cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN TERAKHIR DAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PUS TIDAK MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DI DESA TULUNGREJO KECAMATAN GLENMORE KABUPATEN BANYUWANGI Nur Azizatul Ikrima
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.1338

Abstract

Data Badan Pusat Statistika (2017) menujukkan bahwa Jawa Timur termasuk salah satu provinsi penyumbang jumlah penduduk terbanyak nomor dua setelah Jawa Barat. Persoalan pengendalian penduduk di Indonesia dapat diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB) yang telah tertuang dalam Undang – Undang no 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Pendudukan dan Pembangunan Keluarga yakni untuk mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara jumlah penduduk dengan lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor yang memungkinkan sebagai pendorong PUS tidak memakai alat kontrasepsi. variabel pendidikan terakhir dan pengetahuan tidak berpengaruh terhadap perilaku PUS tidak memakai alat kontrasepsi dengan masing masing Pvalue sebesar 0,63 dan 0,84. Pengetahuan dan pendidikan terakhir tidak mempengaruhi perilaku PUS tidak memakai alat kontrasepsi. Perlu adanya intervensi oleh berbagai pihak terlebih kepada pihak keluarga terutama suami untuk memberi dukungan kepada isteri dalam pemakaian kontrasepsi sehingga terbentuk kesetabilan jumlah penduduk dan mengurangi kemungkinan timbulnya masalah baru
GAMBARAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA PENGRAJIN KERAMIK DI KAMPUNG KERAMIK DINOYO, MALANG Savitri Camelia
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i3.4478

Abstract

Kelelahan merupakan masalah yang harus mendapat perhatian. Semua jenis pekerjaan baik formal dan informal menimbulkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan kapasitas, dan daya tahan kerja. Tujuan penelitian, untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subyektif pada pengrajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo, Malang pada Juni tahun 2019. Metode penelitian menggunakan studi cross sectional, pengambilan sampel pada 15 responden. Karakteristik responden umumnya berusia 36-45 tahun lama kerja 10 tahun, gizi normal, tidak merokok, konsumsi cairan lebih 1 gelas dan umumnya pekerja kelelahan kerja ringan. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan beban kerja memiliki koefisien korelasi paling kuat terhadap kelelahan kerja subyektif (p = 0,555), sedangkan iklim kerja memiliki koefisien korelasi lemah (0,378) terhadap kelelahan kerja. Status gizi dan konsumsi rokok memiliki korelasi sangat lemah dan berbanding terbalik terhadap kelelahan kerja subyektif dengan nilai sebesar (p = -0,212) dan (-0,189). Diperoleh diperoleh gambaran 3 hubungan sangat lemah yaitu antara faktor usia (p = 0,132), masa kerja (p = 0,180) serta konsumsi cairan (p = 0,100) terhadap kelelahan kerja. Dari hasil penelitian tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, menyediakan air minum yang mudah dijangkau oleh pengrajin, menyediakan alat untuk memindahkan keramik yang sudah kering.
ANALISIS SUPPLY MAKSIMUM POLI HEMATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SUKOLILO SURABAYA Rizki Rakhma Dewi
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4365

Abstract

Poli Hematologi Rumah Sakit Umum Haji Sukolilo, Surabaya adalah salah satu unit penunjang penyedia jasa pelayanan kesehatan khususnya untuk penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Unit ini perlu untuk melakukan pengukuran supply maksimum untuk dapat meyusun kebijakan yang strategis dalam pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui supply maksimum Poli Hematologi RSU Haji Sukolilo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan bersifat observasional deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Poli Hematologi RSU Haji Sukolilo pada bulan November tahun 2018. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi literatur. Sampel penelitian adalah tenaga kesehatan di Poli Hematologi RSU Haji Sukolilo. Hasil menunjukkan Poli Hematologi RSU Haji Sukolilo memiliki rata-rata kunjungan pasien sebanyak 32 pasien/hari. memiliki supply maksimum yaitu 4.497 pasien/tahun atau sekitar 17 pasien/hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah supply dari Poli Hematologi RSU Haji Sukolilo belum mencukupi untuk melayani ratarata kunjungan pasien tiap hari. Saran yang dapat diberikan adalah perlu untuk menambah jumlah sumberdaya yang dibutuhkan seperti dokter/perawat serta jumlah bed.
ANALISIS SUPLAI MAKSIMAL PADA PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA Ainunnizam Azzakki Firdaus; Novia Dewi Putri Ayuningtyas
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4356

