cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGONIA YANG DIPAPAR RADIASI SINAR X (Studi Eksperimental pada Mencit (Mus Muculus) Galur Balb/C) Soffan, Mochammad; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1305

Abstract

Radiasi sinar X merupakan salah satu radiasi pengion yang menyebabkan terbentuknya radikal bebas sehingga merusak sel spermatogonia. Penggunaan vitamin C dan E sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia yang dipapar radiasi sinar X. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design pada 35 ekor mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu KP tanpa paparan radiasi dan pemberian vitamin, KN dengan paparan radiasi sinar X 25 mGy/hari tanpa pemberian vitamin, KP 1 diberikan vitamin C 0,26 mg/hari, KP 2 diberikan vitamin E 0,208 mg/hari, KP 3 diberikan kombinasi vitamin C 0,26 mg/hari dan vitamin E 0,208 mg/hari setiap sebelum pemaparan radiasi sinar X 25 mGy/hari selama 4 hari dengan waktu penelitian 21 hari. Pada hari ke 22 sampel diterminasi diamati melalui mikroskop. Jumlah sel spermatogonia dianalisis One Way Anova kemudian uji post Hoc LSD. Hasil rerata jumlah spermatogonia pada KP, KN, KP1, KP2 dan KP3 yaitu 24,24; 13,28; 19,36; 19,60 dan 23,32. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p0,05) artinya terdapat perbedaan rerata jumlah sel spermatogonia yang bermakna antara kelima kelompok. Hasil uji post Hoc LSD menunjukkan perbedaan rerata sel spermatogonia antar dua kelompok ditunjukkan oleh hampir semua pasangan kelompok (p0,05); kecuali untuk perbandingan rerata sel spermatogonia antara KP1 dan KP2 (p0,05). Terdapat pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap jumlah sel spermatogonia mencit yang dipapar radiasi sinar X.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DAN INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN HIV AIDS (Studi Kasus Di SMA Negeri I Samalanga Kabupaten Bireun) Rosita, Sri; Safitri, Riski
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.638

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Aceh 2016 jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bireun pada tahun 2016 sudah mencapai 45 orang dari berbagai tingkatan umur. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di SMAN 1 Samalanga Kabupaten Bireun tahun 2017, diketahui bahwa sampai tahun 2016 belum pernah ada pihak sekolah maupun petugas kesehatan yang melakukan penyuluhan tentang HIV-AIDS. Hal ini menyebabkan pengetahuan siswa siswi tentang HIV-AIDS masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran keluarga dan informasi terhadap pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS di SMA Negeri 1 Samalanga Kabupaten Bireun. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional studi. Jumlah Sampel yang diambil yaitu 85 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Samalanga Kabupaten Bireun pada tanggal 17 Juni sampai 13 Juli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan peran keluarga terhadap pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS (P-value  0,027 0,05), dan terdapat hubungan antara informasi dengan pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS (P-value  0,014 0,05). Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bireun untuk memberikan penyuluhan secara lebih intensif kepada siswa dan guru di sekolah serta kepada keluarga siswa mengenai pencegahan HIV-AIDS.Kata Kunci : Informasi, Peran Keluarga, Pencegahan HIV AIDS
PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KOTORAN KUKU PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH Widodo, Agus; Ikawati, Kartika
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1303

Abstract

Kebiasaan buruk pemulung yang tidak mengindahkan pengelolaan sampah dan kebersihan diri mengakibatkan  bakteri  dan  parasit khususnya Soil Transmitted Helminths  dapat  dengan mudah menginfeksi. Soil Transmitted Helminths  terdiri dari: Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Ancilostoma duodenale, Trichuris trichiura, dan Strongiloides stercoralis. Pemulung sangat rentan terinfeksi telur  Soil Transmitted Helminths tersebut.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya infeksi Soil Transmitted Helmiths pada  kotoran  kuku  pemulung  di Tempat  Pembuangan  Akhir  (TPA) Sampah Jatibarang Kecamatan Semarang Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel sebanyak 67 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Sebagai obyek penelitian adalah kuku pemulung yang diperiksa dengan metode Pengapungan NaCl jenuh.  Prinsip  dari metode ini yaitu mengapungkan parasit yang ada di kuku dengan pelarut yang berat jenisnya lebih tinggi dari berat jenis parasit.  Dengan pelarut NaCl jenuh, maka parasit akan terapung. Berdasarkan  pemeriksaan  dari 64 sampel (37 perempuan dan 30 laki-laki) didapatkan hasil positif A.lumbricoides 7 orang (10,5 %), Cacing tambang 0 (0 %),   T.trichiura 5 orang (7,4 %), dan S.stercoralis 0 (0 %). Pada kasus infeksi ganda didapatkan hasil 1 orang wanita (2,7 %) terkontamisasi A. Lumbricoides dan T. Trichiura , dan 1 orang  laki-laki (3,3 %) terkontamisasi A. Lumbricoides dan T. Trichiura. Semarang.
IDENTIFICATION OF WORK ACCIDENT RISK OF TRAY CABLE INSTALLATION IN X APARTMENT PROJECT Widodo, Eko Wahyu; Mandagi, Ayik Mirayanti
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.1515

