaki terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Charulia Nur Arifah;
Fakhrudin Nasrul Sani;
Dwi Lestari Mukti Palupi;
Endrat Kartiko Utomo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2191
Hipertensi adalah suatau keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembukuh darah arteri. Pijat refleksi kaki merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah karena merupakan salah satu metode relaksasi yang membuat sirkulasi darah didalam tubun menjadi lancar. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan nonrandomized pretest-postest with control group design. Teknik pengambilan sempel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian tekanan darah sistolik menggunakan Uji Mann Whitney Test dengan nilai P Value 0,000 (P value < 0,005), hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa tekanan darah sistolik ada perbedaan pengaruh antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terhadap tekanan darah sistolik penderita hipertensi. Tekanan darah diastolik dengan nilai P Value 0,001 (P < 0,005), hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa tekanan darah diastolik ada perbedaan pengaruh antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terhadap tekanan darah sistolik penderita hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.
Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Hidup pada Lansia Hipertensi
Freshilia Agustin;
Hartoyo Hartoyo;
Fitria Saftarina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2192
Hipertensi merupakan penyakit yang masih menjadi masalah utama di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif desain kuasi eksperimen non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Wana Kecamatan Melinting Lampung Timur pada bulan Juli 2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi sebanyak 171 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah terapi dzikir sedangkan varibel terikat dalam penelitian ini adalah tekanan darah dan kualitas hidup. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah baku. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan Uji T Dependen. Hasil penelitian mendapatkan ada perbedaan tekanan darah dan kualitas hidup antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada lansia dengan hipertensi.
Pelatihan dan Masa Kerja Berhubungan dengan Capaian Case Detection Rate TBC Paru
Nadya Bella;
Dyah Wulan SR Wardhani;
Ani Agus Puspawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2193
TBC paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, serta kematian tinggi. Salah satu Indikator yang digunakan dalam program penanggulangan TBC adalah Case Detection Rate (CDR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelatihan dan beban kerja dengan capaian Case Detection Rate (CDR) TBC Paru di Puskesmas Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif desain analitik cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pemegang program penanggulangan TBC puskesmas se-Kota Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelatihan dan masa kerja sedangkan varibel terikat dalam penelitian ini adalah capaian Case Detection Rate (CDR) TBC Paru di Puskesmas Bandar Lampung. Analisis data univariat, analisis bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa dari 31 Penanggung Jawab Program Penanggulangan TBC Puskesmas se-Bandar Lampung terdapat 54,8% memiliki riwayat pelatihan yang baik tentang TBC dan 51,6% memiliki masa kerja ≥2 tahun sebagai Penanggung Jawab Program Penanggulangan TBC di Puskesmas. Ada hubungan antara pelatihan dan masa kerja dengan capaian CDR (Case Detection Rate) TBC Paru.
Penatalaksanaan pada Pasien Laki-Laki Usia 50 Tahun dengan Tinea Pedis melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga
Ismalia Qanit;
Azelia Nusadewiarti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2194
Tinea pedis merupakan infeksi jamur dermatofita yang memiliki sifat mengikis keratin di jaringan, khususnya pada kaki. Tinea pedis didapatkan pada orang dengan higien diri, lingkungan sekitar, dan perawatan kaki yang buruk. Pencegahan tinea pedis dapat dilakukan dengan cara pemakaian APD pada saat melakukan kontak dengan faktor penyebab atau memperbaiki higien diri. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta memberi penatalaksanaan pada pasien dengan penerapan pelayanan dokter keluarga secara holistik berbasis evidence based medicine. Metode studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah laki-laki usia 50 tahun, datang dengan keluhan gatal dan nyeri pada kaki kanan. Gatal dirasakan sejak 1 minggu lalu. Pasien mengatakan keluhan sering berulang. Diketahui pasien seorang petani dan sering berkontak dengan air karena setiap hari selalu menggunakan sepatu tertutup dalam waktu yang lama. Pasien jarang memperhatikan kebersihan diri setelah beraktifitas.. Diketahui bahwa pasien tinggal bersama dengan 6 anggota keluarga lain dan rumah sedikit lembab. Pasien didiagnosis sebagai tinea pedis. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah penurunan gejala klinis dan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarganya. Kesimpulan yaitu telah dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan dokter keluarga pada Tn.H dengan tinea pedis yang disesuaikan dengan EBM. Intervensi yang dilakukan telah menambah pengetahuan pasien dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya, yang ditunjukkan dengan perbaikan pada diagnostik holistik akhir.