Abstract

Permintaan yang tinggi untuk pelayanan kesehatan harus diikuti oleh penawaran dari pelayanan perawatan kesehatan. Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya adalah salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak pelayanan yang dapat diberikan kepada pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif , untuk menggambarkan supply maksimal pepelayanan kesehatan. Data dalam peneleitian ini dari Poli Kulit Kelamin, Poli Umum, dan Poli Paru. Sampel adalah staf dan petugas kesehatan di Poli kulit kelamin, Poli Umum, dan Poli Paru. Poli kulit dan kelamin dapat mengobati pasien hingga 1390 pasien per bulan, tetapi pada kenyataannya mereka hanya mengobati 840 pasien per bulan. Poli Umum dapat memberikan traetmen hingga 1,560 pasien per bulan dengan waktu operasi 10 jam per hari dengan beroperasi dalam 26 hari dalam sebulan. Kenyataanya, Poli umum hanya mengobati 728 pasien per bulan. Di sisi lain, Poli Paru berdasarkan perhitungan dapat memberikan perawatan hingga 576 pasien per bulan. Tetapi, mereka merawat 960 pasien per bulan. Jadi, terdapat poli yang merawat pasien kurang dari dan lebih dari kapasitas pengobatan yang bisa mereka berikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DYSPEPSIA PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2019 Suzanni Suzanni
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.2026

Abstract

Pasien yang memiliki keteraturan makan di Puskesmas Krueng Barona Jaya rata-rata kurang sehat seperti telat makan, suka makan makanan pedas, yang dapat menyebabkan dyspepsia. Hasil wawancara dari 10 orang terdapat 8 orang yang mengalami dispepsia. Peneliti memilih para remaja karena banyak pada usia ini umumnya memiliki tingkat stress maupun kondisi gaya hidup konsumsi makanan dan minuman iritatif yang memperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai faktor-faktor yang berhubungan dengan  kejadian dyspepsia pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berkunjung ke Puskesmas Darussalam Periode Juni 2019 sebanyak 38 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang. Tehnik pengumpulan sampel adalah secara accidentall sampling. Analisa data dengan menggunakan univariat dan bivariat, metode pengumpulan data menggunakan wawancara, penelitian telah dilakukan pada 17 s/d 24 Juni 2019. Hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan antara stres (p-value 0,033), keteraturan makanan (p-value 0,004), makanan dan minuman iritatif (p-value 0,024) dengan kejadian dyspepsia pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019. Disarankan kepada remaja, perlu membuat jadwal makan dan selalu menjaga ketersediaan makanan ketika waktu makan tiba atau dengan selalu membawa makanan cemilan, memperhatikan waktu makan teratur (tepat) serta jenis makanan yang adekuat dan bervariasi, yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak setiap kali makan, dan menghindari konsumsi makanan pedas, asam, minuman bersoda.
PENGARUH PENERAPAN PERSALINAN MODEL SYARIAH TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU MELAHIRKAN DI RSUDZA TAHUN 2018 Samira Sri Ayunda
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 4, No 1 (2021): MaKMA Vol 4 No 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v4i1.4484

Abstract

Persalinan menurut pandangan agama Islam adalah proses perjuangan ibu dalam persalinan yang mengamalkan nilai-nilai dalam Al-Qur’an, dan hadist tentang persalinan sehingga pada akhirnya ibu mendapatkan anak yang sehat dengan proses persalinan yang normal serta kemulian berupa ampunan dosa dari Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan persalinan model syariah terhadap tingkat kecemasan ibu melahirkan di RSUDZA tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan normal. Sampel sebanyak 43 ibu melahirkan normal di RSUDZA diperoleh dengan teknik accidental sampling diperoleh dari 30 Juli sampai 23 Agustus 2018. Uji statistik yang digunakan yaitu logistik regresi. Hasil uji statistik diperoleh tidak ada pengaruh antara usia (Pvalue = 0.854), paritas (Pvalue = 0.107), pendidikan terakhir (Pvalue = 0.480), pekerjaan (Pvalue = 0.322), Sedangkan ada pengaruh antara penerapan persalinan model syariah (Pvalue = 0.048) terhadap tingkat kecemasan ibu melahirkan. Diharapkan melalui petugas kesehatan senantiasa melaksanakan dan meningkatkan peran mandiri dalam upaya mengurangi tingkat kecemasan pada ibu dalam proses persalinan melalui penerapan persalinan model syariah.
FAKTOR PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN DIFTERI DI KOTA BANDA ACEH Desi Rosdiana
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i3.4474

Abstract

Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang kembali mengalami peningkatan. Di Provinsi Aceh tahun 2018 terdapat 203 kasus difteri. Meningkatnya kasus difteri mengharuskan kita melakukan upaya penegakan tindakan preventif (pencegahan). Fenomena yang ditemukan dari beberapa orang tua yang ada di Kota Banda Aceh, kebanyakan mereka masih belum memahami tentang penyakit difteri yang selama ini terus meningkat. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional,  partisipan dalam studi ini penelitian ibu rumah tangga yang tinggal  berdekatan dengan rumah penderita difteri Study ini dilaksanakan pada bulan Agustus  2019. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariate dan bivariat. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan ibu (P=0,001), sikap ibu (P=0,025) dan pekerjaan ibu (P=0,002) dengan perilaku pencegahan ibu sedangkan pendidikan ibu dan dukungan keluarga tidak ada hubungan karena nilai yang di dapat dari 0,05. Kesimpulan: Pencegahan difteri salah satu bentuk tindakan yang dilakukan seseorang agar terhindar dari penularan penyakit difteri dan diharapkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar segera mengeluarkan kebijakan berupa Peratura n Walikota yang mengatur tentang penyelenggraan imunisasi di Kota Banda Aceh dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
FAKTOR LINGKUNGAN DAN ANALISIS HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) PADA INDUSTRI BATIK TULIS Mohammad Apriyan Nugroho
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4361