Abstract

Work accidents that occured in Indonesia, 32% are accidents from the construction sector. The construction  sector is a sector with a work environment where there were so many hazard risks. Cable tray installation is one of the jobs in a construction project. The purpose of this research is to get an overview of the steps in the installation of cable tray and the its risk. The process of identifying work accident risk in this study uses Job Safety Analysis (JSA). Falling from height is one of the workplace accidents in the cable tray installation process. Risk control is needed to prevent work accidents that can occur due to cable tray installation.
ASUPAN SERAT DAN AIR SEBAGAI FAKTOR RISIKO KONSTIPASI DI KOTA BANDA ACEH Mulyani, Nunung Sri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.884

Abstract

Konstipasi adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perubahan konsistensi feses menjadi keras, ukuran besar, penurunan frekuensi atau kesulitan defekasi. Angka menunjukkan bahwa sekitar 2,5 juta kunjungan ke dokter setiap tahun adalah untuk mengobati konstipasi dan jumlah orang yang menderita konstipasi meningkat dengan usia. Serat makanan di dalam feses dapat menyerap banyak air, sehingga membuat feses menjadi lunak atau mencegah konstipasi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang. Data yang dikumpulkan yaitu asupan serat, asupan cairan dan aktivitas fisik yang dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan food recall dan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan yaitu Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian konstipasi di Puskesmas Batoh sebesar 66,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dengan kejadian konstipasi (p value = 0,002), ada hubungan yang bermakna antara asupan cairan dengan kejadian konstipasi (p value= 0,005), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian kontipasi (p value = 0,057). Diharapkan pihak Puskesmas memberikan komunikasi informasi edukasi (KIE) agar masyarakat meningkatkan kualitas kesehatan agar mengurangi risiko yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi.Kata Kunci:  Asupan Cairan, Aktivitas Fisik, Asupan Serat, Kejadian Konstipasi
PERSEPSI IBU TERKAIT HAMBATAN DAN CUES TO ACTION DALAM TIDAK MEMENUHI IMUNISASI CAMPAK BAYINYA (DI DESA GROGOL KABUPATEN BANYUWANGI) Islamiyah, Khofifatul
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1428

Abstract

ABSTRAKAngka cakupan imunisasi terjadi penurunan dari tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten Banyuwangi. Hampir 20% puskesmas di Banyuwangi belum mencapai target UCI. Puskesmas Mojopanggung merupakan puskesmas dengan angka cakupan terendah imunisasi campak yaitu sebesar 78,7%. Desa Grogol merupakan desa dengan angka cakupan imunisasi campak terendah yaitu hanya sebesar 62,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi ibu terkait hambatan dan cues to action (isyarat untuk bertindak) dalam tidak memenuhi imunisasi campak pada bayinya di desa Grogol Kecamatan Giri Banyuwangi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan desain penelitian studi fenomenologi. Penentuan subyek penelitian menggunakan teknik purposive. Subyek penelitian sejumlah 10 orang informan utama dan 7 orang informan kunci. Instrumen dalam penelitian adalah pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hambatan yang dirasakan informan, baik faktor intrinsik dan ekstrinsik. Persepsi ibu terkait cues to action (isyarat untuk bertindak) adalah dari media massa, dukungan keluarga, pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain. Adanya penelitian ini diharapkan mampu menjadi landasan pengambil keputusan dalam menentukan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi campak di Banyuwangi, khususnya di desa Grogol Banyuwangi.  Kata Kunci: Cues To Action, Hambatan, Imunisasi Campak, Persepsi.
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DAN MENDAPATKAN INFORMASI TERHADAP PENGGUNAAN PENGOBATAN TRADISIONAL PADA IBU NIFAS (Studi Kasus Di Kecamatan Teragun Kabupaten Gayo Lues) Rosita, Sri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.822

Abstract

Pengobatan yang digunakan ibu nifas sebagian besar adalah pengobatan tradisional, meskipun sarana pelayanan kesehatan poskesdes dan bidan di desa telah tersedia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosial budaya dan keterpaparan informasi terhadap penggunaan pengobatan tradisional pada ibu nif as. Jenis penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu nifas yang diambil secara total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sosial budaya dan keterpaparan informasi dengan penggunaan pengobatan tradisional. Diharapkan bagi ibu nifas agar lebih selektif dalam menggunakan pengobatan tradisional, karena pengobatan tradisional yang diracik sendiri dosisnya belum tentu sesuai dengan tubuh sehingga dapat menyebabkan efek dan dampak negatif terhadap tubuh dan diharapkan kepada pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang pengobatan tradisional.Kata Kunci : Informasi , Pengobatan Tradisional, Sosial Budaya.
PROFIL JUMLAH SEL DARAH PUTIH (LEUKOCYTE) PADA TENAGA KERJA PENGRAJIN BATIK YANG TERPAPAR PARAFIN Munabari, Faiza
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1494