Abstract

Proses pembuatan batik terbagi menjadi 5 tahapan. Tahap pertama adalah penulisan pola pada kain mori, tahap kedua adalah pembatikan atau pelekatan lilin (malam) pada kain mori, tahap ketiga adalah proses pewarnaan, tahap keempat adalah penjemuran, tahap kelima adalah proses peleburan lilin dari kain batik. Setiap dari proses pembuatan batik memiliki bahaya pada pekerja. Sehingga diperlukan evaluasi pada lingkungan kerja dan identifikasi bahaya proses pembuatan batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja dan menerapkan metode HIRADC pada proses pembuatan batik. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Penelitian ini dianalis deskriptif yaitu menggambarkan dan mendiskripsikan suatu keadaan. Populasi penelitian penelitian ini adalah semua pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis Sidoarjo yang berjumlah 9 orang. Identifikasi bahaya yang dilakukan pada proses pembuatan batik telah ditemukan 7 potensi bahaya yang dapat menimbulkan 15 risiko. Hasil Penilaian berdasarkan risk assessment yaitu, risiko ekstrim (extreme risk) sebanyak 3 jenis bahaya (20%), risiko tinggi (high risk) sebanyak 10 jenis bahaya (66,67%), risiko sedang (moderate risk) sebanyak 2 jenis bahaya (13,3%). Suhu dan kelembapan di tempat produksi batik pada semua industri melebihi nilai ambang batas, Identifikasi bahaya yang dilakukan pada proses pembuatan batik telah ditemukan 7 potensi bahaya yang terdapat semua aktivitas kerja yang dapat menimbulkan 15 risiko, Analisis Risiko menghasilkan 3 jenis bahaya extreme risk, 10 jenis bahaya high risk, 2 jenis bahaya moderate risk. Saran dari peneliti yaitu melakukan perbaikan sarana dan prasana pada ventilasi dan local exhaust van, serta penggunaan APD pada pekerjaan yang memiliki risiko.
GAMBARAN RISIKO STRES KERJA PADA GURU KELAS 6 SD NEGERI SE-KECAMATAN BANYUWANGI jeacquelyne panorama perwiraningsih
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.1483

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Responden penelitian ini terdiri dari 39 orang guru kelas 6 se-Kecamatan Banyuwangi. Risiko stres kerja dan beban kerja mental diidentifikasi menggunakan instrumen kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman Corelation Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% guru mengalami risiko stres kerja tinggi, 15,4% guru dengan risiko stres kerja sedang, dan 33,3% guru dengan risiko stres kerja rendah. Guru dengan jenis kelamin perempuan dengan rentang usia 52 – 59 tahun lebih memiliki kecenderungan untuk mengalami risiko stres kerja. Kemudian terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan beban kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar guru kelas 6 merasakan beban kerja yang sangat tinggi, sehingga guru cenderung mengalami risiko stres kerja tinggi pula. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pihak sekolah hendaknya melakukan rotasi kerja pada guru yang memiliki usia diatas 52 tahun untuk mengajar kelas selain kelas 6, menggerakkan guru-guru muda yang berkompeten untuk mengajar kelas 6 dan merekomendasikan kepada Kepala Sekolah untuk mengadakan rekreasi usai ujian nasional berlangsung agar stres kerja yang dialami guru tidak meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERURISEMIA Nurul Munziah
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 4, No 2 (2021): MaKMA Vol 4 No 2 Juni 2021
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v4i2.4490

Abstract

Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat serum pada orang dewasa lebih dari 7,0 mg/dl pada pria dan lebih dari 6,0 mg/dl pada wanita. Bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dan riwayat keluarga dengan kadar asam urat pada penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif Analitik dengan desain Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hiperurisemia yang rawat jalan di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh sebanyak 45 orang ditentukan berdasarkan cara Accidental Sampling. Pengukuran kadar asam urat menggunakan Easy Touch GCU, kebiasaan makan menggunakan form SQ-FFQ (Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire), dan riwayat keluarga menggunakan kuesioner. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif, sedangkan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan sumber purin kategori kurang baik dengan kadar asam urat tinggi sebesar 81%, sedangkan yang memiliki riwayat keluarga penderita asam urat dengan kadar asam urat tinggi sebesar 84,6%. Kebiasaan mengkonsumsi protein dengan kadar purin tinggi dan riwayat keluarga berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat pada penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Memberikan informasi dan edukasi berupa pemilihan makanan yang tepat untuk mengontrol kadar asam urat atau mencegah penyakit hiperurisemia.