Abstract

Salah satu proses dalam pembuatan batik yaitu pelekatan lilin yang menggunakan bahan baku lilin batik. Lilin batik yang mengandung paraffin ini akan menghasilkan asap apabila dipanaskan. Asap ini mengandung berbagai polutan, yaitu CO, NO2, SO2, CO2, HC, H2S, dan partikel yang memiliki banyak dampak negatif. Asap yang dihasilkan dari pelelehan lilin batik akan terinhalasi langsung oleh pekerja yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, hal ini jika terjadi dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan yang akan menimbulkan reaksi inflamasi. reaksi inflamasi yang ditimbulkan akan meningkatkan jumlah leukosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pengrajin batik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik sampling jenuh pada 20 pengrajin batik di PT Batik Semarang 16. Sampel yang digunakan adalah darah vena cubiti untuk kemudian diukur jumlah leukosit absolut. Metode pemeriksaan leukosit pada penelitian ini menggunakan pengenceran dan dibaca menggunakan bilik hitung Neubauer Improved.  Hasil pelitian didapatkan 40% pembatik mempunyai rata-rata  jumlah lekosit total normal dan 60% diatas normal (lekositosis ringan). Semakin tua dan semakin lama masa kerja jumlah lekosit total semakin tinggi.  Didapatkan 100% pembatik tidak mengenakan alat pelindung diri (APD). Kepada pembatik disarankan untuk mengenakan APD saat melakukan pekerjaan membatik.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEBIASAAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) (Studi Kasus di Desa Seumantok Kecamatan Sampoinet Kabupaten Aceh Jaya) Husna, Husna
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.813

Abstract

Sanitasi, personal hygiene dan lingkungan yang buruk berkaitan dengan penularan beberapa penyakit infeksi yaitu penyakit diare, cacingan dan sebagainya. Perilaku buang air besar sembarangan dapat menimbulkan pencemaran sumber air dan bau busuk serta estetika. BABS dapat berdampak pada timbulnya berbagai penyakit dan pencemaran lingkungan. Desa Semantok Kecamatan Sampoinet Kabupten Aceh Jaya memiliki akses sanitasi yang masih rendah dan termasuk salah satu desa yang bermasalah dengan perilaku BABS. Penelitian ini merupakan survei analitik bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan kepemilikan jamban dengan kebiasaan masyarakat BABS di Desa Seumantok Kecamatan Sampoinet Aceh Jaya menggunakan rancangan crossectional. Populasi penelitian yang dilakukan pada JuliAgustus 2017 ini adalah seluruh kepala keluarga (101 KK) yang memiliki jamban tapi belum tau apakah masih BABS. Sampel penelitian sebanyak 55 KK diperoleh berdasarkan rumus Lameshow. Alat yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara Univariate dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan kepemilikan jamban dengan BABS di Desa Seumantok (P0,05). Hasil ini menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Seumantok masih melakukan BABS walaupun memiliki jamban. Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan penyuluhan mendalam tentang penggunaan jamban yang sehat dan dampak BABS terutama terkait kesehatan lingkungan dan wabah penyakit menular.Kata Kunci: BABS, Kepemilikan Jamban, Pengetahuan.
ANALISIS AGAMA, RELIGIUSITAS DAN PASRTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI POTENSI PENDUKUNG KEBIASAAN MEROKOK PADA PRIA USIA 15-65 TAHUN DI INDONESIA Pratama, Rochmad Ardiansyah; Eka Sari, Jayanti Dian; Mahiroh, Hodimatum
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1292

Abstract

Prevalensi rokok baik di Indonesia maupun Negara berkembang mengalami peningkatan dan terjadi pada golongan pria sebesar 67%. Kondisi ini dipengaruhi oleh agama, tingkat religious serta partisipasi dalam masyarakat tujuan penelitian adalah mengetahui potensi pendukung kebiasaan merokok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik deskriptif dengan rancang bangun cross sectional. Sumber data yang digunakan berasal dari Indonesia life survey 5 (IFLS5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama islam dan protestan secara signifikan menjadi pendorong kebiasaan merokok dengan berturut turut 2,01 dengan CI=1,38-2,90 dan 1,89 dengan CI=1,22-2,92. Tingkat religius tinggi signifikan menjadi faktor protektif sebagai pendukung kebiasaan merokok dengan OR=0,55 dengan CI=0,49-061. Tingkat partisipasi baik dalam masyarakat tidak signifikan menjadi potensi pendukung kebiasaan merokok dengan OR=1,03 dengan CI=0,87-1,08. Faktor agama dan tingkat religiusitas menjadi potensi pendukung terhadap kebiasaan merokok, sedangkan partisipasi dalam masyarakat tidak menjadi potensi pendukung kebiasaan merokok. Adanya penelitian ini diharapkan mampu untuk menjadi landasan pengambil keputusan dalam menentukan langkah menurunkan kebiasaan merokok sehingga jumlah perokok khususnya di Indonesia